
...48...
Setelah merasa cukup dengan isi piringnya kemudian Keysa pergi menuju gazebo tempat
dimana papa, Nathan dan beberapa keluarganya sedang mengbrol.
“Hai Nat, lu ada disini juga?” sapa Keysa sambil tersenyum
“Iya kemarin om Adam ngundang aku kesini, kan ga enak kalau ga datang padahal tetanggaan hehe”
“Benar juga sih, lu mau ini?” Keysa menyodorkan piring yang berisi sosis dan sate
“Enggak Key, kamu aja yang makan”
“Lu lagi diet ya?” selidik Keysa
“Enggak kok, aku lagi ga diet cuma belum lapar aja”
“Ohh yaudah kalau gitu, berarti jatah gue ga berkurang hehe. Papa mau?”
“Papa tadi udah makan sayang, nih bekas piringnya masih disini” ucap papa sambil
menunjukkan piring kotornya.
“Oh ya Nat, gimana? Udah ada pendamping belum sekarang?” canda Keysa sambil mencolek
lengan Nathan.
Nathan yang saat itu sedang meminum sekaleng cola kaget mendengar pertanyaan Keysa dan
langsung tersedak.
“Uhukkk...uhukkk”
“Haha gimana Nathan mau punya pasangan, orang hatinya udah dia kasih buat kamu
sayang” ucap papa dan Keysa langsung menghentikan aktivitas makannya saat mendengar omangan papa Adam. Ia
baru tersadar bahwa sikap baik Nathan selama ini bukanlah karena mereka bersahabat melainkan Nathan memiliki perasaan kepadanya.
“Oh ya aku baru ingat tadi disuruh jagain Daffin” ucap Keysa berbohong dan langsung melangkah meninggalkan papa dan Nathan. Keysa sengaja pergi karena tidak ingin papanya membicarakan topik itu menjadi semakin dalam.
Nathan yang melihat kepergian Keysa, tanpa berpikir panjang langsung mengejar Keysa.
“Key kamu kenapa tiba-tiba pergi gitu aja?” Nathan menghentikan langkah Keysa dengan
menggenggam tangannya.
“Ah ini tadi aku lupa kalau disuruh kak Olivia buat jagain Daffin”
Saat itu tiba-tiba saja Kenzo terlihat keluar dari rumah dan sedang berjalan menuju
gazebo sambil menggendong Daffin. Dan dengan kebetulan Keysa dan Nathan sama-sama memandang ke arah Kenzo. Keysa pun menutup matanya sekilas, dia merasa malu karena kebohongannya sudah terbongkar begitu saja.
“Sial, kak Kenzo keluar di waktu yang ga tepat”
Nathan kemudian beralih memandang Keysa seakan meminta penjelasan kepada dirinya.
“Ahhh itu iya sebenarnya aku capek jadi pengen istirahat Nat”
“Kamu sengaja menghindar dari aku, karena ucapan om Adam tadi?” tanya Nathan.
“Ah enggak...enggak kok. Lagian papa tadi kan cuma bercanda buat apa aku harus menghindar” ucap Keysa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Nat, lepasin ah malu tau diliatin sama keluarga, entar mereka jadi salah paham”
__ADS_1
Keysa melepaskan genggaman Nathan dengan sedikit memaksa
“Kalian berdua sedang apa disini? Kenapa ga makan?”
“Ah gapapa kak, kakak duluan aja” ucap Keysa
“Papa, atu mau cama onty ” ucap Daffin yang sedang berada di gendongan papanya
“Loh, tapi kamu kan janji mau nemenin papa makan tadi”
“Endak mau, Afin mau cama onty aja”
“Jangan dong sayang, auntynya kan lagi ngobrol sama uncle Nathan jadi ga boleh diganggu”
“Udah kak gapapa Daffinnya sama aku aja, lagian aku sama Nathan juga uda selesai kok
ngobrolnya. Sini sayang sama onty” Keysa kemudian buru-buru menggendong Daffin
“Oh ya kak, ajakin Nathan tuh makan soalnya dia juga belum makan” sambung Keysa.
Setelah Daffin sudah berada dalam gendongannya, Keysa pun pamit pergi menuju bagian taman dimana terdapat beberapa anak juga sedang bermain disana.
“Yuk Nat, kita makan dulu” ajak Kenzo
“Ah iya kak” jawab Nathan namun pandangannya masih tertuju ke arah Keysa.
