
...26...
Keysa yang merasa bosan karena sejak pagi terus-terusan berada di dalam kamar memutuskan untuk pergi ke lantai satu.
“huahhh bosan banget” Keysa menghempaskan tubuhnya disofa ruang keluarga.
“papa pergi kerumah sakit, kak Kenzo dan kak Olivia juga lagi sibuk sama kerjaannya. Enaknya ngapain ya”
Keysa memejamkan mata sambil menyenderkan kepalanya di bantalan sofa sembari memikirkan apa yang harus dia lakukan.
“Oh iya aku ke kantor kak Kenzo aja deh, itung-itung sekalian aku jemput kak Kenzo ke kantor bentar lagi kan jam nya pulang kantor hehe. Ya walaupun nantinya aku bakalan pulang naik mobil kak Kenzo juga hehe” ucap Keysa dan kemudian langsung bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaiannya.
Selesai berganti pakaian Keysa langsung memesan taxi online dari ponsel miliknya. Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya Keysa sampai tepat didepan sebuah gedung yang cukup besar dan menjulang tinggi ke langit. Keysa turun dari taksi online yang dia naiki dengan raut wajah yang kagum melihat kemegahan gedung yang berada tepat di depannya sekarang ini.
“Wahh Daebakk, aku ga tau papa dan kak Kenzo punya perusahaan sebesar ini” ucap Keysa kagum.
Kemudian Keysa melangkahkan kakinya memasuki gedung Narendra Company,
“selamat sore bu, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang resepsionis Narendra Company.
“saya ingin bertemu dengan bapak Kenzo Maheswara”
“sudah ada buat janji sebelumnya?” tanya resepsionis itu lagi.
“belum mbak”
“Maaf sekali ibu. Saat ini bapak Kenzo tidak bisa ditemui karena beliau sedang ada tamu, jika ibu ingin bertemu dengan bapak Kenzo terlebihi dahulu harus membuat janjinya dengan asisten pribadinya”
“Ah ya sudah kalau begitu, makasih ya mbak” ucap Keysa sambil berjalan menjauhi meja resepsionis tersebut.
“hehe ternyata kak Kenzo orang sibuk ya kalau diluar rumah” benak Keysa.
Keysa yang tidak mendapatkan izin dari resepsionis untuk bertemu dengan Kenzo akhirnya memutuskan untuk menelpon kakaknya. Namun saat Keysa hendak mengambil ponsel dari dalam tas pandangannya tertuju pada seorang pria berjas sedang berjalan melewati meja resepsionis. Dia adalah Nathan, pria yang dijodoh kan kepadanya.
__ADS_1
“Itu kan Nathan?” benak Keysa sambil memastikan kembali bahwa penglihatannya tidak salah.
Dan tanpa pikir panjang Keysa langsung berteriak memanggil Nathan karena Keysa merasa Nathan dapat membantunya untuk bertemu dengan kakaknya.
“Heii... tunggu” teriak Keysa
Namun Nathan tetap berjalan tanpa berhenti dan tidak menoleh sedikitpun karena tidak merasa kalau dirinya lah yang sedang dipanggil. Keysa yang melihat itu pun segera berlari mengejar Nathan sebelum Nathan masuk ke dalam lift yang dijaga oleh dua orang pegawai keamanan.
“heh lu itu budeg atau apa si dipanggilin juga dari tadi ga noleh-noleh” ucap Keysa saat berhasil memegang tangan Nathan.
Nathan yang lengannya dipegang tiba-tiba pun langsung menoleh ke belakang.
“Anda manggil saya? Ada perlu apa?Dan anda siapa berani-beraninya megang tangan saya seperti ini” tanya Nathan sinis.
“ini orang pura-pura lupa atau beneran amnesia sih? Masa iya dia ga ingat aku?”benak Keysa sambil menatap Nathan.
“Maaf saya sedang buru-buru” ucap Nathan.
“Eh tunggu... ini gue Keysa yang kemarin itu dijodo...”
Nathan dengan tegas langsung memotong omongan Keysa, karena dia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang lain yang mendengar ucapan Keysa. Dengan cepat Keysa langsung berlari mengikuti Nathan masuk ke dalam lift dan berhasil melewati pemeriksaan dari pegawai keamanan yang sedang bertugas itu.
