Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 41


__ADS_3

...41...


Walaupun Keysa sangat merindukan masakan ayam semur itu, namun tetap saja Keysa merasa tidak berselera dan hanya mampu memakan beberapa sendok nasi saja karena dia merasakan sedikit mual setiap kali memasukakan sesendok makanan ke dalam mulutnya. Sejak pagi tadi Keysa sudah merasakan sedikit pusing untuk itu dia memaksakan diri untuk memakan makanannya.


Setelah merasa tidak mampu lagi memakannya Keysa pun akhirnya menghentikan aktivitas makananya dan kembali diam termenung sambil berbaring diatas kasurnya. Dia sama sekali tidak semangat untuk melakukan apapun bahkan untuk mandi pagi saja dia enggan melakukannya.


Saat sibuk dengan lamunannya,tiba-tiba saja sesuatu hal terlintas dipikiran Keysa, kemudian dia langsung bergerak ke arah nakas samping kasur untuk mengambil ponselnya. Keysa kemudian mulai menekan power diponselnya. Setelah layar ponsel Keysa menyala banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Axel yang terpampang dilayar ponsel.


“Sayang, aku mohon jangan pergi. Maafin aku sayang”


“Sayang please angkat telpon ku”


“Sayang kamu ada dimana?Aku mau ketemu sama kamu”


“Sayang kita harus bicara”


“Sayang aku mau ketemu kamu”


“Sayang aku ke rumah kamu ya”


Begitulah isi pesan whatsapp Axel yang terlihat bermunculan dari notifikasi ponsel Keysa. Namun Keysa sama sekali tidak berkeinginan untuk membukanya ataupun membalas pesan itu.


Keysa kemudian membuka aplikasi khusus pemesanan tiket pesawat, dia berencana untuk kembali ke Belanda karena ingin menenangkan hati dan mencoba untuk melupakan Axel, walaupun Keysa tau akan sulit untuk melupakan orang yang telah bersamanya selama bertahun-tahun ini namun Keysa tetap ingin mencobanya, bagi Keysa dengan pergi jauh dari akar permasalahan maka akan mempermudah untuk melupakannya ketimbang terus berada disini dan selalu dihantui oleh kenangan.


Setelah selesai melakukan pemesanan tiket, Keysa kemudian kembali mematikan ponselnya lalu meletakkannya ke atas nakas. Keysa beranjak dari kasur dan mulai menyusun kembali satu per satu pakaian dan barang-barangnya kedalam koper.


“Ugghh, kepala ku kenapa tiba-tiba semakin pusing gini sih” ucap Keysa sambil memegangi kepalanya.


Keysa kemudian berusaha untuk mentralkan rasa pusing nya dengan berhenti sejenak dari aktivitas menyusun barang-barangnya, namun tetap saja rasa pusing yang dirasakan Keysa tidak berkurang sedikitpun.


Karena rasa pusing yang dirasakannya tidak kunjung berkurang, akhirnya Keysa memutuskan untuk berbaring lebih dulu diatas kasur dan membiarkan barang dan kopernya berantakan dilantai. Keysa perlahan mulai memajamkan matanya dan tak terasa Keysa pun mulai tertidur nyenyak.


Nathan dan Kenzo akhirnya tiba dirumah pada pukul 19.00 wib, tadinya mereka berdua sedang makan malam sambil membicarakan proyek kerjasama perusahaan mereka namun papa Adam tiba-tiba saja menghubungi Kenzo dan mengatakan kalau sejak kemarin Keysa tidak keluar kamar dan hanya baru makan sekali saja.


“Pah, gimana Keysa belum mau keluar juga?” tanya Kenzo kepada papa Adam yang sedang duduk diruang keluarga bersama dengan mama dan Olivia.


“Belum nak” ucap papa dengan ekspresi sedih sambil menggelengkan kepalanya.


“Terus kapan Keysa terakhir kali mau makan pa?”

__ADS_1


“Tadi siang nak, sebelum Axel datang kesini mama ada letakin makanan didepan pintu kamar tapi sore harinya sewaktu mama naik buat ngecek isi makananya hanya berkurang sedikit” jawab tante Lydia.


“Axel datang?” tanya Kenzo.


“Iya nak, tapi Keysa juga tetap tidak mau keluar kamar untuk bertemu dengan Axel” jawab tante Lydia.


Sebenarnya Nathan ingin menceritakan apa yang telah terjadi kemarin namun dia urungkan karena dia merasa tidak memilik hak untuk menceritakan itu semua.


