
...59...
Nathan tampak fokus menatap Keysa yang tengah menikmati hembusan angin yang bebas menerpa dirinya, hingga tanpa sadar Nathan mengangkat tangan kirinya untuk menyingkirkan rambut-rambut halus yang menutupi wajah Keysa karena hembusan angin. Namun baru saja tangan Nathan hendak menyentuh rambut-rambut halus itu, tiba-tiba saja terdengar suara perut Keysa yang berbunyi hal itu membuat Nathan tersadar dan langsung menarik tangannya sebelum dilihat oleh Keysa.
“Cari makan yuk Nat, aku lapar nih” ujar Keysa sambil memperbaiki posisi dudukunya ke seperti semula.
Kemudian Keysa dan Nathan pergi berjalan ke sekitaran daerah rumah sakit untuk mencari makanan yang dijual di toko-toko yang ada dipinggir jalan. Setelah menemukan tempat makanan yang cocok mereka berdua langsung masuk kedalam untuk mencari bangku kosong dan kemudian memesanan makanan yang mereka inginkan.
“Makanannya tuh dimakan, jangan liatin aku mulu” ujar Keysa ketika menyadari Nathan tengah mentap dirinya.
“Hehe kamu makan tuh masih kayak anak kecil ya” ujar Nathan tersenyum manis kemudian tangannya terulur kearah bibir Keysa untuk mengusap sisa makanan yang menempel.
Keysa yang merasa sedikit kaget dengan perlakuan Nathan langsung menjauhkan wajahnya dan spontan langsung mengusap bibirnya dengan tangannya sendiri.
“Ah maaf” ujar Nathan yang menyadari bahwa tindakannya barusan membuat Keysa merasa sedikit tidak nyaman.
“Iya gapapa” jawab Keysa kemudian melanjutkan kembali aktivitas makananya.
Setelah selesai makan, mereka juga tidak lupa untuk membawakan makanan untuk kak Caca dan om Addison.
Malam ini Keysa dan Caca, kembali ke rumah sedangkan Nathan dan papanya tinggal dirumah sakit untuk menjaga tante Christin. Saat ini Keysa tengah berada di dalam kamar dan sibuk
merapikan kembali barang-barangnya karena besok dia akan kembali ke Indonesia
karena keadaan mamanya Nathan sudah membaik serta dia juga ingin mengurus
persiapan acara peresmian pertunangannya yang diadakan oleh keluarga besarnya, sebenarnya Keysa tidak ingin mengadakan acara itu namun karena permintaan dari sang papa mau
tidak mau dia harus mengikutinya. Sedangkan Nathan juga nantinya akan menyusul pulang ke Indonesia dalam tiga atau empat hari kedepan.
Tok…Tok…Tok
Terdengar suara ketukan pintu kamar.
“Masuk” ucap Keysa dari dalam kamar
“Eh kak Caca. Kok kakak ga istirahat?”
Caca tersenyum ke arah Keysa
“Gapapa, ada yang mau aku bantu?” tanya Caca
“Enggak ada kok kak, ini juga packing nya udah mau selesai”
Caca pun menganggukkan kepalanya kemudian duduk dipinggiran kasur.
“Key…” panggil Caca
“Iya kak, ada apa?”
“Makasih ya, kamu udah mau bantu ngewujudin permintaan mama. Dan maaf juga karena permintaan mama kamu terpaksa harus menikah dengan Nathan”
“Ah kak Caca jangan merasa terbebani seperti itu dong. Kan aku jadi ngerasa ga enak nih” ujar Keysa untuk mencairkan suasana
__ADS_1
“Lagian aku juga ga punya alasan buat nolak Nathan kak, dia baik dan sopan. Lagipula udah waktunya juga aku buat coba balas perasaan Nathan kak walaupun itu masih butuh proses” lanjut Keysa.
“Kamu tahu kalau Nathan punya perasaan sama kamu sejak dulu?” tanya Caca
Keysa menganggukkan kepalanya.
“Nathan ga sehandal seperti dia sedang melakukan bisnis kalau tentang perasaan kak hehe” canda Keysa dan hal itu berhasil mengundang tawa dari Caca.
“Haha, benar apa yang kamu katakan Key. Anak itu memang sangat buruk kalau sudah membicarakan tentang perasaan”
Pembahasan mereka akhirnya terus berlanjut dengan menceritakan setiap sisi dari seorang Nathan Benedict.
