
... 65...
Di seberang rumah sakit
Keysa melihat ada sebuah minimarket yang buka 24 jam, dan Keysa memutuskan
untuk pergi kesana. Didalam minimarket Keysa langsung mengambil beberapa buah
roti dari rak dan memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan, setelah dari rak
roti Keysa berpindah ke area depan untuk memesan beberapa cup kopi dan teh dari
stand coffee shop yang memang ada di dalam minimarket itu. Setelah membayar
kopi yang dipesannya, Keysa pergi menuju ke kasir minimarket untuk membayar
belanjaannya yang lain, saat petugas kasir sedang sibuk menghitung belanjaan
Keysa, tiba-tiba saja dirinya mencium aroma mie instan cup yang sedang diseduh
oleh orang lain dan hal itu membuat para penghuni di perut Keysa meronta-ronta ingin
memakan mie yang sama dengan orang itu.
“Mas tunggu sebentar ya,
masih ada belanjaan yang mau saya ambil” ujar Keysa
Petugas kasir itu pun
menganggukkan kepalanya dan Keysa pun langsung berbalik arah dan pergi ke rak
yang ingin dia tuju. Beberapa menit kemudian Keysa pun kembali dengan memegang
sebuah cup mie instan.
“Berapa mas?” tanya Keysa
setelah melihat petugas kasir itu menghitung dan memasukkan belanjaannya
kedalam kantongan plasitik.
“Rp 87.000 mbak”
Setelah mendengar total
belanjaannya Keysa langsung membuka dompet yang diberikan papanya dan
mengeluarkan selembar uang seratus ribu lalu menyerahkannya kepada kasir
minimarket itu.
“Makasih mas” ucap Keysa
setelah menerima kembalian dari petugas kasir dan pergi membawa kantongan
plastik belanjaan.
Sebelum kembali ke
ruangan rawat inap, Keysa lebih dulu singgah ke parkiran untuk mengambil
barang-barang Daffin yang tertinggal di dalam mobil sang papa. Ketika di
minimarket tadi Keysa menerima pesan dari Kenzo untuk singgah ke parkiran.
Tok…tok…tok
Keysa mengetuk jendela
mobil sang papa, untuk membangunkan pak Kardi yang tengah tertidur di dalam
mobil.
“Eh non Keysa…” ujar pak
Kardi sambil buru-buru mengusap wajahnya dan kemudian membuka pintu mobil lalu
turun dari mobil
“Maaf ya pak, ganggu
tidurnya”
“Enggak ganggu kok non,
emm…non ada perlu apa? Ada yang bisa bapak bantu?”
“Oh enggak kok pak, aku cuma
disuruh ngambil barang Daffin yang ketinggalan di mobil”
“Sebentar non, biar bapak
ambilkan”
Kemudian pak Kardi
berjalan kearah belakang mobil dan mengambil sebuah tas dari dalam bagasi.
__ADS_1
“Ini non tasnya” ucap pak
Kardi sembari menyodorkan sebuah tas ke arah Keysa.
“Makasih ya pak” ucap
Keysa
“Oh ya non, maaf bapak
lancang. Tapi bapak khawatir dengan nak Daffin. Nak Daffin gapapa kan non?”
“Enggak kok pak, kondisi
Daffin sekarang udah mendingan kok”
“Hufftt syukurlah kalau
begitu non” ujar pak Kardi merasa lega.
“Oh ya pak, ini buat beli
sarapan bapak ya” ujar Keysa sembari memberikan dua lembar uang seratus ribu ke
genggaman pak Kardi.
“Eh gausah-gausah non”
ucap pak Kardi sembari mencoba mengembalikan uang itu kepada Keysa.
“Udah pak gapapa diterima
aja, habis ini bapak cari sarapan dulu sekalian ngopi. Pasti bapak capek dan
lapar kan”
“Tapi non, nanti kalau
tuan besar datang…” ucapan pak Kardi terputus karena Keysa lebih dulu
menyelanya.
“Bapak tenang aja, papa
juga belum mau pulang kerumah kok. Lagian entar aku bilangin ke papa kok pak.
Udah bapak istirahat dan sarapan aja dulu ya. Keysa mau balik ke atas lagi”
“Makasih ya non” ujar pak
Kardi dengan sedikit menundukkan kepalanya.
ruangan rawat sambil menenteng kantongan plastik di sebelah kanan dan menenteng
tas disebelah kiri.
