Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 25


__ADS_3

...25...


Hari sudah mulai menjelang malam, namun Keysa masih saja berbaring dalam pelukan papanya dan papa Adam terus mengusap rambut putrinya dengan lembut. Mereka berdua saling berbagi cerita apa yang mereka alami selama ini.


“Udah lama ya, papa ga nemenin kamu kayak gini. Terakhir kali itu waktu kamu masih SD dan sekarang ini kamu udah gede. Waktu terasa cepat banget ya berlalu”


“Keysa juga kangen dibacain dongen sama papa sebelum tidur”


“Kamu mau papa bacain dongeng malam ini?”


“Mau banget pa” kemudian Keysa semakin mengeratkan pelukannya.


Tok...Tok...Tok


“Wahh curang nih aku ga diajak” ucap Kenzo saat masuk ke dalam kamar Keysa dengan masih menggunakan kemeja kerjanya.


Sesampainya dirumah tadi, Kenzo mendengar dari tante Lydia kalau sejak tadi siang papa Adam ada bersama dengan Keysa dan dengan sangat antusias Kenzo langsung menuju lantai dua tanpa membersihkan dirinya lebih dulu.


“Biarin wekkk, gantian dong sekarang giliran aku yang manja-manjaan sama papa. Yakan pa?”


“hehe iya sayang” ucap papa Adam sambil tersenyum.


“Aku juga mau di peluk dong pa, kan aku juga anak papa” rengek Kenzo.


“Ga boleh, ini papa aku”


“Kemarilah nak” ajak papa Adam.


Kenzo pun kemudian langsung berlari dan melompat ke atas kasur yang menyebabkan Keysa dan papa Adam sedikit terloncat.


“Ih kak Kenzo, awas ah kakak masih bau keringat tau” rengek Keysa saat Kenzo memeluk dirinya dan papa Adam sekaligus.


“Kenzo sayang banget sama papa dan Keysa”


“Ouch ouch ouchh anak papa udah pada gede ya sekarang” ucap papa Adam.

__ADS_1


“kak Kenzo hati-hati sama tangan papa itu masih sakit”


“Eh Maaf maaf pa, Kenzo excited banget pa sampai lupa tangan papa masih sakit” ucap Kenzo sambil memegang lengan papanya yang sedang digips


“Kalau gitu kakak peluk kamu aja deh” tambah Kenzo dan langsung memeluk adik kecilnya itu yang tepat berada disebelahnya.


“Kakak bau ketek banget hahaha”


“Nih rasakan kekuatan ketek kakak” ucap Kenzo dan semakin mengarahkan wajah Keysa tepat di bawah keteknya.


“Haha ampun kak, ampunnn hahaha”


Papa Adam tersenyum melihat kedua anaknya itu, papa Adam merasa sangat bahagia bisa kembali menyaksikan kekonyolan dan tawa dari anak-anaknya itu setelah beberapa tahun yang lalu rumah terasa begitu sangat dingin dan sepi namun sekarang peralahan puing-puing kehangatan itu mulai kembali mengisi di rumah seperti dulu. Papa Adam sangat bersyukur atas berkat yang diberikan Tuhan kepada keluarganya hari ini.


“Ma, lihat anak-anak kita sekarang udah dewasa. Waktu ga terasa banget ya ma. Mulai hari ini papa janji ma akan selalu memberikan yang terbaik buat anak-anak kita. Kamu yang tenang ya disana” ucap papa Adam dalam hati dan tak terasa setetes air matanya menetes.


“Papppaaa lihat kak Kenzo nih” rengek Keysa.


“Hahaha udah..udah nak, kasihan tuh adiknya udah kecapean”


“Mending kak Kenzo pergi mandi dulu sana biar bau keteknya hilang” ucap Keysa sambil mengikat kembali rambutnya yang sudah berantakan karena terus-terusan dipeluk oleh Kenzo.


“Enggak tuh kakak ga nyium bau ketek kok” ucap Kenzo sambil mencium aroma disekitar keteknya.


“Iuhhh kak Kenzo jorok banget. Ganteng-ganteng kok jorok si kak” ejek Keysa.


“Nih coba deh kamu cium lagi” sambil mendekatkan ketiaknya ke arah Keysa.


“Ih oggaah ah, tadi kan udah”


“Ga bau kan?”


