Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 63


__ADS_3

...63...


“Uuuuh…sweet banget sih


mereka sayang” ujar Olivia yang merasa gemas namun dengan suara yang pelan agar


tidak membuat mereka berdua terbangun.


“Iya sayang, aku saja merasa cemburu melihat Daffin begitu nyaman seperti itu. Keysa juga belum pernah tuh meluk aku seposesif seperti memeluk Daffin”


“Ayo foto mereka sayang, kita harus abadikan momen hangat ini. Uuuu lucu dan ngegemesin banget sih mereka”


“Iya sayang bentar…bentar” ujar Kenzo kemudian mulai memotret adik dan anaknya itu.


“Dari sini sayang…” perintah Olivia agar Kenzo memotret dari arah yang berbeda.


Pemandangan itu berhasil membuat rasa khawatir Olivia dan Kenzo dengan kondisi Daffin sedikit mereda.


“Kalau begini ceritanya, bisa-bisa Daffin bakalan marah nih kalau Keysa menikah dengan laki-laki lain. Perhatian auntynya bakalan terbagi. Emmm kayaknya kita tuh harus kasih adik deh sayang ke


Daffin biar hal itu ga terjadi” canda Kenzo


“Mendingan kamu ambilin selimut dikamar tuh sayang, dari pada kamu berbicara yang enggak-enggak.” ujar


Olivia sambil mendorong tubuh suaminya ke arah kamar.


“Entar malam kita kerja keras ya sayang” goda Kenzo dengan sedikit berteriak sambil berjalan mundur ke arah kamar Keysa.


“Sssstttt…jangan berisik sayang” omel Olivia.


Melihat tingkah suaminya yang seperti itu membuat Olivia hanya bisa tersenyum sambil


menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kenzo kembali sambil


membawa sebuah selimut berwaran cokelat, Olivia kemudian mengambil alih selimut


itu dan perlahan menyelimutinya ke tubuh Keysa dan Daffin. Namun tiba-tiba saja


Keysa tersentak dan terbangun. Karena tubuh Keysa yang sedikit tersentak


membuat Daffin ikut kaget dan mulai merengek namun dengan cepat Keysa langsung


menepuk-nepuk punggung Daffin dengan lembut agar kembali tertidur.


“Eh kak Oliv” ucap Keysa


sambil mengucek matanya sengan tangan kanannya.


“Sorry kak aku malah ketiduran, padahal lagi jagain Daffin” lanjut Keysa


“Kakak yang minta maaf karena udah buat kamu terbangun” ujar Olivia


“Aku udah cukup kok tidurnya kak” ujar Keysa.


“Mending Daffinnya kita tidurin dikasur dulu aja dek, biar kita bisa makan malam soalnya papa udah nungguin kita dibawah”


“Iya Key benar kata kakak kamu”


“Yaudah biar aku aja yang bawa Daffin sampai kamar ya kak”


Kemudian mereka pun turun


kebawah dan menuju kamar. Ketika Daffin baru saja diletakkan diatas kasur


selama beberapa detik, tiba-tiba saja dia langsung terbangun dan menangis. Hal


itu membuat insting ibu, Olivia langsung bergerak untuk menggendong Daffin,


namun tangis Daffin tidak kunjung mereda.


“Aduh nak, kalau kamu nangis terus kayak gini. Mama jadi ikut sedih. Ooo cup..cup iya sayang iya mama tau, badan kamu lagi gaenak ya. Ooo sayang mama sayang” ujar Olivia sambil


mengayun-ayunkan Daffin dalam gendongannya.


“Sayang…sayang liat ini siapa? Hallo nama aku bombom” ujar Kenzo mencoba mengajak Daffin bermain dengan robot kesayangan Daffin.


“Aduhh, sayang gimana


ini? Daffinnya ga mau diam. Aku ga tega liatnya nangis terus kayak gini sayang”


ujar Olivia dengan raut wajah sedih.


“Key, coba kamu yang


gendong lagi” ujar Kenzo tiba-tiba.


Kemudian Daffin beralih

__ADS_1


digendong oleh Keysa dan baru beberapa menit digendong tangis Daffin


berangsur-angsur mereda. Daffin terlihat begitu lemas dan tidak seceria seperti


biasanya, sangkin merasa lemasnya di dalam gendongan Daffin hanya bisa


menyenderkan kepalanya di bahu Keysa sambil terus sesenggukan.


“Apa kita bawa Daffin


lagi aja kedokter sayang?Aku ga bisa liat keadaannya kayak gini terus sayang.


Apalagi Daffin baru pertama kali sakit seperti ini. Aku kasian hiks…hiks” ucap


Olivia yang terduduk lemah dikasur sambil menutupi wajahnya yang usdah


meneteskan air mata dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


Melihat istrinya yang


sudah menangis membuat Kenzo tergerak untuk menghampiri dan memeluk istrinya.


