Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 76


__ADS_3

...76...


Keysa tertawa sinis


sambil menatap ke arah Axel.


“Emang kamu pikir aku


becanda? Coba pikir, apa untungnya aku bercandain hal itu?” Keysa balik


bertanya kepada Axel.


Axel menatap mata Keysa


seakan mencari celah kebohongan, namun dia tidak menemukannya raut wajah Keysa


begitu menunjukkan keseriusan dengan ucapannya. Hal itu lagi-lagi membuat hati


Axel kembali di tikam sebuah belati.


“Semuanya udah jelaskan?


Jadi aku minta kamu supaya menepati janji kamu, pergi dan jangan ganggu hidup


ku lagi” ujar Keysa kemudian berbalik hendak melangkahkan kakinya. Namun Axel


dengan cepat langsung menahan lengan Keysa.


“Kenapa kamu tega sama


aku Key?” lirih Axel sambil terus menggenggam lengan Keysa.


Disaat itu, Nathan yang


tadinya mengikuti Keysa dan Axel pergi ke taman tiba ditaman.


“Lepaskan tangan calon


istri saya” ucap Nathan dengan penuh penekanan sambil terus melangkah mendekati


Keysa dan Axel.


Mendengar itu membuat


Keysa dan Axel sama-sama menoleh ke arah Nathan.


Melihat kedatangan


Nathan, Axel merasa tidak asing dan seperti pernah bertemu dengan Nathan


sebelumnya namun dia lupa dimana. Axel diam sejenak dan tanpa sadar Nathan


sudah menghepaskan lengannya agar Keysa terlepas dari genggamannya.


Nathan menarik lengan


Keysa, lalu mengiringnya untuk berdiri di belakang tubuhnya.


“Saya ingatkan sekali


kepada anda, jangan berani-berani kau mengganggu dan datang menemuinya lagi.


Atau saya akan membuat kau menyesal seumur hidup mu” ancaman Nathan.


Sepersekian detik


kemudian, Axel tiba-tiba saja terkekeh sambil memalingkan wajahnya ke arah


kiri. Melihat itu membuat emosi Nathan terpancing, dia merasa sedang


disepelekan oleh Axel dan tanpa aba-aba Nathan langsung memukul Axel tepat di


wajahnya, pukulan itu membuat berhasil membuat Axel tersungkur di tanah dan ujung


bibirnya mengeluarkan darah segar.


“Nathan, udah cukup”


perintah Keysa sambil menggenggam lengan Nathan.


Axel yang masih terduduk


di tanah, tiba-tiba saja kembali tertawa sambil mengusap darah di ujung


bibirnya. Kini dia ingat siapa Nathan sebenarnya, Nathan adalah orang yang


sudah menjebak dirinya dan membuat kehidupannya menjadi hancur berantakan


termasuk hubungannya dengan Keysa. Axel mengetahui sosok Nathan yang menjadi


otak dari semuanya dari salah satu temannya yang secara tak sengaja merasa curiga


jika permasalahan yang Axel alami bukanlah hal yang wajar sehingga membuat Axel


merasa terpancing untuk menyelidiki lebih jauh lagi. Dan benar saja hasil

__ADS_1


kecurigaan temannya itu memang terbukti, beberapa tahun lalu Axel mendapatkan


bukti-bukti bahwa Nathan lah yang menjadi penyebabnya.


“Haha, jadi ini calon


suami kamu Key?” tanya Axel sambil tertawa dan mencoba untuk bangkit berdiri.


“Dia ini orang jahat Key?


Kamu udah ditipu sama laki-laki berengsek ini”


Saat Axel hendak maju dan


membalas pukulan Nathan dengan cepat Keysa langsung berlari dan berdiri tepat


di tengah-tengah Nathan dan Axel. Sedangkan Nathan yang awalnya terlihat sangat


galak, seketika berubah menjadi diam seribu bahasa.


“Stop Xel, aku ga mau ada


keributan disini. Sebaiknya kamu pergi dari sini Xel”


Namun Axel tidak


mengindahkan permintaan Keysa. Axel merasa sangat marah dengan semua perbuatan


yang sudah dilakukan Nathan, apalagi gara-gara dia dijebak telah menghamili


seorang perempuan, hal itu membuat papanya syok dan meninggal serta mamanya


kini sedang sakit-sakitan.


“Berengsek, setelah kau


hancurkan hidup ku seperti ini. Kau masih bisa hidup dengan tidak merasa


bersalah sedikit pun. Kau itu ga pantas disebut sebagai manusia. Biadab!!!”


Keysa yang tidak pernah


melihat Axel semarah itu, mulai merasa tertarik dan penasaran apalagi raut


wajah Axel begitu terlihat meyakinkan dan serius.


