Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 23


__ADS_3

...23...


“Hei tunggu...” ucap Nathan yang berlari mengejar Keysa.


“Mau apa?Kan lu udah dengar sendiri kalau gue ga mau dijodohkan sama lu. Gue udah punya pacar”


“Saya hanya ingin menjelaskan alasan dibalik perjodohan ini kepada anda”


“Gue ga mau dengar” ucap Keysa kemudian melanjutkan langkahnya menuju pekarangan rumah.


“Tunggu, dengerin penjelasan saya dulu” ucap Nathan yang bergegas menahan tangan Keysa.


“Lepasin” Keysa mengempaskan genggaman tangan Nathan dan kembali melanjutkan langkahnya.


“Kenapa anda terlalu egois seperi ini dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari orang lebih dulu?”


Langkah Keysa terhenti dan menoleh ke arah Nathan.


“Apa egois? Lu bilang gue egois? Pikir dong yang egois itu sebenarnya lu. Lu itu manusia paling egois yang pernah ku kenal yang ga perduli sama perasaan orang lain. Bisa-bisanya lu mau dijodohin sama orang yang jelas-jelas udah punya pasangan. Bukan hanya sekedar egois tapi lu itu orang jahat yang ngerusak hubungan orang lain demi kepentingan lu sendiri”


“Makanya saya bilang tunggu dulu dengerin penjelasan saya”


“Udah gue ga perlu penjelasan dari orang kayak lu” ucap Keysa lalu pergi meninggalkan Nathan.


“Akhhhhhkk” ucap Nathan kesal sambil menendang udara.


Setelah melihat Keysa yang pergi menaiki sebuah taksi, Nathan pun kembali Nathan kembali masuk ke dalam rumah dengan perasaan marah bercampur kesal.


“Ayo pa, kita pulang” ucap Nathan sambil meraih kunci mobil juga ponselnya yang terletak diatas.


“Nak ada apa? Jelasin sama papa dulu” ucap Addison.


“Dimana Keysa? Kenapa kamu cuma masuk sendiri?” tanya papa Adam.


“Maaf om, aku ga bisa nahan Keysa. Dan satu lagi saya juga tidak akan meneruskan perjodohan ini. Ayo pa kita pulang”


Nathan kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga dengan orang-orang yang masih dipenuhi banyak pertanyaan apa yang terjadi dengan Nathan dan Keysa tadi diluar.


“Maaf Adam atas semua kekacauan ini, saya akan menanyakan apa yang terjadi kepada Natahan dan segera memberikan kabar kepada mu”


“Saya tunggu kabar dari mu Addi”


“Saya permisi Dam”


Setelah Addison dan Nathan pergi kini tinggalla Kenzo, papa Adam dan tante Lydia yang berada diruang tamu.


“Pa, Keysa pergi kemana ya? mama khawatir pa apalagi ini udah malam dan Keysa kan ga punya banyak kenalan disini”

__ADS_1


“Papa juga khawatir ma”


“Nak kamu dimana? papa mohon jangan tinggalkan papa lagi. Papa khawatir nak. Maafin papa” ucap papa Adam dalam hati.


“Kenzo cari Keysa dulu ya Pa Ma”


“Iya nak, tolong kamu cari Keysa sampai ketemu ya. Kamu ajak pak Kardi sekalian dan pak Darman”


“Iya pa”


“kamu hati-hati ya nak, kalau ada apa-apa langsung kabarin mama dan papa”


“Iya ma, pasti Kenzo kabarin nanti. Yaudah Kenzo berangkat ya”


Kemudian Kenzo bergegas keluar rumah.


"Bapak ada liat Keysa gak?" tanya Kenzo dengan nafas yang terengah-engah kepada pak Kardi dan pak Darman yang sedang duduk di pos satpam sambil menikmati kopi.


"Eh tuan Kenzo, kami dari tadi belum ada liat nona Keysa tuan" jawab pak Kardi.


"Iya benar tuan, terakhir kali saya liat non Keysa tadi sore tuan" jawab pak Darman.


“Barusan aja Keysa keluar, masa bapak ga ada lihat?” tanya Kenzo lagi.


“Ga ada tuan, soalnya kami juga baru buat kopi dari dapur dan sewaktu kami kembali ke pos tamunya tuan Adam yang terlihat keluar dari rumah bukan non Keysa” ucap pak Kardi


“Iya tuan benar” ucap pak Darman.


