Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 22. APS


__ADS_3

Alma sedang bersiap untuk pergi menemui Sekar.


...ting!...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Alma. Alma segera membuka pesan tersebut.


Alma terkejut dan matanya membola saat melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


Deg deg deg.!


Jantung Alma seakan menjadi lemah berdetak. Matanya memerah, dan tangannya gemetaran.


"Mas Romi.." gumam Alma lirih sambil menatap ponsel yang berada di genggamannya. Alma membesarkan gambar dari nomor tidak di kenal itu.


"Ini memang mobil Mas Romi, dan Ayu?" air mata menetes di pipi Alma.


Alma menggenggam ponselnya dengan erat.


Drtt drtt!


Ponsel Alma berdering.


Alma segera menghapus air matanya, dia menjawab panggilan itu.


"Halo Assalamualaikum.."


📲"Waalaikumsalam.. Alma, kamu dimana? Jadi ketemuan gak? Aku udah di restoran nih," ujar Sekar dari seberang telepon.


"Aku sedang bersiap. Tunggu aku.."


📲"Al? Kamu gak papa kan? Kok suara kamu kayak habis nangis gitu,"


"Aku.. Aku gak papa. Ya udah, aku matikan dulu sambungan teleponnya. Taksi pesanan ku sudah datang,"


Setelah mengucapkan salam, sambungan langsung terputus.


"Huft.." Alma menghembuskan nafas pelan. "Aku harus sabar.. Aku akan bertanya jika Mas Romi sudah pulang"


Alma langsung melangkahkan kaki menuju keluar rumah.



__ADS_1



Romi dan Ayu sudah sampai di Restauran. Sebenarnya Romi ingin mengajak Ayu ke Mall untuk berbelanja, tetapi Ayu mengadu lapar, karena itu Romi mampir terlebih dahulu ke Restauran yang mereka lewati.


"Sayang.. Kamu mau makan apa?" Romi membuka buku menu dan memberikan kepada Ayu.


"Aku mau makan Seafood pedas manis aja Mas. Sama minumnya Green tea,"


Romi memanggil waiters, dan dia memesankan makanan yang Ayu pilih. Sedangkan dia, Romi memesan spaghetti dan Green tea.


Makanan pun tiba. Mereka segera makan bersama.


"Mas.. Besok kan hari kamis, kamu nginep di rumah aku kan?" ujar Ayu di sela-sela makannya.


"Kayaknya hari sabtu aja deh aku nginep di rumah kamu yank.. Soalnya aku takut Alma curiga.."


"Alma lagi Alma lagi... Sebel deh," Ayu bersunggut kesal.


"Sayang.. Jangan gitu dong.." Romi membelai lembut pipi Ayu.


"Tapi janji hari sabtu kamu nginep di rumah aku beneran ya Mas? Katanya kamu mau cepat-cepat aku hamil, tapi kalau kamu jarang menyetubuhiku, sama saja.."


"Iya sayang.. Aku janji. Udah habisin makan kamu, biar kita belanja ke Mall. Keburu malam,"


Alma telah sampai di Restauran yang menjadi tempat janjian dirinya dan juga Sekar.


Alma berjalan masuk ke dalam Restauran, dia mengedarkan pandangan mencari meja Sekar.


Terlihat dari kejauhan Sekar malam baikan tangannya.


"Al.." Sekar melambai lambai.


Alma membalas lambaian tangan Sekar, dia berjalan menuju meja Sekar.


"Hai Kar.. Maaf ya lama," Alma duduk di kursi.


"Gak papa kok Al, santai aja.."


"Oh ya, mau pesan apa? Biar aku pesankan," ujar Sekar.


"Jus Alpukat aja,"


Sekar langsung memesankan apa yang Alma inginkan.

__ADS_1


"Kamu ngajakin aku ketemuan mau membicarakan soal apa??"


"Gini Al.. Di kantor tempat ku bekerja, lagi ada lowongan dan yang di cari adalah kepada Divisi. Nah kamu kan pernah tuh menjadi kepala Divisi, jadi aku mau nawarin ke kamu supaya kamu ngelamar kerja aja di kantor tempat ku bekerja ini,"


Alma terdiam dan berpikir.


"Aku pengen sih Kar.. Tapi aku harus tanya dulu sama Mas Romi. Kamu tahukan, jika Mas Romi gak ngizinin aku kelelahan, karena bisa memperlambat program hamil yang kami jalankan.." jelas Alma.


"Seharusnya kamu bisa bilang ke suami kamu, jika anak itu adalah titipan. Suatu saat nanti, jika Allah sudah berkehendak, maka kamu juga pasti hamil. Aku aja yang belum hamil santai Al, berpikir positif karena mungkin Allah masih menguji aku dan suamiku agar kami berduaan dulu.." ujar Sekar.


"Kar.. Aku udah sering bilang seperti itu ke Mas Romi, tapi dia selalu marah dan salah paham. Dia pikir memang aku gak yang gak mau punya anak.." Alma bersedih.


Sekar iba melihat Alma.


"Kamu yang sabar ya, pasti Allah sedang merencanakan hal indah untuk kamu ke depannya," Sekar mengelus pundak Alma.


Alma hanya mengangguk dan tertunduk, saat dia mendongak, dia seperti melihat bayangan suaminya.


"Mas Romi.." gumam Alma sambil menatap sepasang pria dan wanita yang berjalan membelakangi kursi nya, ingin menuju pintu keluar.


"Al.." Sekar menepuk pundak Alma, dan dia melihat ke arah pintu keluar.


"Kamu kenapa?"


"Aku seperti melihat suamiku Kar.. Tapi gak mungkin, dia kan lagi lembur di kantor," Alma menjadi bingung sendiri, dia menatap kembali pintu keluar namun seseorang yang mirip suaminya itu sudah menghilang di balik pintu.


"Kamu salah lihat mungkin,"


"Entahlah. Mungkin," Alma menunduk sambil berpikir.


'Apa itu Mas Romi? Kayaknya memang cuma mirip deh.. Karena kepikiran foto itu tadi, aku jadi melihat Mas Romi ada di sini,' batin Alma.


Alma dan Sekar kembali mengobrol.


**HAPPY READING GUYS..


SEE YOU NEXT PART BYE BYE


JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN LIKE, VOTE,.KOMEN DAN HADIAHNYA ❤❤


TERIMAKASIH 😘


AYO READERS SILAHKAN REQUEST MAU VISUAL SIAPA?? 🤗**

__ADS_1


__ADS_2