Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 9


__ADS_3

...9...


“Key..” tante Lydia datang menghampiri Keysa yang sedang duduk dipinggiran kasur dan langsung memeluk Keysa.


“tante juga minta maaf ya nak, tante udah banyak salah sama kamu dan gara-gara tante juga kamu pergi dari rumah. Gara-gara tante hubungan kamu dengan papa jadi rusak, semuanya salah tante nak Maafin tante ya, maafin tante hiks...hiks...hiks. kamu boleh benci sama tante tapi tante mohon jangan pernah tinggalin papa kamu lagi, tante mohon nak jangan pergi lagi ya. Papa dan tante sangat menyanyangi kamu key. Tante ingin kamu ada disini sama kami nak hiks..hiks..hikss”


Keysa yang merasa kaget karena tante Lydia yang tiba-tiba memeluknya memilih untuk tetap diam dan membiarkan tante Lydia memeluknya tanpa memberikan respon apa-apa. Sebenarnya Keysa ingin sekali mendorong tante Lydia dan meluapkan kekecewaannya namun Keysa tidak ingin menambah beban pikiran papanya yang nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatannya.


“cihh..apa coba dia meluk aku kayak gini sambil nangis. Emang dia pikir dengan tangisannya itu aku bisa semudah itu untuk maafin dia. Dasar ratu drama”


“kamu baik-baik ajakan nak selama di Belanda?” tanya tante Lydia sambil menghapus air matanya.


“ya aku baik”


“tante kangen banget sama kamu key. Kamu udah tumbuh dewasa banget ya sekarang” sambil menggenggam erat lengan Keysa.


“hmmm gausah sok peduli deh.. udah ah aku mau keluar sebentar” ucap Keysa sambil melepaskan genggaman tangan tante Lydia dengan sedikit kasar dan melangkahkan kaki nya menuju pintu.


“kamu mau kemana nak?” tanya papa


“toilet”


“kakak temenin ya” ucap Kenzo


“gausa kak, Key sendiri aja” lalu Keysa meneruskan langkah kakinya menuju keluar kamar.


“mahh, maafin sikap Keysa barusan ya”


“gapapa kok nak, mungkin Keysa masih butuh waktu”


“Keysa pasti maafin kita kok ma, papa tau sebenarnya keysa itu anak yang baik dan punya hati yang lembut” ucap papa.


“iya pa, mama berharap secepatnya Keysa bisa benar-benar maafin kita”


Sesampainya ditoilet Keysa langsung membasuh wajahnya menggunakan air yang ada diwastafel kamar mandi.


“huftt hampir aja aku nangis tadi disana. Apa sih maksud perempuan itu nangis dihadapan aku emang dia pikir dengan air mata buayanya itu bisa buat hati ku luluh gitu aja, yang ada aku jijik lihatnya. Jadi males banget balik kesana dan ketemu perempuan itu lagi”


Keysa keluar dari toilet rumah sakit dan berencana untuk mencari udara segar terlebih dahulu sebelum kembali ke ruangan tempat papanya di rawat.

__ADS_1


Saat Keysa sedang berjalan-jalan ditaman rumah sakit dia melihat seorang anak kecil yang mengenakan baju pasien sedang duduk disebuah kursi taman sambil menatap ke arah bangku lain dimana terdapat seorang anak yang merupakan pasien rumah sakit itu juga sedang bercanda dengan kedua orang tuanya, Keysa yang melihat itu pun langsung dapat mengerti dan merasakan kesedihan yang sedang di rasakan oleh anak lelaki itu. Dan kemudian berjalan menghampiri anak itu.


“haii adik manis, kenapa kamu duduk disini? Udaranya lagi ga bagus loh” ucap Keysa sambil sekilas mengusap rambut anak itu dan langsung duduk disampingnya.


“bukan urusan tante”


“whattss? Dia manggil aku apa barusan?tante? wah bener-bener nih anak ya. Untung aja kamu imut dek kalau enggak habis kamu” batin Keysa.


“eh jangan panggil tante dong dek, panggil kakak aja aku tuh masih muda loh. Kakak boleh tau nama kamu siapa?”


“untuk apa kakak mau tau nama aku? kakak culik ya” ucap anak itu lagi dengan wajah yang datar.


