Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 42


__ADS_3

...42...


Diruang rawat inap, papa Adam duduk disamping kasur sambil terus menggenggam tangan putrinya yang masih belum sadar sejak tadi sedangkan Kenzo dan Nathan duduk disebuah sofa yang ada diruangan itu.


“Apa yang terjadi kepada Keysa saat kalian pergi berdua kemarin Nat? Perasaan om mengatakan kalau ada sesuatu hal buruk yang terjadi kemarin sehingga membuat Keysa seperti ini?” tanya papa Adam.


“Ah itu sebenarnya...” Nathan ragu-ragu meneruskan ucapannya.


“Sebenarnya apa Nat?” tanya Kenzo


“Sebenarnya sewaktu kami berdua pergi kemarin Keysa memergoki pacarnya selingkuh” ucap Nathan terus terang.


“Maafin aku Key, aku ga bisa menutupin ini lagi didepan keluarga kamu” ucap Nathan dalam hati.


“Apa? Axel selingkuh?Jangan berbicara sembarangan nak, tidak mungkin Axel berbuat seperti itu”


“Jadi ini yang menyebabkan Keysa seperti ini? Dasar laki-laki berengsek. Berani sekali ini menyelingkuhi adik ku seperti ini” ucap Kenzo dengan penuh emosi sambil beranjak dari duduknya.


“Sudah Kenzo, kamu jangan terbawa emosi dulu. Kendalikan emosi kamu. Papa kenal Axel dan dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu” ucap papa Adam.


“Sudahlah pa tidak usah membela laki-laki kurang aja seperti itu.Cihh... pantes saja selama ini aku kurang suka melihat laki-laki itu ternyata kelakukannya busuk seperti ini. Aku akan beri pelajaran sama laki-laki berengsek itu” Kenzo melangkah menuju pintu keluar.


“Kenzo kamu mau kemana nak?”


Kenzo yang sudah dipenuhi dengan emosi tidak lagi memperdulikan ucapan papa Adam.


“Nak, tolong kamu temenin Keysa ya. Om mau mengejar Kenzo sebelum dia bertindak nekat”


“Iya om”


Setelah papa Adam meninggalkan ruangan, Nathan kemudian berpindah duduk ke kursi yang ada di dekat kasur.

__ADS_1


Nathan memandangi wajah Keysa yang terlihat pucat, entah mengapa timbul rasa sakit di ulu hatinya saat melihat Keysa kini tengah berbaring lemah diatas kasur dan tanpa sadar tiba-tiba saja tangan Nathan spontan mengelus pipi Keysa dengan lembut sambil menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik Keysa.


“Aku enggak tau apa yang aku rasain sekarang Key, tapi yang aku tahu pasti aku tidak ingin melihat mu terbaring lemah seperti ini, hati ku begitu terasa sangat ngilu melihat mu sakit seperti ini. Semoga kamu cepat sembuh ya Key, aku rindu melihat tawa mu” ucap Nathan sambil terus menggenggam tangan Keysa.


Di parkiran rumah sakit, papa Adam yang melihat Kenzo sudah dekat dengan mobilnya langsung mempercepat larinya.


“Kenzo dengerin papa dulu” ucap papa Adam yang berhasil meraih lengan Kenzo.


“Pah, apa papa akan diam saja saat melihat anak papa diselingkuh oleh pria brengsek seperti Axel?Sebagai kakaknya aku ga tega pah lihat Keysa disakitin kayak gini. Emang sehebat apa dia sampai berani menyelingkuhi adik ku seperti ini. Aku akan beri pelajaran ke anak itu pah”


 Kenzo membuka pintu mobilnya namun dengan cepat papa Adam langsung menutupnya kembali.


“Iya papa tau nak, papa ngerti perasaan kamu saat ini. Tapi kamu mau membalas Axel dengan cara apa malam ini? Dengan kekerasan? Iya?” ucap papa Adam dengan nada suara yang mulai meninggi.


“Kenzo, apa papa pernah ngajarin kamu untuk membalas perbuatan orang lain dengan kekerasan? Apa kamu pikir dengan kamu menghajar Axel malam ini akan menyelesaikan permasalahan? Apa kamu pikir Keysa akan bangga dengan kamu dengan menghajar Axel?”


“Tidak nak, kamu tahu kan dari dulu adik kamu paling tidak suka dengan kekerasan. Apa kamu mau dibenci oleh Keysa? Apa kamu mau nantinya Keysa akan pergi lagi dari kita setelah susah payah membuatnya pulang kesini?”


