Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 18


__ADS_3

...18...


Hari ini papa Adam sudah diperbolehkan pulang dari ruma sakit, Kenzo bertugas untuk menjemput papa Adam dan tante Lydia kerumah sakit. Sedangkan Olivia, Keysa dan para pekerja dirumah sibuk mempersiapkan makanan ataupun kejutan kecil untuk menyambut kepulangan papa Adam ke rumah.


“Key coba kamu hubungi kakak kamu, mereka udah berangkat dari rumah sakit belum” ucap Olivia yang sedang sibuk memasak di dapur kepada Keysa yang sedang menyuapi Daffin makan.


“oke kak Liv” ucap Keysa sambil meletakkan mangkuk makanan Daffin diatas meja lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celana dan kemudian menghubungi Kenzo.


“kak Liv, kata kak Kenzo mereka baru aja mau berangkat dari rumah sakit” ucap Keysa setelah selesai menelepon kakaknya.


“oh okey Key. Bik itu ayam kecapnya udah matang belum?” tanya Olivia


“sudah non, ini saya mau masukkan ke dalam wadahnya dulu” ucap salah satu asisten rumah tangga yang membantu Olivia memasak.


“kalau udah selesai, ayam yang ada disitu langsung digoreng aja ya bik” perintah Olivia


“baik non”


“kak, kenapa kakak harus masak banyak menu makanan gini sih? kan papa baru pulang dari rumah sakit bukannya lagi ulang tahun?”


“oh ini kemaren itu kakak udah pernah janji sama papa, bakalan masakin semua makanan kesukaan papa kalau papa udah pulang dari rumah sakit”


“ya tapi apa papa sanggup habisin semua makanan ini kak?”


“kalau ga sanggup kan ada kamu Key, makanan kesukaan kamu dan papa kan sama jadi kakak sekalian masakin buat adik ipar kesayangan kakak hehe”


“iya sih kak, tapi kalau gini ceritanya bisa-bisa berat badan aku naik selama disini”


“haha itu memang tujuan kakak dan Kenzo key. Biar kamu gak kurus banget kayak gini”


“tapi gapapa deh berat badan aku nambah paling entar balik Belanda turun lagi. Lagi pula makanan kayak gini nantinya gak bakalan ada aku temuin disana”


“nah itu kamu tahu, jadi selama disini kamu gausah terlalu pikirin berat badan hehe” ucap Olivia.


“mama Daffin udah siap makan nih, makannya pintar loh ma sampe ga ada sisa” ucap Keysa sambil menirukan suara anak-anak.


“wahhh anak mama pintar, makannya banyak ya karena disuapin sama aunty. Mama kiss dulu deh karena makannya banyak. Muacchh” ucap Olivia mengahmpiri Daffin dan Keysa kemudian mencium pipi gembul Daffin.


Sedangkan Keysa tanpa aba-aba langsung mencium gemas kedua pipi Daffin, hal itu memang sering dilakukan Keysa karena merasa sangat lucu dan gemas meliha keponakannya itu.

__ADS_1


“kak ada yang mau aku bantu?” tanya Keysa


“kamu tolong jagain Daffin aja ya, biar urusan dapur kakak aja yang urus soalnya babysiter nya Daffin hari ini ga masuk”


“oke deh kak, kalau kakak butuh bantuan panggil aku aja yah”


“iya dek”


“kak aku bawa Daffin main ke kamar ya”


“iya dek, maaf ya kakak udah ngerepotin kamu”


“ih apa sih kak, aku juga senang kok jagain Daffin”


Keysa kemudian meninggalkan dapur sambil menggendong Daffin menuju lantai dua kamar Keysa. Sesampainya dilantai dua Keysa tiba-tiba saja mendengar suara asing yang sebelumnya belum pernah dia dengar dirumah dari kamar Bobby.


“itu siapa sih yang marah? Kok suaranya terdengar asing belum pernah aku dengar sebelumnya” benak Keysa


Keysa kemudian perlahan mengubah arah langkahnya menuju kamar Bobby.


