
...68...
Keysa tiba dirumah sakit
dan langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu Keysa turun dan mengambil dua
buah tas yang berisi pakaian Daffin, pakaian Olivia dan pakaian kerja Kenzo serta
dua buah paperbag yang akan dibawanya masuk kedalam kamar rawat Daffin. Keysa
menggendong sebuah tas ransel di punggungnya dan tangan sebelah kanannya
memegang sebuah paper bag serta tangan kirinya memegang sebuah tas sandang.
Karena cuaca hari ini
sedikit agak dingin karena baru turun hujan, Keysa mengenakan hoodie dan celana
training ke rumah sakit, dia juga mengenakan sebuah topi hitam dan masker hitam
karena setelah mandi tadi Keysa merasa hidungnya sedikit terasa gatal seperti
tanda-tanda gejela akan terkena flu, untuk mengantisipasi agar flunya tidak
memburuk Keysa pun mengenakan pakain serba tertutup pergi ke rumah sakit.
Ketika Keysa baru saja
berjalan beberapa langkah keluar dari lift dilantai 3 , tiba-tiba saja
ponselnya berbunyi. Karena Keysa membawa barang yang cukup banyak membuatnya sedikit
kesulitan untuk mencari ponselnya yang
ada di dalam tas. Akhirnya Keysa pun memutuskan untuk meletakkan barang
bawaannya sebentar dilantai, namun baru saja Keysa sedang membuka tas
selempangnya untuk mengambil ponselnya tiba-tiba saja ada seorang pria yang
menabraknya dari belakang sehingga membuat Keysa hampir terjatuh dan ponsel
yang baru saja dipegangnya terlempar ke lantai.
Keysa yang merasa kesal
langsung membalikkan tubuhnya ke arah pria itu dan betapa kagetnya Keysa bahwa
pria yang menabraknya itu adalah Axel, pria yang pernah membuatnya pernah
merasa menjadi wanita yang paling dicintai didunia. Penampilan Axel begitu
terlihat berbeda dari beberapa tahun yang lalu, wajahnya tampak dipenuhi
bulu-bulu tipis dan rambutnya terlihat sedikit acak-acakan.
Keysa yang awalnya merasa
kesal dan ingin memarahi orang yang menabraknya itu langsung menundukkan
kepalanya dan menarik sedikit topinya kebawah hingga matanya tidak bisa dilihat
oleh Axel. Jauh dari dalam hati sebenarnya Keysa ingin menangis dan memeluk
pria yang dirindukannya itu, namun Keysa tetap berusaha mengontrol dirinya agar
tidak bersikap ceroboh.
“Maaf…maaf mbak saya
tidak sengaja. Saya minta maaf mbak” ujar Axel dan kemudian mencoba untuk
membantu mengambilkan ponsel Keysa sebagai permohonan maafnya.
Tanpa menjawab, Keysa
langsung mendahului Axel untuk mengambil ponselnya yang ada dilantai dan
buru-buru pergi agar Axel tidak mengenali dirinya. Axel diam berdiri
ditempatnya sambil menatap punggung Keysa yang semakin menjauh dari dirinya.
“Enggak…ga mungkin itu
Keysa” ujar Axel yang mencium aroma parfum yang dulunya sering di pakai Keysa.
__ADS_1
“Lu mengharapkan apa sih
Xel, di dunia ini ga hanya Keysa doang yang pakai merk parfum itu” ucap Axel
meyakinkan dirinya dan kemudian melanjutkan langkah kakinya.
Ketika sampai
dipersimpangan lorong rumah sakit, Keysa langsung berjalan ke arah kanan dan
menyenderkan tubuhnya di dinding. Karena merasa panik, membuat Keysa jadi
kehilangan arah dan berjalan ke arah yang berlawanan dengan ruangan rawat
Daffin.
“Ngapain Axel disini? Apa
sekarang dia bekerja disini? Tapi tadi dia tidak mengenakan jas putih?”
“Ahhh itu bukan menjadi
urusan ku lagi” ujar Keysa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
Setelah menetralkan detak
jantung dan perasaannya, Keysa pun mencoba untuk mengintip ke arah lorong
tempat mereka bertemu tadi untuk memastikan jika Axel sudah tidak berada disana
lagi. Ketika keadaan sudah dipastikan aman Keysa langsung membawa
barang-barangnya dan buru-buru berjalan ke arah ruangan Daffin.
