
...70...
Keysa mempercepat
langkahnya, karena aktivitas rumah sakit saat itu begitu padat membuat lift
selalu saja penuh dan hal itu membuat Keysa lagi-lagi berjalan lewat tangga
darurat. Ketika sampai di lantai satu, Keysa mengedarkan pandangannya untuk mencari
keberadaan tante Lydia namun tidak menemukannya.
Karena tidak menemukan
keberadaan tante Lydia di sekitaran lobby, akhirnya Keysa memutuskan untuk
keluar dan berjalan menuju tempat parkiran yang sudah dikatakan Nathan
sebelumnya. Keysa memiliki filling bahwa tante Lydia akan menghubungi Nathan.
Dan benar saja saat tiba di parkiran mobil dari jarak yang tidak terlalu jauh,
Keysa dapat melihat tante Lydia sedang berbincang dengan Nathan di depan mobil
dan pada saat itu juga tiba-tiba saja Keysa mendengar suara laki-laki yang tak
lain adalah Axel memanggil namanya dengan sedikit berteriak. Sehingga hal itu
membuat Nathan dan tante Lydia yang mendengarnya juga ikut menoleh ke arah
sumber suara.
“Keysaaaa……” teriak Axel
Keysa yang mengenali
suara lelaki itu adalah Axel, langsung diam tak bergeming apa yang di takutkan
akhirnya terjadi Axel menemukan dirinya. Saat itu Keysa benar-benar bingung
harus melakukan apa. Di satu sisi dia ingin berbalik dan memeluk Axel karena
merindukannya dan disatu sisi lagi dia sudah kecewa dengan perbuatan Axel serta
sudah memiliki Nathan disisinya saat ini. Keysa hendak berlari namun dia tidak
tahu harus lari ke arah mana sehingga membuat kakinya diam terpaku ditempat.
Keysa benar-benar merasa tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini.
“Keyyyy….” suara Axel
terdengar semakin mendekat.
“Key ini aku….Axel. Aku
kangen kamu Key” ujar Axel dan suaranya terdengar bergetar.
Nathan yang melihat itu
dan hendak menghampiri Keysa langsung di tahan oleh tante Lydia. Tante Lydia
menahan lengan Nathan dan menggelengkan kepalanya.
“Tan…” ucap Nathan
meminta penjelesan kepada tante Lydia mengapa dia tidak boleh menghampiri
mereka.
“Beri mereka waktu untuk
menyelesaikan semua masalahnya nak” ujar tante Lydia.
Keysa masih diam
ditempat, pikirannya sibuk memutuskan apakah dia harus melarikan diri atau
mengahadapi semuanya, sehingga membuatnya tidak sadar kalau Axel sudah berada
tepat dibelakangnya.
“Key…sayang. Akhirnya aku
bisa menemukan mu” ujar Axel dan menggenggam tangan Keysa.
Sangkin merasa bahagianya
bisa bertemu kembali dengan Keysa, membuat setetes air mata kebahagian jatuh
dengan bebas diwajah tampan Axel.
Keysa yang tersadar
langsung menghempaskan lengan Axel dengan kasar.
“Maaf, anda salah orang”
__ADS_1
ujar Keysa tanpa memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkah kakinya. Namun
dengan cepat Axel kembali menggapai lengan Keysa.
“Key…aku udah cari kamu
selama ini kemana-mana” ujar Axel
“Lepas…” lagi-lagi Keysa
menghempaskan lengan Axel.
“Key…please, dengerin
penjelasan aku”
“Gada yang perlu dijelasin
lagi Xel, semuanya udah selesai” ucap Keysa dengan nada suara yang meninggi
sambil membalikkan tubuhnya menghadap Axel.
“Dan sekarang aku udah
punya kehidupan ku sendiri. Jadi dengan sangat memohon aku meminta tolong
JANGAN GANGGU HIDUP ku lagi” ucap Keysa dengan penuh penekanan dan kembali
melanjutkan langkahnya.
“Tapi Key, ada satu hal
yang harus aku jelasin sama kamu. Biar kamu ga salah paham lagi kayak gini. Aku
ingin semuanya clear dan kita bisa seperti dulu lagi Key” ucap Nathan sembari
kembali menahan lengan Keysa.
“Aku udah ga butuh
penjelasan itu Xel. Jadi please, jangan pernah datang ke kehidupan ku lagi”
“Key… aku mohon” ucap
Axel memohon sambil terus memegangi lengan Keysa dengan erat.
Keysa menghembuskan
nafasnya dengan kasar dan sekilas memejamkan matanya untuk menetralkan pikiran
dan perasaannya.
