Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 62


__ADS_3

...62...


Setelah merasa lebih


tenang Keysa pun melepas perlahan pelukannya dan mulai mengusap sisa air mata


diwajahnya menggunakan telapak tangannya.


“Sudah jangan nangis lagi


ya” ujar Kenzo sambil mengusap pipi adiknya dengan lembut


Keysa pun hanya bisa menganggukkan


kepalanya sambil terus mengusap sisa air mata diwajahnya.


“Oh ya gimana keadaan


Daffin kak?” tanya Keysa.


“Daffin masih demam dek,


sepulang dari dokter tadi dia nangis terus sampai sekarang. Dia rewel pengen


sama kamu katanya. Itu makanya tadi kakak ke kamar kamu, eh tau-taunya kakak


dengar kamu ngigau pas lagi tidur”


“Kalau gitu aku cuci muka


dulu ya kak, biar kita kebawah liat Daffin” ujar Keysa lalu merangkak turun


dari kasur.


Setelah selesai mencuci


wajahnya, Kenzo merangkul adik kecilnya itu sambil berjalan menuju ke lantai


satu.


“Kak, jangan cerita ke


papa kalau aku tadi nangis ya” ujar Keysa ketika sedang berjalan berdampingan


dengan kakaknya.


“Hehe, iya kamu tenang


aja kakak pandai kok dalam menjaga rahasia”


“Makasih kak”


Kenzo tiba-tiba menunjuk


kearah pipinya.


“Apaan kakak kayak gitu?”


“Ini loh… kan kakak udah


jaga rahasia kamu dek masa kamu ga ngerti sih”


“Iii ogah ah, minta cium


aja sana tuh sama kak Oliv” ujar Keysa tertawa jahil sambil mencubit pelan pinggang


kakaknya kemudian diluan berlari ke arah kamar Kenzo. Ketika sampai didepan


pintu kamar Keysa sudah mendengar suara tangisan Daffin yang begitu kuat.


CEKLEK…


Keysa membuka pintu kamar


dan melihat Olivia tengah sibuk menenangkan Daffin yang tengah rewel dalam


pelukannya. Di dalam juga ada tante Lydia yang juga terlihat membantu untuk


menenangkan Daffin.


“Masih demam kak


Daffinnya?” tanya Keysa sambil berjalan menghampiri Olivia.


“Iya dek, ditambah dari


tadi Daffin rewel banget kakak jadi sedih lihatnya” ujar Olivia dengan raut


wajah yang penuh ke khawatiran.


“Coba aku gendong kak”


“Oooo cup…cup keponakan


kesayangan onty”


Olivia memindahkan Daffin


perlahan kedalam gendongan Keysa.


“Ooo sayang…sayang.

__ADS_1


Apanya yang sakit sayang. Ooo cup…cup” ujar Keysa sambil mengayun-ayunkan


Daffin dalam gendongannya dan sesekali menepuk-nepuk lembut punggung Daffin


dengan lembut.


Lagi-lagi entah kekuatan


atau energi apa yang dimiliki Keysa, sehingga membuat tangis Daffin yang sejak


dari tadi pecah perlahan mulai mereda. Daffin juga terlihat lebih tenang saat


berada dalam gendongan Keysa sebelum tadinya meronta-meronta.


Keysa kemudian memberikan


kode kepada Olivia untuk meminta ijin membawa Daffin keluar dari kamar agar berganti suasana, melihat itu Olivia pun langsung mengijinkan Keysa karena dia sendiri juga sudah tidak


tega melihat anaknya menangis histeris sejak tadi.


“Untung saja ada Keysa


yang bisa nenangin Daffin sayang. Aku dan mama sudah tidak tau tadi harus


berbuat apa lagi” ujar Olivia merasa lega sambil mendudukkan dirinya di


pinggiran kasur.


Kenzo kemudian merangkul


istrinya sembari mengusap pundaknya untuk memberikan semangat kepada istrinya.


Keysa membawa Daffin


menuju ruang keluarga, disana Keysa menyanyikan lagu anak-anak yang dia tahu sebagai


pengantar tidur sambil terus mengayun-ayunkan Daffin dalam gendongannya.


Setelah setengah jam berlalu akhirnya Keysa pun berhasil membuat Daffin tenang


dan tertidur. Daffin terlihat sangat nyaman tertidur di dalam gendongan


auntynya.


Karena melihat Daffin


sudah tertidur lelap, Keysa pun memutuskan untuk kembali ke kamar untuk


menempatkan Daffin diatas kasur.


