
...82...
Tiga bulan kemudian…
Saat ini kondisi Nathan terlihat
begitu kurus dan rambutnya juga sudah mulai berguguran hingga harus habis dicukur akibat dari salah satu efek
kemoterapi yang di jalaninya selama beberapa bulan terakhir ini. Selama tiga
bulan ini Keysa selalu setia menemani Nathan, bahkan Keysa sangat telaten dalam
mengurus dan merawat Nathan.
“Pelan-pelan Nat” ucap
Keysa sambil membantu Nathan berbaring dikasur setelah kembali dari rumah sakit
menjalani kemoterapi.
Bulan lalu, setelah
pertimbangan yang dilakukan oleh dokter akhirnya Nathan diperbolehkan untuk
pulang sesuai dengan permintaannya dan dirawat dirumah.
Setelah Nathan berbaring,
Keysa pun langsung menyelimuti tubuh Nathan menggunakan selimut, kemudian Keysa
duduk di pinggiran kasur sambil menggenggam lengan Nathan.
“Hari ini kamu mau di
ceritain apa Nat?” tanya Keysa
Selama beberapa bulan ini
Keysa memiliki kebiasaan baru untuk berdongeng sebelum Nathan tertidur, ya itu
merupakan permintaan Nathan karena dia rindu dengan kebiasaan yang dilakukan
mamanya sewaktu dulu dan alasan utama Nathan meminta hal itu ialah karena suara
Keysa adalah pengantar tidur yang paling mujarab untuknya dan bisa meredam
sedikit rasa sakit yang dia rasakan.
“Enggak Key, hari ini aku
sangat lelah dan ingin langsung istirahat” ucap Nathan lemah
“Yasudah kalo bagitu kamu
istirahat ya” ucap Keysa sambil merapikan selimut Nathan
Namun baru saja Keysa
melangkah menuju pintu kamar, tiba-tiba saja terdengar suara Nathan yang
memuntahkan sesuatu. Keysa pun berbalik dan langsung kembali menghampiri Nathan
lalu membantu Nathan untuk duduk agar bisa lebih mudah untuk memuntahkan isi
perutnya. Selain mengalami kerontokan akibat kemoterapi, Nathan juga kerap kali
mual bahkan muntah ketika selesai melakukan proses kemo.
Selesai muntah dan sudah
merasa sedikit lega Nathan pun kembali berbaring dengan lemas. Keysa pun
langsung mangambil tisu basah yang sudah disediakan di nakas samping kasur,
kemudian mulai membersihkan sisa muntahan yang ada sekitaran mulut Nathan.
Selesai membersihkan sisa muntah, Keysa beralih dengan muntahan yang sudah
berserak di lantai. Tanpa ada rasa jijik sedikit pun Keysa mulai bergegas membersihkan
semuanya.
“Maafin aku ya Key…aku hanya
bisa menyusahkan kamu”
“Kamu mending istirahat
ya, jangan banyak pikiran” ucap Keysa sambil tersenyum lalu mengusap tangan
Nathan dengan lembut.
Keysa hanya tidak ingin
menambah beban pikiran Nathan dan ingin Nathan hanya berfokus untuk
kesehatannya, lagipula dia sendiri juga tidak keberatan untuk melakukan
__ADS_1
semuanya.
Tok…tok…tok
Nathan dan Keysa beralih
menatap pintu dan kemudian tampaklah Caca yang masuk sambil membawa nampan.
“It’s snack time” ucap
Caca bersemangat
“Yeee…snack. Hari ini
snacknya buah apa kak Ca?” ucap Keysa yang bertingkah seperti anak kecil
“Hari ini ada buah
kesukaan Nathan mangga, apel dan blueberry”
“Waahhh mau juga dong
kak”
Walaupun Keysa dan Caca
sudah sering berakting seperti tingkah anak-anak kecil untuk menghibur Nathan,
tapi itu tetap saja selalu berhasil membuat Nathan tersenyum. Nathan sangat
bersyukur memiliki orang-orang yang peduli dan sayang kepadanya.
“Tenangg.... hari ini kakak
sudah buat porsi double untuk kalian berdua” ucap Caca sambil menyerahkan
piring yang berisi potongan buah.
“Yeee… thank you kak
caca”
“Okey, selamat menikmati
snacknya ya” ucap Caca pamit dan pergi keluar meninggalkan mereka berdua
“Kamu mau makan ini dulu?
Atau mau istirahat saja?” tanya Keysa dengan lembut
dengerin omelan kak Caca” canda Nathan sambil tersenyum lemah.
