
...64...
Setelah
Daffin sudah berpindah ke gendongan Keysa, Olivia pun kemudian pergi ke luar
kamar sedangkan Kenzo masih tetap tertidur di sofa.
“iya
sayang cup…cup bentar ya. Mama lagi ambilin obat buat kamu. Sabar yaa…” ujar
Keysa sambil mengayun-ayunkan Daffin dalam gendongannya.
Di
dalam gendongan Keysa, Daffin yang tengah menanangis tiba-tiba saja memuntahkan
sesuatu dari dalam mulutnya. Hal itu sontak membuat Keysa kaget dan panik,
buru-buru Keysa langsung berteriak memanggil Olivia.
“Kakkkkk
Olivvvvv…kak Olivvv” teriak Keysa panik
Teriakan
Keysa dan suara tangisan Daffin yang cukup kencang membuat Kenzo yang tengah
tertidur langsung terbangun dan Olivia yang mendengar teriakan dari Keysa pun
langsung cepat berlari kembali kedalam kamar. Suara kamar saat itu riuh karena
dipenuhi oleh suara tangis Daffin.
“Kak,
Daffin barusan muntah kak” ujar Keysa panik kepada Kenzo.
“Kita
bawa Kenzo kerumah sakit sekarang” ucap Kenzo serius dan langsung mengambil
kunci mobil serta dompetnya diatas nakas kemudian langsung berlari ke luar
untuk menyiapkan mobil. Olivia yang baru tiba di dalam kamar langsung bertanya
kepada Keysa.
“Ada
apa Key? Daffin kenapa?” tanya Olivia buru-buru.
Pandangan
Olivia beralih ke arah lantai dimana ada bercak makanan bekas muntahan Daffin
tadi.
“Daffin
tadi muntah kak” ucap Keysa khawatir dengan suaranya yang sudah bergetar
seperti menangis.
Mendengar
itu membuat kedua kaki Olivia tiba-tiba saja langsung terasa lemas, untung saja
saat itu ada tante Lydia dan papa Adam yang baru saja datang ke kamar dan
dengan sigap langsung menangkap tubuh Olivia. Olivia terduduk dilantai dan
menangis didalam pelukan tante Lydia.
“Kamu
pergi bawa Daffin segera nak, biar Olivia menyusul bersama papa” perintah papa
Adam kepada Keysa karena takut bila akan terlambat diberi tindakan kapada cucu
kesayangannya itu.
“Iya
pa” kemudian Keysa pun langsung berlari dengan cepat keluar kamar sambil
menggendong Daffin yang masih terus menangis.
Sedangkan
di dalam kamar Olivia masih menangis, melihat kondisi anaknya seperti itu
membuat tenaga ditubuhnya tiba-tiba saja menghilang seketika.
“Kamu
harus kuat nak buat Daffin. Kamu itu mamanya, jadi dukungan kamu itu yang
paling utama buat Daffin. Kamu ga boleh lemah seperti ini. Saat ini Daffin
sangat membutuhkan kamu nak” ucap tante Lydia sambil mengusap-usap punggung
menanntunya itu dengan lembut.
“Mah,
papa siapin mobil dulu ya” ujar papa Adam kemudian pergi meninggalkan mereka
berdua.
Setelah
mendapat semangat dari mertuanya, Olivia pun merasa sedikit mendapatkan
kekuatan dan langsung beranjak untuk mengambil barang-barang Daffin seperlunya
dengan dibantu oleh Lydia. Kemudian mereka pun langsung pergi menyusul Kenzo
__ADS_1
dan Keysa yang sudah pergi lebih dulu ke rumah sakit.
Beberapa
menit dalam perjalan, akhirnya Kenzo dan Keysa tiba dirumah sakit Cinta Kasih.
Buru-buru Kenzo turun dari mobil untuk menggendong Daffin dan setelah itu
langsung berlari menggendong Daffin masuk kedalam rumah sakit yang diikuti oleh
Keysa dari belakang.
Daffin
kemudian langsung dibawa keruang perawatan khusus anak oleh para perawat untuk
mendapat penanganan. Ketika masuk kedalam ruangan, Daffin tak henti-hentinya
menangis dan hal itu membuat siapa saja yang melihatnya dapat merasakan
kesakitan yang sedang dirasakan oleh Daffin. Sedangkan Kenzo dan juga Keysa
hanya bisa menunggu diluar ruangan. Setelah beberapa menit Daffin dibawa
kedalam akhirnya Olivia, papa Adam dan tante Lydia tiba.
“Gimana
keadaan Daffin sayang?” tanya Olivia langsung kepada Kenzo saat tiba dirumah
sakit.
Kenzo
menggelengkan kepalanya.
“Belum
tau sayang, Daffin masih diperiksa didalam” ucap Kenzo kemudian.
Mendengar
jawaban dari suaminya, lagi-lagi membuat tangis Olivia pecah dan Kenzo pun
langsung membawa istrinya itu kedalam pelukannya.