“Wueekkk bau banget”


“Hidung kamu tuh yang salah dek, coba sini pastiin lagi”

__ADS_1


“Enggak mau ah”


“wuaaa kesini kamu biar kakak peluk haha” Kenzo tiba-tiba langsung kembali memeluk Keysa.


Malam itu gelak tawa dan kebahagian memenuhi seisi ruangan kamar Keysa, kenangan indah yang selama ini telah hilang setelah kepergian Keysa dari rumah kini seakan kembali menghampiri mereka.


Pukul 08.00 pagi, Keysa terbangun dari tidurnya.


“Hoammmmm” Keysa menguap sambil merentangkan kedua tangannya dan kemudian tersenyum sembari mengingat kembali saat semalam dia bersikap manja dengan papanya untuk pertama kali setelah memutuskan pergi dari rumah beberapa tahun yang lalu. Entah mengapa pagi ini Keysa merasakan perasaannya sangat berbeda dibandingkan dengan pagi-pagi sebelumnya. Pagi ini Keysa merasakan lebih bahagia dan bersemangat untuk melakukan aktivitasnya.


Tok..tok..tok


Lamunan Keysa terhenti karena mendengar suara ketukan pintu dan dengan semangat Keysa langsung menyibakkan selimut lalu turun dari kasur karena mengira sang papa lah yang mengetuk pintu kamarnya.


“Buat mood jelek aja deh pagi-pagi gini udah ketemu sama ini anak” benak Keysa setelah membuka pintu dan melihat Bobby yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya sambil membawa segelas susu.


“Mau apa kamu?” tanya Keysa


“Ini susu buat kaka, mama suru Oby kasih kaka. Kata ibu guru disekolah bilang pagi-pagi harus minum susu” ucap Bobby sambil menyodorkan segelas susu yang dibawanya.


“Aku ga mau, kamu aja yang minum sana” ucap Keysa dan kemudian tanpa basa basi langsung menutup pintu kamarnya.


“Kok tiba-tiba aku ngerasa ga tegaan gini ya sama anak itu.Apa aku terlalu kejam ya sama dia?Niatnya kan baik nganterin aku susu” ucap Keysa dalam hati yang masih berdiri dibalik pintu kamarnya selama beberapa detik.


Setelah beberapa menit mempertimbangkan kata hatinya untuk menerima niat baik Bobby atau tidak, akhirnya Keysa memutuskan untuk membuka kembali pintu kamarnya dan menerima niat baik Bobby, namun sayang sekali Bobby sudah tidak ada di depan pintu kamar Keysa.


“Yaudahlah, paling susunya juga nanti diminum sama dia” ucap Keysa kemudian menutup kembali pintu kamarnya.


Setelah selesai membersihkan diri dan sarapan Keysa kembali ke dalam kamar dan melanjutkan menonton drama korea di iPad miliknya. Keysa tidak tau lagi ingin melakukan apa untuk mengisi kegiatannya selain menonton. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya Keysa ingin sekali bertemu dengan Axel dan menceritakan semua kegundahan hatinya mengenai kejadian perjodohan kemarin, tapi itu semua tidak bisa terjadi karena kemarin Keysa menerima kabar kalau Axel sedang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak bisa dihubungi selama beberapa hari kedapan.Sedih? Ya pasti itulah yang dirasakan Keysa saat dimana dia sedang membutuhkan kehadiran kekasihnya namun harus terhalang dengan pekerjaan. Tapi perasaan sedih itu lantas tidak bisa membuat Keysa untuk memaksakan kehendakanya kepada Axel dan untuk itulah mau tidak mau Keysa hanya bisa menonton drama korea kesukaannya saja.


Selama menonton Keysa terus-terusan mengecek ponsel miliknya dalam selang waktu beberapa menit sambil terus berharap kalau pesan Axel akan masuk, setidaknya sebuah pesan yang mengatakan ucapan selamat pagi saja sudah akan membuat Keysa senang, namun harapan Keysa seakan pupus karena hingga siang menjelang sore tidak ada satupun pesan Axel yang masuk ke ponsel Keysa.


“Apa Axel sesibuk itu ya? Sampai-sampai ga sempat ngirimin aku sepatah kata aja?” ucap Keysa yang sedang berbaring dan dengan pasrah kembali meletakkan ponselnya di atas kasurnya.


......................

__ADS_1


__ADS_2