Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 32


__ADS_3

...32...


“Eh..eh orangnya udah mau datang kesini lagi”


Keysa dengan cepat kembali menggandeng tangan Nathan.


“Pokoknya lu diam aja ya cukup ikutin permainan yang gue buat.Jangan membantah. Oke”


Keysa berbisik ke telinga Nathan dengan sedikit berjinjit dikarenakan tinggi badan Nathan yang sedikit lebih menjulang tinggi keatas dibandingkan dengan Keysa.


Melihat tingkah aneh Keysa membuat Nathan hanya bisa diam dan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh hatinya sedikit tergelitik melihat tingkah Keysa yang seperti ibu rumah tangga yang sangat handal dalam hal menawar harga suatu barang hingga ke harga terendah.


“Bagaimana pak? Apa pemilik rumahnya setuju?”


Keysa bertanya sambil terus menggandeng lengan kekar Nathan.


“Begini buk saya sudah sampaikan sesuai dengang yang ibu katakan tadi. Dan beliau bilang harga pasnya mentok di 4M bu”


“Yah ga bisa dikurangi lagi pak?”


“Wahh gila banget nih orang nawarnya hehe” benak Nathan


“Hehe maaf bu tidak bisa dikurangi lagi, itu udah keputusan final dari pemiliknya”


“Emm, gimana sayang menurut kamu?” tanya Keysa kepada Nathan.


Degg..


Hati Nathan seakan sedang disentil ketika mendengar Keysa memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


“A-h i-ya sudah gapapa, yang terpenting kamu suka rumahnya”


Nathan awalnya gelagapankan karena kaget Keysa memanggilnya sayang.


“Baik kalau begitu pak bu, untuk proses selanjutnya kita lanjutkan dikantor saja ya”


“Baik pak”


Kemudian Nathan, Keysa serta petugas itu pergi ke kantor yang letakkanya tidak jauh dari rumah untuk melanjutkan ke proses dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pembelian rumah. Dan selama mereka berada dikantor petugas komplek itu Keysa melaksanakan peranya sebagai istri Nathan dengan baik.


Hari sudah menjelang sore akhirnya mereka selesai mengurus dokumen, menandatangi dokumen serta juga sudah melakukan pembayaran. Dan saat ini Nathan dan Keysa sudah kembali berada dirumah Keysa, mereka berdua sedang menikmati jus buah di ruang keluarga sambil kembali bercerita tentang yang mereka lalui hari ini.


“Kamu ternyata hebat banget ya kalau masalah tawar menawar, bayangin dari harga 5,4M kamu bisa tawar jadi 4M. Jujur ya aku belum pernah tuh nemuin orang yang jago nawar kayak kamu. Hebat kamu Key” puji Nathan sambil mengacungkan kedua jari jempolnya.


“Hahaha apasih, biasa aja kali gausah berlebihan banget mujinya entar telinga gue melebar lagi kayak gajah”


Keysa tertawa sambil menaruh kembali gelas jus buah yang dipegangnya ke atas meja.


“Tapi beneran loh, sejarahnya nih ya selama aku hidup belum pernah tuh nawar kayak tadi kalau beli sesuatu. Ya kalau harga barang yang mau aku beli itu sekian ya aku juga bayar segitu. Makanya tadi pas liat kamu jago nawar gitu, aku langsung terkesan haha”


“Mcckkk ini nih kelihatan banget ga pernah jadi anak kost, sekali lagi kalau mau beli sesuatu bilang aja sama gue. Kebetulan gue lagi buka jasa tawar menawar hahaha”

__ADS_1


Mereka berdua pun asik tertawa serta bercanda bersama. Tanpa sadar dari candaan obrolan mereka terus berlanjut karena satu sama lain saling merasa nyambung dan nyaman mengobrol bersama.


“Ternyata dia asik juga ya” benak Nathan sambil memandang Keysa yang sedang tertawa lepas dihadapannya.


“Oh ya gimana kalau aku traktir kamu makan sebagai ucapan terimakasih atas usaha kamu tadi. Mau gak?”


“Ha sekarang?”


“Iya sekarang. Gimana mau gak?”


“Mau dong siapa juga yang ga mau makan gratis”


“Yaudah Lets go” Nathan beranjak dari duduknya.