Keysa dengan lantang.
Perkataan Keysa berhasil membuat
Axel sangat terkejut, genggaman yang awalnya tadi sangat erat perlahan mulai
mengendur dan akhirnya genggaman Axel terlepas. Seketika hatinya terasa seperti
tersayat belati berkali-kali saat mendengar perempuan yang sangat dia cintai
selama ini sudah menjadi milik dari laki-laki lain. Karena merasa sangat shock
Axel hanya bisa diam berdiri ditempatnya sambil menatap punggung Keysa yang
semakin menjauh darinya, dan tak terasa air mata Axel menetes begitu saja.
Hal itu di manfaatkan
Keysa untuk pergi meninggalkan Axel dan mempercepat langkah kakinya agar Axel
tidak lagi mengejarnya. Isi dari pikiran Keysa saat itu hanyalah tentang bagaimana
dia bisa menjauh dari Axel, sehingga akhirnya Keysa berlari menuju gerbang
keluar rumah sakit dan melupakan tujuan awalnya.
Nathan yang melihat itu
langsung memanggil Keysa namun tidak terdengar sehingga membuatnya langsung berpamitan
dengan tante Lydia dan masuk ke dalam mobil untuk mengejar Keysa yang sudah
berlari ke jalan raya.
“Key…”
“Key…”
Nathan memanggil Keysa
yang tengah berjalan di trotoar jalan sambil mengendarai mobilnya dengan sangat
pelan. Pikiran Keysa yang tengah dipenuhi Axel, membuatnya tidak mendengar
Nathan yang terus memanggil dirinya. Melihat itu Nathan pun langsung menambah
__ADS_1
kecepatan mobilnya dan mendahului Keysa, namun di ujung jalan Nathan
memberhentikan mobilnya dan turun dari mobil lalu berlari untuk menghampiri
Keysa.
Tanpa sepatah kata Nathan langsung memeluk
Keysa. Entah mengapa hatinya begitu khawatir dan takut akan kehilangan Keysa
saat melihat Keysa bertemu kembali dengan Axel tadi. Di dalam pelukannya
tiba-tiba saja Nathan merasakan tubuh Keysa bergetar dan dia tahu bahwa Keysa
sedang menangis. Hal itu membuat hati Nathan semakin merasa sedih karena
melihat wanita yang dia sedang menangisi pria lain. Nathan pun hanya bisa
membiarkan Keysa menangis dipelukannya sambil sesekali mengusap punggung Keysa.
“Aku benar-benar takut
kehilangan kamu Key. Andai saja kamu tahu apa yang terjadi? Apa kamu masih
mengijinkan aku memeluk mu seperti ini? Atau apa kamu masih mau mengenal ku”
benak Nathan dalam hatinya.
Setelah Keysa merasa
lebih tenang, Nathan kemudian mengiring Keysa untuk masuk kedalam mobil,
setelah memasangkan sabuk pengaman untuk Keysa, Nathan pun kembali ke kursi
kemudi untuk mengendarai mobil. Di sepanjang jalan Keysa terlihat lebih banyak
diam sambil memandang jalanan dari luar jendela.
“Key…” panggil Nathan
Namun Keysa masih tetap
diam sambil melihat keluar jendela.
“Key…” panggil Nathan
lagi sambil menyentuh lengan Keysa
“Ah…iya, maaf Nat, aku
tadi ga dengar”
“Kamu mau temenin aku
sebentar ke kantor? Ada berkas yang harus aku ambil. Gak lama kok Key”. Nathan
sengaja mengajak Keysa dengan maksud supaya Keysa bisa merasa lebih baik jika
diajak berpergian.
“Oh hmm iyaya” jawab
Keysa singkat sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa menit
dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di area perusahaan dan Nathan pun
langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus.
“Sebentar ya Key. Ben
lagi jalan kesini bawa berkasnya” ujar Nathan setelah membaca pesan masuk dari
Ben asisten pribadinya.
Dan Keysa pun hanya
menggukkan kepalanya.
“Key, habis ini kita ke
…” ucapan Nathan terhenti
“Nat, bisa antar aku
pulang gak. Aku capek pengen istirahat”
“Aaah ya. Abis ini kita
langsung pulang ya” ucap Nathan dengan ekpresinya yang sedikit kecewa
Melihat respon yang
diberikan Keysa sejak tadi, membuat hati Nathan merasa sedih karena perubahan
Keysa begitu sangat terlihat berbeda sejak pertemuannya dengan Axel tadi.
__ADS_1
......................