
...52...
“Oh iya maaf kak, tadi aku lupa aktifin ponsel aku lagi. Abisnya tadi kakek bilang ga boleh pegang
ponsel biar arti quality timenya dapat”
“Kakek?” tanya papa dan Kenzo secara serentak
Keysa hanya membalasnya dengan anggukan kepala.
“Kakek ada perlu apa sama kamu nak? Kakek ga cerita aneh-anehkan sama kamu nak?” tanya papa penasaran
“Enggak ada tuh pa. Emang kenapa pa?” tanya Keysa balik
“Ah tidak apa-apa sayang. Yasudah sekali lagi kalau kamu keluar rumah dengan siapapun itu jangan lupa kabarin papa ya. Papa istirahat diluan kekamar” papa memutar tubuhnya dan mulai
melangkah menjauhi mereka yang kemudian diikuti oleh tante Lydia.
“Terus kakek sekarang ada dimana?” tanya Kenzo
“Udah pulang kak, tadi aku juga udah ajakin kakek untuk singgah tapi kakek bilang lagi buru-buru karena ada kerjaan. Oh ya ini tadi kakek ada beliin sesuatu buat kakak” ujar
Keysa sambil menyerahkan sebuah paper bag berwarna cokelat kepada Kenzo.
“Kakek juga tadi titip salam buat kakak dan kak Oliv” lanjut Keysa.
“Kak?” ujar Keysa
“Eemm…”
“Aaa… hubungan kakek sama papa lagi ga baik ya?”
“Ah itu…itu hubungan papa baik-baik aja kok. Oh iya kakak pamit dulu ya soalnya kakak baru ingat masih ada kerjaan yang belum selesai dikerjakan. Kamu temenin Nathan ya”
“Iya kakak juga pamit ya dek, mau lihat Daffin” ucap Olvia
Kemudian Kenzo dan Olivia berjalan bersebelahan menuju kamar tidur mereka.
“Aneh banget gerak-gerik kak Kenzo, ga biasanya kakak Kenzo gugup gitu” benak Keysa.
“Fey…” ujar Nathan yang membuat lamunan Keysa buyar seketika.
“Ah iya Nat, ada apa?”
“Kamu udah makan malam?”
__ADS_1
“Udah-udah tadi sebelum pulang aku sama kakek makan dulu.”
“Hmm…kamu mau gak nemenin aku makan keluar? Sekalian ada yang mau aku ceritain sama kamu”
“Sorry banget nih Nat, bukannya gue ga mau tapi badan gue capek banget nih seharian jalan sama kakek. Kalau malam ini kamu makan sendiri aja gapapa kan? Next time deh gue janji bakalan temenin lu dan dengerin semua cerita-cerita lu”
“Owwh iyaiya gapapa Key, kalau gitu kamu istirahat aja gih” ucap Nathan dengan senyuman yang bercampur dengan rasa sedikit kecewa.
“Aku pamit dulu ya Key, Good night Key” pamit Nathan dan kemudian pergi meninggalkan rumah keluarga Keysa.
Pagi hari, Keysa bangun seperti biasa dan turun ke bawah untuk sarapan pagi dengan keluarga besarnya. Karena belum ada satu orang pun anggota keluarga yang datang ke ruang makan,
Keysa memilih untuk duduk lebih dulu dikursi makan sambil sibuk memperhatikan ponselnya sembari menunggu anggota keluarganya datang. Pandangan Keysa tiba-tiba saja tertuju pada bi Ima yang tengah sibuk menyiapkan makanan.
“Ada yang bisa aku bantu bik?” tanya Keysa yang tiba-tiba menghampiri bi Onah
“Ah tidak ada non, semuanya sudah selesai kok” jawab bi Onah
“Oh iya makanan ini buat bekal siapa bik? Kak Kenzo?” Keysa menunjuk ke arah beberapa kotak bekal yang sudah berisi makanan.
“Oh ini non, buat diantar ke rumah tuan Nathan. Soalnya asisten rumah tangga tuan Nathan sedang pulang kampung non jadi nyonya dan tuan besar titip pesan ke saya supaya nyiapin makanan tuan Nathan sampai asisten rumah tangganya balik non”
“Owh gitu, emm… kalau gitu biar aku aja yang antar makanan ini ke Nathan bik”
Keysa sebenarnya merasa sedikit bersalah karena sudah menolak permintaan Nathan kemarin. Untuk itu Keysa ingin menebus kesalahannya hari ini dengan menemani Nathan sarapan pagi.
