
...24...
Tok...tok...tok
“Key, sarapan dulu yuk. Nih kakak udah bawa sarapan buat kamu” ucap Olivia dari balik pintu kamar Keysa sambil membawa sebuah nampan berisi makanan.
Namun Keysa tidak merespon apapun dari dalam kamarnya.
“Gimana sayang? Keysa belum mau keluar juga?” tanya Kenzo yang tiba-tiba datang
“Belum nih sayang”
Kemarin malam, Kenzo berhasil menemukan Keysa di depan mini market yang ada didekat gerbang komplek perumahan sambil menangis dengan meletakkan kepalanya diatas meja yang ada di depan minimarket itu. Keysa tidak memiliki tempat tujuan untuk melarikan diri malam itu karena sejak kecil dulu dia sudah tinggal dirumah sang kakek, adapun tempat ialah hanya rumah Melody sahabatnya namun kebetulan sahabatnya itu sedang berada diluar kota. Dan jika ia ingin pergi kerumah kakeknya maka harus menempuh waktu sekitar beberapa jam karena letaknya berada diluar kota Medan maka dari itu tempat yang Keysa tau saat ini hanyalah minimarket tersebut.
“Dek, ayo dong keluar. Jangan ngurung diri didalam kamar terus kayak gini. Kita bicarin baik-baik dulu, ayo dong dek. Kami gak maksa kamu kok buat nerusin perjodohan ini jadi kamu gausah khawatir papa akan ngomong sama om Addi. Ayo dong dek, keluar ya. Setidaknya kamu sarapan dulu, nanti kamu sakit loh” bujuk Kenzo.
“Sepertinya Keysa masih marah deh sayang” ucap Olivia.
“Yaudah kita letakin disini aja deh makanan nya sayang, siapa tau nanti Keysa mau makan” ucap Kenzo kemudian mengambil sebuah meja dan meletakkannya tepat didepan pintu kamar Keysa.
“Dek makanannya kakak letakin disini, kamu makan ya” ucap Olivia.
“Keysa belum mau makan juga?” tanya papa Adam yang datang bersama dengan tante Lydia yang memapah papa berjalan.
“Eh papa, iya nih pa kelihatannya Keysa masih ngambek gara-gara semalam karena itu kami coba letakin makanannya disini siapa tau nanti Keysa mau makannya” jawab Kenzo.
“yasudah kalau gitu biar papa yang coba bujuk Keysa, oh ya kamu ga berangkat ke kantor?”
“Ini pa aku mau berangkat, sekalian aku juga mau nganterin Olivia dulu dia ada pemotretan hari ini pa”
“Daffin ga kamu bawakan Liv?” tanya tante Lydia.
“Enggak ma, soalnya pemotretan kali ini lumayan lama takutnya nanti kalau aku bawa Daffin kasian dia kecapean terus disana pasti bakalan rame banget ma jadi aku pikir lebih baik Daffin dirumah aja. Babysitter nya Daffin juga udah masuk kok ma hari ini” jawab Olivia.
“Yasudah, sekalian mama juga nanti bantu jagain Daffin”
“Makasih ya ma”
“Kami pamit ya pa, ma” ucap Kenzo.
“Iya nak, hati-hati”
__ADS_1
Kenzo dan Olivia pun kemudian pergi meninggalkan papa Adam dan tante Lydia di depan kamar Keysa.
“Bobby hari ini sekolah ma?”
“Iya pa, tadi dianterin sama pak Kardi”
“Emm...yasudah kalau gitu mama ke bawah aja dulu ya, papa mau bujuk Keysa dulu”
“Tapi pa, papa kan belum kuat untuk berdiri sendiri”
“Tenang aja ma, papa udah kuat kok lagian papa kan udah pakai tongkat nih jadi aman dong”
“Papa yakin bisa?”
“Iya ma, mama gausah khawatir”
“Kalau papa nanti mau turun panggil mama ya, jangan coba—coba turun tangga sendiri. Dan kalau papa udah ga tahan berdiri papa panggil mama juga atau papa langsung duduk aja jangan dipaksaian”
“Hehehe iyaiya ma”
Setelah tante Lydia pergi ke bawah, kemudian papa Adam kembali mengetuk pintu kamar Keysa.
