
...57...
Nathan lebih dulu meletakkan barang-barang yang dibawa Keysa ke atas sofa, dan kemudian membawa Keysa mendekatkan ke kasur tempat mamanya terbaring untuk diperkenalkan. Di samping kasur terlihat Addison yang tengah duduk sambil mengusap-usap rambut istrinya
dengan lembut. Tatapan Addison seperti tidak ingin membuang waktunya sedetikpun
untuk berpaling dari wajah istrinya.
“Ma, ini Keysa” ujar Nathan
Kondisi tante Christin masih terlihat sangat lemah, bahkan untuk berbicara atau menganggkat tangannya saja dia masih belum mampu. Tubuh tante Christin terlihat dipasangi beberapa alat medis, infus yang terpasang dilengannya dan ventilator yang masih melekat
diwajah tante Christin. Namun tante Christin tetap berusaha untuk menyapa Keysa
dengan tersenyum kepada Keysa. Sebenarnya tante Christin sudah mengenal Keysa
sejak lama dari cerita suaminya Addison, apalagi Keysa juga sempat dijodohkan
dengan Nathan dulu dan seiring berjalannya waktu tante Christin semakin
mengenal Keysa lebih dalam lagi karena Nathan yang sering kali bercerita tentang Keysa kepada mamanya. Sebenarnya setelah dari perjodohan yang batal waktu itu tante Christin terus berharap dan berdoa agar Keysa bisa menjadi menantunya.
Tante Christin merasa senang bisa bertemu langsung dengan sosok perempuan yang menjadi pujaan hati dari anak laki-lakinya itu.
“Hallo tante…saya Keysa” ujar Keysa sembari menyalim tangan tante Christin yang terkulai lemah.
Lagi-lagi tante Christin, tersenyum ke arah Keysa dan mengangkat sedikit tangannya seperti hendak memanggil Keysa agar mendekat kepadanya. Keysa yang melihat itu pun kemudian
melangkah kan kakinya mendekati ke tante Christin dan secara spontan langsung
memegangi tangan tante Christin.
“Sepertinya mama Nathan senang dengan kehadiran kamu nak” ujar om Addison
Keysa yang bingung harus berkata apa hanya bisa tertawa kikuk. Tiba-tiba terdengar suara ponsel Nathan yang berbunyi sehingga membuat si pemilik ponsel berjalan ke arah meja dimana
ponselnya terletak.
“Pa, Key. Sebentar ya aku angkat telpon dulu” ujar Nathan pamit, kemudian pergi keluar ruang rawat.
Setelah Nathan pergi, tante Christin tiba-tiba saja terlihat seperti berkata-kata namun tidak mengeluarkan suara, dia sepertinya ingin berbicara namun Keysa tidak mengerti apa yang
dikatakan tante Christin.
__ADS_1
“Ma, sudah jangan dipaksakan. Mama banyak-banyak istirahat saja dulu, nanti setelah mama sembuh baru mama bisa ngobrol sepuasnya” ujar om Addison
“Iya tante, tante banyak-banya istirahat ya biar cepat sembuh”
Namun tante Christin masih tetap mencoba untuk bisa berbicara kepada Keysa.
“N…t…an” ucap tante Christin dengan nafasnya yang tersenggal-senggal.
“Nathan tante? Mau aku panggilan Nathannya? Sebentar ya tan”
Saat Keysa hendak berbalik dan pergi memanggil Nathan keluar, dirinya terhenti karena merasa
genggaman tante Christin masih belum melepaskan tangannya. Hal itu membuat
Keysa tidak jadi pergi dan berbalik menatap ke arah tante Christin.
“P…pa” ucap tante Christin
Om Addison yang dari awal sudah mengerti apa yang diinginkan oleh istrinya langsung mengambil sebuah tas dari atas nakas yang ada disamping kasur pasien, kemudian merogoh isi dalam tas tersebut. Dan Addison mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna cokelat, desain kotak itu simple namun terlihat sangat mewah dan elegan. Addison memegang sebentar kotak kecil itu sambil memandangnya sebelum pada akhirnya dia memberikannya kepada Keysa.
“Buat saya om?” tanya Keysa yang terlihat bingung ketika om Addison memberikan kotak itu kepadanya.
Om Addison pun hanya menganggukkan kepalanya, dan Keysa pun akhirnya menerima kota itu dengan sedikit rasa ragu-ragu. Keysa heran mengapa tiba-tiba dia diberikan hadiah,
padahal hari ini bukanlah hari ulang tahunnya.
