
...56...
Mendengar itu Addison langsung bangkit berdiri dan mengusap air mata yang ada diwajahnya. Tanpa sepatah kata apapun Addison langsung buru-buru berlari ke arah ruang ICU dan
diikuti oleh Keysa juga Caca.
Walaupun Addison hanya bisa berdiri di depan pintu ruangan ICU dan tidak diperbolehkan masuk karena masih ada Nathan yang ada didalam, tidak membuat rasa bahagianya luntur begitu saja. Mendengar kabar istrinya kembali sadar saja sudah membuat dirinya
merasakan kebahagian yang sangat luar biasa.
“Pa, mama pasti sembuh kan” ucap Caca ketika mereka tengah berdiri di depan pintu ruang ICU.
Addison langsung membawa Caca kedalam pelukannya. Beberapa menit kemudian pintu ruangan ICU tiba-tiba saja terbuka dan tampaklah Nathan yang keluar. Nathan langsung memeluk papa dan juga kakak perempuannya. Mereka menangis bahagia sambil berpelukan di depan
ruang ICU. Didalam ruangan ICU tadi Nathan juga sudah bertemu dengan dokter yang menangani mamanya, dokter itu berkata akan memantau kondisi mamanya malam ini, jika sudah dipastikan membaik maka mamanya akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
Setelah merasa cukup tenang, Nathan mengusap air mata diwajahnya dan tersadar bahwa ada Keysa yang datang bersamanya. Nathan langsung berjalan kearah Keysa dan tanpa meminta persetujuan Keysa, Nathan langsung menggenggam tangannya lalu membawa Keysa
mendekat ke arah kakaknya.
“Kak, kenalin ini Keysa”
Caca, kakak perempuan Nathan langsung memeluk Keysa.
“Makasih ya Key, kamu sudah jadi penyemangat untuk Nathan” ucap Caca sambil mengusap punggung Keysa dengan lembut.
Keysa yang tidak mengerti dengan maksud dari perkataan yang dilontarkan oleh Caca berniat untuk menanyakannya namun dia urungkan karena merasa tidak pantas menanyakan hal itu
dengan kondisi sekarang.
Saat ini Keysa tengah berada dirumah keluarga besar Nathan untuk beristirahat, sedangkan Nathan masih berada dirumah sakit bersama dengan Addison karena pihak rumah sakit hanya
mengizinkan dua orang saja yang boleh menginap disana untuk menjaga
pasien. Sebenarnya tadi Keysa ingin menginap dihotel, namun Caca kakak perempuan Nathan bersikeras mengajak Keysa untuk ikut pulang bersama ke rumah mereka, karena merasa tidak enakan untuk menolak permintaan itu akhirnya Keysa pun memutuskan untuk pulang ke rumah keluarga besar Nathan.
“Malam ini kamu istirahat dikamar Nathan dulu ya Key, soalnya kamar tamu belum dibersihin. Gapapa kan?” ujar Caca sambil membukakan pintu kamar
“Ah iya kak, gapapa kok” jawab Keysa
“Yasudah kalau begitu kamu istirahat dulu ya, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil kakak. Kamar kakak ada disebelah sana” sambil menunjukkan letak kamarnya yang berada tidak
jauh dari kamar Nathan.
“Makasih kak”
Setelah Caca pergi, Keysa pun langsung menarik kopernya masuk kedalam kamar Natahn.
__ADS_1
Kamar Nathan bernuansa gelap seperti kamar lelaki pada umumnya hanya saja didalam kamarnya Nathan banyak mengoleksi alat-alat musik seperti gitar, biola dan beberapa jenis alat
musik lainnya.
“Gue ga nyangka ternyata si Nathan suka musik” ujar Keysa sambil memperhatikan sekeliling kamar.
Keysa meletakkan kopernya disudut kamar dan langsung membukanya untuk mengambil pakaian ganti. Keysa berencana untuk mandi karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket dan kotor. Selesai membersihkan dirinya dan sudah mengenakan pakaiannya, Keysa memilih untuk merebahkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran king size itu.
Keysa mencoba untuk berisitirahat dengan memejamkan matanya, namun setelah beberapa menit memejamkan mata dia tetap tidak bisa tertidur karena masih mengalami jetlag.
Keysa membuka kembali matanya dan merangkak ke nakas samping kasur untuk mengambil ponselnya. Dia ingin memainkan ponselnya sembari menunggu agar dia bisa mengantuk. Awalnya Keysa menscroll akun media sosialnya dan setelah merasa bosan dia beralih membuka aplikasi menonton untuk melanjutkan maraton drama korea yang sedang
ditontonnya. Setelah menonton drama korea selama berjam-jam Keysa pun akhirnya tertidur dengan posisi telungkup.
