Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 67


__ADS_3

...67...


Keysa turun dari mobil,


setelah memarkirikan mobilnya dihalaman rumah Nathan tak lupa juga Keysa


membawa turun barang-barang yang dia belikan untuk Nathan tadi di supermarket.


Ketika Keysa sudah berada tepat didepan pintu rumah dan hendak memegang handle


pintunya, tiba-tiba saja pintu rumah Nathan sudah lebih dibuka dari dalam.


“Eh kak Caca…” sapa Keysa


ketika melihat sosok Caca yang muncul dari balik pintu.


“Mau kemana kak?” lanjut


Keysa


“Hei Key, ini aku mau


nemenin papa check up sebentar soalnya dari semalam papa badannya ngilu-ngilu


semua. Kamu mau nemuin Nathan?”


Keysa pun menganggukkan


kepalanya.


“Nathan nya ada dikamar


kok”


Kemudian om Addison


muncul dari balik pintu dengan menggunakan pakaian hangat dan sebuah syal yang


menggantung dilehernya.


“Om..” sapa Keysa sambil


menyalim om Addison.


“Eh nak Keysa.


Masuk-masuk nak, Nathan nya ada dikamar kok”


“Ah iyaiya om” ucap Keysa


sambil menganggukkan kepalanya.


“Om pergi sebentar dulu


ya nak, kamu tolong temenin Nathan”


“Iya om, hati-hati dijalan


ya om”


Setelah Caca dan om


Addison pergi, barulah Keysa masuk kedalam rumah. Sebelum naik ke kamar Keysa


lebih dulu pergi ke dapur untuk memberikan barang belanjaan yang dia beli


kepada asisten rumah tangga. Keysa hanya membawa sebuah kotak minuman vitamin C


untuk dikonsumsi langsung oleh Nathan.


Tok…Tok…Tok


“Masuk…” ucap Nathan dari


dalam kamar


Setelah mendapat


persetujuan dari sang pemilik kamar, Keysa langsung memutar handle pintu kamar


itu. Di dalam kamar tampak Nathan sedang duduk di sofa sambil memangku


laptopnya dan Ben asisten pribadi Nathan juga sedang duduk di sofa satunya lagi


sambil sibuk membolak-balik dokumen-dokumen.


“Eh…maaf mengganggu. Emm


aku kebawah aja ya” ujar Keysa dan hendak menutup kembali pintu kamar itu.


Namun dengan cepat Nathan


langsung menyuruh Keysa masuk kedalam kamarnya dan menunggu disana.


“Gak kok…ini bentar lagi


selesai. Kamu masuk aja Key” ucap Nathan sambil tersenyum ke arah Keysa.


Mendengar itu mau tidak


mau pun Keysa menuruti perkataan Nathan, walaupun dia merasa sedikit segan


dengan Ben asisten pribadi Nathan. Keysa menutup pintu dengan perlahan dan


kemudian duduk dipinggiran kasur.


Walaupun Keysa melihat

__ADS_1


wajah Nathan masih sedikit agak pucat dan dalam keadaan yang kurang fit, Nathan


masih sangat profesional dengan pekerjaannya dan hal itu membuat Keysa kagum


kepada Nathan. Sambil menunggu Nathan selesai mengurus pekerjaannya, Keysa


memilih untuk memainkan ponselnya.


“Kalau begitu saya


permisi tuan muda” ucap Ben, dan pergi sambil membawa beberapa dokumen


ditanganya.


Setelah asiten pribadinya


pergi, Nathan pun menutup laptopnya dan beranjak menghampiri Keysa yang tengah


duduk dipinggiran kasur.


“Udah selesai


kerjaannya?” tanya Keysa sambil memasukkan ponselnya kedalam tas.


“Udah kok, tadi cuma


ngurus beberapa dokumen doang”


Mendengar itu Keysa pun


hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


“Oh iya nih, tadi aku ada


beli beberapa minuman buat kamu, katanya sih bagus muat mulihin tubuh supaya


fit lagi. Sisanya tadi udah aku kasih ke bibik” ujar Keysa sambil menyodorkan


minuman kemasan kotak itu kepada Nathan.


Nathan menerima minuman


kemasan itu dengan senang hati, dia juga merasa sangat bahagia dengan perhatian


yang diberikan Keysa kepadanya sehingga secara spontan tangan Nathan tergerak


mengusap pucuk kepala Keysa.


“Makasih ya Key” ujar


Nathan.


