
...72...
Keysa mengalungkan dasi
pilihannya itu ke leher Nathan, dia berniat untuk memasangkan langsung dasi
pilihannya itu. Karena jarak Nathan dan Keysa yang terlalu dekat membuat hati
Nathan berdegup begitu kencang, Nathan begitu sangat gugup karena berada dekat
sekali dengan Keysa untuk pertama kalinya.
“Hehe kamu gugup ya,
sampai-sampai jantung kamu berdetak kencang sekali” tanya Keysa sambil tertawa
karena mendengar suara detakkan jantung Nathan.
“Eng…enggak kok” jawab
Nathan sambil memalingkan wajahnya kearah kiri untuk menutupi kegugupannya.
Melihat tingkah Nathan
yang begitu sangat lucu saat gugup seperti sekarang, membuat Keysa berniat
untuk menjahili Nathan dengan semakin menggodanya.
“Beneran kamu ga gugup?”
goda Keysa dan semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nathan sehingga
Nathan dapat merasakan hembusan nafas Keysa.
Nathan semakin gugup
dikarenakan Keysa semakin mendekatkan wajahnya dan Nathan masih saja
memalingkan wajahnya karena tidak berani menatap Keysa.
“Eee Key aku udah telat
nih” ujar Nathan mencari alasan agar Keysa segera menyelesaikan aktivitasnya.
Nathan masih tetap memalingkan wajahnya.
“Hahaha” tawa Keysa pecah
dan spontan mencubit wajah Nathan yang masih tegang dan gugup
“Kamu lucu banget si Nat
hahaha” ujar Keysa lalu kembali tertawa lepas.
Setelah Keysa menjauh,
Nathan pun langsung membuang nafasnya lega, sejak tadi Nathan merasa
pernapasannya seperti tesumbat oleh sesuatu sehingga membuat dirinya merasa
sedikit sulit bernafas.
Namun hal itu tidak
berlangsung lama, dikarena kan Nathan sangat senang melihat perubahan Keysa
apalagi untuk kali pertama dia bisa melihat Keysa tertawa selepas ini. Hatinya
begitu sangat senang dan damai melihat senyuman yang terukir diwajah Keysa.
Karena sangat menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang ada dihadapannya membuat
pikiran Nathan melayang memikirkan kehidupan bahagianya bersama dengan Keysa.
“Hei Nat…Nat” ujar Keysa
sambil melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Nathan yang sedang
menikmati lamunannya.
“Eh sorry Key” ujar Nathan
tersadar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kamu ngelamunin apa sih
sambil senyum-senyum begitu. Hayoo ngaku” ujar Keysa sambil mencolek pinggang
Nathan sekilas.
“Aku senang deh Key, kamu
bisa balik ceria seperti ini lagi” ujar Nathan
“Emm, makasih ya Nat kamu
udah selalu ada saat aku butuh kamu” ujar Keysa kemudian memeluk Nathan
sekilas.
Lagi-lagi Nathan kaget
__ADS_1
dibuat tindakan Keysa yang tidak terduga itu, kaget bukan karena tidak suka
namun Nathan kaget karena dia tidak menyangka Keysa akan berubah secepat ini.
Nathan berasa seperti di hujani durian runtuh pagi ini.
Setelah selesai
memakaikan dasi dan memakan sarapannya, mereka berdua pun keluar dari kamar dan
turun ke bawah. Nathan dan Keysa berjalan berdampingan. Saat berjalan Nathan
ingin menggenggam tangan Keysa namun dia urungkan karena merasa ragu-ragu Keysa
akan marah nantinya.
“Genggam saja Nat, gausah
malu-malu” jawab Keysa spontan karena sejak tadi Nathan selalu saja dengan
sengaja menyenggol jari-jari Keysa dan kemudian menjauhkannya secara berulang.
Mendengar Keysa yang
memberikan tanda persetujuan membuat Nathan tidak mau membuang kesempatan yang
ada dia langsung menggenggam lengan Keysa dengan erat sambil terus berjalan
menuruni anak tangga. Entah mengapa Nathan merasa hari ini Keysa begitu sangat
peka dan Nathan bersyukur akan hal itu.
“Ehemm…ehem. Calon
pengantin sweet banget sih pagi-pagi” ujar Caca yang sedang melintas menuju
dapur dan melihat kehadiran Nathan dan Keysa.
Mendapat sapaan itu
membuat keduanya tersipu malu.