“Dek, kamu kenapa? Kayak
abis dikejar-kejar gitu?” tanya Kenzo yang sedang berdiri di samping kasur dan
sedang membantu Olivia menggantikan pakaian Daffin.
“Ah, eng…enggak kok kak.
Aku ga kenapa-napa” ujar Keysa kemudian berjalan menuju arah sofa untuk
Setelah meletakkan
barang-barangnya Keysa pun berjalan menghampiri kasur tempat Daffin berbaring
dan pelan-pelan mengajak Daffin untuk bermain agar Daffin merasa terhibur dan
tidak bosan. Ketika Keysa tengah bercanda dengan Daffin, Kenzo lagi-lagi
menyadari adiknya sejak tadi gelisah dan selalu mencuri-curi pandang kearah
pintu.
“Dek kamu kenapa? Sejak
tadi kakak perhatiin mandangi pintu terus? Kamu lagi nunggu siapa”
“Eng..ngg enggak kok kak,
aku ga lagi nunggu siapa-siapa” jawab Keysa lagi kemudian kembali memfokuskan
perhatiannya kepada Daffin.
Pukul 21.00 wib, ketika
Daffin sudah tertidur pulas. Tiba-tiba saja Kenzo mengajak Keysa keluar untuk
membeli kopi dan beberapa buah tisue basah untuk keperluan Daffin. Namun Keysa
menolak ajakan kakaknya karena takut bertemu kembali dengan Axel nantinya.
Pukul 06.20 wib, Kenzo
sudah tampak bersiap dengan setelan jas kantornya. Hari ini dia akan berangkat
bekerja dari rumah sakit karena harus menghadiri rapat dengan klien penting
pagi ini. Sedangkan Keysa masih tertidur nyenyak di atas sofa karena dia baru
bisa tertidur ketika hari sudah menjelang subuh.
“Sayang liat kunci mobil
__ADS_1
Keysa ga?” tanya Kenzo dengan suara yang pelan agar tidak menganggu tidur anak
dan adiknya.
“Engga tuh sayang,
mungkin di dalam tas Keysa kali” jawab Olivia
Perlahan Kenzo membuka
resleting tas Keysa dan memeriksa apakah kunci mobil ada di dalam. Setelah
mendapatkan apa yang dia cari Kenzo langsung berpamitan dengan istrinya dan
berangkat menuju kantor.
Karena semalam Keysa
takut membuat kebisingan saat chatingan dengan Melody sahabatnya, Keysa membuat
ponselnya dalam keadaan mode getar sehingga panggilan masuk dari Nathan tidak
terdengar. Olivia yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melewati meja
tempat dimana Keysa meletakkan ponselnya mendengar suara getaran yang berasal
dari ponsel Keysa dan membuat perhatian Olivia tertuju pada ponsel Keysa.
Karena melihat nama Nathan yang tertampil dilayar ponsel membuat Olivia
langsung mengangkatnya.
“Hallo Key…Kamu
baru bangun ya?”
“Nat ini kak Oliv. Keysa nya belum bangun nih. Apa mau
kakak bangunin?”
“Eh maaf kak, tadi
aku pikir Keysa. Jangan dibangunin kak, biarin aja Keysanya istirahat dulu”
“Ada pesan yang mau kamu titip buat Keysa? Biar nanti kakak
sampein?”
“Enggak ada kok
kak, aku tadi cuma mau bilang ke Keysa kalau sebentar lagi aku mau ke rumah
sakit kak sekalian bawain sarapan dari tante Lydia”
Setengah jam kemudian,
akhirnya Nathan pun tiba diruangan rawat Daffin. Diruangan tampak Keysa masih
tertidur dengan nyenyaknya. Setelah memberikan makanan yang dibawanya dan
mengobrol sebentar, Olivia pun menitipkan Daffin dan Keysa sebentar karena
Olivia mau mengambil obat Daffin untuk pagi ini di apotek rumah sakit yang ada
dilantai satu.
“Kakak titip mereka
sebentar ya Nat. Kalau misalnya nanti Daffinnya terbangun dan nangis kamu
tolong langsung bangunin Keysa ya” ujar Olivia
“Iyaiya kak, aku bakalan
jagain mereka kok” jawab Nathan.
Setelah Olivia pergi,
Nathan berjalan menghampiri Daffin yang juga masih tertidur di ranjang, untuk
melihat keadaan Daffin. Melihat Daffin yang masih nyenyak tertidur membuat
Nathan hanya bisa mengusap pucuk kepala Daffin dengan lembut.
......................
__ADS_1