Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 31


__ADS_3

...31...


“Bik, tolong jagain Bobby sebentar ya. Aku mau pergi nemenin Nathan ke rumah sebelah dulu. Kalau perlu diajak main ke taman belakang aja bik biar udaranya lebih segar”


“Iya non. Oby ikut bibi yuk, kita main ditaman belakang mau?”


“Mau oby mau main, oby suka main ditaman, oby mau lihat bunga”


“Iya nanti kita lihat bunga ya”


Kemudian bi Ima dan Bobby pergi meninggalkan Keysa dan Nathan diruang tamu.


“Yaudah yuk gue temenin ke rumah sebelah” ucap Keysa sambil beranjak dari duduknya


“Tunggu”


Nathan menarik tangan Keysa untuk duduk kembali disofa, kemudian mengambil beberapa lembar tisu lalu berjongkok didepan Keysa.


“Eh eh lu mau ngapain?” tanya Keysa sambil menjauhkan dirinya.


“Liat kaki kamu ini luka pasti kena serpihan kaca tadi, kamu coba tekan tisu ini biar darahnya ga keluar lagi, biar saya ambil kotak P3K dulu”


Keysa pun kemudian melihat ke arah kakinya dan terdapat luka sayat dengan darah yang sudah berlumuran disekitar jari jempol kakinya. Lalu Keysa menuruti perkataan Nathan untuk memegang tisu yang sudah diletakkan Nathan diatas lukanya.


Nathan berlari mengejar bi Ima untuk menanyakan dimana letak kotak P3K dan setelah beberapa menit kemudian Nathan kembali keruang keluarga dengan membawa kotak P3K.


“Sini biar gue sendiri aja yang obatin”


Keysa meminta kotak P3K yang dibawa oleh Nathan.


“Uda mending kamu duduk diam disitu, biar saya yang obatin lukanya”


Keysa pun menurut dengan apa yang dikatakan oleh Nathan.


Nathan sangat cekatan mengobati lukanya, dia seperti sudah terbiasa dengan obat-obatan yang ada dikotak P3K itu karena dari tadi Nathan tidak pernah ragu ataupun bingung saat mengambil obat mana yang akan dikenakannya ke luka Keysa.


“Lu keliahatan terbiasa banget ya ngobatin luka kayak gini, padahal jurusan kuliah lu dulu sama sekali ga ada hubungannya sama hal kayak gini”


“Ah iya, ini karena saya sering diajarin kakak saya untuk memberikan pertolongan pertama”


“Kakak kamu dokter?”


Nathan menganggukkan kepalanya.


“Selesai”


Nathan kemudian membereskan kembali obatan-obatan yang digunakannya kedalam kotak P3K.


“Bedankt (Terimakasih dalam bahasa belanda)”


Dan Nathan hanya tersenyum singkat ke arah Keysa.

__ADS_1


“Bisa jalankan?”


“hehe emang lu pikir luka gue separah itu, ya gue masih bisa jalan lah”


“Siapa tau kamu ingin mencari kesempatan dengan meminta saya untuk menggendong mu”


“Yee kepedean lu, udah yukk kita pergi”


Keysa dan Nathan kemudian berjalan keluar rumah untuk mencari pak Kardi dan menanyakan dimana letak kantor keamaan komplek perumahan.


“Pak...”


Keysa memanggil pak Kardi yang sedang asik bermain catur dengan pak Darman sambil terus melangkah menuju pos satpam


“Eh iya non, ada apa?”


Pak Kardi langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Keysa.


“Pak, ini kan Nathan mau lihat rumah yang disamping, nah kata kak Kenzo kuncinya ada di petugas yang jaga komplek ini. Bapak tau dimana kantornya?”


“Oh non mau minta kunci rumahnya ya?Sebentar-sebentar non saya kebetulan punya nomor teleponnya”


Pak Kardi mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mencari nomor kontaknya.


“Nahh benerkan non bapak punya, bapak hubungi sebentar ya biar non dan tuan ga perlu capek lagi datang ke kantornya”


Pak Kardi pun kemudian langsung menghubungi nomor tersebut.


“Makasih ya pak”


“Sama-sama non, ayo duduk disitu dulu non biar ga kepanasan berdiri disini”


Keysa dan Nathan kemudian berjalan mengikuti pak Kardi menuju pos satpam.


“Wah kelihatannya seru nih main caturnya pak”


“Hehe begitulah non”


“Oh ya bapak berdua udah pada ngopi belum, biasanya main catur bakalan lebih seru kalau ditemeni segelas kopi”


“Hehe non kok tau, emang orang-orang di Belanda sono juga main catur sambil minum kopi ya non?” tanya Pak Darman.


