Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 27


__ADS_3

...27...


“Berhubung Keysa dan Nathan udah disini, gimana kalau kita sekalian makan malam bersama. Kebetulan sebentar lagi sudah jamnya pulang kerja. Gimana om setuju?” tanya Kenzo kepada Addison.


“Ya om setuju, sekalian kita bisa memperbaiki hubungan kita yang sempat dingin akibat kejadian kemarin” jawab Addison.


“Oh ya kak, aku baru ingat kalau Melo hari ini pulang. Jadi aku ga bisa ikutan makan malamnya”


“Ck..ck...ck kamu itu lupa ya, kan semalam kamu sendiri yang bilang kalau Melody itu belum tau kapan pulangnya. Udah kamu gausah menghindar lagipula perjodohan nya kan sudah tidak dilanjutkan lagi, jadi ini hanya makan malam keluarga aja kok ” ucap Kenzo


“Hehehe Oh iya ya, lupa kak” ucap Keysa sambil cengengesan.


“Biar saya yang pesankan restorannya” ucap Nathan sambil mengeluarkan ponsel dari saku jas yang dia kenakan.


“Okee sipp. Gimana kalau sekalian kita ajak papa aja? Om setuju gak?” ucap Kenzo.


“Iya ya boleh, semakin ramai semakin bagus” ucap Addison antusias.


“Iya om soalnya papa juga udah lama ga pernah makan diluar lagi, semenjak si anak bontot ini minggat hehehe” ucap Kenzo.


“kak...” ucap Keysa sambil menatap tajam ke arah Kenzo.


“Oke oke fine, udah ah jangan tatap kakak kayak gitu seram tau. Mending kamu tatap Nathan tuh siapa tau kamu bisa jatuh hati. Dari mata turun ke hati” goda Kenzo sambil menunjuk matanya kemudian menunjuk bagian dadanya.


Sedangkan Addison hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Kenzo yang sejak tadi terus-terusan berusaha menggoda Nathan dan Keysa.


Tepat pada pukul 18.30 wib Keysa, Nathan, Kenzo dan om Addison sampai di restoran nuansa, kini mereka tengah menunggu papa Adam yang masih dalam perjalanan.


“Selamat malam bapak dan ibu, selamat datang direstoran nuansa. Ini buku menunya silahkan bapak dan ibu lihat-lihat dulu sebelum memutuskan makanan yang akan dipesan” ucap salah satu pegawai restoran dengan ramah sambil memberikan buku menu.


“Makasih mbak, tapi kami masih belum ingin memesan karena masih ada anggota keluarga yang kami tunggu” ucap Nathan


“Papa disini” ucap Kenzo sambil melambaikan tangannya ketika melihat papa Adam dan tante Lydia yang sedang berjalan pelan memasuki restoran. Melihat itu papa Adam dan tante Lydia segera menghampiri mereka.


“Duduk disini pa” ucap Keysa sambil menarikan kursi kosong yang ada disampingnya kemudian membantu papa Adam yang masih berjalan memakai tongkat untuk duduk dikursi itu.


“Makasih sayang” ucap papa Adam sambil tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan tante Lydia memilih untuk duduk disamping Kenzo karena hanya kursi itu yang masih kosong.


“Maaf ya papa lama datangnya, soalnya dijalan tadi ada kecelakan jadi jalanan macet”


“Gapapa pa, lagian kami juga belum lama nyampe sini kok pa”


“Berhubung tidak ada lagi ya kita tunggu, ada baiknya kita langsung memesan makanannya saja. prajurit diperut saya sudah memberontak ingin diberi makan hehe” ucap Addison


“Haha kamu masih sama seperti dulu Addi, selalu saja tidak bisa menahan yang namanya lapar haha”


Kemudian Kenzo, tante Lyida, papa Adam dan Addison menyebutkan menu-menu makanan apa yang ingin mereka makan. Namun tidak dengan Nathan dan Keysa, mereka berdua dari tadi sama sekali belum menyebutkan menu makanan yang mereka inginkan kepada pegawai restoran itu.


“Kalian berdua mau pesan apa?”tanya Addison kepada Keysa dan Nathan yang masih sibuk membolak-balikkan buku menu.