“Kamu jangan sedih ya


sayang, nanti Daffin juga ikut sedih liat mamanya menangis seperti ini. Kita


berdoa semoga Daffin besok sudah bisa sembuh”


“Tapi sayang hati ku


benar-benar sedih liat Daffin sakit kayak gini. Liat dia lemas seperti itu aku


ga sanggup sayang hiks…hiks”


“Daffin anak yang kuat kok


kak, pasti besok Daffin udah sembuh dan bisa main seperti biasanya lagi. Jadi kakak jangan


sedih lagi ya. Kakak jangan takut malam ini aku bakalan bantuin kakak buat


jagain Daffin” ujar Keysa sambil menggendong Daffin.


“Makasih ya dek”


Setelah suasana sudah


jauh lebih tenang, mereka pun kemudian pergi keruang makan. Diruang makan,


tetap berada di posisi ternyamannya saat itu yakni dipangkuan Keysa. Walaupun


ditengah-tengah itu ada beberapa kali Daffin menolak ataupun menangis namun


mereka berhasil untuk membuat Daffin memakan beberapa sendok makanan dan


meminum obatnya.


Ketika makan malam tengah


berlangsung, tante Lydia memperhatikah bahwa sejak tadi Keysa seperti sedikit


kesulitan dengan rambutnya yang terus terurai kedepan, dikarenakan sedang


memangku Daffin membuat tangan Keysa tidak bisa bebas untuk menggeserkan atau


pun mengikat rambutnya yang terurai. Melihat itu membuat tante Lydia yang


kebetulan sudah selesai makan berinisiatif langsung berdiri dari duduknya dan


menghampiri Keysa.


“Tante bantu ikatin


rambutnya ya” ujar tante Lydia dengan lembut.


Keysa yang saat itu


memang merasa terganggu dengan rambutnya yang terus-terusan terurai kedepan


setiap kali menyuapkan nasinya kedalam mulut, hanya bisa menganggukkan


kepalanya. Dengan senang hati dan telaten tante Lydia langsung mengepang rambut


Keysa ala-ala tokoh kartun frozen seperti yang sering dia lakukan dulu ketika Keysa masih


kecil.


“Sudah selesai nak” ujar


tante Lydia dan kemudian kembali ke kursi makannya.

__ADS_1


“Makasih” ujar Keysa


“Makasih maa…” ujar Kenzo


mengajari adiknya agar mengikuti apa yang dia katakannya.


“Makasih tan” ujar Keysa


lagi dengan cepat.


“Sama-sama nak” jawab


tante Lydia dengan sebuah senyuman terlihat diwajahnya.


Wajah tante Lydia


terlihat begitu senang, dikarenakan perubahan sikap Keysa yang semakin berubah.


Tak berapa lama kemudian disaat makan malam masih berlangsung tiba-tiba saja


Daffin yang tadi sudah tidur saat selesai meminum obatnya terbangun dan langsung menangis. Hal itu membuat Keysa pun


mau tidak mau harus bangkit berdiri dan meninggalkan makanannya yang masih


tersisa. Keysa dan Olivia pergi membawa Daffin meninggalkan ruang makan untuk


menenangkan Daffin.


“Mamaaa…adik Afin kenapa menangis?


Adik Afin juga tidak bermain tadi” tanya Bobby kepada mamanya.


“Adik Daffin lagi sakit


sayang, jadi rewel seperti itu”


Bobby pun beroh ria


sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan sang mama.


Malam ini Keysa


memutuskan untuk tidur di kamar Kenzo. Keysa, Daffin dan Olivia akan tidur


dikasur sedangkan Kenzo tidur di sofa yang ada dikamar. Pukul 01.30 wib


tiba-tiba saja Daffin terbangun dan langsung menangis, hal itu membuat Olivia


yang memang sejak tadi belum nyenyak tertidur langsung bangkit dan membawa


Daffin kedalam gendongannya.


“Yaampun nak kamu panas


lagi” ujar Olivia yang merasakan suhu tubuh anaknya kembali meninggi.


“Cup…cup…Ooo


bentar…bentar ya sayang, mama ambil obat kompres kamu dulu”


Disaat Olivia tengah


berjalan sambil menggendong Daffin menuju sebuah nakas tempat menyimpan


obat-obatan, tiba-tiba saja Keysa terbangun.


“Daffinnya nangis lagi


kak” ujar Keysa dengan suaranya yang serak khas bangun tidur sambil


menggosok-gosok kedua matanya.


“Iya dek, suhu badan


Daffin naik lagi” ujar Olivia.


Olivia pun kemudian


membuka laci nakas yang ada di depannya namun tidak menemukan obat kompres yang


dia cari.


“Dek, bisa tolong


gendongin Daffin sebentar. Kakak mau cari obat kompres dulu di kotak obat yang


lain”


“Iyaiya kak” ucap Keysa

__ADS_1


kemudian buru-buru turun dari kasur.


......................


__ADS_2