Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 55


__ADS_3

...55...


Setelah Nathan dan Keysa masuk, mobil pun langsung berjalan menuju jalan raya.


“Apa maksudnya ini Key?” tanya Nathan yang bingung dengan tindakan yang dilakukan oleh Keysa.


“Gue bakalan nemenin lu ke Belanda”


“Tapi kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba mau nemenin aku ke Belanda?”


“Gue khawatir ngebiarin lu pergi sendiri dengan keadaan kayak gini”


Mendengar jawaban yang diberikan Keysa, Nathan pun hanya bisa menatap ke arah Keysa.


“Kenapa Key? Kenapa kamu melakukan ini kepada ku? Aku takut…aku takut tidak bisa mengendalikan hati ku lagi jika seperti ini” ucap Nathan dalam hati sambil terus menatap Keysa.


“Pokoknya gue bakalan nemenin lu disana sampai keadaan disana lebih baik dan sampai asisten lu datang”


“Makasih ya Key…”


“Its okey Nat” ucap Keysa sambil tersenyum manis ke arah Nathan.


Nathan dan Keysa berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga besar Benedict. Selama jet


pribadi mengudara Nathan terlihat begitu lesu dan lemas, ditambah lagi wajahnya sedikit agak pucat.


“Nat, are you okay?” tanya Keysa sambil memegang bahu Nathan.


“Ya, aku oke kok”


“Lu makan dulu ya” ucap Keysa sambil memberikan makanan yang tadi sudah diantarkan oleh pramugari.


“Kamu diluan aja Key, aku masih belum lapar”


“Kita makan bareng atau gue juga ga mau makan”


Nathan yang tidak bisa menolak permintan Keysa, akhirnya memutuskan untuk memaksakan dirinya memakan beberapa sendok makanan. Setelah selesai makan, Keysa tidak lupa memberikan obat untuk dikonsumsi oleh Nathan.


Setelah mengudara beberapa jam dilangit, akhirnya pesawat jet pribadi Nathan tiba di Bandar Udara Internasional Schiphol, Belanda. Dua orang pramugari kemudian datang


menghampiri ke kursi Nathan dan Keysa.


“Good Ni…”


Belum sempat pramugari itu menyelesaikan kalimatnya, Nathan sudah lebih dulu memberi kode kepada mereka dengan meletakkan jari telunjuk di depan mulutnya agar Keysa yang tengah tidur bersandar dibahu Nathan tidak terbangun. Nathan juga langsung memerintahkan para petugas jet pribadi itu untuk segera turun dan meninggalkan mereka berdua. Nathan tidak ingin mengganggu tidur Keysa dan memilih untuk menunggu Keysa hingga terbangun dari tidurnya.


30 menit kemudian …


“Hoaaammmmm….” Keysa menguap sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.

__ADS_1


“Kita udah sampai Nat?”


Nathan menjawab Keysa dengan sebuah senyuman dan anggukan kepala.


Keysa pun dengan spontan langsung melihat kesekelilingnya dan suasana dalam jet pribadi Nathan sudah sepi.


“Ya ampun, sorry…sorry Nath gue ketiduran. Maafin gue ya gara-gara gue ketiduran waktu kita jadi terbuang sia-sia”


Nathan tersenyum tipis.


“Gapapa Key, kamu pasti capek setelah mengudara selama berjam-jam”


“Maaf ya Nat”


“Gapapa Key, yaudah kita berangkat sekarang ya”


Di bandara Nathan dan Keysa sudah dijemput oleh orang suruhan dari papanya Nathan.


“Pak, tolong langsung ke


hotel aja ya” ujar Nathan kepada sopir


“Baik tuan”


“Loh kenapa ke hotel Nat, kenapa ga langsung ke rumah sakit aja?” tanya Keysa bingung


“Kamu pasti capekkan, jadi aku antar kamu dulu ke hotel buat istirahat”


“Kamu yakin ga capek?”


Keysa menganggukkan kepalanya dengan mantap.


“Tapi kalau nanti kamu mau istirahat, langsung bilang ke aku ya”


“Iya beres Nat”


Tak terasa mobil yang ditumpangi oleh Keysa dan Nathan sudah akan tiba dirumah sakit, hal itu seketika membuat tangan Nathan tiba-tiba gemetaran dan wajahnya kembali memucat.