“Buka saja nak” jawab Addison
Karena rasa penasaran dengan apa yang ada didalam kotak kecil itu, akhirnya Keysa pun membukanya dengan perlahan. Keysa kaget bercampur dengan rasa bingung ketika melihat isi dari kotak itu adalah dua buah cincin couple, yang dari tampilannya itu seperti cincin pernikahan,
“Cincin? Maksudnya om?” Keysa memberanikan diri untuk bertanya demi menjawab rasa bingungnya.
Addison kemudian mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tas itu dan memberikannya lagi kepada Keysa.
“Ini apa lagi om?” tanya Keysa
“Kamu akan mengerti maksud dari semua ini, setelah membaca surat ini nak”
Keysa langsung mengambil surat itu dari tangan Addison dan langsung membacanya. Saat membaca surat itu tampak raut wajah kaget yang terpampang diwajah Keysa, setelah selesai membaca surat yang ditulis oleh tante Christin, Keysa langsung menatap ke arah om
Addison seakan meminta penjelasan lebih.
“Ta…nte, moh..on” ucap tante Christin terbata-bata.
__ADS_1
Keysa menatap kearah tante Chrsitin sekilas, seakan tidak tahu harus berbuat apa Keysa hanya bisa diam terpaku ditempatnya tanpa berkata apapun.
Keysa saat ini benar-benar bingung harus mengambil keputuan apa, disatu sisi dia sudah pernah menolak perjodohan ini dan ingin menolaknya lagi. Dan disatu sisinya lagi dia
juga mengkhawatirkan kondisi tante Christin dan tidak ingin ada hal yang buruk terjadi dengan mamanya Nathan. Melihat kondisi tante Christin yang begitu lemah dan melihat raut wajah om Addison yang menunjukkan tampang memohon membuat Keysa semakin tidak tega untuk menolaknya lagi.
Ingin rasanya Keysa menangis saat ini, mengapa harus dia yang harus dihadapankan dengan keputusan berat seperti sekarang ini. Keysa mencoba untuk mengontrol dirinya agar tetap
tenang, dan berusaha untuk berpikir dengan baik sebelum mengambil keputusan.
“Bagaimana kalau aku menolaknya? Apa itu akan akan mempengaruh kondisi tante Christin?” benak Keysa
“Jika aku menerimanya dan menikah dengan Nathan, apakah aku bisa bahagia dan mencintai Nathan? Apa aku harus menolaknya saja? Tidak…tidak aku tidak bisa menolaknya aku tidak ingin
kondisi tante Christin semakin buruk, lagipula selama ini Nathan sudah baik kepada ku” benak Keysa
Pikiran Keysa dipenuhi dengan pertanyaan dan argumen yang membuat dirinya semakin merasa bingung harus memutusakan apa.
“Om, mohon sama kamu nak” ucap Addison kali dengan sambil bersimpuh dilantai.
“Om, jangan seperti ini” ujar Keysa yang ikut berjongkok karena merasa tidak enakan sambil mencoba untuk membawa Addison bangkit berdiri.
“Aku minta waktu om buat nelpon papa”
Setelah mendapatkan ijin dari Addison dan Christin, Keysa pun pergi keluar kamar untuk menelpon papanya. Ketika Nathan kembali masuk kedalam ruangan dia tidak menemukan sosok Keysa disana.
"Keysa pergi kemana pa?"
"Keysa, ijin keluar sebentar nak. Dia ingin menelepon keluarganya”
“Ooh” ujar Nathan sambil menganggukan kepalanya.
“Papa mau keluar sebentar, kamu jagain mama ya”
“Iya pa”
Addison sengaja pergi keluar untuk menemui Keysa, dia ingin menjelaskan sesuatu hal kepada Keysa. Ketika Keysa tengah sibuk berbicara dengan papanya melalui ponsel di ujung
lorong ruangan, tiba-tiba saja Keysa sedikit kaget karena kehadiran Addison yang menyusulnya keluar.
“Om, boleh bicara sebentar sama papa kamu?”
Keysa pun mengangguk kemudian memberikan ponselnya kepada om Addison. Addison kemudian berjalan dan memberikan jarak dengan Keysa yang sedang duduk. Setelah selesai berbicara dengan sahabatnya itu om Addison pun kembali kedekat Keysa dan memberikan
__ADS_1
ponselnya kepada Keysa.
......................