
...49...
Pagi ini cuaca sedikit mendung ditambah lagi dengan tetesan air hujan yang perlahan mulai membasahi permukaan bumi sehingga membuat udara pagi terasa begitu sejuk dan segar. Keysa merasakan dingin AC ruangannya yang mulai
menusuk rongga-rongga tubuhnya sehingga membuatnya bangun untuk mematikan ACnya
karena merasa khawatir bila Daffin akan merasa kedinginan juga. Setelah menekan tombol remote AC Keysa beralih memandangi Daffin yang masih tertidur pulas sambil memeluk boneka kesayangannya. Karena merasa tidak tahan dengan kegemasan wajah Daffin akhirnya Keysa pun menggigit gemas pipi Daffin sambil
menoel-noel lengannya.
Daffin yang merasa ada yang mengganggu tidurnya pun akhirnya terbangun sambil menangis.
“Huuaaaaa….Huaaaaa…Huaaaa” Daffin menangis dengan matanya yang masih sedikit terbuka karena menahan rasa kantuk.
“Eh eh cup…cup sayang, maafin onty ya udah ganggu tidur kamu. Abisnya kamu ngegemasin banget sih kan onty jadi gatahan pengen
gigit hehe” ucap Keysa tersenyum jahil sambil menggendong Daffin kedalam pelukannya.
Digendongan, dengan cekatan Keysa langsung
menepuk-nepuk lembut tubuh bagian belakang sambil mengayun-ayunkan tubuhnya agar Daffin tenang dan segera berhenti menangis
sambil sesekali Keysa menyanyikan sebuah lagu anak kesukaan Daffin. Dan benar
saja tanpa harus menunggu lama Daffin sudah tidak menangis dan kembali tertidur
didalam gendongan Keysa.
“Gimana onty bisa tahan buat ga gigit kamu sayang, ini aja onty udah pengen gigit kamu lagi sangkin gemasnya hehe” ucap Keysa sambil
terus mengayun-ayunkan Daffin dalam gendonggannya.
Keysa melirik ke arah jam dinding dan sudah
menunjukkan pukul 06.30 wib, Keysa pun memutuskan untuk turun kebawah sambil
menggendong Daffin.
Ketika Keysa sedang menuruni anak tangga terakhir, kebetulan juga Olivia baru saja menutup pintu kamar dan melihat Keysa sedang
berjalan sambil menggendong Daffin.
“Baru aja niatnya kakak mau ke atas, buat ngecekin Daffin. Abisnya tadi kakak dengar suara tangisan Daffin jadi kakak takutnya
kamu kewalahan ngurusnya, soalnya Daffin kalau bangun pagi emang suka rewel”
ucap Olivia
“Daffin anteng-anteng aja kok kak, cuma tadi aku
isengin aja makanya nangis kayak gini abis gemas banget tau ga sih kak. Pengen
gigit terus nih pipinya. Dapat dari mana sih kak anak seimut ini” ucap Keysa gemas.
“Siapa dulu dong papanya akuuu…” ucap Kenzo yang tiba-tiba datang entah dari arah mana.
“Masih pagi juga udah kumat aja narsisnya, kak jangan lupa kasi minum obat tuh kak Kenzo sebelum berangkat kerja” ejek Keysa.
__ADS_1
“Kok narsis sih, kan emang kenyataannya” Kenzo membela dirinya
“Iya…iya. Udah ah aku malas berdebat soal kegantengan sama kakak. Oh ya Daffinnya aku letakin kekamar dulu ya kak” ucap Keysa
“Gausah dek, biar kakak aja yang gendong. Kamu sama kak Kenzo sarapan aja dulu”
Kemudian Keysa memindahkan Daffin ke gendongan Olivia, setelah itu Olivia pun pergi kekamar. Sedangkan Keysa dan Kenzo jalan
berbarengan menuju ruang makan. Diruang makan sudah ada tante Lydia yang sedang
sibuk menyiapkan makanan bersama dengan asisten rumah tangga.
“Pagi nak” sapa tante Lydia
“Pagi ma” jawab Kenzo
“Pagi” jawab Keysa namun dengan suara yang sedikit lebih pelan namun masih dapat di dengar oleh Kenzo dan tante Lydia. Mendengar
respon Keysa yang cukup baik pagi ini membuat Kenzo dan tante Lydia hanya
saling bertatapan sambil tersenyum karena merasa senang dengan perubahan Keysa.
