
... 46...
Keysa berjalan memasuki rumah dan melihat suasana rumah begitu amat sepi tidak ada
satu pun keluarganya terlihat di sana.
“Kemana semua orang ya kok sepi banget” benak Keysa.
Keysa mencoba untuk mencari keberadaan papanya terlebih dulu kedalam kamar.
“Papah...”panggil Keysa sambil membuka pintu kamar papanya.
“Loh kok ga ada juga ya” ucap Keysa setelah melihat keadaan kamar papanya yang juga
kosong.
Keysa kembali menutup pintu kamar papanya.
“Papah...” panggil Keysa lagi sambil sedikit berteriak.
Ketika sedang mencari keberadaan papanya, Keysa samar-samar mendengar suara tertawa
anak kecil dari arah taman belakang, Keysa yang merasa penasaran kemudian
melangkah menuju taman belakang.
Dan betapa kagetnya Keysa saat melihat hampir semua dari keluarga besarnya berada
ditaman belakang sambil sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang sibuk
menyiapkan bahan-bahan untuk acara barbequean nanti malam, ada yang asik
bercerita dan ada juga anak-anaknya yang sedang bermain bersama. Sejak mamanya masih hidup dulu keluarga besar mereka memiliki kebiasaan untuk berkumpul di suatu tempat setiap akhir tahunnya dan mengadakan acara kecil-kecilan seperti barbequean untuk mempererat silahturahmi mereka.
Keysa masih diam berdiri di depan pintu belakang sambil memandangi sekilas keluarga
besarnya, hatinya begitu senang saat melihat anggota keluarga yang sudah lama
tidak dia temui kini tengah berkumpul dirumahnya. Entah mengapa sejak mengikuti
organisasi sosial itu membuat Keysa lebih banyak belajar betapa
pentingnya arti sebuah keluarga sehingga membuatnya sekarang ini menjadi lebih
sensitif saat membahas keluarga.
“Onntyyyyyy Esaaa....” teriak Daffin saat
menyadari kehadiran Keysa dan langsung berlari ke arah Keysa.
Keysa yang melihat keponakan kecilnya itu tengah berlari kearahnya langsung
berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya untuk bersiap memeluk Daffin. Keysa
sangat tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu padahal saat dia kembali ke
Belanda dulu Daffin masih belajar berjalan namun kini dia sudah bisa berlari.
Daffin langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Keysa dan dengan senang hati
Keysa langsung memeluk hangat keponakannya itu kemudian Keysa menggendong
Daffin.
“Uduu..uduu ponakan onty udah gede banget yah sekarang, aunty sampe sulit gendongnya”
ucap Keysa sambil mengecup berulang-ulang pipi Daffin.
“Iyah dong onty, kan aku suka inum cucu kata mama kalo suka inum cucu nanti kita
cepat gedenya” ucap Daffin dengan nadanya sedikit celat
“Wah pintar banget sih kamu nak, onty jadi makin gemas nih” Keysa kembali mengecup
gemas pipi keponakannya.
__ADS_1
Bobby yang saat itu juga tengah bermain dengan anak-anak lainnya, ketika melihat
kehadiran Keysa langsung meloncat-loncat kegirangan lalu meninggalkan mainan
yang tengah dipegangnya dan langsung berlari ke arah Keysa dan Daffin.
“Kaakaaa...” teriak Bobby sambil berlari.
Tante Lydia dan papa Adam yang saat itu melihat Bobby berlari kearah Keysa langsung
beranjak dari duduknya untuk menahan Bobby karena mereka takut Bobby akan
mengundang kemarahan Keysa. Namun langkah mereka berdua tiba-tiba saja terhenti
ketika melihat Keysa dengan hangatnya memeluk Bobby seperti Keysa memeluk
Daffin tadi. Sontak kejadian itu membuat orang yang ada disitu pun kaget dan
terharu melihatnya, karena mereka semua tau kalau dari dulu Keysa tidak pernah
menyukai Bobby. Selama mengikuti kegiatan sosial, Keysa sudah sering bertemu dengan anak-anak yang mengidap autis seperti Bobby adik tirinya dan itu membuat Keysa menjadi lebih mengerti
bagaimana harus bersikap dengan orang-orang yang memiliki kelebihan seperti
itu. Dan entah mengapa hati Keysa perlahan melunak setelah banyak bertemu
dengan orang-orang yang kehidupannya ternyata lebih menyedihkan dari kehidupan
Keysa sendiri, itu membuat Keysa belajar betapa pentingnya artinya bersyukur.
