
...75...
Keysa pergi ke kamar
untuk mengambil puzzle beserta buku mewarnai yang dia beli untuk Bobby. Bobby
terlihat begitu bahagia dan senang saat mendapatkan hadiah, raut wajah yang
sedih tadi hilang begitu saja entah kemana sangkin senangnya Bobby sampai
melompat-lompat kegirangan.
Daffin yang melihat Bobby
mendapatkan buku mewarnai yang salah satu dari bukunya berisi gambar mobil,
langsung merengek meminta kepada mamanya.
“Ma, adek mau yang itu
juga” rengek Daffin kepada Olivia sambil menunjukkan buku mewarnai yang sedang
dipegang oleh Bobby.
“Iya sayang, nanti kita
beli ya. Lagian kamu kan juga udah dapat mainan mobil-mobilan ini dari onty”
“Iyaa…tapi Daffin juga
mau itu” rengek Daffin sambil mengayun-ayunkan tangan dan kakinya.
“Sayang, itu punya om Oby
ya. Kamu ga boleh bersikap itu. Nanti papa beliin buat kamu oke?” ujar Kenzo
yang ikut membujuk anaknya.
“Gamau…gamau. Affin mau
yang itu huaaaa….hwaaaaa” Daffin pun menangis karena tidak mendapatkan apa yang
dia mau.
Melihat Daffin yang sudah
menangis membuat orang-orang di ruangan itu merasa tidak tega apalagi Daffin
juga baru saja kembali ke rumah setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit.
“Sayang…” ucap tante
Lydia sambil mengusap pucuk kepala anaknya.
“Buku yang ini boleh buat
adek Daffin…?” lanjut tante Lydia dengan suara yang lembut, dia berusaha
semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti perasaan anaknya.
“E..ee tapikan buku ini
punya Oby ma, kaka kasih ini buat Oby. Adek Afin juga dapat obil-obilan” jawab
Bobby dengan fokusnya masih tetap dengan puzzle dan buku yang baru dia dapat.
“Iya sayang. Kan Oby tau
kalau adik Daffin itu suka sekali dengan mobil-mobilan, jadi boleh ya kasih
adik satu bukunya?Sebagai gantinya nanti mama beliin buku apa aja yang Daffin
mau. Boleh ya sayang?” ucap tante Lydia dengan lembut.
“ENGGAK !!” jawab Daffin
sambil memeluk puzzle dan buku
“Ini punya Oby” lanjutnya
lagi
Sedangkan Daffin masih
tetap menangis dan bahkan semakin histeris karena tidak mendapatkan buku
mewarnai yang dia inginkan. Hal itu semakin membuat orang-orang yang diruangan
itu bingung harus melakukan apa.
“Obyy….oby anak baikkan
sayang” ucap papa Adam yang ikut membujuk Bobby sambil mengusap kepala anaknya
dengan lembut.
Bobby pun menganggukkan
__ADS_1
kepalanya.
“Kasih buat adik satu ya
bukunya, liat tuh adik nangisnya kencang banget” ucap papa Adam dengan suara
yang lembut.
“Papa sama mama janji
bakalan beliin kamu buku mewarnai yang banyak”
Mendengar ucapan papanya,
Bobby melirik sebentar ke arah Daffin. Sebenarnya Bobby juga merasa sedih
melihat Daffin menangis tapi dia juga sedih memberikan buku kesukaannya untuk
orang lain. Dengan dorongan hati nurani dan rasa simpati, akhirnya Bobby dengan
ragu-ragu bangkit dari duduknya dan menyodorkan buku mewarnai bergambar mobil
itu ke arah Daffin.
“Ini buat adek Afin”
Setelah mendapatkan apa
yang dia mau, Daffin pun berhenti menangis sedangkan Bobby mendapatkan pujian
dari orang-orang di ruangan itu karena kebesaran hatinya.
Ketika mereka tengah
makan bersama-sama, tiba-tiba satpam rumah Keysa masuk ke dalam.
“Maaf mengganggu tuan
Adam, diluar ada orang yang ingin bertemu dengan nona Keysa” ucap satpam
tersebut dengan sopan.
“Siapa pak?” tanya Keysa
“Itu non…” ucapan bapak
satpam itu terputus karena tiba-tiba saja Axel masuk ke dalam rumah.