“Eh hai kak Ca…kakak mau
kemana?” sapa Keysa dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
“Ini kakak mau ke dapur
bantuin bibi masak, kamu mau pergi kerja dek?”
“Iya kak, ada urusan yang
harus ku selesaikan hari ini kak”
kakak siapin sarapan buat kamu ya” ujar Caca
“Eh gausah kak, aku udah
sarapan. Tadi Keysa ada bawain sarapan buat aku”
“Eheemm…duh romantis
banget ya. Terus buat kakak dan papa mana nih Key, masa buat Nathan aja” goda
Caca
“Ah itu itu…nanti aku
anterin ya kak”
“Hahaha kakak cuma
bercanda kok Key. Yasudah kakak ke dapur dulu ya. Kalian lanjutin aja dulu
sweet-sweetannya hehe” ujar Caca sambil tertawa kemudian pergi melanjutkan
langkahnya menuju dapur.
Keysa mengantarkan Nathan
sampai ke depan rumah, seperti ritual pagi para istri yang selalu mengantarkan
suaminya ketika hendak pergi bekerja.
“Key…” panggil Nathan
ketika dia sudah berdiri tepat di depan pintu mobil
“Em..iya?” jawab Keysa
“Kamu mau temenin aku
kerja hari ini?”
Pertanyaan itu sontak
membuat Keysa kaget dia tidak pernah berpikir jika Nathan akan memintanya untuk
pergi menemaninya bekerja.
“Eee sekarang? Mendadak
__ADS_1
banget Nat” tanya Keysa ragu-ragu
“Emmm..eng..kalau kamu
memang ga bisa juga gapapa kok Key” ujar Nathan langsung namun menampilkan
sedikit raut kecewa,
“Enggak…enggak bukan
gitu. Aku mau kok, e..eee tapi aku udah janji mau nemenin tante Lydia belanja
buat persiapan kepulangan Daffin besok” jelas Keysa
“Eee…gimana kalau kita
entar lunch bareng aja?” lanjut Keysa.
Nathan menganggukkan
kepalanya dengan cepat.
“Itu ide bagus Key, entar
aku jemput kamu ya. Kalau gitu aku pamit ya Key” ujar Nathan sambil melambaikan
tangannya ke arah Keysa.
Saat Nathan hendak
membuka pintu mobilnya, tiba-tiba saja Keysa kembali memanggil dirinya.
“Nat…”
“Iya Key, ada apa?” tanya
Nathan yang langsung membalikkan tubuhnya menghadap Keysa
“Anu…itu aku boleh nebeng
mobil kamu ga sampai depan rumah”
Mendengar itu membuat
tawa Nathan pecah, dia merasa geli dengan permintaan Keysa.
“Hahaha kamu ini ada-ada
aja ya Key. Ga mungkin kan aku ga bolehin kamu nebeng. Bahkan kemana pun yang
kamu minta aku bakalan anterin kamu kemana aja”
“Kamu udah cukup pintar
ya ngegombalnya” ucap Keysa sambil tertawa kemudian berjalan masuk ke dalam
mobil.
Siang hari, Keysa bersama
dengan tante Lydia dan seorang asisten rumah tangga lainnya pergi ke
supermarket untuk berbelanja bahan makanan yang diperlukan untuk menyambut
kedatangan Daffin ke rumah sekaligus membuat acara syukuran kecil-kecilan atas
kesambuhan Daffin.
Setelah selesai
berbelanja, seperti janjinya tadi Keysa akan pergi makan siang bersama Nathan.
Namun karena Keysa yang mengendarai mobil dia lebih dulu mengantarkan tante
Lydia dan asisten rumah tangga kembali ke kediaman keluarga mereka.
Ketika mobil baru saja
memasuki halaman rumah, Keysa melihat Nathan sedang berdiri di samping mobilnya
dan melambaikan tangan ke arah mobil yang dikendarai Keysa. Melihat itu Keysa
pun hanya bisa tersipu malu.
“Kamu kok kesini? Kan
kita janji bertemu direstoran” tanya Keysa saat sudah turun dari mobil dan
menghampiri Nathan.
“Aku hanya ingin
menjemput tunanganku dan ingin pergi bersama” ujar Nathan sambil tersenyum
manis ke arah Keysa.
Nathan juga sudah
bertekad untuk lebih berani mendekatkan dirinya kepada Keysa, setelah pengakuan
yang di dengarnya dari Keysa tadi pagi.
__ADS_1
......................