
...40...
Pukul 09.00 wib, Keysa bangun dari tidurnya namun pagi ini rasa malas untuk turun dari kasur sangat besar dan tidak mampu dilawannya. Keysa masih berbaring dikasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya sambil memutar kembali ingatannya tentang kejadian dirumah sakit kemarin. Rasa kecewa dan sakit hati masih begitu jelas dirasakan oleh Keysa.
Sudah hampir setengah jam Keysa berbaring sambil memandangi langit-langit kamarnya, pintu kamarnya juga sudah berulang kali diketuk namun tetap saja Keysa masih enggan untuk turun dari kasur dan memulai aktivitasnya bahkan sejak pulang dari rumah Nathan kemarin, Keysa sengaja menonaktifkan ponsel miliknya hingga sekarang.
“Kenapa sih kamu tega sama aku Xel” ucap Keysa lirih
Dan tak terasa setetes air matanya menetes begitu saja dipipinya, Keysa kembali menarik selimut dan langsung menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya. Keysa kembali menumpahkan tangisannya dibawah selimut entah sudah berapa kali dia sudah menangis hingga menyebabkan matanya terlihat membengkak.
Pukul 14.00 wib, Keysa kembali terbangun setelah tadinya tertidur saat kelelahan menangis. Perutnya terasa keroncongan minta diisi karena dia sudah lama tertidur dan melewatkan sarapan serta makan siangnya.
Tok...Tok...Tok
“Key, kamu baik-baik aja kan didalam?” tanya tante Lydia dari balik pintu.
“Gimana mah, Keysa belum mau keluar kamar juga?” tanya papa yang baru saja datang.
“Belum pah, mamah udah coba ketuk pintu kamarnya beberapa kali tetap ga ada jawaban. Emang kemarin Nathan ga ada cerita apa-apa sama kamu pah kenapa Keysa bisa kayak gini?”
“Ga tuh mah, kemarin papa juga ga sempat ketemu sewaktu dia nganterin Keysa pulang”
“Emm..coba papa hubungin dulu deh Nathan tanyain kemarin tuh apa yang terjadi sama Keysa makanya sampai kayak gini, mama khawatir pah Keysa jadi sakit nantinya karena belum makan dari pagi”
“Iya mah, papa coba hubungi Nathan dulu ya” ucap papa sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
“Ga diangkat mah” ucap papa setelah mencoba menghubungi Nathan.
Saat papa Adam dan tante Lydia tengah sibuk dengan pembicaraannya tiba-tiba saja bi Ima datang menghampiri mereka.
“Maaf tuan, nyonya dibawah ada tamu yang datang mencari non Keysa”
“Siapa bik?” tanya tante Lydia
“Anu Nya, kalau saya ga salah ingat tamu ini juga pernah datang saat tuan dan nyonya sedang sarapan bersama waktu itu”
__ADS_1
“Sepertinya itu Axel deh pah, pacarnya Keysa. Yaudah bik tolong buatin minum buat tamunya dulu ya” ucap tante Lydia.
“Baik Nya” ucap bi Ima kemudian pergi meninggalkan papa Adam dan tante Lydia.
Setelah bi Ima pergi kebawah, papa Adam kembali mendekat ke pintu kamar Keysa dan mengetuknya.
“Sayang, kamu kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa papa dan tante Lydia ada berbuat salah sehingga kamu mengurung diri seperti ini di dalam kamar? Kalau ada papa dan tante Lydia minta maaf ya tapi kamu keluar ya sayang kan kamu dari pagi belum ada makan entar kamu jatuh sakit loh. Ooh ya sayang, Axel juga ada dibawah tuh katanya pengen ketemu kamu apa kamu ga mau nemuin Axel dibawah” bujuk papa Adam.
Namun bujukan itu juga tidak membawa pengaruh apa-apa, Keysa masih saja bungkam dan tidak membuka pintu kamarnya.
“Sayang...” panggil papa sekali lagi.
“Suruh dia pergi pah, Keysa ga mau ketemu” teriak Keysa dari dalam kamar.
“Kok kamu gitu ngomongnya sayang?”
