
...36...
Dengan perasaan yang masih kaget Axel segera berlari mengejar Keysa ke arah lift, namun sayangnya pintu lift lebih dulu tertutup karena Keysa sudah menekan berulang kali tombol untuk menutup pintu liftnya dari dalam.
“Sialll” gerutu Axel sambil memukul pintu lift.
“Ada apa Xel?” tanya perempuan yang memakai pakaian pasien itu dengan suara lemah.
“Gapapa, kamu kembali ke kamar saja ya. Aku ada urusan mendadak”
Axel kemudian bergegas langsung berlari menuju tangga darurat untuk mengejar Keysa. Perasaan Axel kini tengah dilanda kekacauan disatu sisi dia ingin menyelesaikan masalah ini tanpa harus melibatkan Keysa namun disisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Keysa perempuan yang sangat dia cintai hanya karena masalah yang dia hadapi sekarang. Sudah beberapa hari ini Axel ingin menceritakan masalah yang sedang dia hadapi kepada Keysa namun Axel belum menemukan waktu yang tepat, hingga hari ini semua ketakutan yang selama ini mengahantui Axel akhirnya terjadi.
Keysa keluar dari lift sambil menangis, air matanya kini tidak bisa lagi terbendung. Karena rasa cintanya kepada Axel, Keysa masih mencoba berfikir positif kalau perempuan itu adalah pasien Axel melihat kalau perempuan tadi memakai pakaian pasien dan Keysa masih meyakini kalau kekasihnya itu sedang menjalankan tugasnya. Namun itu semua berubah ketika beberapa detik kemudian Axel tampak mengelus perut perempuan itu dengan lembut. Dan itu cukup membuat semua pertanyaan dan keraguan Keysa selama beberapa hari ini akhirnya terjawab “Ya Axel berselingkuh”.
Sesampainya diloby rumah sakit, Keysa bingung harus kemana pikiriannya kini benar-benar sangat kacau hingga tidak mampu lagi untuk berfikir jernih.
“Nathan" hanya nama itu yang saat ini ada di pikiran Keysa.
Dengan air mata yang masih saja mengalir dipipinya serta tangan yang masih gemetaran Keysa mencoba mengusap layar ponselnya untuk mencari kontak Nathan. Ketika dia berhasil menemukan nama Nathan dikontaknya tiba-tiba saja lengan Keysa di genggam oleh seseorang yang tak lain adalah Axel.
“Sayang maafin aku, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu”
“Lepas” Keysa memberontak sambil menepis lengan Axel
__ADS_1
Kemudian Keysa berjalan menjauhi Axel sambil mengusap air matanya kasar, walapun sebenarnya Keysa merasakan sakit teramat dalam di hatinya tapi Keysa tetap berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapan Axel. Bagi Keysa bersikap lemah hanyalah membuat dirinya tampak tidak memiliki harga diri. Hidup jauh dari keluarga selama bertahun-tahun menjadikan kepribadiaan Keysa terbiasa untuk selalu bersikap seolah-olah kuat padahal hati dan jiwanya sedang menangis.
“Key tolong kamu tenang dulu, dengerin penjelasan aku dulu sayang. Semuanya ga sesuai sama apa yang kamu lihat tadi. Please kasih aku waktu buat ngejelasinnya” Axel terus berbicara sambil mengikuti langkah Keysa.
Mendengar perkataan itu Keysa mengehentikan langkah kakinya dan berbalik menghadap Axel. Wajah sendu dan bekas air mata yang masih terlihat jelas diwajah Keysa membuat hati Axel seakan teriris sebuah belati, sungguh Axel sangat tidak tega saat melihat perempuan yang paling dia cintai setelah ibunya ini tengah kecewa karena kesalahan yang sudah dia perbuat.
“Kamu mau jelasin apa lagi?bukannya semua udah jelas. Kayaknya hubungan kita udah ga bisa dilanjutkan lagi Xel” ucap Keysa
“Sayang maksud kamu apa berbicara seperti itu? Please jangan berbicara seperti itu sayang. Kita duduk di bangku taman itu dulu ya, kita omongin ini baik-baik” ucap Axel lembut.