Pukul 00.30 waktu sekitar Keysa sudah berbaring di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar. Sejak pukul 22.00 waktu setempat tadi Keysa sudah mencoba untuk memejamkan matanya
namun tidak kunjung bisa. Pikiran Keysa seakan tidak mau diam dan terus asik berkelana menulusuri setiap ruang kosong yang ada dikepalanya.
“Huffttt…semoga kedepannya tidak ada masalah yang akan terjadi” ucap Keysa dalam hatinya.
Keysa kemudian mengambil kembali ponselnya
yang terletak diatas nakas dan membuka youtube untuk mencari musik-musik
pengantar tidur yang bisa membantunya untuk menjemput dunia mimpi.
Sekitar pukul 05.00 pagi
waktu sekitar, Keysa yang tidak terlalu nyenyak tertidur samar-samar mendengar
turun dari kasur untuk memastikan keadaan diluar.
Ketika membuka pintu kamar,
Keysa dapat mendengar sangat jelas bahwa suara riuh yang dia dengar dari dalam
kamar tadi berasal dari suara tangisan histeris. Awalnya Keysa masih mencoba
untuk tetap berpikiran positif dan menepis segala pikiran buruk yang ada dalam pikirannya, namun ketika indra
pendengarannya menangkap suara Caca yang tengah menangis histeris sambil
berteriak “mamaaa”. Jantung Keysa seketika langsung berpacu dengan secepat dan
tubuhnya tiba-tiba saja terasa sangat dingin. Bahkan tiba-tiba saja kakinya
langsung terasa lemas dan hampir terjatuh, untung saja Keysa dengan sigap
memegang daun pintu untuk menumpu tubuhnya.
Keysa seperti merasakan
trauma ketika mendengar kabar duka cita sehingga membuatnya tiba-tiba saja
merasa lemas, bahkan dia merasa nafasnya begitu sangat berat.
__ADS_1
“Key, sadar. Ayo jangan
lemah seperti ini” ujar Keysa untuk menyemangati dirinya.
Keysa mencoba
mengendalikan pikiran dan mencoba menetralkan detak jantungnya dengan menarik
nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. Setelah merasa
kekuatannya sudah kembali, Keysa langsung berlari secepatnya ke lantai satu.
Di lantai satu tepatnya
diruang keluarga, Keysa melihat Caca tengah menangis di pelukan dua orang
perempuan paruh baya yang salah satunya merupakan asisten rumah tangga dirumah
ini dan perempuan bule yang satunya lagi Keysa tidak mengenalinya. Di ruang
keluarga itu Keysa juga melihat dua orang pria paruh baya yang juga dilihat Keysa
dirumah sakit saat acara pertukaran cincin waktu itu.
Keysa melangkahkan kakinya mendekati Caca.
“Kak…” ucap Keysa dengan suaranya yang bergetar karena menahan air matanya.
Caca yang mendengar suara Keysa, kemudian melepaskan pelukan dari kedua perempuan paruh baya itu dan
langsung memeluk Keysa dengan sangat erat,
“Hiks…hiks mama udah ga
ada Key. Mama udah pergi huaaa…” ucap Caca histeris sambil memeluk Keysa.
Air mata yang sejak tadi sudah ditahan Keysa akhirnya pun pecah, Keysa sudah tidak mampu lagi menahannya
karena ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Caca.
“Kakak yang kuat ya, tante udah ga sakit lagi kak, tante udah sembuh seutuhnya” ujar Keysa dengan air matanya yang masih mengalir namun tetap mengusap-usap punggung Caca dengan
harapan hal itu bisa membuat Caca mendapat kekuatan.
Selama beberapa menit Keysa memeluk Caca dengan erat tanpa melepasnya sedikit pun sebelum pada akhirnya Keysa tersadar dengan Nathan. Tiba-tiba saja Keysa teringat dan sangat
mengkhawatirkan keadaan Nathan yang pastinya sangat terpukul saat ini.
Keysa menghapus air matanya dan berusaha menguatkan dirinya.
“Maaf bik, ada kabar terbaru gak dari Nathan atau om Adi?” tanya Keysa dengan suaranya sedikit agak serak karena baru menangis.
......................
__ADS_1