Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 22


__ADS_3

...22...


Selesai membersihkan diri dan sudah memakai pakaian Keysa memilih berbaring sebentar di atas kasurnya sambil memainkan ponsel sebelum dia turun ke bawah untuk makan malam.


Tok...tok...tok


“Non Keysa, udah ditunggu tuan Adam dibawah” ucap bi Ima


“iya...iya bik. Bilang ke papa bentar lagi Keysa turun” ucap Keysa sambil sedikit berteriak dari dalam kamarnya.


“baik non”


Keysa membuka Whatsapp di ponselnya dan melihat isi chatnya terkahir kali dengan Axel sore tadi"


“kok Axel belum balas pesan aku dari tadi ya, tumben banget dia kayak gini” benak Keysa.


Karena melihat pesan nya yang belum dibalas oleh Axel, akhirnya Keysa memutuskan untuk turun kebawah menemui papanya.


Sesampainya diruang makan Keysa melihat semuanya terlah berkumpul termasuk Olivia yang juga sudah pulang dari acara temannya,sejenak Keysa terhenti dan melirik hanya ada tersisa satu kursi makan yang kosong tepatnya berada di samping Nathan.


“kenapa berdiri disitu sayang? ayo nak duduk, makan malamnya sebentar lagi selesai” ucap papa Adam saat melihat putrinya datang.


“ah iya pa”


Keysa pun akhirnya mau tidak mau harus duduk dikursi yang letaknya berada disamping Nathan. Saat Keysa duduk, dia melirik sekilas ke arah Nathan yang sejak dari tadi hanya fokus memainkan ponselnya.


“terasa banget aura-aura pria dinginnya, beda banget auranya kalau didekat Axel” benak Keysa.


“Oh ya Nathan sekarang kesibukannya apa?” tanya papa Adam


“saya lagi sibuk ngurusin perusahaan real estate yang baru saya rintis om, emm tapi lagi ada masalah om ,biasalah om kalau baru ngerintis itu pasti aja ada masalahnya yang datang” ucap Nathan sambil meletakkan ponselnya diatas meja makan.


“ya namanya juga bisnis nak, ga selamanya berjalan lancar”


“Nah itu dia Dam, padahal saya sudah mengatakan berulang kali untuk mengurus perusahaan saya saja, toh perusahaan saya juga akan saya wariskan kepadanya tapi ini anak satu keras kepala dan tetap bersikeras untuk membangun bisnisnya sendiri” sambung Addison.


“yasudah biarkan saja Di, itung-itung dia belajar buat bangun usahanya sendiri"


“perusahaan real estate?kalau boleh tau apa nama perusahaan real estate kamu Nat?” tanya Kenzo


“Wellness group”


“apa ? wellness group? jadi itu punya kamu” tanya Kenzo kaget


Nathan hanya menjawabnya dengan anggukkan kepala.

__ADS_1


“wahh hebat kamu Nat, itu kan perusahaan real estate baru yang sedang ramai diperbincangkan dikalangan pebisnis properti karena kualitasnya yang bermutu baik dan pemimpinnya yang masih muda”


“benar kah itu Nat, bukannya tadi kamu bilang bisnis kamu sedang ada masalah?”


“tidak om, kak Kenzo terlalu berlebihan mengatakannya. Bisnis saya belum sehebat dan sesukses bisnis om dan papa”


“Come on bro, jangan terlalu merendah seperti itu”


“haha kamu lihat sendiri kan Dam, anak ini memang tidak pernah terbuka kepada ku. Sampai-sampai bisnis yang dia kelola saja aku tidak tahu sudah berkembang sepesat ini”


“Namanya juga anak cowok om, terkadang gengsi untuk terbuka sama papanya. Aku juga gitu kok om sama papa” bela Kenzo.


“oh ya gimana kalau kita menjalin kerja sama, kebetulan perusahaan kami sedang mencari partner kerja sama dengan perusahaan real estate” ucap Kenzo


“dengan senang hati” jawab Nathan


“kita atur waktu secepatnya ya untuk membicarakan kerja sama ini lebih lanjut” ucap Kenzo.


“om dengar dari papa kamu, Kamu lagi kuliah di Belanda ya?” tanya Addison kepada Keysa


“ah iya om”


“di universitas mana ya kalau om boleh tau?”


“Groningen Univesity om”


“maksudnya om?”


