Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 6


__ADS_3

...6...


Keysa yang merasa sudah cukup puas beristirahat perlahan mulai membuka matanya dan seketika matanya terbelalak karena bingung melihat keadaan kamar yang berbeda dari biasanya.


“oh iya aku lupa ternyata aku udah di Indonesia” ucap Keysa saat menyadari kalau dirinya tadi pagi sudah berada di Indonesia.


“hoammm, udah jam berapa si ini? aku kan dah janji mau kerumah sakit sama kak Kenzo” ucap Keysa lalu mengambil handphone baru nya diatas nakas.


“astagahh udah jam delapan malam, kenapa ga ada yang bangunin aku ya” ucap Keysa bergegas turun lalu menuju kamar mandi.


Dengan masih menggunakan handuk kimono Keysa keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju koper bawaannyanya untuk mengambil pakaian yang akan dikenakannya.


“nanti aja deh pakaiannya disusun ke lemari, masih terlalu mager sekarang” ucap Keysa lalu mengambil pakaian pilihannya dan kembali ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya. Selesai berpakain tak lupa Keysa merapikan rambutnya dan memakai handbody lotion beserta parfum yang biasa dia gunakan, setelah itu Keysa berjalan keluar kamar menuju lantai satu.


“sepi amat nih rumah kayak ga ada penghuninya” ucap Keysa saat menuruni tangga dan melihat keadaan rumah yang sepi.


“apa cuma kak Kenzo doang yang tinggal disini? Bukannya papa juga punya anak laki-laki, apa dia gak tinggal disini? Ih kok aku jadi kepo banget si, ngapain juga aku urusin itu”


“kak Kenzo...” panggil Keysa dengan sedikit berteriak


“kak....”


Ceklekk...


terdengar suara pintu terbuka.


“ehh kamu udah bangun dek” ucap Kenzo yang keluar dari ruang kerjanya.


“iya kak, kakak kenapa ga bangunin aku? kan aku jadi kebablasan tidurnya”


“kakak bangunin kamu kok, tapi kamunya aja tuh yang tidur kayak orang pingsan sampai gak dengar apa-apa malah mulutnya terbuka lagi kayak gini” ucap Kenzo sambil mempraktekkannya


“udah ah, jangan malah dipraktekkin dong kak, malu tau” ucap Keysa sambil menghentikkan Kenzo.


“haha, kakak cuma bercanda kok dek. Tadi kamu kelihatan nyenyak banget tidurnya, jadi kakak gak tega bangunin kamu. kita kerumah sakit besok pagi aja yah”


“iya terserah kak Kenzo aja, kak Oliv sama Daffin ada dimana kak?”


“ohh mereka ada dikamar tuh, Daffin tadinya udah ngantuk makanya dibawa Oliv ke kamar”


“yahh padahal aku pengen main sama Daffin tadi, oh ya kak dapurnya ada dimana si?”


“ada disitu dek” sambil menunjukkan arah letak dapur


“ohh thanks kak” Keysa langsung berlalu menuju dapur


“Key kamu mau ngapain ke dapur?” tanya Kenzo sedikit berteriak


“ada urusan penting kak” jawab Keysa sambil terus berjalan ke arah dapur


“bukannya kangen-kangenan sama kakaknya eh malah nyariin dapur dimana. key..key” Kenzo menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Di dapur, Keysa langsung menuju sudut ruangan dimana terletak sebuah lemari pendingin yang ukurannya cukup besar. Keysa terkagum saat melihat isi dari kulkas itu terdapat bebagai macam buah-buahan segar, sayuran, air mineral, jus kemasan, cokelat, dan barang lainnya dalam jumlah yang cukup banyak.


