Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 33


__ADS_3

...33...


Sesampainya di supermarket, Keysa langsung mengambil troli belanjaan yang cukup besar kemudian mulai mendorongnya memasuki lorong yang menyuguhkan berbagai jenis makan-makanan ringan dan minuman sedangkan Nathan mengikuti Keysa dari belakang sambil sibuk memikirkan sedang apa mereka disini dan bukannya pergi ke restoran untuk makan sesuai dengan rencana awal mereka.


Keysa sibuk mengitari setiap lorong makanan dan minuman sambil terus mendorong troli belanjaan, tangan Keysa tak pernah bisa berhenti mengambil makanan dan minuman dari tiap lorong, entah sudah berapa jenis makanan yang sudah diambilnya Keysa sendiri juga tidak tau hingga tak terasa saat ini troli belanjaan sudah terisi setengah.


Nathan yang dari tadi belum menemukan jawaban yang tepat untuk alasan mengapa mereka berada di supermarket semakin merasa bingung dengan Keysa yang sejak tadi terus-terusan memasukkan makanan ringan dan minuman kedalam troli.


“Apa dia bermaksud untuk memakan itu semua?” benak Nathan.


“Key sebenarnya kita ngapain si kesini?Terus belanjaan segitu banyak, siapa yang akan menghabiskannya?”


Nathan melirik ke arah troli belanjaan yang sudah berisi banyak sekali jenis makanan dan minuman.


“Ya lu lah hahaha” Keysa tertawa dan terus mendorong troli belanjaannya.


“Kamu jangan bercanda deh, bisa mati aku kalau menghabiskan itu semua. Udah deh mending itu jajannya dipulangi sebagian ga sehat tau banyak makan makanan ringan kayak gi—”


Nathan terus berjalan dibelakang Keysa.


“Ssssstttt”


Keysa tiba-tiba berbalik dan langsung menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir Nathan.


“Udah ya cukup, jangan banyak komentar ini semua gue beli untuk adik-adik yang ada dipanti. Gue juga masih waras kali ga mungkin nyuruh lu buat makan ini semua. Gue ngajak lu kesini tuh bukan buat jadi komentator”


“Iss apaan si ini tangannya kotor tau”


Nathan menyingkirkan tangan Keysa dan langsung mengambil sapu tangan dari sakunya kemudian mengusap daerah bibir yang disentuh Keysa.


“Rasain, kan nikmat tuh ada sensasi-sensasi rasa garamnya gitu haha” ejek Keysa.


Keysa kemudian berbalik lalu mendorong kembali troli belanjaanya.


“Hei tunggu...”


Nathan berlari kecil mengejar Keysa yang sudah sedikit jauh di depannya.


“Maksudnya belanjaan ini semua untuk adik panti apaan?Aku ga ngerti”

__ADS_1


“Begini loh bapak Nathan yang terhormat, awalnya tadi kan bapak Nathan bilang mau traktir saya makan sebagai ucapan terimakasih karena udah bantuin bapak. Nah terus saya mikir deh alangkah lebih baiknya dana yang buat traktir saya makan itu di alihkan ke yang lebih membutuhkan seperti anak-anak dipanti, itung-itung lu sekalian sedekah kan bagus tuh buat nambah pahala. Lu udah pernah sedekah belum?”


Nathan menggelengkan kepalanya.


“Mck..segede ini lu belum pernah sedekah.” Keysa menggelengkan-gelengkan kepalanya


“Sebagai makhluk hidup itu kita diajari buat saling membantu, apalagi hidup lu kan bisa dibilang berkecukupan jadi bisalah sesekali bersedekah jangan kikir biar hidup lu ga gitu-gitu aja. Yaudah berhubung ini bakalan jadi sedekah lu yang pertama, lu bakalan tau rasanya gimana bahagia saat kita bersedekah”


“Bahagia?”


“Ya bahagia, lu bakalan tau kok nanti. Yaudah yuk buruan dorong trolinya biar kita ga ke malaman sampai pantinya”


Nathan pun menuruti perkataan Keysa untuk mendorong troli sambil mengikuti kemana pun Keysa berjalan. Selesai berbelanja berbagai jenis makanan ringan, minuman dan bahan-bahan pokok makanan mereka berdua pun langsung menuju alamat panti asuhan yang sudah dikirimkan Abian sebelumnya.


“Ini tempatnya?” tanya Nathan setelah sampai dihalaman sebuah panti asuhan.


“Sepertinya”


“Loh kamu belum pernah kesini?”


Keysa menggelengkan kepalanya sambil sibuk melihat ponselnya untuk menghubungi Abian.