Sambil menikmati makanannya, dari jauh Nathan terus memandangi Keysa yang sedang asik
bermain dengan Daffin, Bobby dan beberapa anak lainnya. Keysa begitu terlihat bahagia dan tertawa lepas, sungguh pemandangan yang sangat indah bagi Nathan karena sudah lama dia merindukan tawa Keysa hingga selepas itu.
“Bagaimana kalau kamu mengetahui semua kebenarannya Key?Apakah aku masih bisa melihat tawa mu selepas itu?Apa nantinya kamu masih mau bertemu dengan ku?” benak Nathan.
“Nat lu ngelamunin apa?” tegur Kenzo yang duduk disamping Nathan.
“Enggak kak, enggak ada apa-apa kok”
Udah ngaku aja” goda Kenzo
Nathan yang sudah kepergok pun merasa malu hingga tidak bisa menjawab apa-apa dan
hanya menggaruk-garuk leher bagian belakangnya yang tidak gatal.
“Udah, kalau lu memang suka sama Keysa deketin aja. Gue restuin kalian berdua kok”
ucap Kenzo sambil merangkul Nathan yang masih malu-malu mengakui perasaannya.
“Jangan lama-lama Nat, sebelum Keysanya nanti diambil orang dan pergi hehe” ucap Kenzo
bercanda sambil menepuk bahu Nathan sekilas.
“Nah tuh kan Keysanya pergi, kamu sih geraknya
lama haha” goda Kenzo saat melihat Keysa yang tiba-tiba saja pergi masuk ke rumah sambil menggendong Daffin.
Dan Nathan hanya bisa tersenyum kikuk merespon omongan Kenzo.
Karena Daffin yang merengek meminta untuk meminum susu, akhirnya Keysa pun memutuskan untuk masuk kedalam dan membuatkan susu formula untuk Daffin. Selesai
membuatkan susu, Keysa pun menggendong Daffin menuju ruang keluarga dan memberikan wadah yang berisi susu tadi kepada Daffin.
Ketika Daffin tengah fokus meminum susunya, pikiran Keysa kembali mengingat omongan
papa Adam ketika di gazebo tadi.
“Apa benar Nathan menyukai ku?Kalau memang benar Nathan menyukai ku, berarti sikap
__ADS_1
baiknya selama itu karena dia memiliki perasaan kepada ku?Apa ini saatnya aku
harus mulai membuka hati lagi? Lagi pula Nathan juga lelaki yang baik, apa sebaiknya aku membuka hati untuknya?” tanya Keysa dalam hatinya
“Onty...onty Afin udah selesai” panggil Daffin
Keysa yang terlalu sibuk dengan pikiran tidak mendengar Daffin yang sudah memanggil
namanya.
“Onty...”
“Eh iya sayang? Maaf onty tadi ga dengar. Udah selesai ya minum cucunya?”
“Udah onty, ini” Daffin menyerahkan wadah yang sudah kosong kepada Keysa
“Wahh, pintarnya keponakan onty susunya dihabisin sampai ga ada sisa. Pantes kamu
cepat gedenya ya hehe” Keysa mengacak-acak rambut Daffin sambil mencubit sekilas pipi keponakannya itu.
“Onty...Onty”
“Iya sayang?”
“Affin boleh ga bobok sama onty malam ini?”
“Kamu mau bobok sama onty?”
Daffin menganggukkan kepalanya dengan semangat
“Cium aunty dulu dong”
“Muacchh”
“Sebelah kiri belum”
“Muacchh”
“Uhhhh...gemesnya ponakan aunty ini” ucap Keysa kemudian memeluk Daffin.
“Eh ternyata disini rupanya kalian berdua. Kakak cariin dari tadi” ucap Olivia yang
baru saja datang
“Ayo Daffin minum susu dulu” sambung Olivia
“Baru aja Daffin selesai minum susu kak, tuh wadahnya juga masih diatas meja”
“Loh, kok kamu tahu jam minum susunya Daffin dek?”
“Hehe, pas main ditaman tadi Daffin tiba-tiba ngerengek minta dibuatin susu kak.
Yaudah aku buatin deh jadinya”
“Hahaha, lagi manja dia tuh dek sama kamu. Biasanya juga susah disuruh minum susunya
haha”
“Terus malam ini dia juga mau tidur sama aku katanya kak”
“Anak mama mau tidur sama aunty malam ini?” tanya Olivia kepada Daffin
Dan Daffin membalasnya dengan anggukan.
“Yaudah tapi janji ya sayang jangan nakal sama aunty nanti”
__ADS_1
“Iyaa ma”
......................