“Om dan tante sudah coba buka pintu kamar Keysa dengan kunci cadangan?” tanya Nathan.


“Sudah nak, tapi sepertinya kunci pintunya tergantung didalam jadi om tidak bisa membukanya”


“Apa sebaiknya pintunya kita dobrak saja om, takutnya Keysa kenapa-napa lagi di dalam”


Nathan sengaja menyarankan itu karena jauh di lubuk hatinya dia juga merasa khawatir dengan Keysa yang mengurung diri di dalam kamar dari kemarin, Nathan takut kalau Keysa melakukan hal yang bisa mencelakai dirinya sendiri.


“Iya pah, Kenzo setuju sebaiknya kita dobrak saja pintu kamar Keysa”


Setelah papa Adam setuju, mereka semua pun akhirnya naik ke lantai dua dan sesampainya di lantai dua tepatnya di depan pintu kamar Keysa, Nathan dan Kenzo langsung mendobrak pintu kamar.


BRAKK...


Pintu kamar Keysa berhasil di dobrak dan Nathan langsung berlari masuk ke dalam kamar di ikuti dengan Kenzo, papa Adam, tante Lyida dan Olivia.


“Sayang kenapa koper-koper Keysa sebagian sudah berisi pakaian ya? Apa Keysa ada bilang sama kamu mau pergi kemana?” ucap Olivia merasa bingung.


“Ga ada sayang, Keysa ga ada bilang apa-apa sama aku. Apa jangan-jangan...”


“Suhu tubuh Keysa panas sekali” ucap papa Adam sambil mengecek suhu tubuh pada bagian tangan, kaki dan kening Keysa dengan tangannya.


Mendengar itu tante Lydia yang tadinya hanya berdiri tidak jauh dari kasur, langsung berlari dan naik ke atas kasur.


“Sepertinya Keysa demam pah” ucap tante Lydia setelah mengecek kening Keysa.


“Key...Key. Sayang bangun nak” ucap tante Lydia berusaha membangunkan Keysa, namun Keysa tetap tidak sadarkan diri.


“Pah, Keysa pingsan” ucap tante Lydia panik.


“Jangan bercanda mah”

__ADS_1


“Mama ga bercanda pah, Keysa pingsan pah”


“Astagaa nak, kamu kenapa bisa jadi seperti ini sih. Kenzo cepat telpon om Satrio dokter pribadi kita”


“Tapi pah, om Satrio kan sedang menghadiri seminar di Kalimantan”


“Segera kamu siapkan mobil kita bawa Keysa kerumah sakit sekarang, papa tidak ingin kalau Keysa sampai kenapa-napa”


“Iya pah”


Kenzo kemudian berlari keluar dari kamar Keysa.


“Biar saya saja om yang menggendong Keysa” ucap Nathan saat melihat papa Adam hendak menggendong Keysa.


“Hati-hati ya nak”


“Iya om”


Kemudian Nathan menggendong Keysa dengan ala bridal style menuju mobil. Sesampainya dimobil Nathan meletakkan Keysa dikursi bagian belakang bersama dengan papa Adam, sedangkan Nathan duduk dikursi depan samping Kenzo yang mengemudikan mobil.


Sesampainya di Rumah Sakit tanpa memanggil tenaga kesehatan lebih dulu untuk membawakan brankar dengan sigap Nathan langsung turun dari mobil dan menggendong Keysa ala bridal style menuju UGD dan diikuti dengan papa Adam serta Kenzo dibelakang.


Setelah menunggu hampir setengah jam, seorang dokter keluar dari ruangan UGD dan datang menghampiri Nathan, Kenzo dan papa Adam.


“Bagaimana keadaan putri saya dok?”


“Bapak tidak perlu khawatir, putri bapak baik-baik saja tidak ada penyakit yang serius. Putri bapak hanya mengalami demam biasa


......................


yang diakibatkan dehidrasi serta asam lambungnya yang kumat”


“Huhh syukurlah” ucap papa Adam merasa lega sambil mengelus dadanya.


“Apa adik saya harus dirawat malam ini dok?”


“Ya untuk malam ini pasien harus dirawat dulu disini, agar kami bisa memantau kondisi pasien selama 24 jam. Untuk itu bapak bisa segera ke administrasi untuk mengurus segala prosedur rawat inap pasien”


“Baik dok”

__ADS_1


“Kalau begitu saya permisi dulu pak”


“Iya dok, terimakasih dok” jawab papa Adam.


__ADS_2