Nathan pun membuang nafasnya kasar, Nathan mengira kalau Keysa sudah pernah beberapa kali ke panti asuhan ini melihat Keysa yang sangat bersemangat sejak di supermarket tadi.


Keysa buru-buru membuka pintu dan turun dari mobil saat melihat Abian.


“Bi.....” berteriak sambil melambaikan tangannya ke arah Abian.


Abian hanya tersenyum sambil membalas lambain tangan Keysa.


Setelah itu Abian melangkah menuju dimana mobil Nathan dan Keysa terparkir.


“Hei kamu apa kabar?” sambil mengacak-acak rambut Abian.


“Ih kak Key jangan diberantakin dong rambutnya” Abian sedikit cemberut.


“Ohhh Cupp...cupp jangan cemberut gitu dong. Nih kakak rapiin lagi ya” sambil menata kembali rambut Abian.


“Gimana keadaan kamu?”

__ADS_1


“Baik kak, keadaan kakak gimana?”


“Nih seperti yang kamu lihat keadaan kakak baik-baik aja. Oh ya kamu makan apaan si setelah keluar dari rumah sakit kok perasaan kamu makin tinggi aja Bi”


Namun Abian tidak menjawab karena pandangannya berfokus pada Nathan yang baru saja turun dari mobil.


“Kakak datang sama siapa?”


“Oh itu teman kakak, namanya Nathan. Nat sini...”


“Kenalin ini teman kakak Nathan, dan ini Abian adik aku”


Nathan dan Abian kemudian saling berjabat tangan. Setelah Nathan dan Abian berjabat tangan tiba-tiba saja ibu Sisi selaku ibu panti asuhan disini datang menghampiri mereka.


“Wah ternyata ini kakak yang sering diceritain sama Abian. Oh ya perkenalkan saya Sisi ibu panti disini”


Keysa, Nathan dan Ibu Sisi saling berjabat tangan sambil memperkenalkan diri.


“Abian tuh sering banget nyeritain kamu nak hampir tiap malam dia bilang kalau kangen sama kamu”


“Buu...” raut wajah Abian sedikit memerah karena merasa malu.


“Ternyata kamu diam-diam suka ngomongin aku ya Bi, pantes aja telinga aku sering gatal. Ternyata karena kamu toh haha” goda Keysa


“Enggak enggak aku ga pernah ngomongin kakak kok” elak Abian


“Eh Bi, kakaknya diajak masuk dulu yuk biar ibu buatin teh”


“Oh iyiya bu, tapi sebelumnya kami itu ada bawa sesuatu buat adik-adik dipanti bu”


“Aduh, jadi repot-repot segala ibu jadi merasa tidak enak, padahal dengan datang kesini buat liat Abian aja ibu sudah senang”


“Hehe sama sekali ga repot kok bu. Yakan Nat?”


“Iya benar bu”


“Ibu sangat berterima kasih sekali kepada kalian berdua nak karena sudah mau peduli dengan anak-anak dipanti ini”


Ibu Sisi pun kemudian memanggil beberapa anak pantinya untuk membantu mengangkat kotak-kotak dan kantong plastik yang berisi makanan dari dalam mobil Nathan. Setelah semua barang sudah diangkut ke aula kecil panti asuhan, Ibu Sisi kemudian memanggil pengurus panti lainnya dan semua anak-anak panti untuk berkumpul di aula. Semua anak-anak di panti itu termasuk Abian terlihat sangat senang dan bahagia mendapatkan beberapa jenis makanan dan minuman ringan, semuanya itu terlihat jelas dari raut wajah anak-anak yang menunjukkan senyuman lebar dan girang. Tawa riang dari anak-anak panti terdengar memenuhi aula kecil itu, suasananya juga terlihat sangat ramai ada anak yang berlari kegirangan sambil memegangi jajanan yang diterimanya dan ada juga anak yang sudah langsung menikmati jajanan nya. Dan hal itu seketika membuat Nathan tanpa terasa ikut tersenyum melihat tingkah lucu-lucu dari anak-anak dipanti itu, ekspresi bahagia dari setiap anak berhasil membuat Nathan merasakan suatu kebahagian tersendiri di hatinya.

__ADS_1


Selain itu Nathan juga sering kali mengambil kesempatan memandangi Keysa yang sedang asik bermain dengan beberapa orang anak, entah mengapa setelah hampir satu harian menghabiskan waktu bersama Keysa tumbuh perasaan tertarik untuk bisa lebih lagi mengenal sosok tak terduga dari Keysa dan entah mengapa setiap kali melihat Keysa tersenyum hati Nathan begitu terasa sangat nyaman dibuatnya.


......................


__ADS_2