
...35...
Sesampainya di rumah makan padang, Keysa langsung memesan menu makanan yang dia inginkan sedangkan Nathan hanya memesan segelas kopi.
“Lu ga makan?”
“Engga aku masih kenyang”
“Oh.. Nat gue boleh nanya ga nih?”
“Tanya aja” sambil menyesap segelas kopi yang dipesannya tadi.
“Gini..., kan teman gue itu punya pacar. Nah cowoknya tuh akhir-akhir ini suka menghilang dan sulit dihubungi karena sibuk sama pekerjaannya. Gimana pendapat lu sebagai seorang cowok?”
“Menurut aku sih cowo temannya kamu tuh selingkuh bukannya sibuk kerja”
“Kok lu langsung bilang dia selingkuh? Kan bisa aja cowoknya itu benar-benar sibuk sama kerjaannya”
“Sesibuk apapun cowok itu sama kerjaan setidaknya dia itu pasti ada waktu buat wanita yang dia cintai dan bukannya menghilang apalagi sampai ga bisa dihubungi”
“Apa Axel benar-benar selingkuh ya?Tapi ga mungkin la Axel selingkuh” ucap Keysa dalam hati.
“Emang lu juga kayak gitu sama pacar lu?”
“Yahhh dulu si iya, sekarang udah enggak lagi”
“Kenapa?”
“Aku udah putus, dia selingkuh sama laki-laki lain”
“Eh sorry Nat, gue ga bermaksud—”
“Gapapa, nyantai aja kali lagian kejadiannya juga udah satu setengah tahun yang lalu kok”
“Permisi pak bu ini makanannya” ucap seorang pegawai rumah makan padang itu sambil meletakkan sepiring nasi dan beberapa piring lauk dengan jenis yang berbeda.
“Makasih mas”
__ADS_1
“Kenapa ga dimakan?tadi katanya lapar” tanya Nathan yang melihat Keysa yang diam termenung sambil mengaduk-aduk nasi yang ada di piringnya.
“Gue tiba-tiba aja ga selera”
“Setidaknya makan sedikit saja, dari pagi kamu kan belum sarapan”
Keysa mencoba memasukkan sesendok nasi lengkap dengan lauk kedalam mulutnya, namun tetap saja Keysa merasa seperti sedang menelan sebongkah kerikil terasa sangat sulit seakan tubuhnya benar-benar menolak untuk memakan sesuatu.
“Gue benar-benar ga ***** banget”
“Mau minum teh hangat?”
Keysa hanya mengelangkan kepalanya.
“Yaudah kalau gitu kita pulang aja ya”
“Tapi kita kan belum selesai belanja perabotannya”
“Kapan-kapan kita lanjutin aja atau nanti aku bisa suruh asisten ku buat ngelanjutinnya”
Nathan dan Keysa pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke mall perabotan itu untuk membayar seluruh total belanjaan sambil memberikan alamat dimana perabotan itu akan diantarkan nantinya.
“Are you okay?” tanya Nathan yang sedang mengemudikan mobil, karena sejak pembicaraan mereka di rumah makan padang tadi tiba-tiba saja Keysa menjadi lebih banyak diam dibandingkan biasanya.
“Ya, aku gapapa kok. Aku cuma sedikit mengantuk” ucap Keysa berbohong, sebenarnya kini perasaannya tengah sibuk mempertimbangkan apakah dia harus membuktikannya sendiri bahawa perasaannya ini salah atau tidak.
“Aku ga bisa diam kayak gini terus, lama-lama bisa gila aku kalau terus menduga-duga kayak gini. Aku harus tanya ka Rizky buat ngepastiin Axel ada dirumah sakit atau enggak” benak Keysa, kemudian Keysa beranjak dari sandarannya dan langsung mengambil ponsel dari tas selempangnya.
“Enggak,enggak. Aku ga bisa tanya ka Rizky. Aku harus ngepastiinnya sendiri. Ya aku harus datang sendiri ke rumah sakit” Keysa kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.
“Nat, bisa antarin gue ke RS Cinta Keluarga?”
“Kamu sakit?” tanya Nathan sedikit panik sambil melirik sekilas ke arah Keysa karena dia harus fokus mengemudi.