CEKLEK …
Melihat adiknya yang
masuk, Kenzo langsung menghampiri Keysa
dan mengambil alih tas serta kantongan belanja yang dibawa oleh Keysa. Kenzo
meletakkan kantong belanjaan di atas meja sedangkan tas berisi barang-barang
Daffin dia letakkan diatas nakas dekat kasur.
“Kamu beli mie instan
sayang?” tanya papa Adam saat melihat putrinya mengeluarkan sebuah mie cup dari
dalam kantongan plastik belanjaan.
“Iya pa” ujar Keysa
sambil menganggukkan kepalanya.
“Udah lama Keysa ga makan
mie pa” sambung Keysa lagi
“Aduhh sayang itu kan ga
sehat” protes sang papa
“Iya dek, kalau kamu
lapar kan tadi kita bisa pesan makanan yang lain” ucap Kenzo
“Sekali-kali doang pa,
lagian ini enak kok” ucap Keysa
“Awas entar ga boleh ada
yang minta ya” lanjut Keysa sambil menatap sang kaka dan kemudian beranjak dari
duduknya dan berjalan menuju dispenser yang ada di ujung ruangan itu untuk
__ADS_1
menyedu mie cup instan.
“Kamu mau kemana nak?”
tanya papa Adam saat melihat Keysa berjalan ke arah pintu.
“Aku makannya diluar aja
pa, biar aromanya nanti ga menetap didalam ruangan ini. Kan kasian Daffin nanti
terganggu dengan aromanya”
“Tapi kamu jangan
jauh-jauh ya” ujar papa Adam
“Oke pa, aku keluar dulu
ya”
Karena ruangan Daffin
terletak dilantai 3, Keysa pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke balkon rumah
sakit yang terletak diujung lorong agar aroma mie cup itu tidak menganggu
penghuni rumah sakit yang lain.
Langit pagi ini masih
terlihat sedikit gelap, namun dari ufuk timur matahari sudah mulai terlihat
untuk menyapa para penghuni bumi. Keysa yang tengah duduk santai dikursi yang
ada dibalkon sambil asik menikmati mie cup seakan-akan sedang bearada didaerah
pegunangan sambil menikmati sunrise, apalagi ditambah dengan udara pagi yang
terasa cukup dingin dari tiupan angin semakin menambah kesan pegunungannya.
Ketika Keysa tengah
menghirup mie cup, tiba-tiba saja ada seorang pria yang datang dan berdiri di
pagar balkon membelakangi dirinya sambil mengeluarkan rokok dari dalam sakunya.
Awalnya Keysa melihat bentukan tubuh lelaki itu dari belakang seperti Axel dan
hal itu sempat membuat Keysa terlonjak kaget dan ingin kabur, namun pikiran itu
langsung dia tepis karena Keysa berpikir tidak mungkin Axel berada disini,
apalagi pria itu merokok sedangkan Axel setahu Keysa adalah orang yang paling
anti dengan yang namanya rokok, akhirnya Keysa pun memutuskan kembali menikmati
mie cup itu dan memilih untuk tidak memperdulikan keberadaan pria itu. Selesai
menyantap habis mie cup instannya, Keysa pun meminum air mineral dan memilih
untuk duduk beberapa menit sembari menunggu makanannya turun.
Setelah merasa cukup,
Keysa pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kembali ke arah ruangan
Daffin. Ketika Keysa tengah berada di lorong rumah sakit yang belum terlalu
jauh dari balkon, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan terlihat nama papanya
yang tertera di layar ponsel miliknya.
“[Iya pa?]”
“[…]”
“[Iya ini aku udah mau balik keruangan kok pa]”
“[…]”
“[Iya pa, sebentar ya]”
Kemudian sambungan panggilan pun terputus dan Keysa
pun langsung mempercepat langkah kakinya.
Sementara itu diwaktu yang bersamaan pria yang tengah
menghisap rokoknya di balkon rumah sakit yang tak lain adalah Axel. Samar-samar
mendengar bunyi nada dering ponsel dan mendengar suara perempuan yang selama
ini dia rindukan.
“Aku mendengar seperti suara Keysa” benaknya
“Tapi tidak mungkin Keysa ada disini” ucapnya lagi
sambil menghisap kembali rokoknya.
__ADS_1