
...51...
“Maaf sebelumnya kek tapi aku ga bisa terima hadiah itu dari kakek”
“Kenapa kamu ga bisa terima?Kamu ga suka ya? Mau kakek ganti dengan hadiah yang lain” tanya kakek dengan raut wajahnya yang bingung bercampur sedih.
“Enggak kek, bukan seperti itu.Hadiah ini terlalu mewah untuk ku kek. Sebenarnya kakek ga perlu
kasih hadiah apa-apa buat aku juga gapapa karena dengan kakek sehat-sehat kayak
gini aja itu udah jadi hadiah terindah buat aku kek”
Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh cucunya itu membuat hati kakek Ali tersentuh dan tanpa sadar setetes air mata menetes dipipinya. Dia merasa kembali mendapatkan perhatian yang telah hilang selama ini ketika anak-anaknya sudah memiliki keluarga masing-masing.
“Kakek kok nangis?” tanya Keysa khawatir dan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk memeluk sang kakek.
“Maaf kek, maafin Keysa ya. Keysa bukannya bermaksud tidak menghargai hadiah pemberian kakek. Dan Keysa bukannya tidak suka. Keysa suka kok kek. Hanya saja Keysa merasa belum pantas menerima hadiah sebesar ini kek disaat masih banyak diluar sana yang hidupnya
bahkan jauh lebih tidak beruntung dari pada Keysa” ucap Keysa memberikan penjelasan sambil memeluk kakeknya yang sedang duduk.
“Aku sangat bersyukur memiliki cucu seperti mu nak” ucap kakek dalam hatinya.
“Kek jangan sedih kayak gini dong. Kan kita tadi
rencananya mau happy-happyan satu harian ini. Kek ayo dong jangan sedih lagi ya” rengek Keysa
“Iyaiya deh, Keysa akan terima hadiah ini dari kakek asalkan kakek ga sedih lagi. Tapi kakek ga
marahkan kalau keuntungan dari restoran ini aku sumbangin ke panti asuhan atau panti jompo?”
Kakek Ali mengusap pipi Keysa dengan lembut.
“Tentu tidak, restoran ini sudah menjadi atas nama kamu sayang, jadi apapun yang kamu lakukan itu semua terserah pada mu, kakek tidak mempunyai hak apa-apa dengan restoran ini. Kakek sangat bersyukur punya cucu seperti kamu yang hatinya sebaik malaikat”
“Ahh kakek berlebihan sekali hehe. Jadi kakek udah enggak sedih lagi kan?”
Kakek Ali menggelengkan kepalanya.
“Nahh, gitu dong kan jadi terlihat lebih tampan” ucap Keysa sambil mencubit pipi kakek Ali sekilas.
Selesai makan, Keysa mengajak kakeknya pergi ke toko buku karena Keysa ingin mencari beberapa buku bacaan dan novel terbitan terbaru bulan ini.
Di perjalanan menuju toko buku.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kamu tinggal saja dengan kakek saja?” tanya kakek tiba-tiba.
“Emmm Aku sebenarnya mau banget tinggal bareng kakek. Tapi aku juga harus tanya pendapat papa dan kak Kenzo dulu kek”
“Tidak perlu meminta pendapat dari papa mu yang keras kepala itu”
“Loh kok kakek ngomongnya seperti itu?”
“Ahh tidak apa-apa sayang, ayo kita sudah sampai ditoko buku” ucap kakek Ali yang langsung turun dari mobil untuk mengalihkan pembicaraan.
Keysa yang masih diam didalam mobil mencoba menelaah apa yang sedang terjadi dengan kakek dan papanya, Keysa merasa sedikit ada keanehan dengan sikap kakek dan papanya namun
Keysa tidak tau apa itu.
“Ayo nona silahkan turun” ucap asisten pribadi kakek sambil membukakan pintu mobil disebelah Keysa.
Pikiran Keysa seketika buyar ketika asisten pribadi kakek memanggil dan membukakan pintu untuknya
"Ah iyiya terimakasih pak” ucap Keysa kemudian turun dari mobil dan langsung menggandeng
tangan kakeknya untuk berjalan masuk kedalam toko buku.