Namun Keysa mengabaikan permintaan Axel itu dan pergi berbalik meninggalkan Axel.
“Sayang...” panggil Axel sambil berlari kecil mengejar Keysa.
“Lepas” Keysa terus memberontak namun gagal karena tenaganya yang tidak sebanding dengan Axel.
Sesampainya disebuah bangku tepatnya berada disudut taman yang cukup jauh dari keramaian Axel langsung mendudukkan Keysa dan memeluknya erat.
“Maafin aku sayang, sebenarnya aku udah berencana untuk menceritakan ini semua tapi aku belum punya keberanian dan waktu yang pas. Aku mohon sayang, apapun yang akan kamu dengar nanti tolong jangan tinggal kan aku, aku mohon Key. Karena aku sangat-sangat mencintai kamu Key. A-ku...”
Axel menjeda kalimatnya, lalu berselang beberapa detik kemudian tubuh Axel bergetar dan Keysa dapat merasakan ada cairan hangat yang menetes dibahunya. Ya Axel tengah menangis sambil memeluk Keysa. Padahal selama menjalin hubungan dengan Axel, Keysa belum pernah sekali pun melihat Axel menangis dihadapannya, tapi saat ini entah mengapa Axel meneteskan air matanya untuk pertama kalinya yang Keysa sendiri tidak tau apa yang menyebabkan Axel menangis.
“Maafkan aku Key hikss...hiks” Axel mengeratkan pelukannya dan membelai lembut rambut Keysa.
__ADS_1
Keysa tetap diam tidak bergeming di dalam pelukan Axel, entah mengapa saat ini dia seperti kehilangan jiwa dan pikirannya sehingga membuatnya tidak mampu untuk melakukan apa-apa. Namun dalam diamnya Keysa masih berharap akan keluar penjelasan dari mulut Axel kalau semuanya itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.
“Aku dijebak oleh seseorang yang mengakibatkan perempuan tadi sedang mengandung anak ku” ucap Axel masih dengan suara yang bergetar.
Deg
Hati Keysa seketika hancur berkeping-keping, tubuhnya tiba-tiba saja terasa begitu lemas seperti tidak memiliki tenanga sedikit pun dan setitik harapan yang tadi masih dia pegang erat seakan hilang dibawa angin begitu saja setelah mendengar perkataan Axel.
Keysa masih diam dalam pelukan Axel sambil memejamkan matanya beberapa detik bersamaan dengan bulir-bulir air matanya yang ikut menetes.
“Maafkan aku sayang, maaf kan aku. Aku mohon tetaplah disisi ku. Aku sangat-sangat mencintai kamu Key. Aku janji sama kamu aku akan menyelesaikan ini semua secepatnya” ucap Axel lagi.
Keysa menarik nafas nya dalam-dalam sambil mencoba mengumpulkan semua kekuatannya yang masih tersisa. Kemudian Keysa mendorong tubuh Axel agar melepaskan pelukannya.
Keysa menatap wajah Axel yang juga sudah dibasahi dengan air mata, walapun Axel mengatakan dia dijebak oleh seseorang, Keysa tidak terlalu memperpanjangnya. Karena apapun itu alasannya Axel tetap sudah melakukan kesalahan dan sebagai laki-laki dia harus bertangung jawab karena saat ini ada nyawa yang tumbuh dirahim perempuan itu. Dan sebagai seorang perempuan yang masih memilik hati nurani Keysa tidak ingin menjadi seorang yang egois dan dibutakan oleh cinta.
Keysa tau betul bagaimana rasanya hidup bertahun-tahun tanpa merasakan kasih sayang seorang ayah dan Keysa tidak mau kalau bayi yang tidak berdosa itu merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan oleh hanya karena keegoisan dirinya.
Keysa memang tidak bisa membohongi dirinya kalau dia masih mencintai Axel, mengingat selama ini hanya Axel yang selalu menemani dan membuatnya merasa bahagia. Tapi mau tidak mau dan walau itu terasa sangat berat Keysa harus tetap rela melepaskan Axel demi kebahagiaan anak itu kelak.
“Nikahi perempuan itu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab” ucap Keysa dengan suaranya yang sudah bergetar.
...----------------...
__ADS_1