Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 77


__ADS_3

...77...


“K-kenapa kamu meminta


maaf Nat?” tanya Keysa dengan raut wajahnya yang tidak mengerti dengan apa yang


terjadi.


Sambil menahan rasa nyeri


akibat pukulan yang diterimanya, Nathan perlahan meraih tangan Keysa lalu


menggenggamnya dengan erat.


“Aku…a-ku memang salah


Key. Aku menyesal atas semua. Aku minta maaf Key”  Nathan memohon menundukkan kepalanya sambil


menangis


“Apa maksudnya Nat? Aku


ga ngerti. Kenapa kamu minta maaf?”


“Aku udah jebak Axel,


Key”


“Jebak gimana maksudnya?”


“Dia nyewa perempuan


hamil itu buat jebak aku dan hancurin hubungan kita Key. Pria ini brengsek Key”


teriak Axel yang masih dipegangi oleh bapak satpam.


Pandangan Keysa kini


beralih menatap Axel, kali ini dia benar-benar kaget saat mendengar perkataan


Axel. Rasa kecewa seketika menyelimuti relung hati Keysa, dia benar-benar tidak


menyangka jika dalang dari penyebab rusaknya hubungan percintaannya dengan Axel


adalah lelaki yang akan menjadi calon suaminya. Keysa berusaha mengontrol diri


dan pikirannya, walaupun rasa kecewa tengah menyerangnya dia masih berharap


bahwa semua yang dikatakan Axel itu hanyalah kebohongan semata, Keysa masih


ingin mempercayai calon suaminya sehingga membuatnya untuk meminta penjelasan


dari Nathan.


“Semua yang dikatakan


Axel itu bohongkan Nat?” tanya Keysa sambil berharap Nathan akan mengatakan ya


itu adalah kebohongan.


Tapi harapannya seketika


pupus, saat mendengar kata maaf yang terucap dari mulut Nathan.


“Maaf Key” ucap Nathan


lirih


“Aku benar-benar ga tahu


kalau pacar kamu itu dulu Axel, dan ketika aku tahu semuanya sudah terjadi aku


sangat menyesal Key. Aku minta maaf Key” ucap Nathan sambil terus menggenggam


erat lengan Keysa.


Keysa masih diam tidak


bergeming, kini pikirannya tengah mencoba untuk mencerna semuanya. Rasa kecewa,


sedih dan marah kini bercampur aduk di dalam hatinya, sehingga tanpa sadar mata


Keysa sudah terlihat memerah dan ada air mata di peluk matanya yang sudah


bersiap untuk terjun bebas.


“Disaat aku ingin

__ADS_1


memperbaiki semuanya. Takdir berkata lain aku jatuh cinta sama kamu Key. Hal


itu membuatku takut untuk jujur. Aku takut jika kamu tahu  semuanya, kamu akan pergi dari aku Key. Aku


ga bisa hidup tanpa kamu Key” jelas Nathan sambil memohon.


Keysa masih tetap diam


dan tidak merespon sedikit pun perkataan Nathan. Hingga beberapa detik kemudian


Keysa mencoba untuk berdiri dan melepaskan genggaman Nathan. Namun tiba-tiba


saja Keysa seperti kehilangan tenaganya sehingga membuatnya sedikit terhuyung


dan membuat Keysa tersungkur ke tanah.


Axel yang melihat itu


hendak berlari ke arah Keysa namun dia masih tertahan oleh bapak satpam,


sedangkan Nathan yang hendak membantu Keysa kalah cepat dengan Kenzo.


“Kamu gapapa dek?” tanya


Kenzo sambil memegang bahu adiknya


Tiba-tiba terdengar suara


tangisan dan itu berasal dari Keysa, hatinya begitu kecewa mendengar


kenyataannya yang terjadi. Disaat dia ingin meninggalkan semua masa lalunya dan


memulai hidup yang baru, keadaan malah tidak berpihak kepadanya. Masih dengan


keadaan terduduk di tanah Keysa menangis dan melihat itu Kenzo pun langsung memeluk


adiknya dengan erat, dia tidak tega dan melihat keadaan adiknya.


“Hiks…hiks. Kak kenapa


hidup ku seperti ini? Kenapa kak? Kenapa semuanya terjadi sama aku? Hiks…hiks”


tanya Keysa sambil menangis di dalam pelukan kakaknya


“Key…aku minta maaf Key.


Aku mohon” ucap Nathan dengan lirih sambil mencoba merangkak ke dekat Keysa.