Nafasnya juga terdengar seperti sangat berat.


Keysa yang menyadari akan perubahan itu, langsung menggenggam erat tangan Nathan, sambil berharap hal itu dapat memberikan kekuatan kepada Nathan. Keysa tahu betul rasa khawatir dan ketakutan yang sedang dirasakan oleh Nathan sekarang ini. Ketika turun dari


mobil hingga sampai didepan ruangan tunggu Keysa terus menggenggam tangan Nathan.


Seketika tangis pecah saat keluarga Nathan yang tengah menunggu didepan ruang tunggu ICU melihat kehadiran Nathan. Kakak perempuan Nathan yang saat itu tengah duduk langsung berlari dan


memeluk Nathan. Melihat keharuan yang ada dihadapannya itu juga membuat Keysa ikut meneteskan air matanya.


Pandangan Keysa tertuju pada seorang pria paruh baya yang seumuruan dengan ayahnya sedang duduk sedikit agak jauh dari keramaian orang yang juga sedang menunggu keluarga mereka. Pria itu tengah duduk termenung dengan tatapan kosong. Ya dia adalah om Addison

__ADS_1


papanya Nathan. Keysa sekilas melirik ke arah Nathan yang masih menangis


sambil memeluk kakak perempuannya, dan awalnya Keysa berniat untuk menghampiri


om Addison namun dia urungkan karena merasa sungkan. Entah mengapa tiba-tiba


saja Keysa merasa tidak enakan dengan keluarga Nathan karena dulunya pernah besikap


kurang sopan dengan keluarga Nathan saat menolak perjodohannya.


Kali ini Nathan beralih kepapanya, lagi-lagi tangis mereka pecah sambil berpelukan. Kakak perempuan Nathan yang masih larut dalam suasana haru tidak menyadari kehadiran Keysa.


“Gimana keadaan mama pa?” tanya Nathan sambil menangis.


Addison hanya diam dia tidak sanggup lagi untuk berkata-kata lagi, mendengar itu Addison hanya bisa menangis dan kembali memeluk putranya dengan sangat erat.


“Hiks…hiks kamu mau lihat mama kedalam dek? Mama pasti sudah menunggu kamu?” ucap Caca kakak perempuan Nathan dengan air matanya yang masih menetes.


Nathan menoleh ke arah Caca, dan langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia setuju untuk masuk kedalam ruang ICU melihat mamanya. Melihat respon yang diberikan adiknya itu membuat Caca langsung mengiring Nathan ke sebuah ruangan untuk mengganti


pakaian khusus sebelum masuk ke dalam ruang ICU.


Sementara itu, Keysa yang masih berdiri ditempatnya melihat Addison tengah duduk sendiri dan akhirnya memutuskan untuk menghampiri Addison.


“Om…” ucap Keysa


“Om yang kuat ya”


Addison yang tadinya tengah tertunduk, mengangkat kepalanya untuk melihat siapa gerangan orang yang tengah menyapa dirinya itu.


“Nak Keysa…kamu ada disini?”


“Iya om, aku bareng Nathan kesini” ujar Keysa kemudian duduk disebelah Addison


“Maaf ya nak, om tadi ga lihat kamu juga datang bareng Nathan”


“Gapapa kok om, oh ya papa titip salam buat om dan maaf karena belum bisa kesini buat jenguk tante”


“Iya gapapa nak sampein ke papa kamu ya” jawab Addison


“Tante Christin pasti sembuh kok om” ujar Keysa yang tidak tahu lagi harus berkata apa-apa.


Tiba-tiba kembali terdengar suara isakan yang berasal dari Addison.


“Om udah ga tahu nak, om ga pernah ngebayangin gimana om harus hidup tanpa ada istri om lagi” rintih Addison sambil menangis


“Om ga boleh ngomong gitu, muzijat Tuhan itu pasti ada om. Kita harus percaya kalau tante Christin itu pasti sembuh” ucap Keysa yang mencoba menguatkan Addison.


Setelah beberapa menit kepergian Nathan dan kakaknya Caca, tiba-tiba saja Caca kembali keruang tunggu sambil berlari.

__ADS_1


“Pa…mama pa…mama udah siuman” ujar Caca yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka sambil menangis bahagia.


......................


__ADS_2