
...28...
“Entar aku kabarin kakak ya, soalnya baru-baru ini asisten aku ada nemuin komplek perumahan dan belum sempat aku liat juga. Jadi entar rencananya kalau rumah yang ini ga cocok baru aku kabarin kakak” ucap Nathan.
“Oh oke Nat, tapi jangan kelamaan ya. Takutnya entar udah di beli sama orang lain, jadi kitanya ga jadi tetanggaan deh haha” ucap Kenzo.
“Ih kak Kenzo kok jadi lebay gini ya, seperti bukan kak Kenzo saja” benak Keysa sambil menatap kakaknya.
“Kamu kenapa liatin kakak kayak gitu dek?” tanya Kenzo yang menyadari kalau Keysa sedang memandanginya.
“Ge er siapa yang liatin kakak” ucap Keysa.
“Oh jadi kamu liatin Nathan ya hehe” goda Kenzo.
“Kakak apaan si” ucap Keysa sambil cemberut.
“Peace jangan marah dulu dek, kakak cuma bercanda kok haha”
“Oh ya Dam, apa aku boleh ke makam Indira besok sebelum berangkat ke bandara?”
“Tentu Addi, kebetulan besok kami juga berencana untuk pergi kesana”
“Om, kenal sama mama?” tanya Keysa
“Tentu om kenal nak, mama dan papa kamu itu sahabat dekat om dulu. Kamu mau lihat gak foto mama dan papa kamu dulu waktu masih muda?”
“Mau..mau om” ucap Keysa antusias
Addison pun kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan mulai mencari foto-foto saat masa-masa mereka kuliah dulu.
“Kamu masih menyimpan foto-foto kita dulu Addi?” tanya Adam.
“Tentu Dam, foto-foto kenangan kita dulu masih tersimpan dengan rapi di ponselku”
“andai aja dulu ponsel ku ga dicuri. Pasti foto kenangan kita saat keluar negeri untuk pertama kalinya masih ada” ucap Adam.
“Lihat ini nak” ucap Addison sambil memberikan ponselnya kepada Keysa.
“Ini foto mama waktu kuliah dulu om?” tanya Keysa yang heran saat melihat foto mamanya dimasa kuliah sangat mirip dengan dirinya
“Iya nak, mirip banget sama kamu kan”
“Iya om, tapi mama jauh lebih cantik hehe pantes aja papa jatuh cinta sama mama ya” ucap Keysa tanpa peduli dengan perasaan tante Lydia.
__ADS_1
“Pa, mama permisi ke toilet dulu ya” ucap tante Lydia kemudian beranjak dari tempat duduknya.
“Om boleh kirimin aku foto-foto itu gak?”
“Boleh dong, kamu kirimin langsung aja nak”
“Makasih ya om”
Setelah makanan yang mereka pesan selesai disajikan diatas meja, mereka berenam pun mulai menikmati menu makanan tersebut dengan lahap.
Selesai makan malam, mereka pun pulang kerumah dengan mobilnya masing-masing. Dan Keysa berada dimobil Kenzo sedangkan papa Adam dan tante Lydia berada dimobil satunya lagi.
“Oh ya kak, kalau aku boleh tau istrinya om Addi kenapa? Kok papa tadi nanyain keadaannya?” tanya Keysa kepada Kenzo yang sedang menyetir.
“istri om Addi sakit dek”
“sakit apa kak?”
“Kata om Addi si tante itu sakit kanker dek, kanker paru-paru udah stadium akhir”
“Kanker kak?” tanya Keysa sedikit kaget.
“Iya dek” ucap Kenzo sambil terus fokus mengemudikan mobil.
Ingatan Keysa kembali mengingat almarhumah mamanya, dimana dulu mamanya juga mengidap penyakit kanker hingga menyebabkan dia harus kehilangan mamanya. Seketika tumbuh perasaan simpati kepada Nathan karena merasa pernah berada di kondisi yang sama.