“Tunggu sebentar ya, makanannya sedikit lagi selesai. Atau kalau kalian mau mama buati roti selai dulu buat ganjel perut?”
“Gausah ma, Kenzo juga belum lapar kok. Tapi gau tau nih Keysa” ucap Kenzo sambil melirik ke arah adiknya.
“Aku juga belum terlalu lapar”
“Baiklah kalau gitu tante selesain ini dulu ya” ucap tante Lydia sambil tersenyum.
“Gimana progres hubungan kamu dengan Nathan?Udah ada kemajuan?” goda Kenzo
“Is paan sih kak, nanya-nanya gituan” jawab Keysa
jutek
“Ya kan kakak kepingin tau aja gimana hubungan
percintaan adik satu-satunya kakak hehe”
“Aku belum ada niat mau pacaran lagi kak”
“Kenapa? Jangan bilang kamu belum move on ya dari si Engsel pintu itu?”
“Udah ah kak gausah bahas masalah itu, mood aku jadi rusak gara-gara kakak bahas yang ga jelas pagi-pagi gini” ucap Keysa yang sudah
menunjukkan ekspresi ngambeknya.
“Hahaha iyaiya, kakak ga akan bahas itu lagi. Jangan marah ya sama kakak”
“Tau ah gelap” Keysa melipat kedua tangannya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Jangan marah gitu dong dek, gini deh sebagai permintaan maaf kakak akan beliin apapun yang kamu mau”
“Apapun itu?” Keysa bertanya antusias dan langsung
melihat kearah Kenzo
__ADS_1
“Ya apapun itu, tapi kamu janji ga marah sama kakak ya”
“Oke aku udah enggak marah lagi sama kakak”
“Hehe gitu dong kan kakak senang dengarnya, terus kamu mau apa dari kakak?”
“Eeeemm apa ya?” Keysa terlihat bingung memikirikannya
“Eee kayaknya aku belum tau deh kak mau apa, aku boleh keep dulu gak kesempatannya”
“Bolehh, entar kalau udah tau maunya apa langsung kasih tau kakak ya”
“Okee kak siapp”
Kenzo pun tersenyum kearah Keysa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan saat itu papa pun datang ke ruang makan.
“Pagi pa” sapa Kenzo dan Keysa bergantian
“Pagii sayang” jawab papa sambil memberikan kecupan singkat kepada kedua anaknya secara bergantian.
Setelah memberikan kecupan kepada kedua anaknya, papa langsung mengambil tempat duduknya.
“Makanan siapp” seru tante Lydia sambil membawa piring berisi makanan kemudian meletakkannya di tengah-tengah meja makan.
Disaat Keysa hendak menyendokkan nasi ke atas
piringnya tiba-tiba saja tante Lydia menghentikan gerakan lengan Keysa.
“Biar tante aja yang buatin” ucap tante Lydia dengan sangat lembut.
Mendapatkan tindakan seperti itu membuat Keysa sedikit kaget lalu melihat ke arah papa dan kakanya secara bergantian. Dan Keysa
mendapatkan respon anggukan dan senyuman dari papa dan juga Kenzo. Melihat
respon itu akhirnya membuat Keysa hanya diam sambil membiarkan tante Lydia
mengambil alih sendok nasi yang tadinya dipegang.
“Tante, gausah banyak-banyak”
“Kamu itu harus makan yang banyak ya sayang, apalagi kan kamu selama ini diluar negeri pastikan rindu sama masakan Indo”
Berhubung apa yang dikatakan tante Lydia benar adanya, akhirnya Keysa pun kembali membiarkan tante Lydia melakukan aktivitasnya.
Disaat mereka tengah menikmati sarapannya tiba-tiba saja Bobby datang dengan
mengenakan seragam sekolahnya bersama dengan pengasuhnya.
Di ruang makan Bobby langsung menyapa mereka dengan memberikan kecupan dipipi seperti yang dia lakukan setiap paginya beberapa
tahun terakhir ini. Orang yang pertama kali dicium pipinya oleh Bobby ialah
Keysa, sehingga hal itu sontak membuat papa, Kenzo dan tante Lydia berhenti
dari aktivitas makannya dan hendak menghentikan Bobby karena takut Keysa akan marah apalagi melihat raut wajah Keysa setelah di cium menunjukkan ekpresi datar semakin membuat papa, Kenzo dan tante Lydia khawatir.
......................
__ADS_1