Mendengar ucapan papa Adam membuat Kenzo terdiam dan memikirkan kembali perbuatannya.


“Maafin Kenzo pah, hampir saja Kenzo membuat kesalahan besar. Kenzo udah terbawa emosi tadi” lanjut Kenzo.


“Iya gapapa nak, sebaiknya kamu pulang saja malam ini nak, kendalikan emosi mu dan istirahatlah. Biar papa yang jaga Keysa malam ini. Kalau untuk masalah ini mari kita tunggu Keysa sadar lebih dulu dan menyerahkan semuanya kepada Keysa. Kita jangan ikut campur, papa yakin Keysa bisa menyelesaikan masalahnya, karna papa khawatir kalau kita sampai ikut campur nantinya akan membuat Keysa semakin merasa tidak nyaman dan pergi dari kita”


“Iya pa, kalau terjadi sesuatu dengan Keysa papa langsung kabarin Kenzo ya”


“Iya pasti papa kabarin kamu. Sekarang masuklah kedalam mobil” ucap papa Adam sambil membukakan pintu mobil.


“Sampein ke mama, kalau malam ini papa akan menjaga Keysa dirumah sakit dan mama tidak perlu ke rumah sakit malam ini soalnya tadi papa lihat mama begitu khawatir dengan kondisi Keysa”


“Iya pah, nanti Kenzo sampein. Sebelum pulang papa mau Kenzo beliin makanan apa? Pasti papa tadi juga belum makan malam kan?”

__ADS_1


“Tidak usah nak, nanti papa bisa beli sendiri”


“Yasudah kalau begitu pa, Kenzo pergi dulu ya. Papa jangan lupa kabarin Kenzo gimana perkembangan kondisi Keysa”


“Iya nak, kamu hati-hati dijalan ya”


Setelah Kenzo pergi, papa Adam kembali ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan dimana Keysa dirawat.


CEKLEK...


Papa membuka pintu ruangan dengan perlahan dan melihat Nathan yang sudah tertidur sambil duduk namun kepalanya dia baringkan di atas kasur dimana Keysa berbaring.


Awalnya papa Adam berniat untuk membangunkan Nathan dan menyuruh Nathan untuk pulang supaya bisa beristirahat lebih nyaman, namun niat itu sengaja di urungkan papa Adam melihat Nathan yang tertidur dengan nyenyaknya seperti orang kelelahan dan akhirnya papa Adam memutuskan untuk membiarkannya saja.


Pukul 02.00 wib dini hari, Keysa tiba-tiba saja terbangun.


“Eeuhh...pusing” rintih Keysa yang masih merasakan pusing dikepalanya.


Perlahan Keysa mulai membuka matanya dan melihat ruangan yang dia tempati sekarang tampak asing dan Keysa tahu kalau ruangan ini bukanlah kamarnya.


“Dimana aku...bukannya tadi aku tertidur dikamar ku dan kenapa aku bisa disini” ucap Keysa dalam hati.


“Papah...” ucap Keysa saat melirik ke arah kanan dan melihat papanya tengah tertidur pulas di atas sebuah sofa.


“Awww...” Keysa mengaduh saat rasa pusing kembali menghampirinya


Namun saat ingin memegang kepalanya yang merasa pusing tiba-tiba saja tangannya seperti bersentuhan dengan benda halus seperti bulu dan itu membuat Keysa langsung melihat ke arah kiri bawahnya.


“Nathan? Kenapa dia bisa ada disini?” ucap Keysa pelan.


Keysa mulai merasa bingung apa yang membuat dirinya ada di ruangan ini dan kenapa hanya Nathan dan papa yang ada disini bersamanya. Keysa perlahan mulai menyadari kalau dirinya sedang berada dirumah sakit saat melihat sebuah tiang infus yang berdiri tegak di sampin kasurnya dan selang infus itu terpasang ke tangannya.

__ADS_1


Ingatan Keysa kembali berputar saat dimana dulu semasa SMA dia juga pernah di rawat dirumah sakit dan dengan senantiasa Axel selalu menemaninya hingga Axel rela bolos dari kuliahnya demi menjaga dirinya, namun kali ini lelaki tidak ada lagi menemaninya disini. Mengingat kenangan manis itu membuat Keysa kembali meneteskan air matanya.


......................


__ADS_2