“eh tunggu-tunggu. Kok aku jadi kepo lagi sih palingan itu suara pengasuhnya si anak aneh itu”


Keysa pun kemudian memilih untuk tidak terlalu memperdulikannya dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya sambil menggendong Daffin.


“pakaian siapa ya ini?” ucap Keysa saat membuka lemari yang ada dikamarnya dan melihat ada beberapa pakaian di dalam lemari.


“ahh mungkin pakaian kak Oliv kali yah, udah kekecilan jadi diletakin disini” ucap Keysa tidak peduli dan melanjutkan memasukkan pakaian-pakainnya ke dalam lemari. Setelah selesai menyusun pakaiannya Keysa melanjutkan menata skincare, parfum dan yang lainnya ke atas meja rias yang ada dikamarnya.


Tok...tok...tok


Mendengar suara pintu kamarnya diketuk, Keysa pun langsung bergegas menuju pintu agar tidak mengganggu Daffin yang sedang tertidur.


“eh kak Kenzo udah nyampe?”


“iya baru aja, tuh kamu udah di tungguin papa buat makan siang”


“kakak diluan aja deh, entar aku nyusul. Soalnya Daffin masih tidur”


“yaudah kakak aja yang gendong Daffin, kamu turun aja” ucap Kenzo dan hendak menerobos masuk

__ADS_1


“eitss..eitss biar aku aja kak, kakak turun aja ke bawah” ucap Keysa sambil menahan Kenzo yang hendak masuk.


“beneran?”


“iya kak”


“kamu gak bohong kan?”


“aku gak bohong kak, paling cuma selisih beberapa menit doang setelah kakak nyampe di bawah aku juga udah turun”


“oke dehh kalau gitu. Kakak tunggu dibawah ya” ucap Kenzo sambil mengacak-acak rambut Keysa.


Tak berselang lama setelah Kenzo turun, akhirnya Keysa pun menyusul sambil menggendong Daffin yang sedang tertidur pulas.


“biar Daffin kakak bawa ke kamar dek” ucap Olivia menghampiri Keysa.


“oh iya kak”


Setelah Daffin tidak lagi berada di dalam gendongannya Keysa pun menarik salah satu kursi makan disebelah Kenzo lalu mendudukinya.


“sayang, kamu duduk disini saja dekat papa” ucap papa yang masih duduk dikursi roda sambil menunjukkan kursi makan yang ada disebelahnya.


“aku disini aja” jawab Keysa.


“kamu duduk di dekat papa aja dek, biar kak Olivia yang duduk disini nanti”


“iyaiya, aku duduk disitu” ucap Keysa sedikit kesal.


Kemudian Keysa pun berpindah ke kursi yang ada disebelah papanya.


“udah kan kak” ucap Keysa kesal


Setelah Olivia kembali dari kamar dan semua anggota keluarga telah lengkap di ruang makan, mereka pun mulai menyantap makan siang. Raut wajah papa Adam terlihat begitu sangat bahagia, karena sudah lama dia mendambakan suasana seperti ini dimana dia bisa makan dimeja yang sama dengan kedua anaknya. Papa Adam sungguh sangat merindukan suasana-suasana seperti ini. Selama berlangsungnya makan siang papa Adam tidak hentinya-hentinya menawarkan atau pun memberikan makanan untuk Keysa, Keysa diperlakukan seperti ratu oleh papanya. Walaupun sebenarnya Keysa sudah mulai merasa kenyang namun dia tetap membiarkan papa Adam untuk melakukannya, karena jauh di lubuk hatinya Keysa juga senang saat melihat papanya bahagia dan tersenyum.


“nak, kamu mau tante ambilin air dingin?” ucap tante Lydia saat melihat Keysa yang keringatan karena kepedasan.


“gausah repot-repot, aku bisa ambil sendiri” ucap Keysa


“Key...” tegur Kenzo.

__ADS_1


Namun Keysa hanya menghiraukannya dan beranjak dari kursi untuk mengambil sebotol air dingin dari dalam lemari pendingin. Sedangkan tante Lydia hanya bisa diam saat Keysa terus-terusan menolak apa yang dia tawarkan selama makan siang.


......................


__ADS_2