“eh bukan...bukan kakak bukan culik. Kakak cuma mau kenalan sama kamu itu doang kok”


“aku gak mau kenalan sama kakak, aku gak mau pacaran sama kakak”


“buset dah nih anak masih waras atau kagak si? Aku nanya apa dia mikirnya apa” batin Keysa.


‘kakak bukan mau ajak kamu pacaran”


“terus kalau bukan pacaran, kenapa kakak ngajak aku kenalan”


“kamu lagi lihatin mereka ya?” tanya Keysa


Namun anak itu tetap diam tanpa mengatakan apapun.


“kakak ngerti apa yang kamu rasakan sekarang”


“kakak gausah bohong hanya untuk menghibur aku. ga ada satu orang pun yang ngerti perasaan ku”


“kakak ga bohong, dulu kakak juga pernah merasa iri sama teman-teman kakak yang punya orang tua lengkap bahkan kakak juga dulu sering mikir kenapa mereka bisa punya orang tua yang lengkap sedangkan kakak enggak”


Mendengar perkataan Keysa membuat anak itu memalingkan wajahnya kesamping untuk melihat Keysa namun tidak mengatakan hal apapun.


“mama kakak udah meninggal saat kakak masih kecil” ucap Keysa lagi sambil tetap memandang ke arah anak dan kedua orang tuanya yang sedang duduk dikursi taman itu.


“papanya kakak?”


“aku memang masih punya papa, tapi aku merasa seperti tidak memiliki papa lagi”

__ADS_1


“maksud kakak?”


“setelah kepergian mama dulu, papa aku nikah lagi sama tante aku dan punya anak lagi. Sejak saat itu perhatian papa yang harusnya dia kasih ke aku karena masih terpuruk atas meninggalnya mama, malahan hilang bagaikan ditelan bumi” ucap Keysa dengan matanya yang mulai terasa perih saat kembali mengingat masa lalu.


“duhh key, ngapain sih kamu cerita kayak gini ke anak kecil” batin Keysa.


“kenapa kakak berhenti ceritanya? Kan aku masih ingin dengar cerita kakak”


“masa kakak terus yang ceritain tentang keluarga kakak, sekarang gantian dong kamu yang cerita”


“aku gak punya orang tua, orang tua aku udah meninggal sejak aku bayi” ucap anak itu sambil menunduk.


Tak lama kemudian terdengar pelan suara isakan yang berasal dari anak itu dan tanpa pikir panjang Keysa langsung memeluk anak itu sambil menepuk-nepuk lembut bahunya.


“ternyata anak ini lebih menderita dibandingkan aku dulu” batin Keysa.


“maafin kakak ya, kakak tadi gak bermaksud buat kamu jadi sedih” ucap Keysa lembut sambil tetap memeluk anak itu.


Selama beberapa menit Keysa tetap memeluk anak itu sambil terus mengusap bahunya agar anak itu dapat meluapkan tangisannya dan bisa merasa jauh lebih tenang. setelah merasa jauh lebih tenang anak itu kemudian melepaskan pelukkannya dan cepat-cepat mengusap air matanya menggunakan lengannya.


“seka pakai ini air mata kamu” ucap Keysa sambil memberikan sebuah sapu tangan berwarna cokelat.


“makasih kak” ucap anak itu sambil mengambil sapu tangan yang diberikan Keysa dan langsung mengusap air mata di wajahnya.


“kakak jangan bilang siapa-siapa ya kalau aku nangis, aku gak mau di ejek sebagai anak yang cengeng”


“emang kamu tadi ada nangis?kakak ga lihat tuh kamu nangis”


“ternyata aslinya kamu anak yang manis ya, kamu ngeselin itu sebenarnya karena kamu butuh orang untuk tempat meluapkan kesedihan kamu” batin Keysa.


“nama aku Abian kak” ucap anak itu tiba-tiba


“wah namu kamu bagus ya, pasti doa dibalik nama kamu kelak bakalan jadi kenyataan” ucap Keysa tersenyum sambil mengusap kepala Abian.


“nama kakak siapa?”


“aku Keysa”


“nama kakak juga bagus”

__ADS_1


......................


__ADS_2