Namun Kenzo langsung


mengarahkan tangannya ke Nathan dan menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar


Nathan memberikan waktu lebih dulu kepada Keysa.


FLASH BACK ON


Ketika Nathan duduk di


sekolah dasar tepatnya dikelas VI, saat pulang dari tempat les musiknya Nathan


sedang berdiri di depan gedung les musiknya menunggu supir yang selalu menjemputnya.


Di seberang jalan dari arah berbeda, Nathan melihat mobil orang tuanya dan sang


mama yang sengaja melambaikan tangan ke arah Nathan sambil tersenyum dengan


sangat manis dari kaca mobil.


“Mamaaa” teriak Nathan


sambil melambaikan tanganya ke arah sang mama dan melompat-lompat kecil.


Nathan sangat senang


melihat orang tuanya yang sudah pulang dari luar kota dan datang menjemputnya


pulang dari tempat les musiknya. Saat itu Nathan sangat ingin memeluk papa dan


mamanya untuk melepaskan rindu setelah tidak bertemu selama berhari-hari.


Namun naas, ketika mobil


orang tua Nathan hendak berbelok menuju arah yang sejalan dengan tempat les Nathan,


tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat dan langsung


menabrak mobil orang tua Nathan, hingga membuat mobil orang tua Nathan

__ADS_1


terpelanting dan terbalik menabrak pembatasan jalan.


“Mamaaaa….Papa…..”  teriak Nathan


Saat di rumah sakit,


kedua orang tua Nathan yang terluka parah dan harus segera di operasi. Karena


kebetulan beberapa dokter masih berada di dalam ruang operasi melakukan operasi


pasien lainnya. Dan hanya ada satu dokter yang sedang kosong namun dokter itu


masih belum tiba di rumah sakit. Dokter itu adalah Dion papa dari Axel.


“Maaf dok, ada tiga


pasien darurat yang harus di operasi segera dok” ucap salah satu perawat ketika


melihat dokter Dion datang.


Setelah mendengarkan


penjelasan dari sang perawat mengenai ketiga kondisi pasien itu dan menanyakan


sudah berapa lama dokter lain yang masih dalam ruang operasi serta dengan


pertimbangan yang sangat sulit, akhirnya dokter Dion memutuskan untuk


mengoperasi pasien lain yang merupakan seorang anak berumur 12 tahun dan


membiarkan orang tua Nathan karena melihat kondisinya orang tua Nathan masih


bisa bertahan hingga dokter Sasa dan dokter Toni yang sekitar 6 menit lagi


selesai melakukan operasinya.


Nathan yang melihat para


petugas kesehatan mendorong brangkar pasien lain dan bukan brangkar orang


tuanya, semakin menangis histeris bahkan Nathan sampai memeluk kaki dokter Dion


dan para petugas kesehatan itu sambil memohon agar kedua orang tuanya yang


lebih dulu mendapatkan operasi itu. Tapi itu semua tidak membuahkan hasil,


Dokter Dion masih tetap dengan kepetusannya.


“Dokterrr tolong


selamatkan orang tua saya hiks…hiks” teriak Nathan sambil menangis


Namun dokter Dion dan


petugas kesehatan yang mendorong brangkar itu tidak mendengarnya lagi dan masuk


kedalam ruang operasi. Nathan terduduk didepan pintu ruang operasi sambil


menangis.Nathan tidak berputus asa dia kembali bangkit dan berlari mencari


tenaga kesehatan yang lain dan memohon agar kedua orang tuanya di operasi.


Namun disaat itu dia melihat beberapa perawat berlari menuju tempat kedua orang


tuanya berada, hal itu sontak membuat hati Nathan berdegup dengan sangat


kencang. Tanpa aba-aba Nathan langsung berlari secepat mungkin namun ketika


sampai disana peralatan medis yang tadinya dipakai oleh kedua orang tuanya satu


persatu mulai dilepas dari tubuh orang tuanya.


“Jangan…jangan dilepas.


Orang tua saya butuh ini. Jangan dilepas, please biarin papa mama saya pakai


ini. Ayo dipasang lagi. Saya akan bayar berapa pun” teriak Nathan sambil


menghentikan para perawat yang sedang melepaskan peralatan ditubuh kedua orang


tuanya.


“Maaf dik, papa dan mama


kamu sudah meninggal dunia” ucap salah satu perawat


......................

__ADS_1


__ADS_2