
...69...
Setelah itu Nathan
beralih berjalan ke arah sofa dimana Keysa sedang tertidur. Karena posisi sofa
yang tidak tinggi membuat Nathan harus berjongkok agar bisa melihat wajah Keysa
dengan dekat.
“Kamu terlihat sangat
lucu saat tertidur seperti ini Key” ucap Nathan dengan suara yang pelan sambil
tersenyum dan kemudian tangannya spontan mengusap pipi Keysa.
Keysa yang merasa seperti
ada sesuatu yang menggelikan dipipinya langsung terbangun dan membuka matanya.
“Nathann?” ucap Keysa
kaget saat membuka matanya dan melihat Nathan sudah berada di depannya.
Hal itu juga membuat
Keysa langsung terduduk di sofa.
“Kamu kok ada disini?”
tanya Keys lagi seakan-akan dia merasa itu adalah mimpinya.
“Ah maaf Key, udah buat
kamu terbangun. Seharusnya aku ga ganggu kamu tadi”
“Kamu kenapa bisa
disini?” tanya Keysa lagi dengan nada yang terdengar sedikit kesal.
Sebenarnya Keysa merasa
kaget dengan kedatangan Nathan, karena dia tidak ingin Axel dan nantinya
bertemu disini. Hatinya masih merasa belum siap untuk hal itu.
“Aku minta maaf, kalau
kamu memang ga suka dengan keberadaan ku disini” ucap Nathan yang merasa
sedikit bingung dengan sikap Keysa yang terlihat sedikit aneh dari biasanya.
Keysa tersadar dan
mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. Tidak seharusnya Keysa merasa kesal
seperti ini hanya karena kedatangan Nathan ke rumah sakit.
“Sorry…sorry Nat, aku ga
bermaksud begitu. Aku ke kamar mandi sebentar ya” ujar Keysa kemudian buru-buru
meninggalkan Nathan dan masuk kedalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Keysa
langsung membasuh wajahnya. Dan merutuki dirinya karena merasa bersalah sudah
kesal dengan alasan yang tidak jelas kepada Nathan.
“Keysa bodoh, lu kenapa
sih? Kenapa gue jadi ngerasa takut ketahuan gini sih sama Axel? Key lu itu ga
selingkuh. Nathan itu calon suami lu, ga seharusnya lu merasa kesal seperti
ini. Lagi pula Axel itu bukan siapa-siapa lu lagi Key. Ayo Key fokus-fokus ke
Nathan aja saat ini” ujar Keysa kepada dirinya sendiri.
Setelah mengontrol
dirinya lebih tenang dan mengembalikan pikiran positifnya, Keysa pun memutuskan
untuk keluar.
Ketika keluar, dia
melihat Nathan yang tengah duduk di sofa tempat dimana dia tertidur tadi.
“Emm…Nat. Sorry ya tadi
aku…” ucapan Keysa terputus
“Gapapa kok Key, aku
ngerti kok. Mungkin aku nya yang terlalu kepedean”
“Ah…Bu..bukan gitu Nath.
Aku…aku tadi cuma kaget aja kamu datang tiba-tiba tanpa ngabarin aku dulu. Dan
__ADS_1
kamu juga kan lagi kurang fit jadi aku kaget kamu datang kesini” jelas Keysa
“Oh ya…kak Oliv kemana?
Kok aku ga lihat kak Oliv” ucap Keysa yang mencoba mengalihkan pembahasan agar
suasana tidak semakin memburuk.
“Kak Oliv tadi pergi ke
apotek sebentar”
Saat itu tiba-tiba saja
Daffin bangun dan langsung menangis. Hal itu membuat Keysa dan Nathan secara
bersamaan langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke arah kasur tempat
Daffin berbaring.
“Ooo cup…cup…cup onty
disini sayang” ujar Keysa sambil berhati-hati menggendong Daffin karena infus
yang masih terpasang di tangannya.
“Nat…bisa tolong ambilin
air minum buat Daffin” ujar Keysa sambil sedikit mengayun-ayunkan Daffin dalam
gendongannya,
“Sebentar ya…” ujar
Nathan kemudian langsung berjalan ke arah meja dimana terletak air mineral yang
khusus dibeli untuk Daffin. Nathan juga tak lupa mengambil sedotan agar
memudahkan Daffin untuk meminumnya. Setelah memberikan Daffin minum, Keysa dan
Nathan berusaha untuk mengibur Daffin agar tidak menangis lagi. Nathan dan
Keysa terlihat bagaikan pasangan suami istri yang sangat telaten merawat
anaknya yang sedang sakit.