“Kak,
yang sabar ya. Aku yakin Daffin gak kenapa-napa kok” ujar Keysa sambil mengusap
punggung kakak iparnya.
“Orang
tua Daffin?” panggil salah satu perawat yang baru saja keluar dari ruangan.
Hal
itu membuat semua keluarga Keysa melirik kearah sumber suara.
“Iya,
“Silahkan
masuk pak, dokter sudah menunggu didalam”
“Baik”
jawab Kenzo
“Sayang,
aku ikut” ujar Olivia dengan raut wajah memohon.
“Kamu
yakin ?” tanya Kenzo
Dengan
cepat Olivia langsung menganggukkan kepalanya. Kemudian Kenzo dan Olivia pun
berjalan menuju ruangan untuk menemui dokter.
“Sayang,
sebaiknya kamu pulang saja. Kamu pasti lelah selama beberapa hari ini kurang
istirahat” ujar papa Adam sambil merangkul putrinya.
“Iya
pa, aku pulang setelah dengar kondisi Daffin gimana”
Papa
Daffin menggelengkan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan Keysa.
“Yaudah
kamu duduk dulu disini” ujar papa Adam sambil menggiring tubuh Keysa untuk
duduk dikursi yang ada disebelah tante Lydia.
Tak
beberapa lama, tampaklah brankar pasien yang didorong keluar dari dalam ruangan
itu, dimana dibrankar itu terdapat Daffin yang tengah tergeletak lemah dengan
infus terpasang ditangannya. Kemudian disusul dengan Kenzo juga Olivia yang
keluar dari ruangan itu dengan kondisi Olivia yang menangis sambil dirangkul
oleh Kenzo. Melihat itu Keysa, papa Adam juga tante Lydia langsung berdiri
ditempat.
“Ma,
__ADS_1
titip Olivia dulu ya. Aku mau urus admnistrasi Daffin dulu” ujar Kenzo sambil
menggiring istrinya untuk duduk disebuh kursi.
Setelah
Olivia duduk, tante Lydia langsung menggantikan posisi Kenzo untuk merangkul
Olivia disebelah kanan dan di sebelah kirinya ada Keysa yang juga ikut
merangkul kakak iparnya itu agar lebih kuat.
“Apa
yang dikatakan dokter tadi nak? Bagaiaman kondisi Daffin?” tanya papa Adam yang
terlihat khawatir.
“Hiks…hiks.
Daffin terkena DBD pa. hiks…hiks” jawab Olivia sambil menangis.
Mendengar
itu Papa Adam hanya bisa merespon dengan membuang nafasnya kasar. Sedangkan
tante Olivia dan Keysa semakin mengeratkan pelukannya dan tidak memperdalam
pertanyaan mengenai kondisi Daffin.
Daffin
dirawat di ruang rawat inap VIP khusus anak. Setelah Kenzo mengurus
administrasi tadi mereka langsung menyusl Daffin yang sudah lebih dulu dibawa
keruangannya. Pukul 05.00 wib, mereka semua sedang berada di ruangan Daffin,
mereka semua memutuskan untuk menjaga Daffin bersama dan akan pulang ketika
hari sudah terang nanti. Olivia dan tante Lydia duduk berdampingan disisi
tempat tidur Daffin, Keysa dan papanya duduk disofa yang ada diruangan itu
sedangkan Kenzo sedang berdiri tidak jauh dari tempat tidur Daffin dengan
tatapannya yang tidak pernah lepas ke arah Daffin.
“Kak
duduk disini, istirahat”
“Iya
nak, kamu juga pasti lelah kan” sambung papa Adam.
“Iya
pa, aku keluar sebentar ya mau cari kopi buat kita”
“Eh
biar aku aja kak, kakak istirahat disini saja” ujar Keysa sambil bangkit dari
duduknya.
“Kakak
ikut nemanin kamu” jawab Kenzo yang masih diam ditempatnya
Karena
melihat kakaknya yang masih diam berdiri ditempat, Keysa pun langsung menarik
lengan kakaknya dan menggiring kakaknya untuk duduk disofa.
“Udah
kakak jangan bandel, kakak duduk disini. Biar aku yang beli”
“Kamu
berani sendiri sayang? Atau biar papa yang temanin kamu” ujar papa Adam
“Berani
dong pa, papa lupa ya punya anak perempuan yang pemberani seperti aku” ujar
Keysa menyombongkan dirinya.
"Aku
pergi dulu ya" sambung Keysa kemudian pergi meninggalkan ruangan rawat
inap.
Baru
beberapa menit pergi meninggalkan ruangan tiba-tiba saja terdengar kembali
suara pintu yang terbuka dan tampaklah Keysa yang masuk.
“Loh,
cepat sekali nak?”
“Hehe
iya pa. Aku lupa bawa dompet. Pinjam kartu papa dong hehe” ujar Keysa
malu-malu.
“Hehe,
kamu ini ada-ada saja nak” ujar papa Adam kemudian mengeluarkan dompetnya dari
saku dan kemudian memberikan dompetnya kepada Keysa.
......................
__ADS_1