“Suruh dia pulang pah, sampai kapan pun Keysa ga akan mau ketemu sama dia”
“Papa ga tau masalah apa yang sedang kalian berdua alami, tapi kalau pun ada masalah papa harap kalia...”
“Jangan paksa Keysa pah...”
“Udah pah udah, jangan diterusin lagi mungkin mood Keysa hari ini lagi ga bagus kita biarin Keysa nenangin dirinya dulu, lebih baik kita temuin Axel dibawah dulu dan bilang untuk saat ini Keysa lagi ga mau ketemu, kasian pah entar Axel kelamaan nunggunya” ucap tante Lydia sambil memegang lengan suaminya.
“Iya udah mah, kita kebawah dulu temuin Axel”
“Nak, ini ada makanan kesukaan kamu tante masakin. Kamu makan ya tante letakin didepan pintu kamar kamu ya. Ayo pah kita ke bawah dulu” ucap tante Lydia kemudian menarik lembut lengan suaminya.
Sesampainya dilantai satu terlihat lah Axel yang tengah duduk diruang tamu sambil menundukkan kepalanya.
“Nak, Axel” sapa papa Adam.
Mendengar suara papa Adam, dengan cepat Axel langsung mengangkat wajahnya dan kemudian berdiri untuk menyalim papa Adam.
“Eh om, maaf tadi saya ga dengar om datang” ucap Axel sambil menyalim papa Adam.
__ADS_1
“Kenapa wajah kamu terlihat kusut seperti itu Xel?”tanya papa Adam
“Ini mungkin karena pengaruh pekerjaan saya om, yang memang lagi sibuk-sibuknya sekarang”
“Namanya juga pekerjaan mulia nak”
“Iya om, oh ya Keysanya ada om?”
“Maaf nak sebelumnya, tapi Keysa tadi bilang lagi tidak ingin ketemu dengan kamu” jawab tante Lydia.
“Kalau om boleh tau, apa kalian berdua sedang bertengkar?Karena sejak kemarin itu Keysa ngurung diri terus dikamar dan ga mau makan”
“Sepertinya Keysa belum bilang tentang kejadian kemarin sama om Adam dan tante Lydia, sebaiknya aku tidak perlu cerita” benak Axel.
“Xel...” panggil om Adam karena melihat Axel yang diam termenung dan tidak menjawab pertanyaannya.
“Ah iya om, kami berdua baik-baik aja kok”
“Ya kalau pun kalian sedang bertengkar itu wajar kok dalam sebuah hubungan, tapi saran om kalaupun sedang bertengkar selesaikan baik-baik akar permasalahannya biar nantinya gak merusak hubungan kalian berdua kedepannya”
“Iya om baik, kalau begitu saya permisi dulu ya om tante, soalnya masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan”
“Oh iyaiya nak silahkan, maaf ya kamu jadi sia-sia datang kesini karena Keysa nya ga mau keluar kamar”
“Gapapa kok om, saya minta tolong berikan ini sama Keysa ya om” Axel memberikan sebuah paperbag berwarna biru muda kepada papa Adam.
“Iyaiya nanti om berikan”
“Saya permisi ya om, tante”
“Iya nak, kamu hari-hati ya”
Sementara itu Keysa yang sudah merasakan lapar yang sangat besar, akhirnya memutuskan turun dari kasur dan berjalan menuju pintu kamarnya untuk mengambil makanan yang sudah diletakkan tante Lydia tadi.
Saat membuka pintunya, Keysa langsung mengambil beberapa wadah bertutup yang berisi makanan kemudian kembali menutup pintunya. Keysa membuka tutup wadah makanan itu dan melihat makanan kesukaannya tersaji di dalam, makanan itu tak lain adalah ayam semur. Dulu almarhumah mama Indira paling sering memasakan ayam semur untuk Keysa dan setelah mama Indira meninggal yang paling bisa memasak ayam semur dengan cita rasa yang sama dengan masakan mama Indira hanyalah tante Lydia. Setetes air mata lolos begitu saja diwajah Keysa, sungguh dia sangat merindukan ayam semur buatan mamanya.
__ADS_1
......................