“Eh bentar-bentar. Ponsel gue bunyi nih, gue angkat dulu”


Keysa melihat layar ponselnya dan ternyata panggilan itu berasal dari nomor yang tidak dikenal.


“Ini nomor siapa ya?” benak Keysa sambil menatap layar ponselnya.


“Udah deh angkat aja siapa tau penting” benak Keysa lagi.


Keysa kemudian mengusap layar ponselnya.


“Hallo”


“Hallo, bisa bicara dengan kak Keysa?”


“Aku Abian kak, yang dirumah sakit waktu itu”


“Wahh Abian. Akhirnya kamu nelpon kakak juga. Kakak kirain kamu udah buang nomor kakak. Kakak kangen tau sama kamu”


Keysa antusi menjawab telepon dari Abian.


“Waktu aku keluar dari rumah sakit, aku mau hubungi kakak tapi aku takut kakak ga kenal lagi sama aku”


“Haha ga mungkin la, kakak ga kenal sama kamu”


“Kakak kapan main ke panti, aku juga kangen sama kakak”


“Uluu...uluu ternyata si anak kutub bisa juga kangen ya haha”


“Aku lagi ga bercanda kak”


“Haha iyaiya, gimana kalau hari ini kakak main ke panti? Boleh?”


Mendengar itu Nathan kembali menatap Keysa sambil berbicara pelan.


“Tapi kita mau makan keluar”


Namun Keysa hanya tersenyum sambil meletakkan jari telunjuk didepan mulutnya yang menandakan agar Nathan diam dan tidak melanjutkan protes nya. Nathan pun kemudian patuh dan menuruti perkataan Keysa

__ADS_1


“Wah bolehh...boleh kak”


“Yaudah sekarang kamu kirimin alamat panti kamu dulu ya”


“Iya kak, nanti aku tanyain ibu panti dulu ya”


“Kamu mau dibawain apa? Makanan? Mainan? Atau balon ajaib lagi haha”


“Apa saja yang kakak bawa pasti aku senang”


“Yakin? Kalau kakak cuma bawa kerupuk doang kamu ga masalah?”


“Aku bakalan tetap terima kok”


“Yaudah kalau gitu, kalau gitu kakak siap-siap dulu ya. Oh ya jangan lupa alamatnya kirim ke kakak oke. See you Bi”


“Nat tadi lu bilang, mau traktir gue kan sebagai ucapan terimakasih”


Nathan mengangguk


“Gimana kalau gue yang pilih sendiri apa yang bakalan lu tratktir buat gue”


“Emm.. boleh boleh aja si”


“Yaudah bentar ya, gue mau ajak Bobby dulu”


Namun dengan sangat kebetulan bi Ima lewat hendak menuju tangga untuk ke lantai dua.


“Bik...bikk. Bobby nya dimana ya? Keysa mau ajakin Bobby keluar sebentar”


“Yah non tuan Bobbynya baru aja tidur, ini bibi mau ambilin selimut ke kamar tuan Bobby”


“Oh oke deh bik kalau gitu. Yaudah kalau nanti papa pulang bilangin Keysa pergi sama Nathan ya bik”


“Baik non”


“Yaudah kita pergi yuk”


Karena terlalu bersemangat untuk bertemu dengan Abian, tanpa sadar Keysa langsung menggenggam tangan Nathan untuk berjalan ke halaman depan dimana mobil Nathan terparkir. Sedangkan Nathan yang tangannya dipegang Keysa hanya membiarkannya saja tanpa memberikan protes sedikitpun.


“Kita mau kemana?” tanya Nathan kepada Keysa saat sudah berada di dalam mobil.


“Ke supermaket terdekat aja”


“Kita mau ngapain kesana?”


“Udah lu ikut aja, jangan banyak protes dong kan lu sendiri tadi yang bilang mau traktir gue sebagai ucapan terimakasih karena udah bantuin nawar harga rumah yang mahalnya selangit”


“Hufttt iyaiya”


Nathan membuang nafasnya panjang, namun tetap menuruti perkataan Keysa dan kemudian mulai mengemudikan mobilnya ke jalanan. Sebenarnya Nathan sedikit penasaran dengan orang yang menelepon Keysa tadi, namun dia urungkan untuk bertanya karena merasa tidak pantas menayakan pertanyaan yang menjurus untuk mencampuri urusan pribadi orang lain.

__ADS_1


......................


__ADS_2