Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 50


__ADS_3

...50...


“Sayanggg, kamu ga boleh seperti itu ya sekali lagi” ucap tante Lydia sambil merangkul Bobby kedalam pelukannya.


Keysa meletakkan peralatan makan yang sedang dipegangnya lalu beranjak dari kursinya dan


berjalan ke arah Boby dan tante Lydia. Hal itu membuat papa, Kenzo dan tante Lydia semakin khawatir jika Keysa akan melampiaskan ketidaksukaannya kepada tindakan Bobby sebelumnya.


Ketika tepat di hadapan Boby, Freya langsung mensejajarkan wajahnya dengan Boby dan tanpa disangka Freya memberikan kecupan tepat dipipi Boby.


“Morning kiss buat adikvlucu aku hehe” ucap Freya tersenyum sambil mencubit gemas pipi Boby.


Bobby yang mendapatkan perlakuan itu tampak kegirangan sedangkan papa, Kenzo dan tante Lydia seketika berubah menampilkan raut wajah kaget dan bahagia.


“Obby belajar yang pintar ya. Entar kakak akan kasih kamu hadiah kalau nilainya bagus” ucap Keysa sambil mengusap-usap rambut Boby dengan lembut.


“Yeeee hadiah…hadiah…Oby dapat hadiahh dari kakak”


“Onttyyyy, Daffin juga mau hadiah masa uncle Oby aja yang dikasih hadiahh” rengek Daffin yang baru saja datang bersama Olivia sambil lari ke arah Keysa.


“Hahaha iya sayangg, nanti onty juga kasih kamu hadiah”


Suasana pagi itu terlihat begitu nyaman dan hangat, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Perubahan Keysa benar-benar membawa dampak besar dikeluarga Narendra.


Hari ini semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan hanya Keysa yang tinggal di rumah bersama dengan para asisten rumah tangga. Bukan karena Keysa tidak diajak pergi namun Keysa lebih memilih tinggal dirumah untuk beristirahat disebabkan masih


merasakan jetlag. Ketika Keysa tengah tertidur tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan tertera nama kakeknya dilayar ponsel. Dengan masih setengah sadar Keysa pun menganggkat ponselnya.


“Hallooo kek…” ucap Keysa dengan suaranya yang terdengar sedikit serak.


“Kamu sakit?”


“Enggak kok kek, Keysa baru bangun tidur”


“Oh Maaf ya kakek sudah mengganggu tidur mu. Habisnya kakek sangat merindukan cucu kesayangan kakek”


“Keysa juga rindu kakek”


“Kakek tidak percaya” ucap kakek Ali ngambek


“Lohh kakek kok gitu sih. Keysa beneran kangen sama kakek”


“Kalau kangen, kenapa kamu belum juga datang mengunjungi kakek?”


“Ah hehe soal itu aku …”


Belum sempat Keysa melanjutkan ucapannya kakek Ali sudah berbicara lagi.


“Keluar la, kakek sudah menunggu mu didepan rumah”

__ADS_1


“Seriuss? Kakek ada didepan?” tanya Keysa kaget dan langsung terduduk diatas kasur.


“Ah kakek bercanda ya” sambung Keysa lagi


“Kakek tidak bercanda, turunlah kakek sudah sangat ingin bertemu dengan cucu kesayangan kakek”


“Tunggu sebentar ya kek, Keysa siap-siap dulu. Kakek masuk aja dulu kedalam” ucap Keysa sambil bergegas turun dari kasurnya


“Tidak usah, kakek menunggu dimobil saja”


“Kenapa kek?”


“Tidak apa-apa sayang, sudahlah kamu sebaiknya bergegas untuk siap-siap. Kakek tunggu ya”


“Oke kek tunggu sebentar ya”


Lalu sambungan panggilan pun terputus.


Keysa langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan tak berselang lama Keysa sudah keluar menggunakan handuk kimono kemudian langsung mengambil pakaian yang akan dia kenakan dari dalam koper. Keysa keluar dari kamar sambil menenteng tas


selempangnya.


“Mau kemana non?” tanya bi Ima yang kebetulan melihat Keysa.