“Axel, jaga kata-kata


kamu”


“Kamu tahu Key. Orang


membunuh papa ku dan menghancurkan hidup ku” ucap Axel dengan penuh amarah


namun air matanya tampak menetes dipipinya.


“A-apa maksudnya itu Xel?


Membunuh? Menghancurkan? Apa maksud dari semua itu aku ga ngerti?”


Namun Axel tidak


menjawabnya, seperti dia duga bahwa Nathan tidak menceritakannya kepada Keysa.


“Nat? Kamu kenapa diam


aja? Apa maksud Axel ngomong kayak gitu? Ayo jelasin Nat” Keysa beralih


bertanya kepada Nathan sambil menggoyang-goyangkan lengan Nathan.


“Kenapa diam? Ayo


jelaskan. Biar Keysa tahu semua kebusukan lu” teriak Axel


Karena mendengar


keributan dari arah taman membuat beberapa orang yang berkumpul di ruang tamu,


pergi keluar untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.


“Apa yang terjadi nak?


Kenapa papa dengar ada keributan dari dalam. Semuanya baik-baik aja kan?” tanya


papa Adam yang berdiri dari teras rumah dan memiliki jarak tidak terlalu jauh


dari Keysa, Axel dan juga Nathan.


“Ayo jelasin berengsek.


Biar semua orang disini tahu, betapa busuk dan jahatnya lu” bentak Axel lagi.


Nathan yang sejak tadi


diam tak bergeming, bingung harus berbuat apa. Memang dia tahu bahwa semua

__ADS_1


kejahatannya dimasa lalu akan diketahui orang-orang, tapi dia tidak pernah


menyangka bahwa kejadiannya akan seperti ini. Di masa lalu dia benar-benar


dibutakan oleh rasa dendam, hingga membuatnya menjadi gelap mata. Di satu sisi


dia memang ingin berkata jujur namun di sisi lainnya dia takut akan kehilangan


Keysa jika harus berkata jujur.


“Nat, ayo jawab. Jangan


diam seperti ini. Ayo katakan kalau yang di omongin Axel itu hanya kebohongan”


“Key…kamu mau janji


sesuatu hal sama aku?” ucap Nathan membuka suara sambil menatap Keysa dengan


sendu.


Keysa menganggukkan


kepalanya dengan ragu-ragu.


“Apapun nantinya yang


akan kamu dengar. Kamu harus tahu satu hal kalau aku mencintai kamu itu dengan


sangat tulus tanpa cacat sedikit pun” ucap Nathan sambil menggenggam kedua


tangan Keysa dengan sangat erat.


“Cihhh…bullshit” maki


Axel ketika mendengar perkataan Nathan.


Melihat Nathan yang


terlalu lama menjelaskan kebenarannya, membuat Axel kembali terpancing emosi


dan dengan cepat langsung menarik kerah baju yang dikenakan Nathan.


“Kelamaan bicara lu


berengsek”


BUGHH…


Berkali-kali Axel


memukuli Nathan yang sudah tersungkur di tanah, hal itu sontak membuat orang


yang melihatnya panik dan langsung menghampiri mereka berdua untuk memisahkan


antara Axel dan Nathan. Selama dipukuli oleh Nathan, Axel hanya diam tidak


melawan. Hal itu dilakukannya untuk menebus dosa dan kesalahnnya. Maka dari itu


wajah Nathan dipenuhi dengan luka memar dan sebagian luka sampai mengeluarkan


darah segar.


“Sudah…sudah apa yang


kalian lakukan” ucap papa Adam sambil menarik paksa Axel menjauh dari Nathan


bersama dengan bapak satpam rumah.


Sedangkan om Addison,


Kenzo dan juga Keysa membantu Nathan yang sudah terkulai lemas di tanah.


“Axel tenangkan diri kamu


nak. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya jika membicarakannya dengan kepala


dingin dan tidak perlu memakai kekerasan” ucap papa Adam.


“Ga bisa om, gara-gara


orang berengsek itu papa ku meninggal dan hidup ku hancur. Dan dia juga yang


udah ngerusak hubungan dengan Keysa” teriak Axel sambil memberontak agar


dilepaskan.


Mendengar perkataan Axel


yang begitu serius, Keysa beralih menatap ke Nathan.


“A-apa maksudnya itu Nat?


Kenapa Axel bilang kamu yang udah ngerusak hubungan ku dengan Axel?”


“Ma-aaf K-ey” ucap Nathan

__ADS_1


lirih sambil meringis menahan rasa sakit akibat pukulan Axel.


......................


__ADS_2