"Loh emang nona Keysa kemana tuan?"


"Nanti saya ceritakan pak, mendingan kita cari Keysa dulu sebelum dia pergi jauh"


"Baik tuan"


Kenzo, pak Kardi dan pak Darman pun pergi mengendarai mobil untuk mencari Keysa. Pak Kardi yang menyetir mobil sedangkan Kenzo dan Pak Darman sibuk mengedarkan pandangannya dari kaca mobil untuk mencari keberadaan Keysa karena mereka berfikir Keysa pergi dengan berjalan kaki.


Sementara itu di mobil Nathan


"Apa yang terjadi dengan kalian berdua nak?Kenapa Keysa pergi?Apa kalian bertengkar karena perjodohan ini? Apa kamu sudah menjelaskannya kepada Keysa?" tanya Addison.


"Sudahlah pa aku sedang tidak ingin membahasnya"


Mendengar itu Addison hanya bisa diam dan tidak menanyakan nya lebih lanjut karena melihat suasa hati Nathan yang kurang baik.


"Sebaiknya aku tanyakan besok pagi saja" batin Addison.


Keesokan paginya di kediaman Addison.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kamu belum mau juga bercerita kepada papa tentang apa yang terjadi kemarin?" tanya Addison saat melihat Nathan yang baru saja duduk di kursi makan.


"aku tidak ingin melanjutkan perjodohan ini pa"


“Maksud kamu?”


“Iya aku tidak ingin menikah dengan perempuan itu, aku akan mencari perempuan lain yang akan aku jadikan seorang istri”


“Tapi dimana kamu akan menemukannya?Mencari seorang istri bukan lah hal yang mudah Nat dan bukan hal yang dapat dianggap sebagai permainan”


“Iya aku tahu pa, tapi demi memenuhi keinginan mama aku akan berusaha. Aku akan coba hubungi Tiara kembali pa”


“Tiara? Mantan kamu yang udah ninggalin kamu demu laki-laki lain itu?”


Nathan menganggukkan kepalanya.


“TIDAK papa tidak setuju, lebih baik kamu tidak jadi menikah dari pada kamu harus kembali kepada perempuan itu”


“tapi pa? Ini semua demi keinginan mama”


“Apa kamu yakin mama akan menyetujuinya? Papa rasa mama juga tidak akan menyetujuinya”


“Jadi Nathan harus berbuat apa pa? Nathan juga pusing pa”


“Papa menjodohkan kamu dengan Keysa bukan hanya keputusan semata demi memenuhi keinginan mama kamu, tapi papa sudah memikirkan ini dengan sangat matang-matang karena papa ingin kamu hanya menikah untuk satu kali seumur hidup dan dengan perempuan yang baik”


“Tapi anak teman papa itu bukan perempuan yang baik pa, dia hanyalah perempuan egois dan manja”


“Kamu hanya belum mengenalnya saja nak”


“Terus Nathan harus apa pa?Jelas-jelas semalam dia udah menolak perjodohan ini”


“Papa yakin kamu tau harus berbuat apa nak. Dan walaupun kamu memang tidak berjodoh dengan Keysa, kamu boleh memilih wanita lain asalkan kamu tidak kembali dengan Tiara mantan kamu itu. Yasudah papa mau ke kamar dulu, kamu lanjutkan sarapannya” ucap Addison sambil beranjak dari kursi makannya.


“Akkhhhh, kemana lagi aku harus mencari perempuan yang bisa aku jadikan seorang istri” batin Nathan.


Saat Nathan tengah sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya yang terletak di meja makan berbunyi dan tampaklah nama Ben asisten pribadinya yang menelepon.


“Ya hallo Ben. Ada apa?”


“Saya sudah menemukan orang dan informasi yang tuan minta waktu itu”


“Kerja bagus Ben, segera kirimkan melalu email”


“Baik tuan muda”


Kemudian sambungan panggilan pun terputus dan Nathan langsung memeriksa email dari ponsel pribadi miliknya.

__ADS_1


“Ternyata kau hidup dengan baik dan bahagia bersama keluarga mu tanpa dihantui perasaan bersalah sedikit pun. Bersabarlah tidak lama lagi aku akan merebut semuanya dari mu” ucap Nathan sambil menyeringai setelah membaca email yang dikirimkan oleh asisten pribadinya.


......................


__ADS_2