“daebak, banyak banget isi kulkasnya beda banget sama isi kulkas aku disana hehe”

__ADS_1


“tapi ngomong-ngomong kenapa cokelatnya banyak banget ya? bukannya kak Kenzo dan papa ga suka sama cokelat? Setau aku kak Olivia juga makan cokelat? Gak mungkin Daffin kan yang makan cokelat sebanyak ini?ih kenapa aku jadi keseringan kepo gini sih. Tau ah bodo amat” benak Keysa


Kemudian Keysa langsung mengambil sebuah apel dan sebotol air mineral untuk dia konsumsi, setelah mencuci kembali apel tersebut Keysa langsung melahapnya sambil berjalan kembali menuju kamar.


Kenzo yang sedang menonton tv melihat Keysa yang hendak menaiki tangga dan langsung memanggilnya.


“Key...”


Keysa yang mendengar namanya dipanggil menghentikan langkah kakinya dan kemudian melirik kearah sumber suara.


“sini dek” panggil Kenzo lagi


Keysa pun berjalan menuju ruang keluarga dimana Kenzo berada.


“duduk sini dulu dek, kakak masih kangen nih sama kamu” Kenzo menepuk-nepuk sofa disebelahnya.


Sambil terus melahap apel yang ada di genggamannya, Keysa menuruti perkataan Kenzo untuk duduk di sebelahnya.


“kamu kedapur cuma mau ambil apel ini doang?”


Keysa menganggukkan kepalanya


“abisnya aku lapar kak”


“kamu lapar? Kenapa gak bilang sama kakak dari tadi? Tunggu bentar biar kakak panggilin bibik buat nyiapin makanan”


“eehh gausah-gausah kak, apel ini juga udah kenyang kok lagian Keysa juga malas makan yang berat-berat kalau udah malam”


“kamu serius satu apel cukup”


“jangan bilang selama kamu di Belanda, kamu sering kayak gini?”


“hehe, yah bisa dibilang gitu si kak. Tapi gak hampir setiap hari juga kok”


Kenzo tiba-tiba menyentil dahi Keysa


“aaww sakit kak, kenapa kakak tiba-tiba nyentil aku si” ucap Kesya sambil mengusap-usap dahinya


“itu hukuman buat kamu yang malas makan. Pantes kamu kurus kayak gini. Apa uang yang kakak kirim buat kamu selama ini kurang Key? Sampai-sampai kamu cuma bisa makan buah doang”


“hehe, enggak kurang si kak. Cuma Keysa terkadang mager aja keluar beli bahan makanan ataupun masak, ya berhubung karena cuma buahan doang yang sering sisa di apartemen jadi terpaksa Keysa habisin buah dulu baru deh pergi belanja bahan makanan lagi hehe biar ga mubazir kak”


“alasan kamu tuh, coba sini kakak lihat dahi kamu tadi” Kenzo langsung menangkup kedua pipi Keysa.


“masih sakit gak?” tanya Kenzo sambil meniup dahi Keysa


“udah ga sakit kok kak”


“maafin kakak ya, kakak cuma gak mau kamu kebiasaan malas makan kayak gini karena itu gak baik untuk kesehatan kamu Key. Selama kamu disini kakak akan terus perhatikan dan awasi makanan kamu Key,anggap aja selama disini kamu perbaikan gizi. Jadi kalau misalnya ada sesuatu makanan yang kamu mau langsung bilang ke kakak ya”


“iyaiya kak siap”ucap Keysa


Sebenarnya Keysa ingin sekali menanyakan tentang keberadaan adik tirinya yang belum pernah dikenalnya dari dulu dan keberadaan tante Lydia, karena sejak tadi pagi Keysa belum pernah melihat kedua orang itu. Namun Keysa sengaja menahan diri karena merasa itu bukanlah urusannya.


Pagi yang cerah dan sinar mentari yang mulai menorobos masuk melalui jendela, tidak membuat Keysa bangun dari tidurnya, malahan Keysa terlihat semakin nyenyak bersembunyi dibawah selimutnya. Tadi malam Keysa memang tidur larut malam karena asik bercerita dan saling melepas rindu dengan Kenzo.