Pukul 10.00 pagi waktu sekitar, terdengar suara ketukan pintu kamar.
Tok…tok…tok
Caca mengetuk pintu kamar, sambil bertelepon dengan Nathan. Nathan meminta tolong kepada kakaknya untuk membawakan buku kesukaan mamanya ke rumah sakit yang tersimpan di rak buku dalam kamarnya.
“Hoaammmmm” Keysa menguap sambil mengucek-ngucek matanya dan meregangkan otot-ototnya yang kaku selama tertidur.
Setelah merasa cukup dengan peregangannya, Keysa pun turun dari kasur dan berjalan menuju pintu.
^^^“[Kak, mungkin Keysanya masih tidur. Biarin aja deh kak, kasian pasti dia masih jetlag]” ucap^^^
“Yasudah, kamu atau papa ada perlu sesuatu lagi ga biar sekalian kakak bawakan”
“[Enggak ada kak]”
“Yasudah kalau gitu kakak mau siap-siap pergi ke rumah sakit ya” ujar Caca kemudian memutus sambungan panggilan.
CEKLEK…
Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka ketika Caca baru saja membalikkan tubuhnya dan hendak berjalan ke arah tangga.
“Kak Caca”
“Eh, maaf ya Key. Kakak jadi ganggu istirahat kamu”
“Enggak kok kak”
“Maaf ya, habisnya Nathan tadi telpon kakak minta tolong bawain buku yang ada dikamar ke rumah sakit, jadi kakak mau ga mau harus ngetok pintu kamar”
“Hehe pintunya ga aku kunci kok kak, kakak bisa masuk saja tadi”
“Enggak dong, kamu kan juga punya privasi yang harus di jaga”
__ADS_1
“Hehe, kalau gitu kakak boleh masuk buat ambil bukunya”
Keysa dan Caca kemudian masuk kembali kedalam kamar Nathan, setelah menemukan buku yang dicarinya tiba-tiba saja ponsel Caca berbunyi dia mendapat panggilan dari rekan kerjanya.
“[…]”
“[Oke. I'll be there soon]”
Kemudian Caca memutus sambungan panggilan dan langsung sibuk dengan ponselnya. Keysa yang mencoba membaca situasi yang sedang terjadi, berniat untuk menguji kebenaran tebakannya dan menawarkan diri untuk membantu Caca yang tengah terlihat sibuk dengan ponselnya sekarang ini.
“Kak, biar aku aja yang kerumah sakit bawa barang titipan Nathan” ucap Keysa memecah keheningan.
Mendengar itu Caca yang tadinya sibuk menatap ponsel beralih menjadi menatap Keysa.
“Kamu ga capek?” tanya Caca
Dan Keysa menganggukkan kepalanya dengan mantap.
“Enggak kak”
“Maaf ya dek, kakak ngerepotin kamu. Soalnya tiba-tiba ada permasalahan dikantor dan mau ga mau kakak harus turun tangan”
“Iya kak, gapapa biar aku aja yang kerumah sakit”
“Makasih ya dek” ucap Caca sambil memeluk Keysa sekilas dan kemudian pergi meninggalkan Keysa.
Setelah Caca pergi, Keysa pun langsung bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit. Sebelum pergi tak lupa Keysa memastikan agar makan siang dan barang titipan tidak ada yang tertinggal. Keysa pergi ke rumah sakit diantar oleh salah satu supir keluarga Benedict. Sesampainya dirumah sakit, Keysa langsung berjalan menuju ruangan yang sudah diberitahu Caca tadi sebelum pergi.
Ruang rawat Tulip VIP, itulah nama ruang rawat inap tante Christin. Tadi pagi tante Christin sudah
keluar dari ruang ICU dan di pindahkan keruangan rawat. Kini Keysa sudah berada
di depan pintu ruangan tersebut.
Tok…tok…tok
CEKLEKK …
“Loh, Key. Kok kamu yang datang? Kak Caca mana?” tanya Nathan yang bingung saat melihat Keysa yang masuk keruangan. Nathan langsung berjalan menghampiri Keysa yang masih beridiri
didepan pintu.
“Kak Caca, tadi ada urusan ke kantor sebentar” jawab Keysa
“Dasar kak Caca, padahal aku tadi sudah bilang untuk tidak mengganggu istirahat kamu” ujar Nathan sambil mengambil alih barang-barang yang dibawa Keysa.
“Ayo masuk Key” ujar Nathan sambil menggenggam tangan Keysa dengan tangan kanannya.
__ADS_1
......................