Di dalam toko buku Keysa sibuk memilih buku-buku yang dia inginkan ditemani oleh asisten pribadi kakek, tentunya itu semua karena perintah yang diberikan langsung oleh kakek sedangkan kakek Ali memilih duduk berisitirahat dikursi yang disediakan di toko buku itu.
Setelah menerima dan membaca buku yang diberikan Keysa, kakek Ali mengangakat sebelah alisnya.
“Iya Keysa beliin itu, biar kakek bisa lebih peduli lagi sama kesehatan kakek sendiri jangan suka
makan-makanan sembarangan lagi, harus sering-sering olahraga dan jangan suka
minum minuman beralkohol lagi” bawel Keysa.
Kakek Ali yang sejenak bingung dari mana Keysa mengetahui dirinya masih sering meminum minuman beralkohol dan seketika pandangannya beralih menatap tajam ke arah asisten
pribadinya.
Ya tidak salah lagi pasti asisten pribadinya sendiri yang mengadukan semuanya kepada Keysa pikir kakek Ali.
“Iyaiya sayang, kakek janji akan lebih memperhatikan kesehatan lagi. Kan semangat hidup kakek udah ada disini” ucap kakek Ali sambil memeluk Keysa.
“Oh iya bukunya juga jangan lupa dibaca ya kek”
“Oke siap tuan putri” ucap kakek sambil mengacungkan jari jempolnya.
__ADS_1
Selesai membeli buku Keysa diajak oleh kakeknya kesebuah mall karena ingin membeli sesuatu hal. Namun tanpa sepengatahuan Keysa, kakek Ali sudah memesan dan membeli beberapa pakaian branded untuk Keysa, sehingga membuat Keysa mau tidak mau harus
menerimanya karena sudah terlanjur dibayar oleh kakeknya lebih dulu.
Sementara itu dirumah, papa, Kenzo, Nathan, tante Lydia dan Olivia tengah berkumpul diruang tamu dengan perasaan khawatir karena Keysa yang tidak tau pergi kemana dan saat hari sudah
mulai menjelang malam namun Keysa belum juga pulang kerumah. Ditambah lagi ponsel
Keysa tidak bisa dihubungi hal itu membuat mereka semakin resah karena takut
terjadi hal yang buruk dengan Keysa.
“Pa, apa sebaiknya kita lapor polisi saja. Mama khawatir terjadi hal buruk kepada Keysa” ucap tante Lydia.
“Belum 1x 24 jam ma, kita tidak bisa mengajukan laporan orang hilang ke kantor polisi”
“Om, aku coba cari Keysa ya sebelum hari semakin malam” ujar Nathan
“Om ikut”
“Jangan pa, papa tunggu dirumah aja. Siapa tau Keysa bentar lagi pulang. Biar aku sama Nathan aja yang cari Keysa keluar”
“Iya om, lebih baik om dan tante dirumah aja. Lagi pula aku juga udah kerahin anak-anak buah ku buat bantuin nyariin Keysa om”
“Makasih ya nak kamu udah mau repot-repot bantuin om. Kalau begitu kalian berdua hati-hati ya, jangan lupa hubungi om kalau ada kabar tentang Keysa”
“Iya om, kami pergi dulu ya”
Lalu Nathan dan Kenzo pergi meninggalkan ruang tamu. Pukul 21.00 wib Kenzo dan Nathan sudah kembali lagi kerumah dan tidak juga mengetahui keberadaan Keysa sehingga hal itu membuat orang dirumah semakin panik dan khawatir. Namun baru beberapa menit Kenzo dan
Nathan tiba rumah, terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu
masuk. Dan seketika semua orang yang ada dirumah terlihat lega saat melihat
sosok Keysa yang membuka pintu itu.
“Tumben banget pada kumpul semua disini” ucap Keysa yang bingung melihat anggota keluarganya tengah berkumpul diruang tamu dan bukannya ruang keluarga.
“Keysaaaa…kamu dari mana aja sih nak. Papa khawatir sama kamu” ucap papa dan langsung menghampiri Keysa untuk memeluknya.
“Iya kamu kemana aja sih dek. Kamu tau gak kami semua disini itu takut kamu kenapa-napa. Apalagi ponsel kamu juga dihubungi ga bisa”
......................
__ADS_1