Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 73


__ADS_3

...73...


Di perjalanan menuju


restoran, Keysa dan Nathan asik bercerita dan bercanda gurau bersama. Mereka


terlihat seperti sepasang kekasih pada umumnya. Perjalanan kali ini benar-benar


terasa lebih bermakna dari sebelumnya dan Nathan senang dengan keadaan seperti


ini. Dia juga berharap keadaan ini tidak akan berubah dan akan tetap seperti


ini kedapannya.


Nathan yang sedang


mengemudi, sekilas melirik ke arah Keysa yang sedang tertawa dan seulas


senyuman manis terlihat diwajah tampan Nathan.


“Ku harap kita bisa terus


seperti ini Key” benak Nathan.


Nathan kembali


memfokuskan dirinya ke jalanan, namun tangan kirinya menggenggam tangan Keysa.


Sedangkan Keysa yang melihat perilaku manis dari Nathan hanya membiarkannya


saja, toh dia juga sudah berjanji kepada dirinya untuk benar-benar membuka hati


kepada Nathan.


“Key, makasih ya kamu uda


mau kasih aku kesempatan buat jadi pendamping kamu” ujar Nathan lembut sambil


mengusap jemari Keysa yang sedang digenggamnya.


Keysa tersenyum, lalu


Keysa balik menggenggam jemari Nathan.


“Mulai hari ini, aku


bakalan berusaha buat mencintai kamu Nat”


Sesampainya di restoran,


Nathan dan Keysa pun langsung masuk kedalam ruangan VIP yang memang sudah di


pesan oleh Nathan lebih dulu. Ketika menunggu pesanan siap disajikan, mereka


memutuskan untuk mengobrol.


“Kamu habis ini balik


ngantor?” tanya Keysa yang duduk dihadapan Nathan.


“Enggak, hari ini aku


ingin menghabiskan waktu dengan kamu”


“Hehe, aku perhatiin kamu


udah mulai sering gombal ya”


“Habisnya baru berani


sekarang. Kamu tau gak dulu buat ngomong sama kamu itu aku ga berani”


“Kenapa? Emang dulu aku


seseram itu?”


Nathan menganggukkan


kepalanya.


“Satu yang paling buat


aku takut sama kamu”


“Apa itu?”


“Ekspresi kamu”


Keysa menatap Nathan


bingung.


“Setiap kali kamu aku


ajak ngobrol, ekspresi kamu selalu saja seperti ini” ucap Nathan sambil


memperagakan ekspresi seram.


“Itu mah kamu ngarang.


Ekspresi ku tidak pernah seperti itu hahaha” Keysa tertawa sambil melemperkan


sapu tangan yang ada di atas meja ke arah Nathan.

__ADS_1


Ruangan VIP itu pun


dipenuhi dengan tawa canda mereka berdua.


“Ternyata Nathan asik dan


tidak sekaku yang aku pikirkan” benak Keysa sambil menatap ke arah Nathan.


“Oh ya, kamu ga liat


Daffin ke rumah sakit?”


“Emmm..enggak” ucap Keysa


dengan raut wajah yang tiba-tiba saja berubah menjadi datar sambil meminum


minumannya dari sedotan.


Sebenarnya, Keysa memang


ingin sekali ke rumah sakit karena dia sudah sangat merindukan Daffin setelah


beberapa hari tidak bertemu. Namun Keysa sudah teguh dengan pendiriannya untuk


menghapus Axel dari catatan hidupnya, hal itu lah yang membuat Keysa tidak mau


datang kerumah sakit karena dia takut jika dia kembali bertemu dengan Axel,


maka bisa-bisa pendiriannya runtuh begitu saja dan hal itu akan menyakiti


perasaan Nathan.


Nathan melihat sorot mata


Keysa yang memperlihatkan bahwa dia ingin pergi namun sengaja membatasi diri,


dia tahu bahwa Keysa takut bertemu dengan Axel kembali dan melanggar janjinya.


“Gapapa, kalau kamu ingin


pergi melihat Daffin. Aku tidak keberatan, Bahkan jika kamu ingin aku bisa


menemani kamu pergi kesana”


Keysa yang tadinya sedang


memain-mainkan sedotan minumannya, melirik ke arah Nathan. Dia sempat ingin


menerima tawaran yang diberikan Nathan, namun dengan cepat dia menepis itu kali


ini tekad Keysa benar-benar sudah bulat. Karena Keysa yakin bahwa Axel akan


kembali mencarinya kerumah sakit, apalagi selama mengenal Axel, Keysa tahu


“Enggak usah Nat,


lagipula Daffin besok sudah kembali ke rumah” jawab Keysa


Ada rasa senang di hati


Nathan saat mendengar perkataan Keysa, dari situ Nathan dapat mengetahui bahwa


Keysa memang serius ingin membuka hati untuk dirinya.