“Ya dari yang Keysa lihat si gitu pak hehe”


Selama menunggu di pos Keysa asik bercerita dengan pak Darman dan pak Kardi sambil sesekali saling bercanda yang dapat mengundang tawa, sedangkan Nathan hanya diam memainkan ponsel miliknya walaupun dia hanya berulang kali membuka dan menutup aplikasi di ponselnya, karena sebenarnya Nathan juga diam-diam ikut mendengarkan cerita Keysa dengan pak Darman dan pak Kardi.


“Gadis yang unik, jarang sekali aku melihat seorang gadis kaya dan manja bisa berteman seakrab ini dengan para pekerja dirumahnya” benak Nathan dan terlihat senyum kecil diwajahnya.


“Kalau mau gabung cerita sini, gausah malu-malu kayak gitu pake pura-pura main hp segala lagi padahal diam-diam nguping cerita kita hahaha”


“Eh Saya ga nguping, saya memang lagi sibuk ngecek email kerjaan saya” ucap Nathan berbohong.

__ADS_1


“Biasa pak begitulah kalau orang sibuk susah diajak cerita, bawaannya serius mulu padahal akunya cuma bercanda haha” bisik Keysa kepada pak Darman dan pak Kardi namun masih tetap terdengar oleh Nathan.


Tak lama kemudian terlihat sebuah motor yang berhenti tepat di depan pagar rumah Keysa.


“Non itu orangnya”


Pak Kardi menunjuk ke arah pagar dan berlari untuk membukakan gerbang rumah. Setelah Nathan berbicara selama beberapa menit dengan petugas kantor keamanan dikomplek ini, akhirnya mereka pun pergi berjalan kaki menuju ke rumah yang tepat berada disebelah rumah Keysa.


“Silahkan masuk pak buk” ucap petugas itu setelah membukakan kunci pintu rumah .


Keysa dan Nathan mengikuti petugas itu masuk dan mendengarkan dengan baik apa yang telah dijelaskan petugas itu mengenai rumah tersebut. Selama beberapa menit mereka mengelilingi sambil melihat-lihat keadaan setiap sudut rumah, Keysa yang awalnya hanya berencana untuk menemani Nathan sampai didepan rumah dan menemui petugas itu malah menjadi ikut menemani Nathan berkeliling dan terkadang Nathan juga meminta saran kepada Keysa mengenai sebuah ruangan yang cocok untuk dijadikan apa atau bagian-bagian mana saja yang harus direnovasi.


Akhirnya mereka pun selesai melihat setiap sudut rumah dan Nathan pun sudah tertarik dengan rumah itu dan memutuskan untuk bernegosiasi mengenai harga dengan petugas itu.


“Saya tertarik dengan rumahnya, kalau boleh tau berapa harga yang ditawarkan oleh pemiliknya?”


“5,4 M pak”


“Apa tidak bisa kurang menjadi 5M saja?”


“Bapak dan ibu pengantin baru ya?” tanya petugas itu tiba-tiba.


“Ah bu—“


“Hehe iya benar pak kami masih pasangan baru, harga rumahnya boleh dong di kurangin dikit pak jadi 3,8M gitu. Maklum la pak pasangan baru masih banyak keperluan yang harus dibeli” ucap Keysa tersenyum sambil langsung menggandeng lengan kekar Nathan.


“Hehe pantesan dari tadi saya lihat bapak dan ibu kelihatan cocok dan kompak banget apalagi saat diskusi tentang ruangan-ruangan dirumah ini”


“Hehe makasih pak” ucap Keysa


“Kalau gitu saya telepon pemilik rumahnya dulu ya pak,bu”


“Oh silahkan-silahkan pak, bilang harganya 3,8M ya pak atau kalau bisa sih kurangin lagi hehe”


“Hahaha sebentar saya tinggal ya pak bu”


Petugas itu pun kemudian pergi meninggalkan Keysa dan Nathan di taman belakang.


“Kamu apa-apaan si bilang kita pengantin baru?”


Nathan melepaskan gandengan tangan Keysa.


“Ssstt udah lu tenang aja, emang lu ga mau harga rumahnya dikurangin”


“Ya tapikan kan ga harus gitu caranya”


"terus lu punya cara gak? atau cuma ngandelin nego kayak biasanya?"


Nathan hanya menggeleng kepalanya


“Percaya deh sama gue semuanya bakalan aman kan lumayan tuh dari 5,4 M turun jadi 3,8M sisanya bisa buat jajan atau disumbangin jadi uangnya lebih bermanfaat”

__ADS_1


......................


__ADS_2