Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 78


__ADS_3

...78...


Nathan menangis


sejadi-jadinya sambil tertududuk lemas di lantai, dunianya hancur begitu saja


dalam seketika. Ditengah tangisannya tiba-tiba saja Nathan teringat dengan


dokter Dion, Nathan begitu sangat membenci dokter Dion karena dia kedua orang tuanya


tidak bisa terselamatkan dan akhirnya meninggal hati. Dalam hati Nathan timbul


sebuah rasa dendam untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia rasakan.


FLASH BACK OFF


Setelah kejadian waktu


itu, Keysa memilih untuk tinggal di sebuah villa yang merupakan milik sang


kakek. Lagi-lagi Keysa memilih untuk kabur dan meninggalkan semua masalahnya.


Kini sudah hampir dua minggu sejak kejadian itu dan Keysa masih enggan untuk


pulang ataupun berbicara dengan Nathan dan Axel. Keysa merasa hatinya


benar-benar lelah sehingga membuatnya menarik diri dari semua aktivitasnya dan


memilih untuk bersembunyi di villa.


Tok…tok…tok


“Sayang, ayo bangun kita


sarapan bareng” ucap kakek Ali sambil mengetuk pintu kamar cucunya.


Selama Keysa tinggal di


vila kakek Ali senantiasa menemani cucu kesayangannya itu dan sengaja


meninggalkan pekerjaannya agar bisa melepas rindu dengan cucunya.


Setelah mengetuk pintu


beberapa kali dan tidak mendapat jawaban dari Keysa, akhirnya kakek Ali


memutuskan masuk ke kamar karena dia tahu seperti biasanya cucunya itu tidak


akan bangun bila selimutnya tidak di tarik atau tubuhnya di goyang-goyangkan.


“Aduhh, cucu kakek yang


cantik masih tidur saja jam segini. Ayo bangun sayang, kita sarapan” ujar kakek


Ali sambil menarik gorden jendela yang ada di kamar Keysa.


Setelah membuka gorden


jendela, kakek Ali beralih menuju kasur dan duduk dikasur seperti biasa untuk


membangunkan Keysa.


“Keysa…bangun yuk sayang.


Nanti tidurnya bisa dilanjut lagi sehabis kita sarapan” ucap kakek Ali sambil


membuka selimut yang menutupi wajah Keysa


“Eeuuhh…kek Keysa masih


ngantuk banget” rengek Keysa dan kembali menutupi wajahnya menggunakan selimut,


lalu membalikkan tubuhnya membelakangi sang kakek.


Hal itu membuat kakek Ali


tertawa, selama lebih dari satu minggu ini dia merasa sangat lucu dengan


cucunya itu ketika dibangunkan pada pagi hari.


“Hehe…kalau saja nenek


kamu masih ada. Dia pastikan memarahi kamu kalau bangun tidur kesiangan seperti


ini. Ayo dong sayang bangun dulu, kita sarapan dulu”


“Euuhhh…kakek aja yang


sarapan duluan. Entar Keysa belakangan” ucap Keysa dari bali selimut dengan


suaranya yang serak.


“Yaudah, kalau gitu kakek


juga ga bakalan sarapan” ancam kakek Ali, seperti yang biasa dia lakukan hampir


satu minggu ini.


Dan lagi-lagi ancaman itu


sangat ampuh, Keysa langsung duduk di kasurnya namun dengan matanya yang

__ADS_1


terlihat masih mengantuk dan rambutnya yang terlihat berantakan hingga menutupi


wajahnya.


“Iyaiya Keysa bangun kek”


ucap Keysa sambil menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajahnya.


“Cuci muka dulu gih” ucap


kakek Ali sambil menepuk pundak Keysa dengan lembut.


Kemudian Keysa merangkak


turun dari tempat tidur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


“Kakek tunggu dibawah ya.


Ingat kamu jangan tidur lagi. Hehe” ucap kakek Ali sambil tersenyum dan


kemudian pergi meninggalkan kamar Keysa.


Setelah selesai mencuci


wajah dan menggosok gigi, Keysa mengambil ikat rambutnya diatas nakas lalu


mencepol rambutnya.


“Selamat pagi kek. Wah


enak nih makanannya” sapa Keysa sambil menarik salah satu kursi makan dan


kemudian menududukinya


“Iya kamu harus makan


yang banyak ya”


“Siapp kek laksanakan”


ucap Keysa bersemangat.