“Mau apa anda memanggil saya tadi? Bukannya kita tidak perlu saling mengenal lagi karena perjodohan kita sudah batal” ucap Nathan yang nada yang menindas.
“Ahh...itu tadi gue ga diizinin ketemu kak Kenzo karena belum buat janji sebelumnya terus gue kebetulan liat lu dan gue yakin lu bisa jadi tiket gue buat ngelewatin dua pegawai keamanan itu, makanya gue panggil lu buat nebeng”
“Tidak mungkin putri dari pemilik perusahaan Narendra Company tidak diizinkan untuk memasuki area perusahaannya sendiri. Apa anda tidak bisa mengarang alasan yang lebih masuk akal lagi”
“loh gue ngomong benar ada nya kok, ya mungkin si resepsionisnya ga kenal sama gue”
“atau jangan-jangan anda sengaja mengikuti saya kesini untuk mempermalukan saya dengan mengatakan tentang perjodohan kita seperti tadi?”
“Haaa? Aku ngikuti lu? Idih kurang kerjaan banget gue ngikutin lu sampai kesini lagian ini juga perusahaan keluarga gue kok ya suka-suka gue dong mau datang kapan aja. Atau jangan-jangan lu yang ngikutin gue kesini?Ngaku lu”
__ADS_1
“Apa? Saya ngikutin anda? Hahaha yang benar saja, buat apa saya membuang-buang waktu saya yang berharga demi mengikuti orang yang tidak penting seperti anda. Sudah jelas anda yang mengikuti saya kesini”
Tingg...
Pintu lift pun terbuka dilantai 16, Nathan pun segera berjalan keluar dari dalam lift sambil menaruh lengannya disaku celana. Dan tanpa berpikir tujuan Nathan akan ke ruangan mana Keysa tetap mengikuti Nathan keluar dari lift sambil terus mengomel dan menjelaskan kalau dirinya kesini benar-benar untuk bertemu dengan Kenzo namun Nathan tidak merespon sedikit pun dan tetap berjalan, Nathan juga tidak berusaha menghentikan Keysa yang mengikuti dirinya karena Nathan memang sedang berjalan menuju ruangan Kenzo.
“Silahkan pak, bapak sudah ditunggu didalam” ucap sekretaris Kenzo saat melihat kedatangan Nathan.
“Iya terimakasih” jawab Nathan.
“lu dengar ga apa yang gue omongin dari tadi?” tanya Keysa yang merasa kalau sejak tadi Nathan tidak mendengar apa yang dia omongkan.
Ceklekk...
Nathan membuka pintu ruangan Kenzo dan tampaklah Kenzo yang sedang berbicara dengan Addison.
“Maaf pa aku datang terlambat” ucap Nathan
“Dengerin gue dulu, gue sama sekali ga ngikutin lu kesini. Jadi jangan salah paham dan jangan sampai lu ngira gue suka sama lu” ucap Keysa tanpa sadar yang sudah mengikuti Nathan hingga masuk ke dalam ruangan.
“Keysa??” ucap Kenzo yang kaget melihat adiknya yang tiba-tiba sudah berada diruangannya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
“Ha,, kak Kenzo? Kok kak Kenzo ada disini?” tanya Keysa yang juga kaget melihat kakaknya ada diruangan itu.
“loh kok kamu balik nanya si? Ini kan ruangan kakak”
Keysa menatap tajam ke arah Nathan yang sudah duduk di sofa yang ada diruangan Kenzo.
“Dasar Nathan sialan, kenapa dia ga bilang kalau mau ke ruangan kak Kenzo sih. Mckk gue kan jadi malu kalau kayak gini. mudah-mudahan aja kak Kenzo dan om Adi ga dengar omongan gue tadi” ucap Keysa dalam hati.
“Dek kamu ditanyain kok malah diam?terus kenapa kamu bisa sama barengan sama Nathan?”
“Itu kak tadi Keysa ngerasa bosan dirumah terus Keysa mutusin buat ke kantor sekalian jemput kakak, tapi pas aku sampai sini resepsionisnya bilang kakak lagi ada tamu. Nah kebetulan aku lihat Nathan jadi aku bareng sama dia kak biar ada akses masuk kesini”
__ADS_1
“Ohhh gitu kakak kirain kamu abis jalan sama Nathan hehehe” goda Kenzo.
......................