“Enggak, udah anterin gue aja ya”
Nathan pun mengangguk, kemudian memutar arah menuju rumah sakit Cinta Keluarga. Sebenarnya rumah sakit adalah tempat yang paling tidak ingin di datangi oleh Nathan dalam hidupnya karena sewaktu kecil dulu dia pernah memiliki kenangan buruk dirumah sakit, namun karena yang meminta adalah Keysa, membuat Nathan mau tidak mau harus menurutinya. Dalam benak Nathan jika hanya sampai parkiran saja mungkin tidak masalah untuk itulah Nathan menyetujui permintaan Keysa.
__ADS_1
Sesampainya diparkiran rumah sakit, dengan buru-buru Keysa langsung turun dari mobil Nathan tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Dan hal itu membuat Nathan menjadi bingung apakah dia harus menunggu Keysa atau pergi. Nathan pun kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Keysa namun Keysa tidak menjawabnya.
“Tunggu aja deh, kan tadi om Adam nitipin Keysa ke aku, jadi aku harus bertanggung jawab”
Drrtt...drttt...drttt
Ponsel Nathan tiba-tiba saja bergetar dan tampaklah nama asisten pribadinya yang sedang memanggil
Ben is calling...
“Ya ben?”
“Tuan muda saya sudah melakukan rencana yang tuan perintahkan”
“Kerja bagus Ben, saya tunggu kabar selanjutnya dari kamu”
“Baik tuan muda”
Kemudian sambungan panggilan terputus.
Sementara itu Keysa yang sudah berada dilantai 4 rumah sakit dimana ruangan Axel berada, mulai merasa ragu dengan apa yang sudah dia lakukan.
“Kenapa aku jadi tidak percaya seperti ini kepada Axel? Axel ga akan mungkin mengkhianati aku, aku kenal Axel banget dia ga mungkin ngelakuin hal seperti itu” Keysa mencoba menyakinkan dirinya.
“Duh Keysa kamu mikir apa si tadi,sampai-sampai ngelakuin hal aneh gini, kamu ceroboh banget si coba kalau Axel tau kamu datang kesini karena berfikir dia selingkuh bisa-bisa Axel marah karena kamu ga percaya sama dia” Keysa berbicara kepada dirinya sendiri sambil memukul pelan kepalanya kemudian berbalik berjalan kembali menuju lift.
Ting...
Suara pintu lift terbuka dan kebutulan saat itu lift yang dinaiki Keysa tengah kosong hal itu membuat Keysa bisa lebih leluasa berdiri dimanapun yang dia mau. Setelah menekan tombol lift lantai 1, Keysa merogoh tas selempangnya untuk mengambil ponsel dan hendak menghubungi Nathan dengan harap Nathan masih berada di area parkiran rumah sakit dan belum meninggalkan dirinya.
Namun Keysa mengurungkan niatnya menghubungi Nathan karena masih berada didalm lift yang menyebabkan jaringan diponselnya hilang.
Ting...
Pintu lift kembali terbuka dilantai tiga, Keysa yang tadinya menunduk sambil memainkan ponsel langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang akan masuk ke dalam lift. Namun alangkah terkejutnya Keysa saat netranya menangkap sosok seorang lelaki yang sangat dia kenali baru saja keluar dari sebuah ruangan yang bertuliskan dr. Sari SpOG sambil memapah seorang wanita yang sedang memakai pakaian pasien. Dan Keysa tahu betul SpOG itu adalah gelar dokter spesialis kandungan. Ruangan itu kebetulan terletak tidak terlalu jauh dari pintu lift yang membuat Keysa dapat langsung mengenali lelaki itu adalah Axel kekasihnya.
Entah memang Axel dan Keysa sudah memiliki ikatan batin atau memang hanya kebetulan tiba-tiba saja pandangan Axel dan Keysa bertemu, sepersekian detik mereka saling bertatapan hingga Keysa dapat menangkap jelas ekpresi dari wajah Axel yang terlihat sangat terkejut.
__ADS_1
“Keysa...” panggil Axel sedikit berteriak
......................