"Permisi om tante” ucap
Axel
orang yang mengenal Axel secara bersamaan.
Kedatangan Axel yang
secara tiba-tiba membuat suasana yang tadinya dipenuhi dengan canda tawa
berubah seketika menjadi dingin dan canggung. Axel memberanikan diri untuk
datang ke rumah Keysa karena dia masih tidak percaya dengan ucapan Keysa waktu
itu dirumah sakit, Axel merasa Keysa sengaja mengatakan hal itu agar membuat
dirinya menjauhi Keysa,
Melihat kehadiran sosok
Axel membuat Kenzo merasa kesal dan langsung bangkit dari duduknya.
“Mau apa kau kesini? Gak
punya malu ya masih berani nunjukin wajah lu yang ga seberapa itu disini” ucap
Kenzo dengan penuh kekesalan.
Saat Kenzo hendak
melangkahkan kakinya menghampiri Axel, dengan cepat Keysa langsung menahan
lengan kakaknya. Keysa tidak ingin terjadi perkelahian disini.
“Kak, jangan” ucap Keysa
kepada Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.
“Maaf om, tante.
Kedatangan saya kesini memang lancang dan tidak sopan, tapi saya ingin
membicarakan sesuatu hal yang penting dengan Keysa. Sebentar saja” ucap Axel
lagi
“Sebaiknya kamu pergi
saja dari sini nak, sebelum keadaan semakin sulit” ucap papa Adam.
__ADS_1
“Maaf om, saya tidak
bisa. Saya harus berbicara dengan Keysa”
Nathan yang saat itu
kebetulan baru saja keluar dari arah dapur mengambil minuman dingin, melihat
sosok Axel yang tengah berdiri di ruang keluarga dan dia pun sejenak
menghentikan langkahnya sebelum tiba di ruang tamu. Nathan memicingkan matanya
melihat ke hadiran Axel dia merasa heran dan bingung apa tujuan Axel datang
kesini.
Keysa diam sejenak, dan
memandang ke arah papa serta kakaknya secara bergantian.
“Aku sudah bilang, tidak
ada yang perlu lagi dibicarakan tentang kita Xel, semua sudah berakhir. Jadi
aku harap kamu pergi dari sini sekarang juga” ucap Keysa dengan penuh
penekanan.
“Pak, bawa orang ini
pergi dari sini” perintah Keysa kepada bapak satpam.
“Ayo tuan, silahkan pergi
dari sini. Selagi saya masih berlaku baik” ucap satpam itu
“Please Key, kasih aku
satu kesempatan. Aku janji ga akan ganggu kamu lagi kalau memang ucapan aku
bohong” ucap Keysa memohon.
Keysa diam sejenak
sembari memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan kepada Axel.
“Kamu jangan mau ketipu
dek, laki-laki brengsek ini paling hanya ingin membuat kamu merasa kasian
kepadanya” ucap Kenzo
“Oke, aku akan beri kamu
satu kesempatan terakhir” ucap Keysa
“Kita bicara ditaman
depan” lanjut Keysa kemudian berjalan melewati Axel menuju taman depan.
Melihat Keysa dan Axel
yang pergi menuju taman depan, membuat hati Nathan cemburu dan langsung
melangkahkan kakinya untuk mengikuti Keysa.
“Nat…Nathan kamu mau
kemana?Beri mereka waktu untuk menyelesaikannya” tanya om Addison kepada
anaknya ketika melihat Nathan melintas dari ruang keluarga.
“Biar saja om, Nathan itu
calon suami Keysa jadi dia berhak ikut campur” jawab Kenzo yang masih merasa
kesal dengan kedatangan Axel.
Di taman depan.
“Cepat katakan, aku tidak
punya banyak waktu” ucap Keysa tegas.
Di dalam hatinya, Keysa
benar-benar sudah berjanji untuk memutus hubungannya dengan Axel, walaupun
sebenarnya tidak bisa di pungkiri bahwa selalu akan ada tempat di hatinya untuk
cinta pertamanya Axel. Tapi Keysa kali ini Keysa hanya ingin fokus dan
berkomitmen untuk memulai hubungan dengan Nathan dan melupakan semua kenangan
masa lalunya dengan Axel.
“Kamu ga serius kan
__ADS_1
dengan ucapan kamu dirumah sakit waktu itu?” tanya Axel
......................