
...61...
Mendengar itu membuat
Keysa membatalkan niatnya untuk membuka pintu dan kembali menghampiri Nathan.
“Lu, Eh maksudnya kamu
butuh sesuatu Nat?” tanya Keysa sambil duduk dipinggiran kasur.
“Kepala aku pusing Key”
“Iya itu mungkin karena
kecapean Nat. Aku ambilin makan ya?Tadi aku udah bawain”
Nathan menggelengkan
kepalanya pelan.
“Aku lagi ga selera Key”
“Pokoknya kamu harus
makan biar cepat sembuh. Tunggu disini oke” titah Keysa kemudian langsung pergi
ke bawah untuk mengambilkan Nathan makanan.
“Key, gimana Nathan?”
tanya Caca yang sedang duduk diruang keluarga bersama dengan keluarga Keysa dan
melihat Keysa sedang berjalan menuju dapur.
“Nathannya udah bangun
kok kak, ini aku mau ambil makanan dulu buat dia. Aku permisi dulu ya kak” ujar
Keysa kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur.
“Syukurlah, keadaan
Nathan sudah membaik pa” ujar Caca sambil mengelus dadanya karena merasa lega.
“Dam, makasih ya buat semuanya” ujar Addison
tiba-tiba kepada Adam.
“Tidak perlu sungkan Di,
kita sudah sahabatan sejak lama dan juga sebentar lagi kita akan menjadi
keluarga”.
“Aku juga sangat
berterimakasih kepada putri mu Keysa. Dia bagaikan malaikat bagi keluarga kami
Dam”
Keysa kembali kedalam
kamar sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
“Aku suapi ya” ujar Keysa
kemudian membantu Nathan untuk duduk sambil bersandar di headboard kasur.
Walaupun awalnya Nathan
menolak untuk makan, namun Keysa lagi-lagi berhasil untuk membujuknya. Entah
kekuatan apa yang dimiliki Keysa sehingga membuat Nathan mau menurut begitu
saja dengan ucapannya.
Selesai menyuapi Nathan
makan, tak lupa juga Keysa memberikan obat untuk dikonsumsi oleh Nathan.
“Temani aku disini Key”
ucap Nathan sambil menggengam lengan Keysa ketika Keysa hendak mengambil nampan
dan membawanya kembali ke dapur.
Keysa pun menuruti
permintaan Nathan untuk menemaninya didalam kamar. Di dalam kamar Keysa banyak
mendengar cerita dari Nathan tentang semasa hidup mamanya dan mengenai hal
lainnya. Dan walaupun Keysa tidak mengenal tante Christin tapi dari cerita yang
didengarnya Keysa sudah bisa memastikan bahwa tante Christin adalah perempuan
yang sangat baik. Setelah beberapa lama bercerita akhirnya Nathan pun tertidur,
mungkin karena reaksi obatnya yang sudah mulai bekerja sehingga membuatnya
mengantuk. Selama bercerita tadi tak jarang Nathan meneteskan air matanya
karena tidak sanggup menahan kesedihannya.
Setelah memastikan Nathan
sudah benar-benar tertidur Keysa pun menyelimuti Nathan kemudian pergi
meninggalkan kamar sambil membawa bekas nampan tadi. Keysa menutup pintu dengan
perlahan agar tidak menimbulkan keributan yang nantinya dapat membangunkan
Nathan.
__ADS_1
Setelah memulangkan
nampan kembali ke dapur, Keysa pun ikut bergabung berkumpul diruang keluarga.
“Bagaimana keadaan Nathan
nak?” tanya Addison
“Udah sedikit membaik om,
tadi dia udah mau makan walaupun sedikit dan sekarang dia lagi istirahat” jelas
Keysa
“Makasih ya nak kamu udah
mau ada disisi Nathan, om ga tau jika kamu ga ada Nathan akan seperti apa jadinya. Terimakasih juga kamu sudah mau berbesar
hati untuk mengabulkan permintaan terakhir istri om” ujar Addison kemudian
menundukkan kepalanya karena merasa sedih mengingat almarhumah istrinya.
“Keysa gak ngelakuin
apa-apa kok om. Om jangan larut dalam kesedihan ya, tante Christin udah bahagia
sekarang om dan om juga harus kuat karena kehidupan kita akan terus berjalan”
jawab Keysa.
Om Addison pun
menganggukkan kepalanya sedangkan Caca yang duduk disamping om Addison
merangkul papanya untuk memberikan dukungan.
“Ka Kenzo mana pa?”
tanya Keysa pelan pada papanya yang duduk tepat disampingnya
“Kenzo udah pulang diluan
tadi, mau bawa Daffin kontrol ke dokter”
Dan Keysa pun hanya
menjawab dengan ber-oh ria.
“Oh ya Di mengenai
kepindahan mu tadi, aku akan membantu mu mengurus surat-surat kepindahan mu
kesini”
“Makasih banyak Dam, aku
sudah banyak merepotkan”
jadi tidak ada kata repot untuk keluarga”
Sore hari pun menjelang,
keluarga Keysa pun berpamitan untuk pulang kerumah dan memberikan waktu kepada
Nathan untuk berisitirahat. Ketika sampai dirumah Keysa pun melihat Bobby
tengah asih bermain dengan bi Onah.
“Kaka, main…main…main”
ujar Bobby bersemangat.