“oh itu maskud om nanti kamu gak perlu terlalu jauh kalau mau pergi ke kampus”


“ha apa hubungannya jarak apartemen pria ini sama kampus aku” benak Keysa yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Addison.


“kamu ambil jurusan apa disana?” tanya Addison lagi


“Administrasi bisnis om”


“wahh sama dong kayak Nathan, dia juga dulu ambil jurusan itu”


“hehe iya om” ucap Keysa sambil tersenyum kikuk


“apa hubungannya coba kalau jurusan aku sama kayak anaknya. Aneh nih teman papa” benak Keysa


“sudah-sudah kita makan dulu, makanan nya udah siap nanti sehabis makan kita lanjut ngobrolnya lagi” ajak papa Adam.


Selesai makan, papa Adam, Addison, Nathan, Kenzo, tante Lydia dan Keysa kembali melanjutkan obrolan yang sempat terputus tadi diruang keluarga sambil menikmati cemilan dan jus buah. Sebenarnya Keysa tidak ingin ikut bergabung namun papa Adam menahan Keysa karena mengatakan ada sesuatu hal penting yang harus dibicarakan.

__ADS_1


“Nak..”


Papa Adam memanggil Keysa yang terlihat sibuat memainkan ponselnya.


“ah iya pa?” jawab Keysa sambil menutup ponselnya.


“udah selesai main ponselnya nak? Ada hal yang ingin papa dan om Adam sampein sama kamu?”


“ha sama aku pa?mau ngomongin apa ?kok tiba-tiba?” tanya Keysa yang sedikit kaget


“kenapa perasaan aku ga enak gini ya?” batin Keysa.


“tapi kamu jangan kaget ya, karena apapun itu keputusan kamu kami ga akan maksa kamu nak”


“mau ngomong apaan si pa? Kok tiba-tiba jadi serius gini?”


Kemudian Keysa mengambil segelas jus buah yang berada diatas meja kemudian meminumnya untuk menenangkan kembali perasaannya.


“Begini papa dan om Addi ingin menjodohkan kamu dengan Nathan”


“uhukk..uhukkk”


Jus buah yang baru saja di minum Keysa langsung tersembur keluar karena kaget mendengar perkataan papanya.


“kamu gapapa nak?” ucap tante Lydia yang membantu Keysa membersihkan pakaian Keysa yang terkena tumpahan jus dengan menggunakan tisu.


“aku bisa sendiri” ucap Keysa sambil menarik dirinya dari tante Lydia, lalu Keysa mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan dirinya sendiri.


“A-PA ?tadi papa bilang apa? Menjodohkan? Papa mau menjodohkan aku sama pria ini?. Papa tau sendiri kan aku udah punya pacar, kenapa papa tega menjodohkan aku dengan laki-laki lain” ucap Keysa dengan nada yang sudah meninggi.


“Dengarkan penjelasan papa dan om Addi dulu nak. Kami punya alasan mengapa harus menjodohkan kamu dengan Nathan. Jadi papa harap kamu bisa mengerti” ucap papa Adam saat melihat Keysa yang sudah beranjak dari duduknya.


“ENGGAK AKU ENGGAK MAU. POKOKNYA SAMPAI KAPAN PUN AKU GAK MAU DIJODOHIN” ucap Keysa dengan marah kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga.


“Key kamu mau kemana? Tunggu dulu kamu harus dengari dulu penjelasan om Addi” teriak Kenzo dan ingin bergegas mengejar Keysa.


“kak biar aku aja yang kejar Keysa” ucap Nathan dan langsung berlari mengejar Keysa.


“Maaf kan aku Adam, gara-gara membantu ku hubungan mu dengan Keysa menjadi seperti ini”


“kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu Addi”


Kemudian papa Adam membuang nafasnya dengan kasar sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya papa Adam merasa sangat sedih karena baru beberapa jam yang lalu hubungannya kembali membaik dengan Keysa namun sekarang ini hubungan mereka kembali retak bahkan mungkin bisa lebih parah dari sebelumnya. Sekarang Papa Adam hanya bisa pasrah dan berharap agar Nathan bisa menjelaskan semuanya dengan baik kepada Keysa.


“papa berharap kamu bisa mengerti mengapa papa melakukan ini semua nak. Maaf kan papa” benak papa Adam.

__ADS_1


......................


__ADS_2