“Udah gapapa bik”
“Kalau begitu bibik siapin dulu ya”
“Oke bik”
Setelah bi Ima selesai memasukkan semua makanannya ke dalam kotak bekal dan menyusun kotak bekal itu kedalam tote bag, Keysa pun pergi berjalan ke rumah sebelah sambil menenteng sebuah tote bag.
Sesampainya didepan pintu rumah Nathan, Keysa langsung memencet bel rumahnya beberapa kali namun batang hidung Nathan tidak kunjung terlihat.
“Apa Nathan udah pergi kerja ya? Ah tapi tadi satpamnya bilang Nathan belum ada keluar rumah kok” benak Keysa sambil berdiri tepat didepan pintu.
“Non, gapapa masuk aja. Pintunya ga dikunci kok” ujar tukang kebun yang baru saja melintas dihalaman rumah Nathan.
Akhirnya Keysa memutuskan untuk langsung masuk tanpa menunggu Nathan untuk membukakan pintu.
“Nat…Nathaannn” panggil Keysa dengan suara yang sedikit berteriak karena melihat suasana didalam rumah yang begitu sunyi seperti tidak ada penghuninya.
“Nathaannn…Nathaaann…Nathaann”
__ADS_1
panggil Keysa lagi sambil terus berjalan perlahan menelusuri ruangan dirumah
itu.
“Apa jangan-jangan nih anak masih tidur ya” benak Keysa curiga.
Keysa tiba-tiba teringat ketika dia membantu Nathan mengisi perabotan dirumah ini dan ingatan Keysa masih terasa sangat jelas ketika Nathan mengatakan letak ruangan dilantai dua
yang akan dijadikan kamar pribadi. Maka dari itu tanpa berpikir panjang Keysa langsung berjalan menuju lantai dua karena berpikiran jika Nathan dibiarkan tidur hingga siang maka dia akan terlambat pergi ke kantor. Namun sebelum naik
ke lantai dua Keysa lebih dulu meletakkan tote bag berisi makanan yang dibawanya diatas meja ruang tamu.
Tok…tok…tok
“Natt…”
Namun tidak ada jawaban dari Nathan.
“Gue masuk ya” ucap Keysa meminta izin dan membuka handle pintunya yang ternyata tidak dikunci oleh pemilikinya dari dalam.
CEKLEEK…
“Kann benar dugaan gue. Ini anak masih molor” ucap Keysa karena melihat Nathan yang masih tertidur di atas kasur.
“Gue kerjain ahh” ucap Keysa sambil sedikit memicingkan matanya karena mendapatkan pikiran untuk menjahili Nathan.
Pandangan Keysa tertuju pada sebuah gelas berisi air yang terletak diatas nakas samping kasur, dan dengan langkah perlahan dia mengambil gelas itu kemudian mulai bersiap untuk meneteskan air itu ke wajah Nathan. Namun belum sempat Keysa memulai aksi
jahilnya dia lebih dulu dikagetkan dengan Nathan yang tiba-tiba saja terbangun dan langsung terduduk sambil meneriaki mamanya.
“Oh my god, jantung gue” ucap Keysa kaget sambil mengusap-usap dadanya dan meletakkan kembali gelas itu ketempat asalnya.
Nathan yang mendengar ada suara perempuan didalam kamarnya langsung menoleh kearah samping.
“Key, kamu kok ada disini?” tanya Nathan dengan wajahnya yang terlihat sembab dan pucat dengan
keringat dingin yang memenuhi wajahnya.
“Yampun lu tu kalau ngigo seram juga ya, sampai-sampai jantung gue tadi mau copot” ucap sambari duduk di pinggiran kasur untuk menetralkan detak jantungnya.
“Tadi gue disuruh nganterin sarapan buat lu, tapi lu nya gak nyaut-nyaut pas gue panggil” sambung
Keysa.
“Emang lu mimpi apaan sih Nath sampai muka lu pucat kayak gini?”
__ADS_1
Belum sempat mendengar jawaban dari Nathan, Keysa lagi-lagi dikejutkan dengan tindakan Nathan yang tiba-tiba saja memeluknya dengan erat sambil menangis.
......................