Namun belum sempat Keysa menjawab
ajakan Bobby, tante Lydia sudah lebih dulu mendahuluinya.
“Sayang, kakaknya masih
capek mau istirahat dulu. Kamu main sama mama aja ya”
Keysa merasa tante Lydia
sangat mengerti dirinya, memang benar tubuhnya saat ini terasa sangat lelah dan
capek karena belum ada berisitirahat sejak kemarin. Kali ini Keysa baru
menyadari bahwa sebenarnya ibu tiri sekaligus tentenya itu masih perhatian
kepada dirinya seperti yang dulu.
“Iya sayang, kakaknya
biarin istirahat dulu ya. Papa juga akan temenin kamu main” sambung sang papa
“Aku pamit ke kamar dulu
ya pa …” Keysa sedikit menjeda ucapannya dan kemudian kembali melanjutkannya
“Tan…”
Ucapan itu disambut tante
Lydia dengan sebuah anggukan dan senyuman. Tante Lydia merasa bahwa semakin
hari Keysa sudah mulai menerima dan memaafkan dirinya.
Di dalam kamar Keysa
langsung merebahkan dirinya di atas kasur, tubuh dan pikirannya sangat terasa
lelah dan capek selama beberapa hari ini. Sangkin merasa sangat lelah tidak
membutuhkan waktunya yang lama mata Keysa perlahan mulai terpejam dan perlahan
__ADS_1
mulai memasuki ruang mimpinya.
Di dalam mimpinya Keysa
bertemu dengan seorang perempuan paruh baya yang tak lain adalah tante
Christin. Di dalam mimpinya itu tante Christin seperti menitipkan sebuah pesan, tak hanya itu Keysa juga melihat orang yang sangat dia rindukan yaitu mamanya, dimimpi itu mamanya terlihat sangat cantik dan mengenakan
pakaian serba putih sama seperti yang dia kenakan oleh tante Christin. Keysa
berusaha untuk berlari kearah mamanya dan ingin memeluknya namun tidak bisa
dikarenakan kaki Keysa seperti terkunci ditempat dan tidak bisa digerakkan.
“Ma…mama…”
“Keysa rindu ma…maaamaaa”
“Ma jangang pergi ma,
jangan tinggalin Keysa lagi ma. Keysa mohon ma” teriak Keysa ketika melihat mama dan tante Christin semakin menjauh dari dirinya.
Ketika Keysa masih
berusaha menggerakkan kakinya untuk mengejar sang mama, tiba-tiba saja dia
mendengar suara lelaki dari arah belakangnya sehingga membuatnya ikut menoleh ke
arah sumber suara.
“Mamaaaa…” teriak lelaki
itu sambil berlari ke arah kedua permpuan paruh baya itu.
Lelaki itu adalah Nathan,
Nathan juga terlihat memakai pakain yang serba putih dan terlihat sangat
bahagia ketika berlari ke arah tante Christin. Sungguh Nathan sangat terlihat
sangat berbeda dari yang tadi di lihat Keysa.
“Nat…Nathaaannn. Tolongin
gue, kaki gue ga bisa digerakin” teriak Keysa kepada Nathan.
Namun Nathan tidak
menjawabnya dan hanya menoleh sebentar kearah Keysa sambil tersenyum manis lalu
kemudian berlari lagi menghampiri kedua perempuan paruh baya itu. Setelah
Nathan, tante Christin dan mamanya berdiri berdampingan mereka bertiga kemudian
tersenyum kearah Keysa dan tak lama dari itu mereka pun menghilang dari hadapan
Keysa. Hal itu membuat Keysa menangis histeris sambil berteriak memanggil mereka.
“Mamaaaa…jangan tinggalin
Keysa ma” teriak Keysa sambil menangis histeris.
“Dek…dek. Bangun dek”
ucap Kenzo membangunkan adiknya yang sedang tidur sambil mengigau.
“Maaamaaaa….” teriak
Keysa dan terbangun dari tidurnya dengan langsung terduduk. Deru nafas Keysa
terdengar sangat cepat.
Wajah Keysa terlihat
sangat pucat dan keringat dingin memenuhi wajahnya. Awalnya tadi Kenzo hanya
ingin mengcek Keysa ke kamar memastikan apakah Keysa sedang tertidur atau tidak
karena sejak pulang dari dokter tadi Daffin yang sedang tidak enak badan serta
rewel terus meminta ingin bersama dengan auntynya. Namun ketika baru tiba di
depan pintu kamar, Kenzo mendengar suara adiknya yang mengigau dan buru-buru
masuk kedalam kamar Keysa tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
“Kak, mama kakak
hiks…hiks…hikss” ujar Keysa sambil menangis.
Kenzo yang melihat
keadaan adiknya yang seperti itu langsung memeluk Keysa dan mengusap
punggungnya agar merasa lebih tenang.
“Kakak disini dek, kamu
tenang ya” ujar Kenzo sambil mengusap kepala adiknya.
“Aku mimpi ketemu mama
kak, tapi mama hanya diam dan tersenyum ke arah ku kak hiks…hiks. Padahal aku
rindu sekali dengan mama kak”
“Itu tandanya mama sudah
bahagia disana dek, jadi kamu jangan sedih lagi ya mama uda senang ada disana
sama Tuhan” ujar Kenzo sambil mengusap kepala adiknya.
......................
__ADS_1