“Spageti carbonara” ucap Nathan dan Keysa serentak.


Hal itu membuat papa Adam, Kenzo, tante Lydia dan Addison seketika memandang ke arah Nathan dan Keysa sambil tersenyum.


“Ehemm...ehem, ada yang barengan nih mesannya. Kayak nya kalian berdua memang jodoh deh” goda Kenzo.


“ah saya jadi pesan beef steak aja mbak” ucap Keysa.


Setelah selesai menyebutkan menu-menu yang mereka inginkan, pegawai restoran itu pun kemudian pergi menuju dapur untuk menyiapkan pesanan mereka.


“Oh ya nak, om mau minta maaf atas kejadian kemarin. Om menyesal sudah memaksakan kehendak om kepada papa kamu” ucap Addison kepada Keysa.


“Eh iya om gapapa”


“Dan sekalian malam ini juga aku ingin berpamitan” ucap Addison


“Berpamintan? Apa maksud mu Addi?”


“Besok aku akan kembali ke Belanda Dam”


“Kembali ke Belanda? Kenapa terlalu buru-buru? Apa terjadi sesuatu kepada istri mu?”


“Tidak terjadi apa-apa Dam, bahkan keadaannya sekarang jauh lebih membaik”

__ADS_1


“Syukurlah aku ikut senang mendengarnya. Jadi apa yang membuat mu buru-buru pulang? Padahal kita masih belum pergi menghabiskan waktu berdua”


“rasanya aku sangat merindukannya Dam untuk itu aku pulang hehe”


“baiklah kalau untuk urusan itu aku tidak bisa menahan mu untuk tinggal lebih lama haha”


“apa Nathan juga ikut om?” tanya Kenzo


“Nathan akan masih tetap stay disini, tolong jaga Nathan ya selama om ga disini anggap aja adik kamu nambah satu lagi hehe. Kalau bisa kamu juga sering tanyain dia udah makan atau belum soalnya anak satu ini sering kali kelupaan kalau masalah makan. Ya maklum la kamu tau sendiri kan gimana kalau anak muda yang belum punya pasangan”


“Papa jangan ngada-ngada deh” protes Nathan


“Om gausah khawatir, kan ada Keysa yang bakalan ngelakuin itu semua”


Mendengar ucapan Kenzo membuat Keysa secara spontan langsung mencubit perut sang kakak.


“Auwww hahaha apa si dek, kok kamu jadi salah tingkah gini si. Emang kakak bilang ngelakuin apa haha ciee yang diam-diam ternyata suka” ejek Kenzo.


“Terus Nathan akan tinggal dimana?Bukannya rumah kamu yang ada disini semuanya udah dijual sewaktu kamu pergi dulu?” tanya papa Adam


“Sebenarnya setelah sampai ke Indonesia kemarin Nathan sudah menyuruh asisten pribadinya untuk membeli sebuah rumah dan untuk sementara Nathan akan tinggal disana sebelum dia mendapatkan rumah yang sesuai dengan seleranya”


“loh emang kenapa dengan rumahnya?” tanya Kenzo


“Lingkungannya terlalu berisik kak karena dekat dengan jalan raya” jawab Nathan.


“Ya begitulah Nathan dia paling tidak bisa dengan kebisingan” ucap Addison.


“Pa bukannya rumah yang disamping kita itu penghuninya baru aja pindah ke luar negeri ya dan ngejual rumahnya?”tanya Kenzo.


“Oh ya? Bukannya sudah laku terjual?”


“Sepertinya belum pa, memang kemarin kata pak Kardi si rumah itu udah ada yang liat tapi ga jadi beli pa karena ga cocok sama harganya”


“Wah kebetulan sekali, gimana kalau kamu lihat dulu Nat siapa tau cocok dengan rumah yang kamu inginkan. Ditambah lagi letak rumahnya kan lumayan jauh dari jalan raya pasti lingkungannya tenang” ucap Addison.


“Ide yang bagus tuh om, kan seru kalau nanti kita bakalan tetanggaan. Kalau kamu mau biar aku coba contact pemilik rumahnya dulu Nat” ucap Kenzo.

__ADS_1


"akan aku pertimbangkan dulu" ucap Nathan


......................


__ADS_2