“Kamu mulai tertarik ya sama Nathan?Makanya jadi kepo gitu, hayooo ngaku”
“Ih apaan si kak, Key cuma penasaran doang kok ga ada tujuan lain”
“Udah deh ngaku aja dek, sebenarnya kamu mulai tertarik sama kehidupan Nathan kan hehehe lagian Nathannya juga baik kok. kalau kakak ditanyain nih ya lebih ngrestuin kamu sama Axel atau Nathan ,ya pasti kakak lebih restuin Nathan dong ”
“udah ah, mulai sekarang aku ga mau nanya-nanya lagi sama kak Kenzo”
“Ciee yang ngambek, berarti beneran dong”
“Bodo ah, udah ah kakak fokus nyetir aja aku ga mau ya mati muda bareng kak Kenzo”
“Haha, kakak ga bakalan biarin adik kesayangan kakak ini mati muda kok haha”
Kenzo tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Keysa menggunakan tangan kirinya.
“Hoammmmmm”
__ADS_1
Keysa menguap sambil merentangkan tanganya untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku selama tertidur. Dilirikanya kearah jendela dimana sinar mentari sudah menyinari bumi dan sudah menerobos masuk melalui celah ventilasi jendela kamarnya.
“Aaa kenapa cepat banget si paginya, baru juga tidur sebentar” rengek Keysa sambil menarik kembali selimutnya hingga menutupi wajahnya dan memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Sejak pulang ke Indonesia Keysa memang sering kali mengalami insomnia yang membuat dia begadang dan menonton hingga pagi menjelang.
Namun beberapa menit Keysa memejamkan matanya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.
Tok...tok...tok
Keysa kembali membuka selimutnya sebatas wajah dan melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.00 wib.
“Iya...iya tunggu sebentar”
Dengan malas Keysa beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu. Keysa tahu betul kalau yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah Bobby adik tirinya yang sudah beberapa hari ini selalu mengantarkan segelas susu hangat ke kamarnya tepat pada pukul 08.00 setiap pagi. Awalnya memang Keysa sudah menolak untuk menerima susu yang diantarkan Bobby namun lama-kelamaan hati nurani Keysa merasa kasian dan tidak tega karena terus-terusan menolaknya.
CEKLEEEKK...
“Oby bawa susu anget buat kaka” ucap Bobby dengan girang
“ iya makasih”
Keysa langsung mengambil segelas susu itu dan langsung menutup kembali pintu kamarnya.
“Ah iya aku kelupaan”
Dengan buru-buru Keysa langsung meletakkan gelas susu itu diatas nakas samping kasurnya kemudian langsung mengambil sebuah biskuit dari lemari tempat dia menyimpan persediaan makanan ringannya. Dan kemudian Keysa langsung bergegas untuk membuka pintu kamarnya.
“Hei tunggu” panggil Keysa
Keysa kemudian berjalan ke arah Bobby yang sudah berada dekat tangga sambil membawa bungkusan biskuit.
“Ini buat kamu”
Keysa meraih tangan Bobby kemudian langsung memberikan bungkusan biskuit itu ke tangan Bobby dan tanpa menunggu Bobby mengucapkan sepatah kata Keysa langung berbalik dan berjalan ke arah kamarnya.
Setelah dikamar Keysa berjalan menuju balkon kamarnya untuk menikmati segelas susu hangat yang sudah dibawakan Bobby barusan sambil memainkan ponselnya, entah kenapa akhir-akhir ini Keysa sangat menyukai bersantai dibalkon pada pagi hari.
Selesai mandi dan berpakain Keysa pergi ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya. Seperti biasa Keysa adalah orang terakhir yang sampai diruang makan.
“Pagi pah, pagi kak” sapa Keysa saat sampai di ruang makan kemudian langsung menarik salah satu kursi makan lalu mendudukinya.
“Pagi sayang”
“Pagi dek” ucap Kenzo dan Olivia bersamaan
__ADS_1
Keysa melirik kearah Bobby yang terlihat sangat gembira tidak seperti biasanya sambil terus memegangi bungkusan biskuit yang dia berikannya tadi. Dan tanpa terasa sudut bibir Keysa sedikit tertarik keatas yang menampilkan sebuah senyuman manis di wajah Keysa. Tanpa Keysa sadari semakin hari perasaan benci kepada adik tirinya perlahan berkurang seiring berjalannya waktu.
......................