Tok...tok...tok
Selama beberapa menit papa Adam terus membujuk Keysa namun Keysa belum juga mau merespon ataupun keluar dari kamar.
Sementara itu di dalam kamar.
“hiks...hiks...hiks. Keysa kangen sama mama hiks..hiks”
Keysa menangis sambil menenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya, sebenarnya sejak tadi Keysa sudah bangun dan mendengar orang-orang diluar datang membujuknya untuk keluar namun dia sengaja menghiraukannya karena masih merasa kesal.
“Coba aja mama masih ada, mama pasti bakalan belain aku hiks..hiks” ucap Keysa.
“Nakk papa tau kamu marah...”
GEDEBUKKK....
Keysa mengangkat kepalanya sambil mengusap air mata serta cairan bening yang mengalir dari hidungnya,
“Papa?” ucap Keysa yang panik karena mendengar suara yang cukup keras dari luar kamarnya, kemudian langsung melompat turun dari kasurnya dan berlari membuka pintu.
__ADS_1
Ketika membuka pintu kamarnya tampaklah papa Adam yang sudah terduduk dilantai sambil meringis dan disekitarnya terlihat makanan yang berserak dilantai beserta mejanya yang sudah terbalik.
“Papa? Papa gapapa kan?mana yang sakit pa?” tanya Keysa yang langsung menghampiri papa Adam.
“Papa kenapa bisa jatuh gini si? Kenapa gak pake kursi roda lagi? papa kan masih belum kuat jalan?” Keysa terlihat begitu khawatir sambil menyingkirkan makanan yang tertumpah dan mengecek keadaan papanya ada yang terluka atau tidak.
Papa Adam memandang putrinya yang terlihat sangat panik, ia tidak menyangka ternyata Keysa begitu mengkhawatirkan dirinya.
“Papa gapapa sayang” ucap papa
“Gapapa gimana pa? Orang papa jatuh kayak gini?” suara Keysa terdengar sudah mulai bergetar dan masih saja sibuk membersihkan tumpahan makanan.
Melihat itu papa Adam langsung memeluk putri kesayangannya itu.
“Papa gapapa sayang, papa gapapa” ucap papa Adam sambil memeluk Keysa.
“Maafin papa ya atas kejadian kemarin, lagi-lagi papa ngecewain kamu”
“Huaa...Hwaaaa. Keysa ga mau dijodohin pa, Keysa ga mau hiks..hiks”
“Iya sayang iya, papa ga akan ngejodohin kamu lagi. Maafin papa ya, papa udah buat ngambil keputusan ceroboh. Papa janji sayang ga akan seperti itu lagi, papa janji ” ucap papa Adam yang semakin mengeratkan pelukannya sambil menepuk-nepuk lembut bahu Keysa dan sembari mengecup pucuk kepala putri kesayangannya itu.
“Kamu jangan nangis lagi ya sayang” ucap papa Adam sambil mengusap air mata Keysa menggunakan jari-jari tanganya.
“Keysa kangen mama pa huaa...hwaaaa” Keysa kembali menangis dan menghamburkan dirinya kembali ke dalam pelukan sang papa.
“Kamu kangen mama ya, kita ziarah ke makam mama, mau?” sambil memeluk dan mengusap rambut Keysa.
Keysa kemudian hanya mengangguk dalam pelukan papa Adam menandakan setuju dengan perkataan papanya.
“Yaudah besok kita ziarah ke makam mama ya” ucap papa Adam.
Tante Lydia yang sedang berada di dapur dan mendengar suara papa Adam yang terjatuh kelantai, segera berlari menaiki tangga menuju lantai dua. Namun sesampainya di tangga terakhir tante Lydia terhenti karena melihat pemandangan yang cukup mengharukan hati dimana untuk kedua kalinya terjadi Keysa sedang menangis dipelukan papanya, untuk itu tante Lydia memutuskan untuk kembali turun karena tidak ingin mengganggu suasana langka seperti itu.
“Nyonya apa yang terjadi? Tadi saya mendengar suara yang cukup jelas di lantai dua?” tanya bi Ima yang juga hendak menaiki tangga untuk mengecek apa yang terjadi dilantai dua.
“Enggak ada apa-apa bik, saya udah cek ke atas kok. Bibi lanjutkan pekerjaan bibi aja” ucap tante Lydia.
“Baik nyonya”.
......................
__ADS_1