
...45...
Sementara itu di taman belakang, Nathan duduk disamping Olivia sambil sesekali mengajak Daffin bermain agar tidak menangis lagi. Nathan memutuskan untuk duduk ditaman sambil menunggu situasi diruang keluarga kembali tenang dan membaik.
“Sepertinya aku pernah melihat lelaki itu, tapi dimana ya?” benak Nathan, sambil mencoba kembali mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan Axel.
Tiba-tiba Nathan teringat akan sesuatu hal dan langsung mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya lalu membuka galeri foto sambil mencari-cari sesuatu.
“Apa?? Pria itu ternyata anak Hermansyah! Siall" ucap Nathan yang kaget melihat foto yang dikirimkan Ben waktu itu dan di dalamnya ada Axel.
"Ada apa Nat?" tanya Olivia
"Oh ga ada apa-apa kok kak" ucapa Nathan sambil buru-buru menaruh kembali ponselnya ke dalam saku.
3 tahun kemudian......
Keysa baru saja tiba di bandara Kuala Namu setelah melakukan perjalanan ke beberapa negara sebagai relawan dalam sebuah organisasi sosial. Hari ini dia memutuskan kembali pulang untuk menghabiskan libur akhir tahunnya bersama papanya.
Setelah kejadian waktu itu Keysa memutuskan kembali ke Belanda melanjutkan kuliahnya dan bergabung dengan sebuah organisasi sosial untuk menyibukkan dirinya agar dia tidak terus-terus mengingat kenangannya bersama Axel dan agar Axel tidak bisa lagi menemukan dirinya karena sering berpindah pindah dari negara yang satu ke negara yang lain.
Organisasi sosial itu adalah milik salah satu teman papa Adam yang berada di Belanda.
Keysa juga sudah menyelesaikan kuliahnya sejak dua tahun yang lalu dan sekarang ini Keysa memutuskan untuk mengabdikan dirinya di organisasi sosial itu, karena selama bergabung dalam organisasi itu Keysa bisa merasakan kedamaian dan kebahagian tersendiri dalam hatinya.
Sejak 3 tahun yang lalu, Keysa sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Axel, terakhir kalinya dia bertemu Axel ketika melihat Axel bersama dengan wanita lain dirumah sakit. Setelah mulai bangkit dari keterpurukannya waktu itu Keysa memutuskan untuk meninggalkan semua sosmed milik pribadinya dan mengganti nomor ponsel agar Axel tidak bisa lagi menghubunginya. Bukan hanya itu saja bahkan Keysa juga sengaja pindah dari apartemen nya yang lama di Belanda agar Axel tidak lagi bisa menemuinya.
Kini Keysa sudah mulai terbiasa dengan kehidupannya tanpa ada lagi Axel sebagai kekasihnya. Saat tahun pertama setelah kepergian Keysa ke Belanda sesekali dia masih mendengar kabar Axel dari keluarganya karena Axel yang sering datang kerumah untuk menanyakan keberadaan Keysa, namun seiring berjalannya waktu hingga sekarang Keysa tidak pernah lagi mendengar kabar apapun mengenai Axel dan Axel pun tidak pernah lagi mengunjungi rumah. seketika Axel bagaikan hilang ditelan oleh bumi
"kak Kenzo kemana sih katanya mau jemput tapi sampai sekarang kok belum muncul sih?" gerutu Keysa yang sudah menunggu Kenzo lebih dari 30 menit.
Keysa mengambil ponsel dari dalam tas selempang nya dan hendak menghubungi Kenzo untuk menanyakan keberadaannya. Namun baru saja Keysa mencari nama Kenzo di kontak nya sebuah teriakan terdengar memanggil namanya.
"Keysa...." teriak Nathan.
"Nathan?eh haiiiii..." Keysa melambai-lambai tangannya kegirangan melihat kemunculan Nathan.
__ADS_1
"Lu apa kabar Nat?”
“Aku baik kok, kamu gimana?”
“Ya seperti yang lu liat sendiri Nat gue sehat”
“Aku senang banget Key, bisa lihat kamu kembali ceria seperti ini” benak Nathan.
“Oh syukurlah Key”
“Kangen gue tau sama lu Nat” ucap Keysa sambil tiba-tiba merangkul Nathan.
“Terakhir kali tuh kita ketemu dua tahun yang lalu bukan ga sih?” sambung Keysa.