Selama hampir dua jam lebih


Keysa dan Nathan saling berbagi cerita satu sama lain. Mereka saling mencoba


untuk mengenal lebih jauh satu sama lain. Dan Keysa merasa nyambung dan nyaman


“Udah sore nih Nat, aku


balik dulu ya” ucap Keysa sambil beranjak dari duduknya


“Ga terasa banget ya Key


waktunya kalau sama kamu. Padahal masih banyak yang ingin aku ceritain dan


dengar dari cerita kamu”


“Simpan aja ceritanya


dulu. Biar setiap ketemu tuh kita ga garing hehe…”


“Aku antar pulang ya Key”


“Dihh, ngapain coba


diantar pulang. Tinggal kepeleset aja dari sini tuh aku udah nyampe rumah”


canda Keysa


“Hahaha… kamu tuh lucu ya


Key” ujar Nathan


“Udah ah, aku balik dulu


ya entar jadi ga selesai-selesai ngobrolnya. Kamu istirahat ya Nat. Byeee Na”


“Yaudah kamu hati-hati


ya” ujar Nathan sambil mengusap sekilas bahu Keysa.


Baru saja Keysa melangkah


menuruni anak tangga ponselnya sudah berbunyi dan tampaklah nama Nathan yang


muncul dilayar ponselnya.


“Ada apa Nat?”


“Aku tadi lupa nanya,


kamu hari ini ke rumah sakit jagain Daffin?”


“Emm…kayaknya si iya


Nath. Entar malam mungkin”

__ADS_1


“Yaudah aku cuma mau


bilang nanti kamu hati-hati ya, jangan lupa makan malam dan pakai pakaian


hangat kalau mau pergi”


“Kamu nelpon aku cuma mau


bilang itu?” tanya Keysa


“Sebenarnya aku mau


bilang kalau aku udah kangen sama kamu Key” ucap Nathan dalam hati


“Iya” jawab Nathan.


Mendengar perkataan


Nathan, membuat tawa Keysa pecah seketika karena merasa sedikit geli dengan


tindakan Nathan barusa.


“Hahaha, kamu tuh yah Nat


ada-ada saja. Haha okeoke aku akan lakuin apa yang kamu bilang barusan. Yaudah


aku beneran bali dulu ya hahaha” ucap Keysa kemudian menutup sambungan


panggilan.


“Hahaha astaga anak itu


ternyata bisa berlaku aneh juga haha” ujar Keysa sambil memasukkan ponselnya


kedalam tas.


Pukul 19.00 wib, Keysa


sudah selesai mandi dan memutuskan untuk merebahkan tubuhnya dikasur sebelum


berangkat ke rumah sakit, sekalian juga Keysa masih menunggu barang-barang yang


tengah disiapkan oleh tante Lydia dan bi Onah untuk dibawa kerumah sakit.


Ketika Keysa tengah sibuk


chatingan dengan Nathan dan sesekali bergantian menscrol sosial medianya,


tiba-tiba saja muncul panggilan masuk dari Melody sahabatnya.


“Woii…parah banget sih lu


Key. Bisa-bisanya ga ada angin ga ada hujan lu ngabarin kalau lu udah tunangan.


Wahh gila lu Key”


“Eitssss…eitsss santai


dulu dong, jangan ngegas gitu. Lu tuh yang kemana aja, gue itu udah ngechat lu


dari beberapa hari lalu dan lu baru nelpon gue sekarang. Wahh parah banget sih


lu”


“Gini ya Kunci…” ucapan


Melody terpotong


“Pasti lu mau bilang gue


ga pegang hape, gue lagi sibuk, gue lagi perjalanan bisnis” ucap Keysa sambil


menirukan gaya bicara Melody.


“Hahaha, udah hapal benar


lu ya Key”


“Gimana ga hapal, hampir


tiap saat lu ngomong gitu ke gue”


Kemudian pembicaraan


mereka berdua pun berlanjut, dimana Keysa menceritakan bagaimana awalnya dia


bisa jadi bertunangan dengan Nathan.


Tok…tok…tok


“Sayang…ayo makan malam


dulu” ucap papa Adam dari balik pintu.


“Key itu suara


calon suami lu ya? Sweet banget ya manggil lu sayang, kan gue juga jadi pengen”


“Gilaa lu, itu suara papa


gue Mel”


“Eh…hahaha gue


pikir suara calon suami lu hahaha”


“Yaudah deh, entar kita

__ADS_1


lanjut ceritanya lagi ya gue udah dipanggil nih”


......................


__ADS_2