Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 34


__ADS_3

...34...


Setelah dua hari sejak Axel membatalkan janjinya, Keysa belum juga menerima kabar dari Axel entah mengapa Keysa merasa akhir-akhir ini Axel sangat susah kali dihubungi dan diajak bertemu. Bahkan pesan singkat yang dikirimi Keysa kepada Axel selama beberapa hari ini tidak mendapat balasan hingga hari ini. Namun itu tidak membuat Keysa terlalu larut dalam kesedihannya karena akhir-akhir ini Keysa sibuk membantu Nathan untuk mempersiapkan kepindahannya ke rumah sebelah. Seperti hari ini Keysa akan pergi menemani Nathan ke toko perabotan untuk membeli beberapa perabotan baru.


“Aku udah dibawah”


Sebuah pesan singkat masuk di ponsel Keysa, yang membuat Keysa langsung beranjak mengambil tas selempangnya dan berjalan keluar kamar. Saat dia menutup pintu kamarnya, disaat itu pula Bobby baru saja tiba dilantai dua sambil membawa segelas susu seperti biasanya.


“Makasihh Oby”


Keysa tersenyum sambil mencubit gemas pipi Bobby, kemudian mengambil alih gelas susunya.


“Ini buat kamu”


Keysa mengeluarkan beberapa permen susu yang sering dia konsumsi dari dalam tas selempangnya dan memberikannya kepada Bobby, sudah menjadi kebiasaan Keysa ketika Bobby mengantarkan susu ke kamarnya maka dia juga akan memberikan Bobby beberapa cemilan sebagai balasannya.


Keysa menuruni anak tangga sambil menikmati sedikit demi sedikit susu hangat, dan pandangannya tertuju pada Nathan yang tengah berbincang-bincang dengan papanya diruang tamu bagaikan seorang menantu dan mertua yang sangat akrab.


“Andaikan Axel yang ada disitu pasti adem banget ngeliatin mereka ngobrol akrab kayak gitu” benak Keysa.


Kenzo yang baru saja keluar dari kamarnya, melihat adiknya tengah termenung di tangga sambil memandang ke satu arah. Dan itu membuat Kenzo menjadi penasaran dengan apa yang dilihat adiknya itu. Dengan mengendap-ngendap Kenzo melangkah menaiki anak tangga agar suara langkah kakinya tidak terdengar oleh Keysa.


“Ohhhh ternyata kamu lagi liatin Nathan toh” ucap Kenzo tiba-tiba tepat ditelinga Kenzo.


“Ih kakak, kaget aku”


Keysa secara reflek langsung memukul bahu Kenzo.


“Haha, makanya jangan serius banget ngeliatin Nathannya”


“Apa si kak, aku ngelihatin papa kok” elak Keysa.


“Hahaha iyaiya, sekarang aja kamu bilangnya ga ngelihatin, padahal nanti kalau udah suka maunya dipandangi terus tiap hari haha”


“Udah ah kak Kenzo udah mulai ngaco”


Keysa langsung menuruni tangga dan meninggalkan Kenzo. Sedangkan Kenzo hanya bisa tersenyum memandangi adik kecilnya itu yang sedang bersikap malu-malu seperti tadi.


“Pagi pa” sapa Keysa sambil memeluk manja papanya yang sedang duduk di sofa.


“Pagi juga sayang”


“Maaf ya Nat, nunggu lama”


“Aku juga belum lama sampainya”


“Gimana sebelum kalian berdua pergi, kita sarapan sama-sama dulu”

__ADS_1


“Maaf nih om sebelumnya tadi saya sudah sarapan dirumah. Tapi kalau Keysa mau sarapan lebih dulu saya akan menunggu om”


“Keysa juga belum lapar pa, jadi entar aja deh makannya diluar”


“Atau papa suruh mama Lydia nyiapin sandwich buat kamu makan dijalan ya”


“Eh gausah-gausah pa, Keysa memang beneran belum lapar. Yaudah pa, Keysa berangkat dulu ya sama Nathan takutnya entar jalanannya udah macet. Bye pa muachh” Keysa mencium sekilas pipi papanya dan kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga.


“Saya permisi dulu ya om”


“Tolong jagain Keysa ya nak”


“Iya om pasti, saya permisi om”


Nathan pergi meninggalkan ruang keluarga.


“Loh mereka udah pergi pa?” tanya Kenzo yang baru saja datang ke ruang tamu.


