Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 74


__ADS_3

...74...


Keesokan paginya, semua


orang dirumah disibukkan untuk menyambut kedatangan Daffin. Begitu juga dengan


Keysa dia sengaja bangun lebih pagi dari biasanya untuk bisa membantu


orang-orang di rumah untuk menyiapkan acara syukuran kesembuhan Daffin.


“Pagi pa…” sapa Keysa


sambil memeluk papanya yang kebetulan baru keluar dari kamar


“Pagi juga sayang” ucap


papa Adam sambil mengecup pucuk kepala putrinya


“Kamu hari ini, ikut


kerumah sakit buat jemput Daffin kan?” tanya papa Adam


“Emm…kayaknya enggak deh


pa. Aku bantu-bantu dirumah aja deh”


“Baiklah kalau begitu


sayang” ujar papa Adam sambil mengusap rambut Keysa dengan lembut dan tidak


menanyakannya lagi karena dia tahu alasan apa yang membuat putri kecilnya ini


tidak ingin pergi kerumah sakit.


“Yaudah aku ke belakang


dulu ya pa, mau bantu-bantu”


“Iya sayang” ucap papa


Adam sambil tersenyum.


Ketika papa Adam hendak


melanjutkan langkahnya menuju kamar Bobby, tiba-tiba saja terdengar suara yang


menyapanya sehingga membuat papa Adam kembali menoleh ke arah belakangnya.


“Pagi om” sapa Caca


“Eh nak Caca, ada apa


nak? Ada yang bisa om bantu?”


“Ah, eng…enggak ada om.


Caca ingin bantu-bantu disini”


Keluarga Nathan memang


sudah diundang oleh Adam, untuk datang menghadiri acara syukuran kecil-kecilan


yang hanya terbatas untuk keluarga besar Adam.


“Oh, ya ampun nak. Tidak


perlu repot-repot. Kamu kan om undang sebagai tamu”


“Ahh tidak kok om, Caca


juga lagi ga ada kerjaan jadi lebih baik Caca kesini bantu-bantu om”


“Selamat pagi om…”


tiba-tiba saja Nathan muncul dari balik pintu depan dan langsung menyapa papa


Adam.


“Pagi juga nak, kamu


tidak pergi bekerja?” tanya papa Adam yang bingun dengan kehadiran Nathan


dirumahnya sepagi ini.


“Tidak om, hari ini saya


cuti. Saya ingin bantu-bantu disini om” ujar Nathan yang membuat papa Adam


bingung.


“Aduh nak, om benaran


jadi ngerasa tidak enak nih. Seharusnya kalian itu tamu om, kok jadi malah ikut


repot-repot membantu”


“Ah tidak apa-apa om,


kami berdua hanya ingin membantu kok om”


Papa Adam terdiam


sebentar dan menoleh ke arah pintu depan, entah mengapa tiba-tiba saja dia

__ADS_1


kepikiran jika sahabatnya akan muncul dari balik pintu sama seperti dengan apa


yang dilakukan kedua anaknya.


“Jangan bilang daddy


kalian juga ikut kesini?” tanya papa Adam curiga.


Sebelum Nathan dan Caca


menjawab, tiba-tiba saja terdengar suara Addison yang tengah menyapa satpam di


depan, dan tidak membutuhkan waktu yang lama Addison muncul dari balik pintu.


“Pagi Dam” sapa Addison


dengan sedikit tawa.


Di satu sisi papa Adam


bingung dengan sikap sahabat dan kedua anaknya itu, yang tiba-tiba saja datang


untuk membantu menyiapkan acara padahal jika Adam kembali memutar ingatannya


dia ingat betul dengan jelas bahwa dia mengundang mereka sebagai tamu dan


bukanya malah ikut membantu seperti ini. Namun disatu sisi lagi, papa Adam juga


senang bisa melihat sahabatnya itu bangkit dari rasa sedih dan keterpurukannya.


“Sudah kuduga, kau akan


muncul dari balik pintu itu Di. Kan aku sudah bilang pada mu jangan repot-repot


datang kesini”


“Aku hanya ingin mencari


udara segar dan suasana baru Dam” ujar Addison


“Yasudah tidak apa-apa,


lagipula aku juga senang kau datang kesini. Aku jadi punya teman untuk mengopi”


ujar papa Adam sambil merangkul sahabatnya.


Karena merasa senang dia


sampai melupakan keberadaan Caca dan Nathan, tidak hanya itu papa Adam juga


lupa dengan tujuan awalnya untuk mengecek Bobby kedalam kamar.


“Paapaaa…” teriak Bobby


yang sedang menuruni anak tangga bersama dengan pengasuhnya.


mengecek Bobby” ujar papa Adam pelan sambil menepuk jidatnya.