Nathan sengaja mengatakan
hal seperti itu karena dia tahu jika Caca nantinya akan mengecek apakah Nathan
sudah memakan buah-buahannya atau belum dan apabila Caca mendapati
buah-buahannya masih ada di dalam piring maka Caca akan mengomel.
“Haha…aku laporin kak
Caca kamu ya haha”
Keysa menyuapi potongan
demi potongan buah ke dalam mulut Nathan, sambil menceritakan cerita-cerita
lucu untuk menghibur Nathan.
“Kamu dan keluarga kamu
kapan perginya kerumah kakek?” tanya Nathan kepada Keysa masih duduk sambil
bersandar di headbord kasur.
“Emm…papa sama yang lain
rencananya bakalan pergi besok”
“Kamu?”
“Aku enggak Nat, aku mau
disini jaga kamu”
Nathan kemudian meraih
jemari Keysa lalu mengelusnya dengan lembut.
“Aku gapapa sayang, ada
kak Caca dan papa yang jagain aku. Jadi gapapa kamu pergi aja quality time bareng
keluarga ya”
“Tapi…”
__ADS_1
“Ini kan pertama kalinya
kakek kamu ngajak papa buat kumpul bersama setelah beberapa tahun, itu berarti
sekarang hubungan mereka sudah membaik. Jadi kamu harus ada untuk mengabadikan
momen ini”
“Emm…ta-api” ucap Keysa
ragu-ragu
“Malah kalau kamu ga pergi,
aku merasa cuma bisa jadi beban dan penghalang buat kamu”
“Emm..iyasudah aku ikut.
Aku pastikan akan secepatnya kembali”
“Hehe ga perlu terlalu
buru-buru sayang, kita masih punya banyak waktu kok”
“Baiklah kalau begitu.
Tapi kamu janji ya harus selalu tepat waktu makan dan ga lupa minum obat. Dan
selalu kasih aku kabar, jangan menghilang kayak beberapa bulan lalu”
“Hehe siap laksanakan ibu
bos” ucap Nathan sambil membuat gerakan tangan hormat ke arah Keysa.
Keesokan paginya Keysa
beserta keluarganya berangkat menuju rumah kakek Ali, entah apa yang
dibicarakan kakek dan papanya dulu sewaktu bertemu hingga tiba-tiba beberapa
hari yang lalu kakek Ali mengundang mereka semua untuk datang berkumpul
bersama. Di satu sisi Keysa merasa senang karena keluarga besarnya kembali
berkumpul namun di satu sisi lagi entah mengapa Keysa merasa berat untuk pergi
jauh dari Nathan. Sebenarnya Keysa memiliki keinginan untuk mengajak dan
memperkenalkan Nathan dikeluarga besar sang papa, namun keinginan itu dia
urungkan mengingat kondisi Nathan yang kurang memungkinkan untuk berpergian
jauh.
Dua hari kemudian Keysa
memutuskan untuk pulang lebih dulu ke rumah dibandingkan dengan keluarganya
yang akan pulang dalam beberapa hari kedapan, Keysa berencana untuk memberikan
surprise kepada Nathan karena hari ini merupakan hari ulang tahunnya. Keysa
pulang diantar oleh supir pribadi sang kakek. Kepulangan Keysa hanya
diketahui oleh Caca karena mereka berdua sudah sepakat untuk memberikan kejutan
kepada Nathan.
“Semoga Nathan suka sama
hadiahnya” ucap Keysa sambil memandang sebuah jam yang sudah tertata rapi dalam
sebuh kotak. Keysa membeli jam tersebut ketika dia berada dirumah kakek Ali.
Tak hanya jam tangan Keysa juga membelikan Nathan sebuah hodie berwarna cokelat
yang merupakan warna kesukaan Nathan.
Setelah merasa puas
melihat hadiah yang sudah dibelinya, Keysa pun kembali menutup kotak hadiah
tersebut dan meletakkan nya disamping tempat duduknya. Setelah itu Keysa
mengambil ponselnya untuk memberikan kabar kepada Caca jika dia sudah berada
dalam perjalan pulang. Beberapa menit Keysa menunggu balasan chat dari Caca,
namun balasan pun tidak kunjung datang dan akhirnya Keysa pun memutuskan untuk
menyimpan kembali ponselnya kedalam tas lalu mengambil posisi untuk bersiap
tidur. Keysa berpikir jika tidur dalam perjalanan maka waktu tidak akan terasa
dan tau-tau sudah sampai di tempat tujuan.
......................
__ADS_1