__ADS_1


“kakak, kakak, akak oby bobok”


Samar-samar Keysa mendengar sebuah suara, namun Keysa tidak terlalu memperdulikan suara itu dan tetap melanjutkan tidurnya.


Namun semakin lama suara itu semakin terdengar dengan jelas dan mengganggu tidurnya.


“siapa sih pagi-pagi gini berisik amat” ucap Keysa sambil menyibakkan selimut yang menutupi wajahnya.


Keysa duduk dikasur sambil terus mengucek-ngucek matanya hingga Keysa terkaget saat melihat ada seorang anak laki-laki yang berada di kamarnya sedang berteriak tidak jelas memanggil kakak sambil bertepuk tangan serta melompat kegirangan.


“siapa kamu? kenapa kamu masuk ke kamar aku” tanya Kesya sambil menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki anak itu.


“horee kakak bangun, oby mau peluk” anak itu perlahan mulai melangkah mendekati kasur Keysa


“jangan mendekat atau aku lempar kamu” ucap Keysa yang sudah bersiap melempar sebuah bantal.


Namun anak itu terus saja melangkah sambil tetap bertepuk tangan dan itu membuat Keysa semakin panik dan langsung berdiri di atas kasur sambil masih memegang bantal.


“aku bilang jangan mendekat, kamu bandel banget ya”


“main main kakak ajak oby main yeyy” ucap anak itu sambil bertepuk tangan dan mulai berlari mendekati Keysa.


Keysa yang panik pun segera melompat turun dari kasur dan berlari menjauhi anak itu.


“kak Kenzoooo.... Kak Oliveeee....” teriak Keysa sambil berlari.


“heii kamu, stop jangan kejar aku lagi”


Berkali-kali Keysa melempari Bobby dengan bantal dan boneka namun Bobby semakin girang dan mengejar Keysa.


Tak berselang beberapa menit setelah Keysa berteriak, tiba-tiba saja pintu kamar Keysa terbuka dengan keras dan tampaklah Kenzo dengan raut wajahnya yang panik dan ngos-ngosan karena beralari.


“kamu kenapa de....astagah Bobby kenapa kamu kejar-kejar Keysa”


ucap Kenzo saat membuka pintu kamar Keysa dan melihat keadaan kamar yang sudah berantakan.


Bobby yang melihat kedatangan Kenzo seketika berhenti mengejar Keysa dan Keysa yang sedang berdiri diatas sofa memanfaatkan momen itu dengan langsung berlari ke arah Kenzo.


“oby..oby mau ajak kakak main”


“iya kakak tau, kamu mau main sama kak Keysa, tapi gak gini caranya Bobby. Kalau kamu kayak gini kakak Keysanya jadi takut”


“kakak? maksud kak Kenzo apaan si?” batin Keysa.


“hah..hah..hah kak siapa si dia kok bisa masuk ke kamar aku, malah tingkahnya aneh gitu lagi” ucap Keysa dengan nafas yang masih terengah-engah.


Belum sempat Kenzo menjawab pertanyaan Keysa seorang perempuan paruh baya datang ke dalam kamar.


“maaf tuan, saya kira tuan Bobby tadi sudah masuk kedalam kamarnya. Saya mintaa maaf tuan”


“ya sudah gapapa bik, sekarang bibik bawa Bobby ke kamarnya, jangan sampai kejadian kayak gini terulang lagi”


“baik tuan” lalu Bi Onah mengahampiri Bobby yang sedang berdiri sambil terus berbicara hal yang tidak jelas,


“gangguan jiwa kali ya tuh anak” batin Keysa sambil melihat ke arah Bobby yang sedang dibujuk oleh bi Onah, setelah beberapa menit kemudian akhirnya Bobby mau diajak keluar dari kamar Keysa.

__ADS_1


......................


__ADS_2