
Hai hai teman-teman sekalian...
Assalamualaikum dan salam sehat.
Sebelum sampai ke inti Othor ingin mengatakan kepada kalian semua, semoga saja para reader setia yang selalu mengikuti karya-karya terbaru dari Mom selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezekinya dan dilimpahkan berkah oleh Allah π€².
Othor hari ini datang kembali untuk mengumumkan novel baru karya dari OTHOR sendiri, mohon dukungan sekaligus berikan hadiah sebanyak-banyaknya di novel Mom nanti π€.
Cerita ini menceritakan tentang kisah seorang suami yang mengejar cinta istrinya sendiri, namun sang istri masih sulit untuk melupakan seorang pria yang menjadi suaminya.
Tap profil Mom AL dan dapatkan cerita yang sangat menarik disana π€
CUPLIKAN BAB:
Okta mengangguk. "Mas Eza sendiri ngapain ada ditempat ini?"
"Saya bekerja di cafe ini, sebagai waiters."
"WHAT!" pekik Airin terkejut.
Eza hanya menatap Airin dengan heran. "Apa ada yang salah?"
"Anda bekerja disini? Apa saya tidak salah dengar? Memalukan!" ejek Airin.
Eza menggeleng karena mendengar ucapan Airin.
"Rin, Lo ini ngomong apa sih?" Okta tidak terima karena sang sahabat berani menghina suaminya sendiri.
"Apa ada yang salah dengan pekerjaan saya?"
"Tentu saja! Anda tidak memiliki pekerjaan yang sedikit lebih baik dibandingkan menjadi penyanyi panggilan dan juga seorang pelayan."
__ADS_1
"Astaghfirullah, Ai. Kamu kok ngomongnya gitu? Apapun pekerjaan saya yang penting itu halal dan saya tidak memberi kamu uang haram." jelas Eza dengan perlahan agar Airin mengerti.
"Dan saya juga tidak akan menerima uang dari seorang pelayan seperti Anda!''
Eza terkejut dengan ucapan Airin, istrinya itu sangat keterlaluan karena telah menghina pekerjaannya, tanpa berkata apapun Eza langsung pergi dari meja Airin dengan membawa segala emosinya.
Setelah Eza pergi, Nur yang sedari tadi menguping pembicaraan Eza dan Airin segera bergegas menghampiri Airin.
UNTUK CERITA SELENGKAPNYA SILAHKAN MAMPIR KE NOVEL LANGSUNG π
Nah satu lagi, jika kalian berkenan bisa juga mampir di karya Kok Othor yang lainnya dan tentu masih on-going π₯°
Spinn off "HASRAT SEPUPU (PENGKHIANATAN)"
Lahir dari rahim yang sama, wajah yang sangat mirip, lahir di hari, bulan dan tanggal yang sama.
Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.
Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.
Yuk kawal kisah 2A (AMMAN DAN AMMAR)!
Simak kelanjutannya berikut!!!
So happy reading and stay tune π₯°
CUPLIKAN BAB:
Brian sedang duduk di sofa menanti kepulangan sang Putri dari pertemuan dengan temannya.
Suara deru mobil terdengar di halaman rumah dan Brian langsung tersenyum, dia tidak sabar untuk memberitahukan kepada sang Putri tentang perjodohan.
Audrey masuk ke dalam rumah dengan hati riang sebab dirinya telah resmi menjadi kekasih Ammar dan mereka juga akan menuju ke jenjang yang serius yaitu ikatan pernikahan.
"Papa!' seru Audrey dengan senyum dibibir.
__ADS_1
"Hai nak, kenapa kamu pulangnya malam sekali?" Brian mengelus kepala Audrey dengan sayang.
''Masih syukur Audrey pulangnya gak pagi.'' Audrey memeluk tubuh sang Papa dari samping, hatinya sedang berbunga-bunga hingga sulit untuk di artikan.
"Kamu kenapa kok Papa lihat dari tadi tersenyum terus? Keliatan bahagia juga."
"Aku lagi gembira banget hari ini, Pa."
"Oh ya? Memangnya ada hal apa yang membuat anak cantik Papa ini sampai se-gembira itu?"
"Begini, Paβ" ucapan Audrey terpotong karena sang Papa menyelanya dengan cepat.
"Tunggu dulu, Papa juga punya kabar gembira untuk kamu."
Audrey menyatukan kedua alisnya.
"Papa yakin jika kamu pasti akan sangat bahagia jika mendengar kabar dari Papa ini."
"Memangnya ada apa, Pa?"
"Papa sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis Papa."
"APA!'' pekik Audrey kaget.
"Kenapa? Apa kamu tidak gembira?" Brian menatap wajah Audrey yang terlihat syok.
"Dengan siapa Papa akan menjodohkan aku, Pa? Aku sudah memiliki kekasih dan kami juga sudah sepakat untuk menikah sebentar lagi." Audrey berkata dengan nada lirih.
"Kenapa kamu tidak mengatakan kepada Papa jika kamu sudah memiliki kekasih dan kalian akan segera menikah?''
Audrey menunduk sedih. "Itu karena aku dan kekasihku baru resmi menjadi sepasang kekasih hari ini, kami juga sudah deal untuk memberitahu kepada seluruh keluarga tentang kabar bahagia ini jika kami akan menikah dalam waktu dekat."
Brian menghela nafas dengan berat.
**AYO BURUAN KE LAPAK DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR, LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN RATE π 5
TERIMA KASIH π
__ADS_1
WASSALAM πΊπ₯°**