“Udah tidur dek?” tanya


Olivia pelan ketika melihat Keysa masuk kedalam kamar.


dengan sebuah anggukan. Dengan sigap Olivia langsung menyiapkan peralatan tidur


Daffin diatas kasur. Namun baru saja Keysa hendak meletakkan Daffin diatas


tempat tidur, Daffin tiba-tiba saja mulai merengek lagi. Dia seperti tahu akan


dilepaskan dari gendongan Keysa.


“Ooo cup…cup enggak


sayang enggak. Aunty disini kok” ucap Keysa dan kembali mengayun-ayunkan Daffin


dalam gendongannya agar tidak jadi bangun dari tidurnya.


“Udah kak, biar Daffin aku


gendong aja dulu ya. Kasian juga dari tadi dia udah capek nangis terus” ujar


Keysa pelan.


“Coba biar kakak yang


gendong” ujar Kenzo kemudian mencoba untuk mengambil alih Daffin.


Namun lagi-lagi, baru


tangannya saja yang dipegang oleh Kenzo, Daffin sudah merengek kembali.


"Sepertinya dia mau


terus nempel sama kamu tuh Key” ujar Kenzo


“Kamu gapapa kalau


gendong Daffin kayak gini dek? Entar kamu kecapean dek” tanya Olivia


“Gapapa kok kak, Daffin


kayak gini juga kan karena dia lagi sakit aja kak”


 “Maaf udah ngerepotin kamu ya dek, padahal


kamu pasti juga kurang istirahat kan sejak kemarin”


“Hehe, kayak sama siapa


aja nih kak Oliv kak” ujar Keysa kepada kakaknya Kenzo.

__ADS_1


“Udah gapapa sayang,


mungkin Daffin lagi pengen manja sama auntynya” ujar Kenzo kepada istrinya.


“Makasih banyak ya dek,


kalau ga ada kamu kakak gatau lagi gimana caranya buat nenangin Daffin” ujar


Olivia dengan raut wajah sedih.


“Ih kok jadi melow gini


si kak. Udah ah kak, mending kak Oliv sama kak Kenzo istirahat aja, biar hari ini


aku yang jagain Daffin kak. Oke. Gausah khawatir Daffin bakalan aman kok sama


aku”


Kemudian Keysa meminta


ijin untuk pergi membawa Daffin pergi keluar dari kamar. Ketika jam makan malam


tiba, semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan hanya Keysa dan


Daffin saja yang belum berada disitu.


“Aku panggil Keysa keatas


dulu ya pa, sekalian mau lihat Daffin” ucap Olivia kepada papa Adam.


“Iya nak”


“Biar aku aja sayang”


ucap Kenzo menawarkan diri.


“Kita bareng aja sayang,


aku sekalian mau liat kondisi Daffin”


“Bentar ya pa, ma” ujar


Kenzo sambil beranjak dari duduknya.


Kemudian Kenzo dan Olivia


pun berjalanan berdampingan menuju lantai dua. Ketika sampai di depan pintu


kamar Keysa, Kenzo mengetuk lebih dulu pintu kamarnya dan kemudian membukanya


secara perlahan agar tidak menimbulkan suara bising. Namun mereka berdua hanya


melihat keadaan kamar yang kosong dan tidak ada siapapun didalamnya.


“Sayang mereka kemana ya?Apalagi


dari tadi aku juga ga dengar suara mereka” tanya Olivia dengan raut wajah yang


sedikit khawatir.


“Bentar ya sayang, aku


hubungi Keysa dulu” ujar Kenzo kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya


lalu mulai mencari kontak adiknya.


Beberapa detik kemudian


terdengar suara nada dering ponsel Keysa berbunyi dan suara itu berasal dari


luar kamar.


“Sayang itu suara ponsel


Keysa” ujar Olivia


Kenzo dan Olivia pun


kemudian pergi keluar kamar untuk mencari arah sumber dari suara itu. Mereka


berjalan menuju ruang santai, tempat yang disediakan untuk menonton film


ataupun bermain playstation. Semakin mendekat keruang itu mereka semakin jelas


mendengar nada dering ponsel Keysa. Setelah menemukan sumber dari suara ponsel


itu, Kenzo langsung mematikan sambungan panggilan.


Olivia dan Kenzo melihat


ponsel Keysa terletak diatas meja, sedangkan sipemilik ponsel tampak tertidur


pulas dengan posisi sedikit terduduk diatas sofa dan kepalanya bersandar di


headboard sofa sambil memeluk Daffin dengan posesif. Melihat pemandangan itu


membuat hati Olivia dan Kenzo seketika merasa hangat. Mereka sangat


kagum dengan kedekatan antara aunty dan keponakannya itu. Dari pelukan Keysa


dapat terlihat jelas bahwa Keysa sangat menyayangi Daffin sedangkan Daffin yang

__ADS_1


berada di dalam pelukan Keysa terlihat sangat nyaman dan terlindungi.


......................


__ADS_2