Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 46. PCA


__ADS_3

Di dalam mobil.


"Sayang! Makasih banyak karena kamu udah mau memberikan aku kesempatan.." Romi menggenggam tangan Alma.


"Sama-sama Mas. Yang penting, kamu jangan melakukan hal yang sama lagi. Karena jika kamu melakukannya, aku tidak akan memaafkan mu dan memberimu kesempatan." Alma menatap wajah Romi dari samping.


"Iya sayang.. Aku janji," Romi mengelus kepala Alma yang terbungkus hijab.


Dari kursi penumpang, Lisa melihat interaksi mesra antara Romi dan Alma. Lisa juga menatap wajah Romi melalui pantulan kaca.





Satu minggu kemudian.


Weekend pun tiba. Alma saat ini tengah jogging sendirian di taman yang tak jauh dari area perumahan elitnya.


Dia berhenti di sebuah bangku sambil mengelap keringatnya yang mengucur di poipi.


"Huft!" Alma menghela nafas pelan.


Tak jauh dari Alma duduk.


"Pa! Itu kayaknya Tante Alma." Chika yang sedang jogging bersama sang Papa menunjuk ke arah bangku.


Rendra mengikuti arah jari telunjuk Chika.


Chika pun menarik tangan Rendra.


"Pa! Ayo kita ke sana, Chi mau sama Tante Al." rengek Chika.


Rendra menghela nafas.


"Ayo!"


Mereka berdua berjalan menghampiri Alma.


"Tante!!!" panggil Chika saat sudah hampir di dekat bangku Alma.


Alma menoleh, dan dia tersenyum saat tahu siapa yang memanggilnya.


"Tante Al!!" Chika memeluk Alma saat sudah berada di bangku Alma.


"Hai cantik.. Kamu ada di sini juga?" Alma menangkup kedua pipi Chika.


Chika mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Alma menoleh ke arah Rendra sambil mengelus rambut Chika.


"Tumben Pak Rendra ada di sini??


"Iya! Saya baru beli rumah di daerah di sini." sahut Rendra.


"Oh ya? Daerah mana Pak?"


"Di Gang Anggrek nomor 172."


"Wah.. Berarti gak jauh dari rumah saya dong.."


"Benarkah? Rumah kamu nomor berapa?"


"Rumah saya nomor 168. Gang Anggrek juga.."


"Kita tetanggaan ya," ujar Rendra.


Mereka berdua tertawa bersamaan.


"Al!!" seruan seseorang menghentikan tawa Alma dan Rendra.


Seseorang yang memanggil Alma pun berjalan ke arah Alma.


"Hai!" sapa pria itu saat sudah berada di bangku Alma.


"Hai Mas.." sahut Alma sambil tersenyum tipis.


"Kamu sendirian?" tanya Akmal pada Rendra.


"Iya! Mas Romi sedang ada pekerjaan, jadi dia gak ikut Jogging." ujar Alma.


Akmal hanya mengangguk saja.


"Chika, ayo kita pulang.." ucap Rendra pada Chika.


"Chi mau di sini aja sama Tante Al.." Chika memeluk erat tubuh Alma.


"Sayang.. Papa ada pekerjaan penting hari ini." Rendra membujuk Chika.


"Chika cantiknya Tante.. Kamu harus nurut dengan apa yang Papa kamu bilang. Papa kamu kan lagi ada pekerjaan, besok kita bisa ketemu dan bermain. Rumah Chika sama rumah Tante kan sekarang udah deket," Alma menangkup wajah Chika dan memberikan senyum manis.


"Kita pulang ya?" Renda kembali mengajak Chika.


Chika mengangguk. Dia berdiri dari duduknya dan kemudian memegang tangan Rendra.


"Dah sayang.." Alma melambaikan tangan ke arah Chika, saat Rendra dan Chika sudah melangkah pergi.


"Dah Tante.." Chika membalas lambaian tangan Alma.

__ADS_1


Setelah Rendra dan Chika sudah menjauh.


"Boleh aku duduk?" ujar Akmal.


"Silahkan Mas." sahut Alma.


Akmal duduk di sebelah Alma.


"Dia siapa Al??" Akmal menunjuk Rendra.


"Dia Bos aku di kantor Mas."


"Oh.. Itu anaknya?'' tanya Rendra lagi.


"Iya. Itu anaknya, Pak Rendra seorang duda. Istrinya meninggal saat anak nya berusia satu tahun.." jelas Alma.


Akmal hanya menganggukkan kepala.


Tiba-tiba terbesit di pikiran Alma untuk bertanya tentang Ayu.


"Mas! Aku mau nanya sesuatu sama kamu,"


"Katakan! Ada apa?" ujar Akmal penasaran.


"....."





**Pak Rendra nya siapa ini??? ❤❤




TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤


TERIMAKASIH 😘.


MON MAAF OTHOR TELAH UPDATE NYA 🙏🏻

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA NANTI MALAM. BYEEEEEEE..🌹🌹🌹**


__ADS_2