“Kamu ga mau ke dokter


Key? Sudah hampir satu minggu lebih kamu selalu saja tidur saat hari sudah


subuh. Kakek khawatir jika dibiarkan begitu saja akan berdampak buruk dengan


kesehatan kamu”


“Emm…gausah kek. Keysa


gapapa kok” ucap Keysa sambil menyendokkan menu makanan ke dalam piringnya.


rencana mau keluar Key?” tanya kakek Ali


“Keysa ga ada rencana


apa-apa kek”ucap Keysa


“Kamu mau ke pantai


bareng kakek?”


“Mau…mau kek” ucap Keysa


bersemangat


“Yaudah habis sarapan


kamu langsung siap-siap ya”


Sebenarnya di dalam hati,


Keysa masih memikirkan dan merasa sedih hanya saja dia berusaha untuk sekuat


mungkin di depan semua orang agar terlihat baik-baik saja.


Saat sarapan tengah


berlangsung, tiba-tiba saja ponsel Keysa berbunyi dan tampaklah nama Kenzo yang


tertampil dilayar ponsel.


“[Hallo kak?]”


“[Dek, pulang


sekarang ya. Papa barusan jatuh di kamar mandi]”


“[Apa?? Kok bisa kak? Gimana kejadiannya? Terus papa


gimana?”]


“[Kamu pulang dulu


aja ya]”


“[Okeoke kak, aku pulang sekarang]”


“Ada apa Key?” tanya kakek Ali

__ADS_1


“Papa kek, papa jatuh di kamar mandi. Kayaknya aku ga


bisa ikut ke pantai deh kek. Aku harus pulang sekarang” ucap Keysa panik


“Yasudah kakek, antar ya”


Keysa pun menganggukkan kepalanya dengan cepat,


kemudian dia pamit untuk pergi ke kamar dan bersiap-siap. Setelah menempuh


perjalan sekitar satu jam, akhirnya mereka pun tiba di rumah.


“Kakek langsung pulang ya Key”


“Loh kenapa kek? Kakek ga liat papa dulu? Kan kakek


udah sampai sini, masa iya langsung pulang. Lagipula kakek dan papa kan udah


lama ga temu, pasti papa juga kangen sama kakek”


Melihat kakeknya yang hanya diam saja, Keysa pun


membujuk kakeknya dan memegangi lengan sang kakek.


“Ayo dong kek…kakek kenapa sih setiap diajakin ketemu


papa selala ga mau. Apa kakek ada masalah sama papa ya?”


“Ah…iyaiya kakek akan turun” ucap kakek Ali


Keysa dan kakek Ali pun berjalan berdampingan masuk ke


dalam rumah.


“Kakek….” Panggil Kenzo yang baru saja muncul dari


arah dapur.


Kenzo pun mempercepat langkahnya dan mengampiri Keysa


dan Kakeknya.


“Ka-kek kok ada disini?”


“Kak, Kenzo kok nanya gitu sih? Bukannya salim sama


kakek”


“Maaf kek” ucap Kenzo kemudian menyalim tangan sang


kakek.


“Dasar cucu durhaka, bukannya menanyakan kabar


kakeknya sehat atau tidak. Malah bertanya kenapa ada disini. Apa kamu ga senang


ketemu sama kakek”


“Eh bukan begitu kek maksud Kenzo. Tapi…”


“Yasudah peluk kakek, kakek sangat rindu dengan kamu


cucu tertua kakek”


“Kenzo juga kangen sama kakek” ucap Kenzo lalu


menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan sang kakek.


“Kak, papa dimana sekarang?”


“Papa ada dikamar Key”


“Yasudah aku sama kakek ketemu papa dulu ya. Yuk kek”


Tok…Tok…Tok


“Pa, ini Keysa. Keysa masuk ya pa”


“Iya sayang masuk aja” jawab papa Adam dari dalam


kamar


CEKLEK…


Keysa membuka pintu dan melihat papanya sedang


terbaring di kasur, dan ada seorang dokter yang tengah memeriksa keadaan


papanya. Tante Lydia juga ada di dalam kamar. Dan yang membuat Keysa sangat


kaget, Axel juga berada di dalam kamar papanya. Namun Keysa berusaha untuk


mengendalikan dirinya dan tidak terpengaruh dengan keberadaan Axel.


“Kemarilah nak, papa sangat merindukan mu” ucap papa


sambil menggerakkan tangan sebelah kirinya memanggil Keysa.


“Pa…ada seseorang yang mau bertemu dengan papa?”


“Siapa nak?” tanya papa Adam bingung.

__ADS_1


......................


__ADS_2