CEKLEEKK…
Olivia membuka pintu dan menyaksikan
pemandangan yang membuat siapa saja yang melihatnya bisa tersenyum karena
keromatisannya. Dan seketika muncul niatan merekam kekompakaan itu dengan
“Eheemm…” Olivia berdehem
dan membuat Keysa juga Nathan tersadar akan kehadiran Olivia.
“Kak ini tadi Daffin
nangis, sewaktu bangun” jelas Keysa,
dengan Daffin yang masih berada di dalam gendongannya.
“Jagoan mama nangis
ya…pasti lapar ya sayang? Sebentar lagi makanannya datang ya sayang” ujar
Olivia sambil mengusap pipi Daffin.
Hari ini keadaan Daffin
sudah terlihat jauh lebih membaik, wajahnya juga sudah terlihat lebih segar dan
tidak pucat serta energi Daffin juga perlahan mulai kembali dan tidak terlalu
lemas seperti sebelumnya.
“Anak mama ganti baju
dulu ya…”
Setelah tubuh Daffin
dilap dan digantikan pakaian, Daffin pun kembali dibaringkan dikasurnya. Dan
tak beberapa lama kemudian dokter visit beserta dengan perawat yang membawa
makanan pun datang keruangan.
“Key…kalian berdua
sarapan dulu aja ke taman. Biar kakak yang jaga Daffin disini” ujar Olivia
setelah dokter visit pergi. Olivia memang sengaja menyuruh mereka berdua pergi
agar mereka bisa memiliki lebih banyak waktu berdua.
“Kami sarapan disini saja
kak” ujar Keysa dengan cepat tanpa memikirkannya lebih dulu.
__ADS_1
Hal itu membuat Nathan
menatap ke arah Keysa, entah mengapa dia merasa hari ini Keysa tengah menutupi
sesuatu.
Ketika siang hari, tante
Lydia pun datang ke rumah sakit untuk bergantian dengan Keysa menjaga Daffin
dirumah sakit. Sebelum pergi meninggalkan ruangan rawat, tak lupa Keysa memakai
topi dan maskernya.
Nathan yang merasa aneh
akan hal itu karena tidak biasanya Keysa memakai topi dan masker seperti ingin
bertanya kepada Keysa namun dia urungkan karena tidak ingin membuat Keysa merasa
tidak nyaman.
“Key, kamu kenapa?
Seperti orang yang takut ketahuan seperti itu?” tanya Nathan yang selama
berjalan di lorong rumah sakit dan melihat Keysa selalu celingak-celinguk ke
arah kanan kiri seperti sedang mencari seseorang.
“Ah..eng..enggak, gapapa
kok” ujar Keysa
Ketika mereka baru saja
keluar dari lift yang ada dilantai satu, tiba-tiba saja Keysa merogoh saku
celananya dan menyadari bahwa ponselnya tertinggal diruangan.
“Yahhh…Nat ponsel aku
ketinggalan di ruangan rawat Daffin” ujar Keysa sambil menepuk jidatnya.
“Yaudah kamu tunggu sini,
biar aku yang ambil ke atas ya” ujar Nathan dan membalikkan tubuhnya lalu
hendak melangkah kembali ke arah lift.
“Eh…gausah biar aku aja
Nat. Kamu ke mobil aja duluan” ujar Keysa sambil menahan Nathan dengan
memegangi tangannya.
“Aku temenin ya” ujar
Nathan lagi menawarkan diri
“Emm gapapa aku sendiri
aja, kamu tunggu di mobil aja gih” jawab Keysa.
“Yaudah, kalau gitu aku
tunggu kamu dimobil ya Key” ucap Nathan.
Karena lift yang penuh
dan tidak ingin menunggu lama, akhirnya Keysa pun memutuskan untuk menaiki
tangga menuju lantai 3.
Tok…tok…tok
Keysa mengetuk pintu dan
langsung membukanya.
“Key, kok kamu bali
lagi?”
“Ini kak ponsel aku
ketinggalan”
“Loh, baru aja mama Lydia
turun ngantarin ponsel kamu. Kamu ga lihat?”
Keysa pun menggelengkan
kepalanya.
“Eee..coba kamu kejar
mungkin mama Lydia belum jauh”
“Yaudah kak, aku balik
__ADS_1
dulu ya. Bye kak”
......................