“Baru aja pergi”


“Padahal niatnya Kenzo tadi mau nyapa adik ipar hehe eh tau-taunya udah pergi, gagal deh jadinya. Tapi Kenzo senang deh pa liat Keysa bisa jadi dekat gitu ke Nathan”


“Hehe iya papa juga senang liatnya, apalagi kalau papa liat Nathan itu lelaki yang baik. Tapi semua keputusan ada ditangan Keysa siapa pun yang akan menjadi pilihan Keysa nantinya papa akan tetap dukung asalkan Keysa bisa bahagia”


“Hehe iya sih pa, Kenzo juga gitu pah tapi ya kalau Kenzo si lebih berharap Nathan aja yang akan jadi adik ipar Kenzo nantinya”


Di perjalanan.


“Entar aja gue belum lapar”


“Kalau lapar bilang ke aku ya, jangan di tahan”


“Iya. Hari ini kita mau beli perabotan apa aja?”


“Perabotan-perabotan untuk kamar dan ruang kerja”


“Oh ya, dari kemarin itu aku penasaran banget mau nanya ini sama lu. Kenapa lu mau repot-repot buat turun tangan untuk ngelakuin ini semua. Kan lu bisa aja tuh nyuruh orang buat nyiapin semuanya secara kan lu itu seorang pengusaha ya pastinya kan punya banyak duit buat sewa orang”


“Haha iyaya aku juga gatau kenapa aku mau repot-repot kayak gini”


“Kamu memang benar Key, aku bisa aja suruh orang buat ngelakuin ini semua. Tapi aku lebih milih buat ngelakuin ini sendiri karena hanya dengan alasan ini aku bisa dekat sama kamu Key” benak Nathan sambil melirik kearah Keysa.


“Dasar aneh” cibir Keysa kemudian mengambil ponsel dari dalam tasnya


“Makasih ya Key udah mau bantuin aku”


“It’s oke Nat, nyantai aja. Kita kan teman” namun tetap berfokus ke layar ponselnya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka berdua pun sampai di sebuah mall yang hanya khusus menjual berbagai jenis perabotan rumah tangga. Keysa dan Nathan pun segera turun dari mobil dan berjalan memasuki mall itu.


“Mbak perobatan untuk kamar ada disebelah mana ya?” Nathan bertanya kepada salah satu karyawan.


“Bapak dan ibu tingal jalan saja lurus dari sini, nah nanti lorong bagian perabotan kamar ada disebelah kanan”


“Makasih mbak”


Nathan dan Keysa pun pergi ke arah yang ditunjukkan oleh karyawan itu.


Di lorong itu tampaklah berbagai jenis perabotan mulai dari kasur, sofa, meja nakas dan berbagai perabotan lainnya dari berbagai model dan bentuk semua nya ada.


“Wahh gila lengkap banget ya. Satu jenis perabotan aja modelnya ada beberapa buah gitu” Keysa kagum melihat isi mall perabotan itu.


“Gimana menurut kamu kasur yang ini?”


“Emmm...kayaknya enggak deh Nat” Keysa menggelangkan kepalanya.


“Gimana kalau yang ini?” sambung Keysa sambil menunjukkan sebuah kasur yang berukuran king size berwarna putih.


“Apa ga terlalu besar kasur kayak gitu?”


“Menurut aku si pas, karena kan ukuran kamar di rumah juga lumayan besar tuh jadi kalau kasur nya kecil kayak yang itu entar jadi kelihatan lucu”


“Emm oke deh kita pilih yang ini. Mas saya mau kasur yang ini 6 buah ya. Barangnya ada kan?”


“Sebentar ya pak, saya tanyakan dulu ke pihak gudangnya”


“Baik saya tunggu”


Sudah lebih dari 3 jam Nathan dan Keysa sibuk memilih berbagai jenis perobatan rumah dan selama itu pula Nathan hanya membeli barang-barang yang dipilih oleh Keysa saja, seperti seorang suami yang memberikan kendali penuh kepada istrinya untuk mengisi perabotan rumah mereka.


“Nat sebenarnya lu niat ga sih beli perabotannya, perasaan dari tadi gue mulu yang milih terus” protes Keysa.


“Aku juga milih kok, selera kita aja yang sama”


“Ya ya terserah deh. Udah ah gue lapar nih. Istirahat dulu ya” Keysa duduk disalah satu sofa.


“Yaudah kita istirahat, kamu mau makan apa?”


“Makan apa aja deh, pokoknya makan, gue udah lapar banget”


“Mas disekitar sini ada restoran atau tempat makan terdekat ga?”


“Oh ada ada pak, tepat diseberang mall ini ada rumah makan padang pak”


“Mau makan nasi padang?” tanya Nathan kepada Keysa yang sedang duduk di sofa

__ADS_1


“Gue si ga masalah”


......................


__ADS_2