“Iya Key dua tahun yang lalu dan setelah itu kita ga pernah ketemu lagi karena kamu sibuk ngejelanin kegiatan sosial”
“Dan selama itu juga aku udah menyimpan perasaan ini Key” sambung Nathan dalam hati.
Sejak waktu itu hubungan Nathan dan Keysa memang semakin dekat dan akrab, namun bagi Keysa Nathan hanyalah sahabat dekatnya karena disaat dirinya terpuruk waktu itu Nathan selalu berusaha menghibur Keysa dan selalu ada ketika Keysa membutuhkan teman curhat. Tapi lain halnya dengan Nathan, dia memiliki perasaan terpendam dengan Keysa.
“Oh yang ngomong-ngomong kenapa jadi lu yang jemput gue dan bukannya kak Kenzo?”
“Oh gitu, yaudah deh kalau gitu kita pulang yuk gue pengen cepat-cepat sampai rumah nih mau istirahat” ajak Keysa.
Nathan pun kemudian bergegas membantu Keysa untuk membawa barang-barang bawaan Keysa ke dalam mobil. Keysa yang merasa cukup lelah setelah melakukan perjalanan udara selama berjam-jam akhirnya tertidur selama perjalanan dari bandara menuju rumah.
Sesampainya dipekarangan rumah Keysa, Nathan tidak langsung membangunkan Keysa dia sengaja membiarkan Keysa tertidur didalam mobil agar dia bisa memandangi wajah Keysa dan mengobati rasa rindu yang dia pendam selama ini.
“Aku senang banget Key, bisa lihat kamu langsung kayak gini” ucap Nathan dan tangannya perlahan mulai bergerak ke arah wajah Keysa untuk menyingkirkan rambut-rambut halus yang menutupi wajah Keysa.
Namun belum sempat Nathan menyingkarkan rambut-rambut itu, Keysa lebih dulu bangun dari tidurnya dan itu membuat Nathan terkaget kemudian buru-buru menarik kembali tangannya.
“Eh udah sampai ya Nat” ucap Keysa sambil mengucek-ngucek matanya.
“Kenapa lu ga bangunin gue aja Nat kalau udah sampai? Kan gue jadi keterusan tidurnya” sambung Keysa sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena tertidur tadi.
__ADS_1
“Kamu tadi kelihatan capek, jadi aku ga tega bangunin kamu”
“Ah lu ga asik Nat, masih pake acara ga tegaan segala sama gue. Lu sendiri kan tau gimana gue kalau udah tidur. Oh ya udah berapa lama gue tadi tidur di mobil lu?”
“Belum lama kok Key”
“Syukurlah gue kirain udah berjam-jam gue tidur dimobil lu haha” canda Keysa.
“Makasih ya Nat, udah jemput dan nganterin gue dengan selamat sampai ke rumah” ucap Keysa dan kemudian membuka pintu mobil.
“Iya Key, sama-sama lagian aku juga senang kok bisa ketemu kamu”
“Hahaha lu bisa aja Nat, yaudah gue turun dulu ya” Keysa menurunkan satu kakinya keluar mobil.
“Oh iya gue lupa” Keysa kemudian membuka tas ranselnya dan mencari sesuatu.
“Kamu cari apa Key? Ada yang kelupaan?” tanya Nathan.
“Nah ini dia” ucap Keysa saat menemukan sebuah paperbag kecil dari dalam tas ranselnya.
“Ini buat lu Nat” sambil menyodorkan paperbag tersebut
“Apa ini Key?”
“Hadiah buat lu, selamat ulang tahun ya Nat” ucap Keysa sambil tersenyum manis ke arah Nathan kemudian langsung turun dari mobil.
Tanpa sadar seulas senyuman terpampang diwajah tampan Nathan setelah menerima hadiah pemberian Keysa.
“Padahal ulang tahun ku udah lewat seminggu yang lalu Key. Tapi kamu tetap ingat dan kasih aku hadiah spesial ini” ucap Nathan merasa senang.
Nathan tiba-tiba teringat kalau dia belum sempat mengucapkan terimakasih kepada Keysa dan dia pun langsung turun dari mobil.
“Key makasih ya kadonya...” teriak Nathan.
Keysa yang mendengar teriakan Nathan pun menghentikan langkah kakinya lalu berbalik ke arah Nathan.
__ADS_1
“Semoga suka ya” jawab Keysa yang juga ikut berteriak.
......................