Setelah selesai makan,


mereka berdua memutuskan untuk pergi ke mall dan menonton sebuah movie di


bioskop.


“Ada tempat yang ingin


kamu kunjungi lagi?” tanya Nathan kepada Keysa ketika selesai menonton dan


keluar dari area bioskop.


“Emm…aku ingin ke toko


mainan dan membeli beberapa mainan sebagai hadiah untuk Daffin” ujar Keysa


“Kalau begitu ayo aku


temanin, aku juga ingin membelikannya untuk Daffin” ucap Nathan kemudian mereka


pun berjalan bersama menuju toko mainan sambil bergandengan tangan.


Sampai di toko mainan


yang terletak di lantai 2 mall, mereka langsung berjalan menuju lorong yang


menjajakan berbagai jenis mobil-mobilan. Setelah beberapa menit melihat-lihat,


akhirnya Keysa pun menjatuhkan pilihannya pada mobil-mobilan yang lengkap


dengan lintasannya.


“Kayak nya aku ambil yang


ini aja deh, gimana? Bagus gak Nat?” tanya Keysa sambil menunjukkan pilihannya.


“Bagus Key” ujar Nathan


sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Mbak, yang ini satu ya”


ujar Keysa kepada karyawan toko mainan itu.


“Kamu udah nemu?” tanya


Keysa sambil melihat ke arah Nathan.


Nathan yang belum


menemukan pilihannya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Nathan memang belum


pernah membeli mainan sebelumnya untuk itu dia tidak tahu menahu tentang mainan


yang menjadi selera anak-anak.


“Kalau ini gimana?” tanya


Nathan sambil menunjukkan satu set mainan berbentuk tiruan dapur namun berukan


lebih kecil dari bentuk aslinya.


Melihat itu tawa Keysa


pun pecah seketika, dia merasa geli dengan pilihan Nathan dan melihat ekspresi


polos Nathan.


“Haha, yaampun Nat kamu


kok bisa sih milih main dapur-dapuran ini. Bisa-bisa Daffin ngambek melihatnya”


ucap Keysa sambil tertawa, apalagi dia mengingat bahwa keponakannya itu sangat


anti dengan mainan perempuan.


Melihat tunangannya yang


tertawa, Nathan pun merasa bingung sambil melihat Keysa, dia heran mengapa


Keysa tertawa dengan pilihannya padahal mainan itu terlihat sangat bagus


apalagi itu mirip sekali dengan dapur sungguhan.


“Tapi ini kan bagus, bisa


mengajarkan Daffin tentang peralatan masak dan bahan-bahannya” ucap Nathan


dengan polos


“Iya..iya kamu memang


benar. Tapi saran aku mending kamu beliin dia mainan gentle deh misalnya


tembak-tembakan atau satu set mainan superhero kayak gini” jelas Keysa sambil


menunjukkan beberapa contoh mainan.


“Kalo satu set mainan


dapur ini cocoknya kamu beliin buat aku aja haha”


“Kamu mau?” tanya Nathan


masih dengan eksprsi polosnya


Keysa pun menganggukkan


kepalanya, dia berniat untuk menggoda Nathan karena mulai hari ini menjahili


dan menggoda Nathan adalah hal yang mengasyikan dan menghibur baginya.


“Yaudah aku beliin,


mbak…” ucapan Nathan terhenti saat hendak memanggil karyawan toko. Lengannya


tiba-tiba saja di pegang oleh Keysa.


“Eh, enggak aku cuma


bercanda haha” ujar Keysa sambil tertawa kembali


“Duh, kamu tuh kelewatan


banget ya polosnya haha. Yaudah yuk kita kesana milih mainan lainnya”


Akhirnya pilihan Nathan,


jatuh pada sebuah robot transformers yang berukuran sedikit agak besar. Pilihan


itu diambil dengan saran yang diberikan oleh Keysa. Ketika sedang mengantri di


kasir, pandangan Keysa tiba-tiba saja tertuju pada sebuah puzzle dan hal itu


membuatnya teringat dengan Bobby. Keysa pun memutuskan untuk membeli beberapa


buah puzzle dengan bentuk yang berbeda dan juga mengambil beberapa buah buku


mewarnai untuk Bobby, karena yang Keysa tahu adik tirinya itu sangat menyukai


puzzle dan buku mewarnai.


......................

__ADS_1


__ADS_2