“Segitu kangennya ya kamu sama kakak hehe Kakak juga kangen sama Oby, nanti kita main
bareng ya dek” Keysa tersenyum sambil mengacak-acak rambut Bobby.
Setelah melepas rindu dengan adik dan keponakannya, Keysa kemudian mulai melangkah
mendekat dimana keluarganya tengah berkumpul untuk memberi salam dan menyalim
satu per satu keluarganya. Dan keluarganya pun menyambut Keysa dengan pelukan
memilih duduk disebelah papanya.
“Oh ya Kakek mana pa? Kok Keysa ga lihat? Om Riko dan tante Lulu juga, apa mereka
belum datang pah ?”tanya Keysa yang heran hanya melihat keluarga dari pihak
mamanya saja yang berkumpul disini.
“Sepertinya kakek ga datang nak?”
“Loh kenapa pa?”
“kakek kamu sepertinya lagi sibuk sayang”
Sebenarnya tanpa diketahui Keysa, hubungan papa Adam dan keluarganya kurang baik
dikarenakan pihak keluarga papa Adam dulunya sangat menentang papa Adam untuk
menikahi tante Lydia ditambah lagi setelah kehadiran Bobby membuat keluarga
papa Adam semakin membenci papa Adam dan tante Lydia.
“Kamu sudah makan nak?” tanya tante Lydia.
Keysa menggelengkan kepalanya
“Mau tante ambilin?”
“Boleh” jawab Keysa singkat.
Tante Lydia yang merasakan perubahan sikap Keysa terhadap dirinya pun merasa senang
dan dengan bersemangat langsung menuju dapur mengambilkan makanan untuk Keysa.
“Kenapa papa senyum-senyum?”
__ADS_1
“Gapapa sayang”
“Papa pasti ngira aku udah bisa nerima tante Lydia kan? aku bersikap baik seperti
tadi hanya karena tidak ingin terlihat buruk didepan keluarga kita” ucap Keysa
memberi alasan
“Papa tahu kok kamu itu sebenarnya orang baik sayang, hanya saja kamu masih malu
untuk mengakuinya didepan papa” benak papa Adam
“Emang papa ada bilang sesuatu hehe”
“Ih papa nyebelin”
Sejak kedatangan Keysa suasana ditaman menjadi lebih hidup, tawa dan canda terdengar silih
berganti dari setiap anggota keluarga. Hingga tak terasa sore telah menjelang
dan Keysa pun memilih berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kamar
membersihkan diri dan beristirahat sebentar.
“Ahhh akhirnya setelah sekian lama aku kembali juga ke kamar ini” ucap Keysa sambil
membaringkan tubuhnya diatas kasur.
“Oh iya aku coba telpon kakek deh, aku mau tau kenapa kakek ga datang kesini” Keysa
beranjak dari kasur dan mengambil ponselnya dari dalam tas selempang yang dia
letakkan diatas meja rias.
Tutt...tutt...tutt
“Hallo kakek”
“Maaf saya berbicara dengan siapa ya?”
“Ih kakek, ini Keysa kek masa kakek gak kenal suara aku sih” rengek Keysa.
“Keysa? Beneran ini kamu sayang?” tanya kakek antusias
“Iya kek ini Keysa”
“Ya ampun sayang, kakek rindu sekali sama kamu”
“Keysa juga rindu sama kakek”
“Kenapa kamu tidak pernah mengunjungi kakek selama bertahun-tahun? Apa kamu tidak
sayang lagi sama kakek?Atau kamu mau kakek kutuk jadi batu karena udah durhaka
sama kakek sendiri?” ucap kakek ngambek
“haha, ampun kek ampun jangan kutuk cucu mu yang cantik ini. Entar kalau kakek kutuk
aku jadi batu terus kakek ga punya cucu secantik aku lagi dong. Apa kakek mau ?
Kalau boleh sih kakek kutuknya supaya aku makin cantik aja kek haha”
“Hahaha kamu memang paling pintar buat kakek supaya ga marah sama kamu”
“Iya dong siapa dulu, Keysa gitu loh kek”
“Oh ya kamu sekarang ada dimana?”
“Aku lagi dirumah papa kek, tadi pagi baru sampai. Oh ya kakek kenapa ga datang ke
rumah sih? Padahal keluarga dari almarhumah mama hampir semua kumpul disini tapi
kakek, om Riko dan tante Lulu satu pun ga ada yang datang, padahal Keysa juga
kangen sama kakek, om dan tante”
__ADS_1
......................