“Keluar sebentar bik, entar bilangin juga ke papa ya kalau papa udah pulang. Aku pergi dulu ya bik”


jawab Keysa dan buru-buru berjalan menuju pintu keluar.


Keysa berjalan dihalaman rumah untuk menuju luar pagar dimana kakeknya sudah menunggu. Karena saat itu kebetulan sedang waktunya makan siang jadi tidak ada pak Darman satpan rumah yang menjaga pos dan pagar rumah. Setelah membuka pintu kecil disamping pos


Keysa melirik ke arah kiri dan kanan untuk mencari keberadaan kakeknya. Dan tiba-tiba saja dari sebuah mobil yang berada tidak jauh dari rumah keluar kakek Ali dari dalamnya.


“Kakekkkk…” teriak Keysa dan langsung berlari ke arah kakeknya untuk dapat segera memeluk kakek.


“Waa cucu kesayangan ku” sambut kakek Ali dengan riang dan langsung membalas pelukan Keysa dengan hangat.


Sangkin rindunya dengan Keysa kakek Ali berkali-kali mengecup pucuk kepala Keysa dan tidak melepaskan pelukannya selama beberapa menit.


“Kakek benar-benar sangat merindukan mu nak” ucap kakek Ali sambil mengeratkan pelukannya.


“Aku juga rindu sama kakek”


Perlahan kakek Ali mulai melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Keysa sambil menatap Keysa dengan tatapan penuh kerinduan.


“Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu dan kamu sudah tumbuh sebesar ini. Kamu benar-benar sangat mirip dengan ibu mu nak” ucap kakek dan kembali memeluk Keysa.


“Aaaaa kakek kok gitu sih ngomongnya kan aku jadi sedihh” Freya kembali memeluk kakeknya.


“Maaf mengganggu tuan, sebaiknya kita pergi dari sini. Karena saat ini sudah menunjukkan waktunya makan siang dan anda tidak boleh telat makan dan meminum obat anda” ucap

__ADS_1


asisten pribadi kakek Ali yang turun dari mobil.


“Akhh kau merusak suasana saja” ucap kakek Ali sebal namun tetap merangkul cucu kesayangannya itu.


“Maaf tuan saya hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh dokter Tomy”


“Dasar asisten cerewet”


“Kek, jangan marah-marah gitu entar keriput kakek makin banyak loh” goda Keysa


“Kamu memang cucu yang paling berani dan durhaka sama kakek”


“Hahaha dan kakek adalah kakek yang durhaka karena sering mengutuk aku hahaha”


“Haha memang kamu cucu kakek yang paling banyak bisa” ucap kakek sambil mengacak-acak rambut cucunya.


“Yasudah kita pergi makan siang dulu ya” sambung kakek Ali


Kemudian Keysa dan kakek Ali pergi kesebuah restoran korea yang cukup terkenal di kota Medan.


Sesampainya didepan restoran, Keysa melihat para karyawan restoran sudah berbaris di sepanjang pintu masuk. Dan ketika Keysa dan kakek Ali berjalan masuk semua karyawan


sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan.


“Ini restoran punya kakek ya?” tanya Keysa pelan sambil merangkul lengan kakeknya.


“Tidak, ini bukan restoran milik kakek”


“Terus mengapa mereka semua tampak hormat sewaktu kita masuk tadi kek?Tidak mungkin kan mereka begini kepada semua konsumennya. Apalagi tadi aku lihat dibed nama ada manajernya juga yang ikut berbaris disitu”


Dan kakek Ali hanya meresponnya dengan seutas


senyuman.


Mereka berdua duduk disebuah ruangan VIP yang ada direstoran itu agar tidak ada yang mengganggu mereka untuk melepas rindu. Sambil menunggu makanan yang sedang disiapkan mereka memilih untuk mengobrol.


“Kek, kakek belum jawab pertanyaanku tadi loh”


“Pertanyaan yang mana sayang?” tanya kakek


“Tentang restoran ini kek”


“Oooo restoran ini. Ini punya kamu sayang”


“Punya aku?”


“Iya kakek belikan restoran ini buat kamu, sebagai hadiah kelulusan yang waktu itu belum sempat kakek berikan sama kamu”


“Serius kek?”

__ADS_1


Dan kakek Ali hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


......................


__ADS_2