Papa Adam kemudian


berjalan menghampiri Bobby dan membawanya kembali untuk memberi salam kepada


Nathan, Caca dan Addison.


“Oby, beri salam sama


semuanya ya” ucap papa Adam


Bobby pun menuruti


perkataan papanya dan menyalim mereka bertiga silih berganti sambil mengucapkan


selamat pagi.


“Anak pintar” puji Addison


sambil mengusap kepala Bobby


Setelah memberi salam,


Bobby pun kembali ke pengasuhnya untuk bersiap pergi ke sekolah.


“Ayo Di, kita mengopi di


taman belakang” ajak papa Adam sambil merangkul sahabatnya


“Oh ya nak, Keysa ada di


dapur jika kalian ingin menemuinya” ucap papa Adam sebelum akhirnya mereka


berdua pergi menuju taman belakang.


Siang hari, semuanya


sudah selesai di siapkan. Orang dirumah hanya tinggal menunggu kedatangan


Daffin yang sudah di jemput oleh papa Adam dan tante Lydia. Acara syukuran


berlangsung dengan biasa-biasa saja, bisa dikatakan acara ini hanya makan


bersama dengan para anggota keluarga saja sambil memanjatkan doa agar Daffin


terus dalam keadaan sehat. Semua keluarga tampak senang dengan kesembuhan

__ADS_1


Daffin begitu juga Daffin terlihat senang bisa kembali kerumah dan mendapatkan


beberapa mainan kesukaannya.


Bobby terlihat murung di


area bermainnya sambil melihat ke arah ruang keluarga, sejak melihat Keysa


memberikan mainan kepada Daffin, hal itu membuat Bobby sedih dan merasa iri,


apalagi hari semua perhatian orang-orang tertuju ke pada Daffin. Nathan yang


menyadari perubahan ekspresi Bobby, datang untuk menghampiri Bobby dan duduk


disampingnya.


“Kamu kenapa ga gabung


disitu?” tanya Nathan


“Semuanya lupa sama oby,


mereka udah ga sayang oby” ujar Bobby dengan suaranya yang bergetar seperti


sedang menahan tangisannya.


“Kok kamu bicara seperti


itu? Semua orang saya sama Bobby”


“Kaka Eya juga ga sayang


oby lagi, kaka Eya juga ga beliin oby mainan”


Nathan diam sejenak


mendengar perkataan Bobby, yang dia ingat semalam Keysa sudah membeli mainan


juga untuk diberikan kepada Bobby.


“Oby sebentar kakak


kesana dulu ya” ujar Nathan yang ingin memastikan langsung kepada Keysa.


Nathan takut jika dia


sampai salah bicara dan mengatakan bahwa Keysa sudah membelikan mainan untuk


Bobby, padahal itu bukan untuk Bobby maka akan membuat Bobby semakin bersedih.


“Key, aku mau ngobrol


sebentar. Boleh?” bisik Nathan di dekat telinga Keysa


“Ehem…ehem. Calon pengantin


yang ngobrolnya pake bisik-bisik” goda Kenzo yang duduknya tepat disebelah


Keysa.


Hal itu membuat pandangan


para anggota keluarga tertuju kepada Keysa dan Nathan, mereka memandang sambil


senyum-senyum tidak jelas.


“Dih apaan sih kak kepo,


kayak ga pernah jadi calon pengantin aja” tantang Keysa dan hal itu mendapat


sorakan “cie” dari para anggota keluarga. Keysa pun bangkit dari duduknya dan


menggandeng Nathan ke arah belakang.


Nathan yang mendengar itu


pun hanya bisa tersipu malu, saat ini dia benar-benar merasa bahagia karena


Keysa tidak lagi sungkan dengan hubungan mereka di depan keluarganya.


“Ada apa Nat? Kamu mau


ngomong apa?” tanya Keysa ketika sudah merasa cukup jauh dari keluarganya.


“Emm…itu Key” ucap Nathan


ragu-ragu


“Mainan yang semalam kita


beli, apa ada buat Bobby?” tanya Nathan untuk memastikan bahwa ingatannya tidak


salah.


“Astaga, iyaiya aku lupa


Nat” rutuk Keysa sambil menepuk jidatnya.


“Iyaiya, puzzle dan buku


mewarnai itu memang aku beli buat Bobby, Cuma karena sibuk aku sampai kelupaan.


Aduh makasih banget ya Nat, kamu uda ingatin aku. Yaudah kalau gitu aku ke

__ADS_1


kamar dulu, ambilin mainan itu buat Bobby”


......................


__ADS_2